HOT
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
Advertisement Banner
Home Kolom Sumbo

Oldenburg, di Antara Dua Kota Eropa

Harlan by Harlan
07/07/2018
in Sumbo
375 24
0
Oldenburg, di Antara Dua Kota Eropa

Oleh Rifki Furqan

Saya sering ditanya oleh mahasiswa Indonesia, “kuliah dimana?“, maka ketika saya menjawab “Oldenburg”, pasti muncul pertanyaan susulan, “Oldenburg itu di mana ya?” Sedikit susah memang menjelaskannya, karena Oldenburg bukanlah kota besar dan terkenal di Jerman. Kota ini termasuk ke dalam Bundesland atau negara bagian Niedersachsen, negara bagian terbesar kedua di Jerman setelah Bayern.

Oldenburg berada dalam kepungan kota dominan lain dari negara berbeda yaitu Bremen (kota pelabuhan penting di Jerman) dan Groningen (provinsi paling utara Belanda). Kondisi terjepit seperti itulah yang spontan menyebabkan saya menambahkan informasi tentang kedua kota tersebut ketika menjelaskan posisi geografis kota Oldenburg. Kabarnya cukup banyak warga sini yang bekerja di Bremen. Jadi bisa kita analogikan seperti hubungan Depok dan Jakarta yang berbeda pemerintahan, namun tetap berkawan.

Memiliki penduduk kurang dari 200.000 membuat kota ini sangat nyaman untuk dijadikan tempat studi. Tak banyak tempat wisata di Oldenburg, jika tidak mau menyebutnya tidak ada. Tempat wisata terkenal yang dikunjungi wisatawan adalah tempat wisata standar di seluruh Eropa, yaitu gereja tua dan museum. Terdapat satu gereja tua di pusat kota yang bergabung dengan lokasi perbelanjaan yang hanya dimasuki pejalan kaki dan tak jauh dari situ terdapat museum kota yang menyimpan benda seni dan peninggalan perang dunia II .

Ciri khas Oldenburg adalah pengguna sepeda yang sangat banyak jumlahnya. Mulai dari orang tua/manula hingga remaja memiliki sepeda. Tak jarang juga terlihat Auslander (istilah dalam Bahasa Jerman untuk menyebutkan orang asing) atau mahasiswa asing lainnya juga mengayuh sepeda. Bahkan ketika saya pertama sekali mengunjungi gedung mahasiswa internasional di kampus, seorang petugas di kantor tersebut yang menyambut saya memilih berbasa-basi dengan menanyakan perihal sepeda. Mengapa peran sepeda menjadi begitu penting? Apakah sistem transportasi dalam kotanya tidak bagus? Oh, tentu tidak. Sistem transportasi publik di negara ini sangat bagus, sama seperti di kota-kota lainnya. Namun karena kota ini memiliki banyak  jalan sempit penghubung wilayah, kita biasa menyebutnya “jalan potong“, maka sepeda dengan seleksi alam yang adil telah berhasil merebut hati sebagian besar warga kota.

Bersepeda di Oldenburg adalah mayoritas. Semua masyarakat di sini dipastikan bisa bersepeda dengan baik dan benar. Selain karena jalur transportasi dalam kota yang tidak semapan di kota besar, banyaknya jalan kecil dan jalur sepeda yang eksklusif dan profesional juga turut membuat sepeda menjadi barang paling dicari di kota ini. Layaknya mobil mewah di Jakarta atau kota-kota besar di Indonesia, maka sepeda di sini bisa kita setarakan sebagai mobil mewah dalam tingkat pemeliharannya. Harga sepeda baru nan canggih bisa mencapai puluhan juta, jika dirupiahkan.

Hanya ada satu Universitas di Oldenburg, Carl von Ossietzky Universitet Oldenburg. Nama tersebut merupakan nama lokal yang ditambalkan untuk universitas ini, karena memang setiap universitas di Jerman memiliki nama lokal dan internasional. Untuk nama internasional biasanya cukup menambahkan nama kota saja setelah University. Carl von Ossietzky adalah salah satu tokoh penting dan terkenal di Jerman. Beliau adalah penerima nobel perdamaian dunia sebelum Perang Dunia II pecah di Eropa. Sehari-harinya Carl von Ossietzky berprofesi sebagai penulis. Karena tulisan-tulisannya kritis terhadap sikap otoriter NAZI Jerman kala itu, Carl ini lalu ditangkap dan dipenjarakan sampai akhirnya meninggal di Oldenburg. Ide tulisannya selalu bertemakan keadilan, menjadi prinsip Oldenburg University yang menerapkan asas keadilan dalam penerapan ilmu pengetahuan dalam serta lingkungan hidup.

Oldenburg University memiliki dua kampus yang letaknya tak berjauhan. Kedua kampus tersebut disebut kampus Haarentor di mana fakultas sosial dan ekonomi berjaya, serta lainnya adalah kampus Wechloy di mana menjadi kekuasaan penuh fakultas “natural science“ atau ilmu alam. Sebagai universitas utama di kotanya, tak heran fasilitas perpustakaan dan laboratoriumnya berstandar mewah dan berkelas internasional. Menjadi mahasiswa berarti mendapat hak untuk mengakses komputer dan internet tanpa batas dan mendapat akses ke beberapa jaringan perpustakaan online di seluruh dunia. Berjuang untuk menjadi pusat penelitian Laut Utara di samping saudara tuanya di Bremen, Oldneburg University memiliki stasiun penelitian tepat di pesisir Laut Utara di daerah Wilhelmshaven dengan fasilitas laboratorium canggih, kapal penelitian dan pusat sumber energi alternatif berupa tenaga angin.

Program Renewable Energy atau energi terbarukan di Oldenburg University telah diakui dunia dan menjadi salah satu favorit mahasiswa Eropa bahkan dunia. Program penelitiannya yang multi disiplin ilmu  atau “Inter-Diciplinary“ merupakan ciri khas program yang mengharuskan lulusannya memiliki pemahaman konsep yang terintegrasi dalam semua aspek keilmuan. Water and Coastal Management Master Program yang saya jalani sekarang memiliki tujuan mendidik mahasiswanya untuk paham konsep dan aplikasi bagaimana mengatur dan mengelola sumberdaya perairan dan pesisir lautan dengan memadukan konsep ilmu pengetahuan, sosial dan nilai ekonomisnya dalam satu kerangka pemahaman yang padu.

Rifki Furqan adalah mahasiswa Aceh yang sedang mengambil Master pada bidang Water and Coastal Management di Oldenburg University, Jerman.

Image source: here

Share219Tweet137
Advertisement Banner
Harlan

Harlan

Lelaki yang suka berpindah dari satu warung kopi ke warung kopi lain. Dulunya, pernah terlintas cita-cita menjadi preman terminal. Takdir menuntunnya menekuni profesi lain.

Trending

Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan
Lifestyle

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

8 months ago
Penampakan Wonosobo dari video drone
Traveling

Ketika Wonosobo Memilih Sunyi untuk Merayakan Diri

8 months ago
Ilustrasi Identitas Digital Terdesentralisasi
Teknologi

Era Identitas Digital Terdesentralisasi (DID): Bagaimana Blockchain Akan Mengubah Cara Kita Login di Tahun 2026

8 months ago
Ilustrasi FOMO dan FUD
Teknologi

Menaklukkan FOMO dan FUD: Strategi Psikologis untuk Bertahan di Puncak Bull Market 2025

8 months ago
Generative AI Masuki Dunia Otomotif
Teknologi

Kendaraan Otonom & Generative AI Masuki Dunia Otomotif

8 months ago
aceh pungo

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Follow Us

Recent News

Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

25/07/2025
Penampakan Wonosobo dari video drone

Ketika Wonosobo Memilih Sunyi untuk Merayakan Diri

24/07/2025

Categories

  • Budaya
  • Cerpen
  • Culinary
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gawai
  • Gosip
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Kolom
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Peh Tem
  • Politik
  • Puisi
  • Resensi
  • SEO
  • Sepakbola
  • Sosok
  • Sumbo
  • Teknologi
  • Traveling

Tags

Alkali Bansos Halodoc Headline Neo Bank Pilihan Quora turki umrah mandiri Unicef
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
  • Buzz
  • Animals
  • Celebs
  • Life
  • Tech
  • Video
  • More
    • About
    • Contact Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.