• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Tuesday, October 6, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Aroma Ganja dalam Sepotong Kepala

Taufik Al Mubarak by Taufik Al Mubarak
07/03/2026
in Opini
0
Aroma Ganja dalam Sepotong Kepala
21
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Akhir Juli 2010, saya dan teman-teman mengunjungi beberapa negara Eropa, dan sempat singgah di Belanda dalam tour singkat itu. Selagi berkeliling di jalan ‘Oudezijds Achterburgwal di kawasan de Wallen, Amsterdam, aroma ganja begitu menyengat. Bau yang sangat khas itu menguar dari sebuah cafe di kawasan yang cukup familiar di kalangan turis.

Husaini (bukan nama sebenarnya), pemuda asal Bireuen yang sudah lama menetap di Denmark, itu tidak tahan dengan aroma yang segera membuatnya rindu pada tanah indatu. Ia bergegas masuk ke dalam cafe, dan begitu keluar tangannya sudah memegang dua batang rokok berisi ganja.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

“Ini harganya 2 euro,” katanya. Husaini sebenarnya tak perlu jauh-jauh ke Amsterdam untuk menikmati ganja. Di balkon flat-nya di Denmark, ia sudah menanam dua batang ganja yang benihnya asli dari Aceh. Sayangnya, pohon ganja itu belum bisa dipanen, karena masih kecil.

Husaini beruntung singgah di Belanda, negara yang pernah menjadi boneka Spanyol. Seperti kita tahu, Belanda adalah salah satu negara yang sudah melegalkan ganja. Di kafe-kafe di kawasan de Wallen ini banyak menjual ganja, dan para pembeli bebas menghisap ganja di mana saja di kawasan itu.

Bagi yang belum pernah ke Belanda, kawasan de Wallen termasuk tak sulit ditemukan. Lokasi yang terkenal dengan Red Light-nya itu adalah kawasan favorit para turis. Ia berada di pusat kota, dan kerap disebut sebagai surga dunia karena bisnis esek-eseknya.

Kami tidak bisa memastikan apakah ganja yang dijual di cafe-cafe di area Dam Square itu berasal dari Aceh atau dari tempat lain. Namun, dalam laporan TEMPO “Menggelar DOM, Memanen Ganja”, ganja Aceh begitu terkenal di kawasan Seadeck, Amsterdam.

“Di ‘sepotong surga’ yang memperbolehkan orang bebas mengonsumsi narkotik itu, daun-daun kering pembawa nikmat dari Tanah Rencong ini dihargai paling mahal dalam daftar menu mariyuana,” begitu ditulis dalam laporan investigasi TEMPO edisi 9 Desember 1999.

Ganja yang dijual bebas itu kebanyakan berasal dari Blangkejeren, Gayo Lues. Konon, ganja di kawasan ini dikenal paling tinggi memiliki kadar tetrahydrocannabinol (THC), zat yang menyebabkan pemakainya “melayang”. Kini, hampir semua ganja dari Aceh disebut berkualitas super.

Kisah ganja Aceh sampai ke negeri bekas penjajah itu tentu saja tidak seharum aromanya. Berdasarkan laporan TEMPO, cerita bagaimana ganja bisa keluar dari Aceh bisa membuat bulu kuduk siapapun berdiri. Bagaimana tidak, saat Daerah Operasi Militer (DOM) masih berlaku di Aceh, tentara adalah pemilik segala kedaulatan dan kemewahan, termasuk dalam urusan bisnis ganja.

Para oknum tentara kerap memasok ganja ke luar Aceh melalui jalan darat. Mereka tak perlu risau dengan razia dari polisi. Oknum yang membawa ganja cukup mengeluarkan potongan kepala manusia. Bukan isapan jempol, jika selama DOM banyak masyarakat yang dituduh GAM kehilangan kepalanya. Dulu, sempat beredar sebuah foto yang memperlihatkan oknum ABRI dari Kopassus menenteng kepala seorang gerilyawan GAM seusai dipotong.

Seusai memperlihatkan potongan kepala manusia, polisi tidak bakal banyak cincong lagi, dan kendaraan pengangkut dengan “paspor” luar biasa ini akan melenggang menuju Medan. Saat itu dan hingga kini, Medan selalu menjadi gerbang utama ganja Aceh untuk terbang ke penjuru dunia, salah satunya ke negeri Belanda. []

Image: CNNIndonesia.com

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
Google Fi

Google Fi Hadir di iPhone dan Android

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

Bulog Aceh Salurkan Raskin Ke-13

23/12/2011

Sultan: HAM Sering Dijadikan Komoditas Politik

27/12/2011

Tiga Warga Ditembak di Aneuk Galong

05/01/2012

Mencuri, Harlan dan Petani Diringkus

10/01/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.