REDAKSI – Esai Seloka ini dibacakan oleh Herman RN pada Selasa (27 Desember 2011) malam, dalam ziarah dan peringatan mangkat Sultan Iskandar Muda ke-375 tahun di Haba Café Banda Aceh. Saat pembacaan esai ini, para pengunjung terdiam, ada kalanya bertepuk tangan dengan sangat keras. Redaksi AcehCorner.Com menerbitkannya sebagai bentuk apresiasi tinggi atas esai yang ditulis sangat apik ini.
MASIH ingatkah Tuan, 418 tahun silam, seorang bayi mungil mengawali matahari suatu pagi di pesisir Serambi, kelak ia menjadi raja bijak bestari, dikenali sampai ke ujung segala nagari, termahsyur baik budi, tersebut adil bestari, mengukir beragam reputasi. Sejarahnya tak basah diterpa hujan, tak lekang di sengat matahari, aromanya kuasa mewangi sepanjang malam hingga batang hari, seterang bulan dan mata hari.
