HOT
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
Home Opini

Bookrak Mencuri Seekor Biawak-Liar dari Benakku

Diyus Oleh Diyus
13/08/2018
in Opini
14 0
0
Bookrak Mencuri Seekor Biawak-Liar dari Benakku

Malam ini adalah saat Nebula bermain dalam kepala pada jejak syair yang menggelinding di atas meditasi. Sebentuk penolakan atas sajak dan puisi yang usai mendengar deklamasinya atau cukup dengan membacanya saja, engkau akan segera mengelus isi cawat dan menyegerakan elusan syahwat ke pemilik cawat lain.

Menghadapi kemiskinan peristiwa dalam surat kabar, berita di televisi, siaran radio hingga artikel para kolumnis, kita terperangah dan hanyut. Seperti sebatang gelondong kayu menghilir oleh banjir. Bahkan pendidikanpun telah terberhalakan dalam sekolah. Moralitas yang herois, kepemimpinan yang megalomania, juga keragaman yang selalu bersinggungan dengan keberagamaan.

Apalagi ketika Bookrak sukses mencuri seekor biawak liar yang hidup dalam kepalaku, reptiln yang telah berdiam dalam otak beberapa tahun terakhir. Aku tak memeliharanya, tak mencintainya, tak menggandrunginya. Tapi mendapati ia tak lagi termiliki oleh kawasan benakku, sungguh sebuah kehilangan. Semacam muscle-memory seorang perokok ketika lintingan tembakau tak lagi berada di selipan jemari atau kepit bibir. Lantas, kereptilan macam apalagi yang bisa kulakukan tanpa biawak itu?

Mau jadi apa hidupku ini tanpa keculasan reptil tersisa?

Bintang kecil di langit yang biru tak mampu lagi menjadi hiburan. Sebab, ia cuma bisa ternikmati kala arus listrik padam. Hilangnya sebentuk daya hantaran kabel kekuasaan yang kerap menghadirkan maki. Padahal masih ada cahaya di langit yang sungguh organik untuk kita nikmati; senyampang menanti masa istirah gelombang listrik yang pasti lelah terkungkung kabel tembaga.

Lantas di ujung menung, saat bingung tengah menggunung, tibalah rencana setumpuk. Tentang kemarin yang gagal terpahami, kini yang menguap dan hari depan yang menyisakan gagap. Sungguh tega membiarkan politik berhias kemelaratan yang cuma berharta kabar para pembesar. Pembesar yang tengah berebut tahta pula. Ketika kuasa begitu menghadirkan gelenyar di tiap lapis kelenjar, menjalar. Betapa dhu’afa deretan kabar yang menjadi sorotan kita.

Tanggungjawab pada keadilan juga telah terpacak pada polisi, jaksa dan hakim. Sementara drama para pemegang tampuk-kuasa dan tumpuk-anggaran-pembangunan selalu tampil sebagai anak manja yang menuntut perhatian. Mereka gontok-gontokan dengan kepastian gaji bulanan, sementara rakyat yang cuma diajari membaca (tanpa mendapat pendidikan menganalisa), menyaksikan pagelaran pertengkaran mereka dengan gelegak di perut, juga kadar kolesterol, gula darah dan tekanan vena yang terlalu labil untuk sebuah adegan mencekam.

Rakyat menjadi penonton di tepi lapangan pergumulan kuasa, bersama imaji nasionalisme yang seolah cukup terwakilkan dengan kemenangan tim kita. Berhias patriotisme dalam kerangkeng bernama menang atau cundang. Tidakkah hidup mestinya lebih lowong dari itu?!

Ketika kemenangan perdebatan panjang yang  sesungguhnya bukan soal perbedaan pendapat, melainkan perbedaan pendapatan. Saat pembagian tumpuk anggaran telah menenangkan gejolak syahwat kuasa, pertunjukan berhenti. Penonton yang belum mencapai klimaks mesti memendam dendam hingga periode pemilihan selanjutnya. Begitu teruslah kelindan putaran roda drama. Ketika sebongkah komet melesat membawa asteroid dengan pijar cahaya yang memancing hasrat pandang. Sesudahnya, cuma merekalah yang memotong kue pembangunan ke dalam piring-piring bertulis nomor rekening bank.

Begitulah. Ketika Bookrak sukses mencoleng seekor biawak liar dalam benakku. Segeliat reptil telah pergi dari diriku. Mencuri culas dari pikirku. Aku tinggal sendiri memandangi sebuah sudut dalam batok kepala, tempat yang biasa menjadi wahananya meringkuk di dalam benak. Sementara aku merasa sepi tanpa culas itu. Bersama sebentuk sadar yang tak tahu mau kubawa kemana. Sebentuk sadar yang sungguh kuingin hadirnya. Secupak kepurbaan yang membuatku sadar, saat aku sedang mendamba kemabukan untuk memenangkan kompetisi bertajuk “Lomba Lari dari Kenyataan”.

Masa-Masa ini, saat aku membutuhkan keculasan untuk berani melangkah maju, sebentuk naluri reptil telah pergi. Kemana lagi bisa kucari biawak liar yang telah berganti tuan? Atau reptil apapun yang bisa mengisi daya culas dalam diri. Boleh iguana, kadal juga bisa, dinosaurus oke, ular lebih mantap. Tanpanya, malam ini mesti kuisi dengan ratap.

 

Image Source: 1

Share8Tweet5
Diyus

Diyus

Terduga petani kopi yang suka kho ping hoo dan cerita silat lainnya. Sedang magang sebagai filsuf di sepetak semesta.

TRENDING.

cara berhenti donasi unicef
Inforial

Cara Berhenti Donasi UNICEF Indonesia dengan Cepat dan Mudah

3 years ago
Interpals, Situs Kencan dengan Wanita Rusia
News

Interpals, Situs Kencan dengan Wanita Rusia

4 years ago
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

4 years ago
rekomendasi jual rumah shelter murah banda aceh
Inforial

Rekomendasi Jual Rumah Shelter Banda Aceh, Murah dan Terpercaya

2 years ago
aceh pungo

Aceh Pungo (acehpungo.com) merupakan blog yang membahas seputar gaya hidup, cerita perjalanan, wisata kuliner dan destinasi wisata menarik

Follow Us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Tags

Alkali Bansos Cerpen Gosip Halodoc Headline Hiburan Neo Bank Pilihan Puisi Quora Resensi SEO Sepakbola Steemit Traveling turki umrah mandiri Unicef YouTube
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.

ace99play

ace99play

ace99play

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d login

alpha4d

alpha4d

dewaslot88

dewatoto88

dewaselot

torpedo99

dewatoto