• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Friday, October 23, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home News Internasional

Dunia 'sangat tak siap' hadapi bencana

Qaid Arkana Oleh Qaid Arkana
27/12/2011
in Internasional
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

London-Dunia ‘sangat tidak siap’ menghadapi berbagai bencana di masa depan karena negara-negara kaya enggan membantu, kata Menteri Pembangunan Internasional Inggris. Andrew Mitchell menyalahkan keengganan sejumlah negara untuk mendermakan dana dalam lembaga Dana Tanggap Bencana Darurat (CERF).

Pemerintah Inggris telah menjanjikan bantuan sebesar £20 juta (sekitar Rp283 miliar) untuk lembaga ini sebagai tambahan dari sumbangan terdahulu sebesar £40 juta (Rp 567 miliar).

READ ALSO

Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone

Independence Palace dan Jatuhnya Saigon

Meski demikian lembaga itu masih kekurangan dana sebesar £45 juta (Rp 638 miliar) yang diharapkan bisa dicukupi tahun depan.

Masyarakat internasional harus “menyadari” tantangan ini, tegas Mitchell.

Lembaga untuk dana darurat bencana ini disiapkan oleh PBB, dan sepanjang satu tahun terakhir harus bekerja keras dengan gelombang bencana alam mulai dari tsunami di Jepang, gempa bumi di Selandia Baru, kelaparan di Tanduk Afrika, dan banjir di Pakistan serta Filipina.

Antara hidup mati

Mitchell juga menyebut bertambahnya angka penduduk yang hidup menetap di wilayah dengan risiko bencana atau kelaparan tinggi menjadikan skala tragedi di masa depan menjadi makin besar.

CREF dibangun setelah terjadi bencana dahsyat tsunami di negara-negara Samudra Hindia sehari setelah Natal tahun 2004.

Dan karena banyak negara, menurut Mitchell, yang menunggu bencana terjadi baru menyumbang dana bukan sebaliknya, maka respon terhadap situasi darurat menjadi lemah dan lambat.

Menurut Mitchell waktu beberapa jam setelah bencana terjadi, dimana korban selamat tengah terjebak reruntuhan akibat bencana atau tsunami, menjadi sangat krusial bagi keselamatan mereka dan respon yang lambat bisa menentukan situasi hidup-mati korban ini.

“Tahun ini dunia diguncang oleh rangkaian bencana dan bukti-bukti menunjukkan tren ini masih akan berlanjut.”

“Masa lalu menunjukkan respon dunia internasional bisa jauh lebih efektif kalau saja dirancang dengan layak dan terkoordinasi sebagai satu sistem bukan rancangan tambal sulam yang sudah kerap kita saksikan.”

Tapi tantangannya kini, tambah Mitchell adalah sistem yang sudah tersedia namun banyak negara dan lembaga yang enggan mendukung.

Akibatnya, menurut Mitchell, dunia menjadi ‘sangat tak siap’ menghadapi skala bencana dan jumlah korban yang mungkin jatuh.[bbc]

 

Donor untuk CERF tahun 2011

Inggris – £94m

Swedia – £74m

Norwegia – £67m

Belanda – £54m

AS – £6m

Jepang – £3m

Cina – £500.000

Sumber: Website CREF, PBB

 

Related Posts

Ilustrasi Drone Swarm
Internasional

Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone

13/10/2026
Independence Palace dan Jatuhnya Saigon
Internasional

Independence Palace dan Jatuhnya Saigon

30/04/2020
Patimat istri Khabib
Internasional

Patimat, Istri Khabib Nurmagomedov yang Misterius

03/10/2019
Sarah Palin
Internasional

Suami Gugat Cerai Sarah Palin Setelah 31 Tahun Menikah

10/09/2019
Karina Roque
Internasional

Gadis 18 Tahun Potong Alat Vital Sang Adik dan Memakannya

08/04/2019
Sultan Muhammad V yang Menikahi Ratu Kecantikan 24 Tahun Turun Tahta
Internasional

Sultan Muhammad V yang Menikahi Ratu Kecantikan 24 Tahun Turun Tahta

07/01/2019
Next Post

Korban Konflik Demo BRA

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

Persiraja Dukung PSSI Akui LSI

11/02/2012
YouTube SEO Tips 2020: Audience Retention

YouTube SEO Tips 2020: Audience Retention

07/10/2018

Tiga Mahasiswa Korban Ledakan Granat Masih Dirawat

02/12/2011

Irwandi Konsolidasi dengan Ex-TNA di Pidie

22/02/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.