Islamuddin: Sabang Sepi dari Konflik

333
wisata sabang

Banda Aceh – Wakil Walikota Sabang, Islamuddin, ST mengatakan Sabang di bawah kepemimpinan Munawar Liza Zainal dan dirinya nyaris sepi dari konflik. Malah, keduanya masih tetap akur hingga usia pemerintahan lima tahun.

“Sabang sangat berbeda. Alhamdulillah sudah lima tahun kita lalui tanpa konflik,” ujar Islamuddin dalam pembicaraan dengan jurnalis The Aceh Corner, Kamis (1/12) malam.

Menurutnya, hal itu menjadi modal dasar yang mampu membawa Sabang ke arah lebih baik. Namun, dalam Pilkada 2012 mendatang, Islamuddin tak lagi berduet dengan Munawarliza. Dia dipinang oleh Partai Golkar mendampingi Husaini (Ketua Golkar Sabang) yang maju sebagai Calon Walikota.

“Jadi, kita bukan pecah kongsi seperti di daerah lain. Pak Munawar mungkin ingin istirahat,” katanya. Munawarliza memilih tidak lagi mencalonkan diri sebagai Walikota Sabang untuk lima tahun mendatang.

Bagaimana ke depan? Islamuddin mengaku jika dipercaya memimpin Sabang bersama Husaini, tidak akan banyak program yang berubah. “Nyoe tetap sinambung,” katanya singkat. Apalagi, di bawah kepemimpinan dia bersama Munawar, banyak kemajuan sudah dicapai.

Dia mencontohkan, dari segi tatakeloa pemerintahan, Sabang sudah tiga kali mendapat penilaian WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI.

Selain itu, katanya, dari segi infrastruktur dasar, 90 persen jalan sudah selesai dibangun. Fasilitas jalan yang bagus, tambahnya, akan menjadi media kampanye untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sabang.

Sementara dari segi agama, lanjutnya, tahun 2010 Sabang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag) sebagai Pemko yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan agama Islam.

“Hanya 10 kabupaten/kota se-Indonesia yang mendapatkan ini. Tentu sebuah prestasi yang cukup menggembirakan,” kata mantan Sekretaris Jenderal Koalisi Aksi Reformasi Mahasiswa Aceh (Karma) ini.

Di sektor pariwisata, kata mantan Presidium SIRA ini, pihaknya sukses mengadakan Sabang Internasional Regatta 2011. Malah, tambahnya, Sabang Internasional Regatta sudah ditetapkan sebagai event tahunan tetap di Sabang oleh Kementerian Pariwisata.

Akses Transportasi
Mengenai akses transportasi ke Sabang, Islamuddin menyebutkan, Sabang kini memiliki dua kapal cepat, Pulo Rondo dan Ekspress Bahari, serta satu kapal feri ASDP. “Akses ke Sabang cukup mudah. Dalam sehari ada dua kali penyeberangan melalui Pelabuhan Ulee Lhee,” papar alumnus Universitas Abulyatama (Unaya) Banda Aceh ini.

Hanya saja, soal angkutan darat, Islamuddin mengaku masih banyak kekurangan. Dalam hal ini pihaknya akan lebih mendorong pihak swasta untuk terlibat. Selama ini, lanjutnya, semua angkutan darat di Sabang dikelola swasta, termasuk dua kapal cepat. []

Tinggalkan komentar Anda