• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 14, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home News Nanggroe

“Jangan Kubur Kebenaran, Bersuaralah! Meski Tak Jadi Kata”

Pan Amroe Oleh Pan Amroe
09/07/2018
in Nanggroe
0
“Jangan Kubur Kebenaran, Bersuaralah! Meski Tak Jadi Kata”
20
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Akhirnya, tugu Rumoh Geudong yang sudah berselang tahun direncanakan untuk diresmikan pun akan dilakukan oleh masyarakat setempat dengan dukungan lembaga yang selama ini konsen di isu Hak Asasi Manusia (HAM). Ini tugu yang baru saja selesai semata-mata untuk mengenang para korban dari ganasnya konflik yang pernah berkecamuk di Aceh. Dan Rumoh Geudong adalah satu titik dari bukti akan kejamnya perang.

Sekira tiga kali aku pernah menapaki areal Rumoh Geudong yang terletak di Gampong Bilie Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie. Kedatanganku ke sana untuk kepentingan pendokumentasian kisah perih yang masih hidup di selingkar rumah yang pernah dijadikan pos militer di masa DOM, itu sejak tahun 1989-1998. Ada beberapa kisah yang sangat tidak elok kuceritakan, karena semua menyangkut dengan luka lama semasa perang melanda.

READ ALSO

5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan Calon Gubernur Aceh di Toilet

Qanun Mukim yang Mengatur Cara Penangkapan Ikan

Tapi ada baiknya sekilas kuulas tentang suasana areal Rumoh Geudong yang kini terlihat sunyi senyap dan masih dibalut aura penyiksaan. Sementara ini dalam areal hanya ada sepetak kebun jati, puluhan batang kelapa, batang melinjo, dan ilalang yang tumbuh tidak terurus. Sedang sisa Rumoh Geudong hanya tinggal dinding beton yang tidak lagi utuh, tangga, dan dua sumur tua yang airnya sudah menghitam.

Saat kedatanganku untuk kedua kali ke sana, seorang pria sempat menunjukkan beberapa lokasi yang akrab dijadikan sebagai tempat penyiksaan, seperti kolam lintah di samping Rumoh Geudong yang kini sudah ditimbun. Batang kelapa tempat korban diikat, sebelum nyawanya dihabiskan. Ada juga areal bekas kamar, yang dulunya saban hari dijadikan tempat memperkosa wanita-wanita yang dianggap bersekongkol dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Semua yang kutulis diparagraf di atas adalah benar adanya. Dan segala sesuatu yang kini berdiam di Rumoh Geudong adalah saksi bisu yang tidak mampu mengungkap. Namun siapa saja akan mampu merasa jika sejenak saja mau berdiam untuk menyatu dengan aura yang masih tersisa. Perang sudah beberapa tahun reda, tapi luka masih tertanam di bawah tapak Rumoh Geudong.

Jika pembaca ingin berlumur banyak dengan kisah Rumoh Geudong, kurasa tidak cukup hanya membaca ini saja. Untuk itu, sempatkanlah mengetik kata “Rumoh Geudong” di kolom searching internet anda. Ada banyak narasi pilu yang mungkin tidak habis untuk dibaca dalam seminggu, mengingat banyaknya darah yang telah tumpah di atas tanah bekas rumah milik hulubalang ini. Tapi semua tinggal sisa yang masih mampu bercerita.

Kini, sudah hampir 20 tahun sejak Rumoh Geudong dibakar dan lalu ditinggalkan oleh serdadu, namun masyarakat tetap menjadikan ini sebagai titik balik bagi kumpulan luka. Semua itu sebagai bukti bahwa kekerasan memang pernah merajalela di halaman rumah mereka, bahkan merayap hingga ke kamar tidur yang tidak semestinya dimasuki oleh sembarang orang, pun bahkan tentara.

Dan beberapa hari lagi, tepatnya 12 Juli 2018, semua elemen yang selama ini terus mengawal kebenaran untuk dan atas nama kemanusiaan pun telah sepakat bahwa tugu Rumoh Geudong akan diresmikan, walau letaknya tidak di dalam areal rumah. Ini karena ahli waris tidak sepakat jika Rumoh Geudong hanya dikenang perihnya. Mengingat, semasa penjajahan Belanda, ini rumah juga pernah menjadi tempat berkumpul para pejuang untuk mempertahankan tanah lahirnya.

Terakhir, dalam gambar di muka undangan terbuka untuk seluruh rakyat Aceh, sepenggal kata untuk menjaga semangat sejarah pun ditoreh di tugu peringatan. Kalimat singkat yang bermakna juang ini pun pantas disematkan di tugu sebagai tanda, bahwa kebenaran tetap harus diungkap agar semua perih tidak usang dan luka tidak hilang dalam ingatan setiap generasi mendatang. Itu semua bukan karena rasa dendam, tapi karena sejarah jangan sampai terpendam semakin dalam. Dan seluruh penggalan kata itulah yang kutabal sebagai judul tulisan ini.[]

Related Posts

calon gubernur aceh mengambil nomor urut
Nanggroe

5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan Calon Gubernur Aceh di Toilet

22/09/2024
Sungai Mane
Nanggroe

Qanun Mukim yang Mengatur Cara Penangkapan Ikan

10/12/2019
Sulaiman imum mukim Mane
Nanggroe

Kesadaran Menjaga Hutan Desa di Mukim Mane

10/12/2019
SMG Aceh Serahkan Bibit Padi Unggul
Nanggroe

SMG Aceh Serahkan Bibit Padi Unggul

21/07/2019
fatwa ulama aceh
Nanggroe

Fatwa Ulama Aceh: Game PUBG dan Permainan Sejenis Haram!

19/06/2019
Kuburan Belanda di Banda Aceh
Nanggroe

Kala Mantan Marsose Menjenguk Kerkhof (Bagian 3-Selesai)

02/03/2019
Next Post
Teknologi Sambel Terasi α Teknologi Nuklir

Teknologi Sambel Terasi α Teknologi Nuklir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

14/07/2025
Ilustrasi iPhone 18 Pro

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

29/09/2026

Blog dan Steemit, Mana yang Lebih Menguntungkan?

30/04/2018
Panglima GAM Abdullah Syafie

Jejak Eks Panglima GAM Abdullah Syafie di Seuneubok Rawa

28/08/2019

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

27/09/2026

EDITOR'S PICK

Ada Pengecer Jual Premium Rp16 Ribu Perliter

06/12/2011

MK Sarankan Mendagri yang Ajukan Gugatan terhadap KIP

13/01/2012
Lama Tak Terdengar Kabar, Begini Penampilan Kiki Fatmala Sekarang

Lama Tak Terdengar Kabar, Begini Penampilan Kiki Fatmala Sekarang

15/10/2018

KontraS Aceh: Dukung Polisi untuk Ungkap dan Cegah Teror!

02/12/2011

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.