• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Tuesday, October 6, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Kisah Orang Mati dan Motivasi Seorang Steemian

Taufik Al Mubarak by Taufik Al Mubarak
07/03/2026
in Opini
1
Kisah Orang Mati dan Motivasi Seorang Steemian
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KALI ini aku ingin bercerita tentang wabah penyakit. Kalian boleh percaya dengan cerita ini, dan boleh juga tidak. Aku memang tidak tahu di mana persisnya lokasi desa yang diserang wabah penyakit ini, tapi cerita ini aku baca dari sebuah buku. Dan, seperti cerita-cerita sebelumnya, pasti ada hubungannya dengan aktivitas kita di Steemit, dan pelajaran inilah yang penting untuk kita.

Seperti aku baca dari buku yang tidak ingin aku sebutkan judulnya, karena aku takut tulisan ini akan terlalu panjang. Lagi pula, aku tidak ingin dianggap sekadar menulis demi memenuhi kecukupan kata saja. Konon, suatu wabah penyakit aneh melanda sebuah desa kecil di Eropa Timur. Sudah berabad-abad lamanya, dan tak ada yang tahu bagaimana memecahkan masalah ini.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Wabah penyakit ini sangat sulit dihentikan dan kian mematikan, mirip seperti cerita dalam film I Am Legend yang diperankan oleh Will Smith. Akibat serangan wabah penyakit aneh itu, satu demi satu para korban berjatuhan, terjerembab dalam keadaan koma yang akut, dan sebagian besar meninggal dunia dalam satu hari. Karena namanya saja wabah penyakit aneh, terkadang salah seorang dari para korban akan kembali sehat secara ajaib. Dan, ajaibnya hal ini bukan adegan dalam sebuah film.

Hal yang merisaukan penduduk di desa kecil itu bukan soal wabah penyakit aneh ini, melainkan apa yang harus mereka lakukan setelah orang-orang diserang penyakit aneh itu. Soalnya, penduduk desa menghadapi sebuah dilema dan membuat mereka galau berat. Mereka kesulitan untuk membedakan apakah si korban itu mati atau masih hidup. Kalau seandainya sebagian besar korban itu mati, tentu saja ini bukan sebuah masalah besar. Mereka risau justru karena ada yang hidup setelah terserang wabah penyakit aneh itu.

Masalah ini segera menjadi ramai setelah pada suatu hari seorang di antara mereka menemukan bahwa seseorang telah dikubur hidup-hidup. Fakta ini jelas membuat dewan kota cemas, dan mengharuskannya menggelar sidang. Debat mereka berkutat pada masalah kenapa ada orang hidup yang dikubur hidup-hidup? Karena itu, dalam sidang itu mayoritas peserta memberi saran agar saat menguburkan seorang korban mereka harus menaruh makanan dan air dalam setiap peti mati. Meskipun pilihan ini membuat mereka mengeluarkan dana besar, tetapi menurut sebagian besar peserta sidang tindakan ini bisa menyelamatkan nyawa orang yang sudah dikubur hidup-hidup itu.


Seperti halnya sidang paripurna dewan di tempat kita, pasti ada pro kontra. Kelompok yang lain mengusulkan pemecahan yang lebih sederhana: mereka mengusulkan memasang sebatang kayu pada setiap tutup peti mati tepat di atas jantung korban, sehingga ketika tutup peti itu dirapatkan, semua keraguan tentang kondisi korban akan lenyap. Kenapa kedua kelompok ini berbeda pendapat dalam menangani orang mati?

Yang membedakannya adalah pada sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk menemukan pemecahan itu. Kelompok pertama yang berjumlah mayoritas itu menanyakan “bagaimana kalau kita mengubur seseorang yang masih hidup?” dan sementara kelompok kedua justru bertanya, “bagaimana kita memastikan agar setiap orang yang kita kubur itu benar-benar mati?” Pertanyaan ini jelas berhubungan dengan sudut pandang dalam memandang sebuah persoalan.

Begitu pula halnya kita bermain Steemit. Kenapa ada orang mengeluh mendapat reward yang kecil dan mulai angin-anginan menulis saat harga Steem dan SBD menurun, dan ada orang yang selalu bersemangat menulis, tidak peduli pada reward dan melemahnya harga coin. Itu semua dimulai pada motivasi awal mereka bergabung pada ekosistem Steemit ini. Kelompok pertama mungkin saja memulai pertanyaan dengan, “bagaimana menghasilkan pundi-pundi dollar dari Steemit?”, dan sementara kelompok kedua memulai dengan pertanyaan, “apa yang dapat saya lakukan dengan bergabung di Steemit?”

Jadi, apapun hal yang merisaukan kita akhir-akhir ini terhadap harga Steem dan SBD yang belum menggembirakan, sebaiknya kita kembali kepada pertanyaan awal kita bergabung dalam ekosistem blockchain ini. Semoga mencerahkan!

Image source: 1, 2

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
Cara Menghitung Kursi Pemilu 2019

Begini Cara Menghitung Kursi DPR Pemilu 2019

Comments 1

  1. Pingback: The Power of Dream: Jangan Takut Bermimpi! – ACEHPUNGO.COM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

UNIDA Gelar Pelatihan Jurnalistik Perdana

17/01/2012
Semua Kita adalah “Pelukis”, Maka Melukislah!

Semua Kita adalah “Pelukis”, Maka Melukislah!

07/03/2026
Dhadak 2018, Film India Tersadis Malam Ini

Dhadak 2018, Film India Tersadis Malam Ini

07/03/2026

Lima Tewas Dalam Bentrokan Dengan Pejuang Al-Qaida Di Yaman

25/01/2021

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.