HOT
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
Home Opini

Lembar Kosong

Diyus Oleh Diyus
04/09/2018
in Opini
14 1
0
Lembar Kosong

Lembar elektris kosong di hadapanku masih belum berisi apapun ketika benak melayang. Masih mencari kata, memilih aksara apa yang bakal muncul. Tak ada satu katapun di situ. Apalagi kata. Ingatan yang muncul memercik. Bias. Lalu padam lagi di antara suara yang berganti melintas tanpa henti. Deru knalpot kendaraan. Gesekan tapak sandal dengan lantai. Kesiur angin menerpa dedaunan.

Jangkrik tak mau ketinggalan mengumandangkan derik. Memamerkan simponi dari gesekan di sekitar bokongnya yang melodis. Lembar di hadapku masih kosong tanpa aksara, tanpa kata. Kalimat menggelantung bergantian. Berebut keluar, semua kalah, tak ada yang menang saat saluran kecil di ujung jemari tersumbat untuk memutuskan siap yang akan menjadi jawara untuk muncul dan menjadi.

Begini rupa ternyata, seorang pelukis yang gagal menarik segores garis di atas kanvas. Pun seorang musisi yang gagu saat memutuskan not apa, nada melodi apa yang mesti tergemakan oleh denting atau dentam komposisi simponi. Juga penyair yang tengah fakir di hadapan kata.

Abu rokok sudah membukit di asbak, puntung lintingan tembakau telah bergelimpangan serupa mayat tentara di medan perang, kopipun licin tandas oleh seruputan gelisah yang tak sudah oleh gumam tak pasti. Lembar itu tetap kosong tak mau berisi. Tak mampu aku mengisinya dengan sekedar “Pada suatu hari”, atau, “Hei semua… apa kabar?

Dadaku terhimpit sebongkah sesak kiriman resah. Entahlah. Benak terus mengulang tanya, “Apa yang mesti kutulis?” Hingga selaksa kali berulang menanti jawab. Jemari berulang mencoba mengetik aksara yang segera kuhapus sebelum cukup syarat menjadi satu kata. Bukannya menyunting, benakku langsung memerintahkan jemari untuk menghapus kandidat kata sebelum cukup syarat .

Begitu berbahaya ketika benak menyunting sebelum aksara mewujud kata, sebelum kata sempat menjadi kalimat, sebelum kalimat mengurai maksud. Khayal telah terkapar pasrah tak berdaya. Entah telah terlalu berkuasa, bertahta di singgahsana. Menumpat alir gagasan yang tiba-tiba menjadi terlalu cocok untuk kusebut pengecut. Nyali entah kemana ia sedang berlabuh.

Saat ingin menulis tentang orang, beribu wajah dan cerita di baliknya muncul berebutan pula. Aku harus mulai dari mana? Aku mesti menulis siapa? Bagaimana bisa kusingkirkan penghuni kenang yang menumpuk hingga sumbat aliran jemari yang biasanya begitu lincah menari di atas papan kunci? Waktu apa yang mesti kutulis untuk mengganti ingat?

Begitulah. Setiap tanya tetap berbalas tanya. Seperti gema saat engkau terkurung tebing bebatuan. ‘Tenggelam’ mungkin kata yang tepat ketika buncah segala kenang, rasa, segala yang pernah terindrai muncul bersamaan menyerbu. Serupa kerumunan kelelawar berebut keluar dari lubang goa. Senada bising yang bikin kau tak mampu memilah suara. Baur dari segala gagas.

Sepertinya ini kali aku mesti menyerah untuk membiarkan diri sejenak dalam diam. Memelihara diri ke dalam kandang hening. Sebab kepala seperti tak mau bekerjasama menuntaskan tumpat di saluran pembuangan. Juga diri yang seperti tiada daya mengorek sumbat di alir kubangan nan sungguh jumud ini. Sebaiknya kukaparkan tubuh di atas segala datar yang membentang terhampar.

Maafkan aku sebab ini bukan malam yang menjadikan kata cukup ramah untuk memasuki ruang tulis. Meski pikir sudah lelah, meski benak sudah letih hingga kenangan menjadi terlalu lemah usai mengais sebiji aksara saja, yang dengannya akan kucoba merangkai kata. Agar aku mampu menjalinnya dalam bingkai kalimat untuk kuramu menjadi kisah siap saji. Hingga untuk kalianpun, aku cuma mampu menyaji lembar kosong malam ini.

Terinspirasi oleh tulisan Rio de Jack Si Uroe

Image Source:

  1. Image1
  2. Image2
  3. Image3
  4. Image4
Share8Tweet5
Diyus

Diyus

Terduga petani kopi yang suka kho ping hoo dan cerita silat lainnya. Sedang magang sebagai filsuf di sepetak semesta.

TRENDING.

cara berhenti donasi unicef
Inforial

Cara Berhenti Donasi UNICEF Indonesia dengan Cepat dan Mudah

3 years ago
Referendum Aceh
Opini

Referendum Aceh 1999: Sebuah Kliping

8 years ago
rekomendasi jual rumah shelter murah banda aceh
Inforial

Rekomendasi Jual Rumah Shelter Banda Aceh, Murah dan Terpercaya

2 years ago
Interpals, Situs Kencan dengan Wanita Rusia
News

Interpals, Situs Kencan dengan Wanita Rusia

4 years ago
aceh pungo

Aceh Pungo (acehpungo.com) merupakan blog yang membahas seputar gaya hidup, cerita perjalanan, wisata kuliner dan destinasi wisata menarik

Follow Us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Tags

Alkali Bansos Cerpen Gosip Halodoc Headline Hiburan Neo Bank Pilihan Puisi Quora Resensi SEO Sepakbola Steemit Traveling turki umrah mandiri Unicef YouTube
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.

ace99play

ace99play

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

dewaslot88

dewatoto88

dewaselot