Menanti Gol dari Lini Depan

0
171
Lukman Emha| Dok. Pribadi

Tiga pertandingan yang telah dilakoni Persiraja dalam kancah IPL musim 2011/2012, Persiraja baru mendulang 5 gol. Tapi tak satupun gol lahir dari lini depan. Tiga gol milik midfielder Musawir, satu gol milik Djibril, dan satu lagi gol indah milik Gilang Angga. Bagaimana dalam pertandingan sore ini (16/12) menghadapi Bontang FC? Apakah lini depan Lantak Laju tetap mandul?

Pusing pantas dirasakan Herry Kiswanto. Bagaimanapun lini depan sebuah tim sepakbola dipekerjakan sebagai tukang jebol gawang lawan. Jika lini ini buntu, maka kemenangan tim pasti menguap meskipun lini pertahanan tim amat kuat. Dengan kondisi seperti ini, paling-paling tim cuma meraih hasil seri. Syukur bila lini tengah bisa mengganti peran lini depan seperti dua laga awal Persiraja. Tapi harus diingat tugas utama para midfielder adalah menyuplai bola untuk menjadi makanan empuk pemain depan. Bukan dosa besar jika lini tengah tidak mencetak gol. Dosa besar mereka adalah jika gagal menyuplai bola untuk dikonversi oleh striker menjadi gol. Tentu saja butuh kerjasama apik dua lini ini, kepintaran menyuplai dan pergerakan penyerang dalam membuka peluang , menyongsong umpan dan mencetak gol. Yang terakhir inilah titik lemah kita.

Di situs resmi Persiraja, Herkis pernah mengancam coret lini depannya jika tidak kunjung melahirkan gol. Tapi, kita tentu tidak berharap itu terjadi. Sebab kita lebih senang ancaman coret menjadi perangsang, bukan palu kematian. Sudah saatnya pemain depan Persiraja bekerja lebih giat.  Tugas yang sudah di depan mata adalah membongkar pertahanan Bontang FC.

Tak ada pilihan lain bai Herkis selain memanfaatkan striker yang ada. Manajemen belum juga mendatangkan striker asing baru untuk menutupi kelemahan selama ini. Informasi terakhir Persiraja sedang mengincar pemain nasional Timor Leste kelahiran Portugal yang kualitasnya masih perlu dipantau.

Sebaiknya Persiraja mengincar striker yang berkualitas dan top sekelas Bonai, El Loco Gonzales, Safee Sali ataupun Greg. Striker top akan mendatangkan keuntungan ganda. Pertama, lini depan Persiraja akan mantap. Kedua, pemain muda akan mendapat pembelajaran dari seniornya. Jika yang diincar striker asing dengan kualitas tanggung, tidak akan banyak menguntungkan tim. Paling-paling hanya untuk sekadar menyiutkan nyali lini bawah lawan dengan keasingannya.

Tapi, melihat perkembangan yang ada, kedatangan striker asing yang bagus pun tak ubahnya menunggu boh ara hanyot. Hal yang paling realistis adalah memaksimalkan potensi yang ada. Dillah, Syakir, dan Imral Usman harus didrill lebih ekstra. Tambahkan porsi latihan untuk mengasah skill dan ketajaman naluri cetak gol para penyerang.

Saya pikir, siapapun di antara Dillah, Syakir, Imral, yang dimainkan allenatore hari ini, harus mencetak gol. Gol dari mereka amat penting agar pelatih bisa tidur nyenyak, dan saya tidak akan lagi mencereweti kelemahan sektor depan tim kebanggaan kita. Hanya gol, gol, dan gol yang bikin semua penggila bola Kota Banda Aceh berjingkrak. Nyan ban, Dillah bek keundo!