• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 7, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Mencari Fase Desentralisasi Ekonomi di Masa Lalu

Diyus by Diyus
07/03/2026
in Opini
0
Mencari Fase Desentralisasi Ekonomi di Masa Lalu
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah tanggapan atas tulisan nona fara

Ehm… Kumulai catatan ini dengan sebentuk gentar yang menggeletar. Bukan karena belum makan malam, bukan sebab lidah tak mencecap kopi, bahkan bukan pula akibat sedang berjauhan dengan sebatang kretek. Kegentaranku saat mesti menanggapi senarai Nona Fara yang sungguh menggoda mengenai perkenalan dengan sentralisasi dan desentralisasi. Sebagai titik fokus, beliauw mencuplik konsep sentralisasi dan desentralisasi moneter mondial, sebuah trend kontemporer bernama cryptocurrency.

Sebelum melangkah lebih jauh, aku tertarik dengan wordcount tulisan Nona Fara. Catatan yang dimulai dengan kata ‘Segala’ dan berakhir dengan kata ‘Salam’ jumlahnya 555 kata. Mengingatkanku pada keunikan lagu Bohemian Rhapsody yang berdurasi 5 menit 55 detik. 5:55. Dari kata ‘Segala’ pula, aku menemukan gejala generalisasi dalam catatan ini.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Sistem moneter dunia yang kita ketahui telah dipercaya banyak kalangan bermula dengan sistem barter. Mengingat pada sistem perekonomian (aktivitas memenuhi kebutuhan dasar) manusia belum mengenal alat tukar atau alat ganti nilai barang. Uang dan segala bentuk alat tukar maupun surat berharga yang kita kenal selama ini adalah betuk evolusi dari metamorfosa alat tukar. Sebuah proses yang menghabiskan waktu tak kurang dari 5 milenium.

Tapi kupikir terlalu dini untuk langsung membahas mengenai sistem finansial dan moneter. Sebab, meski terkesan membahas mata-uang, tulisan Nona Fara sesungguhnya hendak menggambarkan mengenai sentralisasi dan desentralisasi dalam sistem kehidupan manusia dengan 2 pendekatan, politik dan ekonomi. Mari simak paragraf pertamanya:

“Segala bentuk yang berkaitan dengan tatanan kehidupan manusia pada awal sejarahnya selalu dimulai dari sistem sentralisasi. Penerapan dari sistem ini dikarenakan adanya kemudahan dalam pengendalian, serta pengambilan keputusan yang hanya ditentukan oleh satu orang saja.”

Jika mengacu pada pendekatan formal, penyataan dalam paragraf ini benar adanya. Namun, jika kita telisik lebih jauh ke masa awal keberadaan manusia, tatanan kehidupan bermula dengan sistem komunal primitif. Sebuah tatanan masyarakat yang paling sederhana dengan sistem kepemimpinan kolektif. Fase ini terjadi pada masa sistem ekonomi masih berlandaskan metode food gathering, masyarakat dengan perikehidupan yang masih sederhana mengumpulkan makanan dari alam.

Periode ini, kepemimpinan masih sangat cair. Demikian pula dengan tatanan masyarakatnya. Tidak ada kepemimpinan tunggal yang absolut. Justru disinilah fakta hipotesa sejarah yang menurutku menarik; Manusia memulai peradaban dengan desentralisasi. Ketika distribusi kewenangan masih berlandaskan kemampuan berburu dan memetik bebuahan yang tersedia di alam. Mungkin kita bisa membayangkan, pada masa itu orang pergi ke hutan untuk memetik buah yang dapat dimakan atau berburu ke sebuah padang untuk menangkap hewan yang bisa disantap.

Memetik buah melahirkan satu keahlian, demikian pula dengan berburu hewan. Maka dapat kita perkirakan bahwa sesungguhnya pada saat itu lahir 2 skill dan profesi dominan, pemetik dan pemburu. Pada ujung hari, mereka kembali ke pemukiman. Bentuk pemukiman paling sederhana yang paling mungki pada saat itu adalah goa. Di goa mereka membagi hasil pengumpulan makanan dan menyantapnya bersama. Mungkin sekali mereka menyantapnya dalam keadaan mentah mengingat belum ditemukannya api. Jadi potensi skill memasak belum ada pada saat itu.

Penguasaan alat produksi pada masa ini belum ada, kecali jika padang perburuan dianggap sama dengan alat produksi. Fase inilah yang sesungguhnya memulai peradaban manusia dalam urusan penghidupan (ekonomi). Di Fase ini pula kita boleh menyebutnya sebagai fase desentralisasi kewenangan manusia. Saat semua orang dapat bekerja sesuai dengan seberapa besar kebutuhannya, saat semua orang masih bergantung penuh pada hasil alam. Demikianlah tangapan pertamaku untuk paragraf pertama yang ditulis oleh Nona Fara. Postingan berikutnya akan kuterbitkan lusa. Khusus untuk membahas paragraf kedua.

Bersambung…

Image Source:

  1. Image1
  2. Image2
  3. Image3
  4. Image4

 

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
Plot Game of Thrones 8 Bocor, Begini Cerita Musim Terakhir

Plot Game of Thrones 8 Bocor, Begini Cerita Musim Terakhir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

Asus ZenFone 6 Miliki Kamera Putar Canggih

07/03/2026
Beyond Expectation: Perpustakaan untuk Kaum Milenial

Beyond Expectation: Perpustakaan untuk Kaum Milenial

25/01/2021

Penguasa Korut Kim Jong-Il Meninggal

19/12/2011
9 Istri Soekarno dan Kisah-kisah Cinta Mereka

9 Istri Soekarno dan Kisah-kisah Cinta Mereka

27/10/2018

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.