• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 14, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Misi Para Semut

Diyus Oleh Diyus
04/08/2018
in Opini
0
Misi Para Semut
20
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sekoloni semut menerima perintah dari komandannya untuk mencuri gula dari gudang milik Raja Murka. Setelah menghitung seluruh anggota koloni, para komandan lebah pekerja mengkoordinasi para anggota. Agar tak cepat lelah, para semut menerima perintah untuk mengambil 1 butir gula setiap kali memasuki gudang tersebut. Maka, dimulailah misi pencurian gula terbesar sepanjang sejarah keberadaan koloni mereka.

Semut pertama berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut pertama yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut kedua!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Lantas, Semut Kedua berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut kedua yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut ketiga!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

Lalu, Semut Ketiga berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut ketiga yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut keempat!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

Kemudian, Semut Keempat berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut ketiga yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut kelima!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

Selanjutnya, Semut Kelima berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut keenam yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut keenam!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

Seterusnya, Semut Keenam berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut keenam yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut ketujuh!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

Demikianlah mereka bekerja bergantian merampok gula dari gudang Raja Murka. Hingga kisah ini tak mampu kutulis lagi, para semut masih belum tuntas menjalankan misinya.

PS: Cuplikan dari kisah yang kubaca di Majalah Bobo sewaktu SD dulu. Judulnya sudah kulupa, temanya berkisah tentang raja yang terobsesi dengan dongeng. Suatu kali, obsesinya dengan dongeng membuatnya menyelenggarakan sebuah sayembara yang menantang para pendongeng mengisahkan dongeng tak berakhir. Puluhan pendongeng tewas akibat tak mampu memenuhi obsesi sang raja. Hingga seorang pendongeng berhasil mengalahkan sang raja dengan mengisahkan pencurian gula yang dilakukan oleh para semut.

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

22/11/2024
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

30/10/2024
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

05/10/2024
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

25/09/2023
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

21/04/2022
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

31/05/2021
Next Post
Berkarir di Industri Penerbitan Media

Berkarir di Industri Penerbitan Media

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

14/07/2025
Ilustrasi iPhone 18 Pro

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

29/09/2026

Blog dan Steemit, Mana yang Lebih Menguntungkan?

30/04/2018
Panglima GAM Abdullah Syafie

Jejak Eks Panglima GAM Abdullah Syafie di Seuneubok Rawa

28/08/2019

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

27/09/2026

EDITOR'S PICK

Kendaraan Niaga Terlaris di Tahun 2019

Kendaraan Niaga Terlaris di Tahun 2019

17/01/2020
Curhat Jalanan Si Maop

Curhat Jalanan Si Maop

17/07/2018

Kekerasan di Suriah Berlanjut, Belasan Orang Tewas

17/02/2012
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

25/09/2023

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.