• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Tuesday, October 6, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Misi Para Semut

Diyus by Diyus
07/03/2026
in Opini
0
Misi Para Semut
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sekoloni semut menerima perintah dari komandannya untuk mencuri gula dari gudang milik Raja Murka. Setelah menghitung seluruh anggota koloni, para komandan lebah pekerja mengkoordinasi para anggota. Agar tak cepat lelah, para semut menerima perintah untuk mengambil 1 butir gula setiap kali memasuki gudang tersebut. Maka, dimulailah misi pencurian gula terbesar sepanjang sejarah keberadaan koloni mereka.

Semut pertama berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut pertama yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut kedua!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Lantas, Semut Kedua berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut kedua yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut ketiga!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

Lalu, Semut Ketiga berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut ketiga yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut keempat!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

Kemudian, Semut Keempat berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut ketiga yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut kelima!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

Selanjutnya, Semut Kelima berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut keenam yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut keenam!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

Seterusnya, Semut Keenam berjalan menyelinap melalui celah bagian bawah pintu gudang, bagian yang tak berengsel. Saat tiba di dalam gudang ia melubangi sebuah karung berisi gula. Sesuai komando dari jendral semut, ia mengambil sebutir gula dan membawanya menuju bagian bawah pintu yang tak berengsel. Berpapasanlah ia dengan para semut lain yang mengikutinya. Seperti biasa, ia mendekati sesamanya yang bergerak dari arah berlawanan dan berkata, “Aku adalah semut keenam yang memasuki gudang ini, dengan demikian, engkau adalah semut ketujuh!” ujarnya sekedar memberitahu, tanpa kesan bangga sedikitpun. Iapun melangkah menuju lubang ke sarang koloninya, meletakkan butir gula yang telah digigitnya sejak dari gudang tadi, meletakkannya di ruang penyimpanan dan berisirahat menanti giliran selanjutnya, saat semut terakhir telah usai mengangkut gula dari gudang penyimpanan Raja Murka.

Demikianlah mereka bekerja bergantian merampok gula dari gudang Raja Murka. Hingga kisah ini tak mampu kutulis lagi, para semut masih belum tuntas menjalankan misinya.

PS: Cuplikan dari kisah yang kubaca di Majalah Bobo sewaktu SD dulu. Judulnya sudah kulupa, temanya berkisah tentang raja yang terobsesi dengan dongeng. Suatu kali, obsesinya dengan dongeng membuatnya menyelenggarakan sebuah sayembara yang menantang para pendongeng mengisahkan dongeng tak berakhir. Puluhan pendongeng tewas akibat tak mampu memenuhi obsesi sang raja. Hingga seorang pendongeng berhasil mengalahkan sang raja dengan mengisahkan pencurian gula yang dilakukan oleh para semut.

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
Berkarir di Industri Penerbitan Media

Berkarir di Industri Penerbitan Media

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Bank Data DNA Identifikasi Migran Hilang

14/11/2011

Irwandi Yusuf: Silakan Pelajari Dugaan Pengancaman

20/10/2016

Kemenangan Ennahda, Ketakutan Perempuan

16/11/2011

Alex Ferguson: Saya di Liga Inggris 3 Tahun Lagi

07/03/2026

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.