Blog

  • Foto Wulan Guritno di Instagram Bikin Netizen Klepek-klepek

    Foto Wulan Guritno di Instagram Bikin Netizen Klepek-klepek

    ACEHPUNGO.COM – Foto Wulan Guritno di Instagram selalu ditunggu-tunggu netizen. Melalui akun media sosial miliknya, @wulanguritno yang sudah centang biru itu, ibunda dari Shaloom ini kerap memposting foto yang bikin netizen klepek-klepek.

    Artis cantik yang sudah memiliki 3 anak itu masih terlihat muda. Tak ada yang berubah dari penampilannya, masih tampak segar dan awet muda. Malah, melahirkan dan memiliki 3 orang anak sama sekali tidak mengubah penampilannya. Ia masih tampak sempurna untuk seorang ibu berusia 36 tahun.

    Pesonanya tidak sedikitpun luntur. Bahkan, banyak netizen yang menjadi follower akun Instagram miliknya itu selalu bilang bahwa Wulan Guritno seperti wanita yang masih berusia 20 tahunan.

    Tidak percaya? Lihat saja foto-foto Wulan Guritno di akun Instagram miliknya. Wanita berdarah Inggris-Indonesia kelahiran 14 April 1980 ini selalu mampu menghipnotis netizen untuk mengerubungi postingan foto terbaru darinya.

    Foto Wulan Guritno

    Wulan Guritno memang selalu memposting foto yang memperlihatkan tubuh seksinya. Ia tidak pernah risih mengenakan mini dress bahkan bikini sekali pun. Kadang-kadang ia merekam dirinya dengan kamera saat berpakaian seksi. Dalam sejumlah foto, Wulan Guritno kerap membiarkan rambut panjangnya terurai. Istri Adilla Dimitri ini tampak semakin memesona.

    Beberapa hari lalu, misalnya, melalui akun Instagram @wulanguritno, pemeran Bonita dalam film Nagabonar Jadi 2 itu memposting foto sedang berada di kolam renang. Wulan berpose memakai kacamata dan mengenakan tank-top putih. Foto Wulan Guritno yang sedang berlibur di Bali ini membuat netizen klepek-klepek, seperti terbaca dari sejumlah komentar pada postingan fotonya itu.

    Bukunk86: Masih kencang bodynya Wulan Guritno jangan sampe kendor.
    Hennyevelynn: Makin tua makin cantik dan seksi.
    Bangrudy7995: Bikin nafsu lihatnya.
    Shinyo: Kalau pas pake bikini belahannya yang bikin ga kuat.

    Wulan Guritno

    Penampilannya yang segar dan awet muda, banyak yang menduga Wulan Guritno melakukan operasi. Namun kabar tersebut dibantah olehnya, ia mengaku jika penampilannya terjaga berkat usaha yang keras. Selain menjaga pola makan, ia juga mengaku masih rutin melakukan berbagai olahraga.

    “Alhamdulillah sampai sekarang masih alami ciptaan Tuhan. Masih dijaga ya. Kalau laser iya, karena itu semacam cara untuk membangkitkan kolagen biar (kulit) tetep kenceng. Kalo gitu-gitu aku lakukan, treatment kekinian tapi yang natural. Aku mau mukaku seperti apa yang dikasih Tuhan, tapi aku jaga supaya agak awetan,” kata Wulan Guritno seperti dikutip dari laman Fimela.com, Selasa (16/10/2018).

    Wulan Guritno

    Wulan Guritno menegaskan segala cara yang dilakukannya tersebut tak serta merta untuk mendapatkan penampilan yang awet muda, melainkan agar bisa tetap dalam kondisi sehat yang akhirnya menunjang penampilannya tetap segar.

    “Itu bukan karena kepengen langsing, kurus, sexy, no, it’s not that. Buat kesehatan. Pada saat badan kita panas 42° ada enzim-enzim yang bisa mematikan sel-sel yang tidak baik. Jadi kan harus olahraga dong,” pungkas Wulan Guritno.

    Selama ini foto-foto Wulan Guritno di Instagram sudah bikin netizen kompak dan bersatu, klepek-klepek bersama. []

    Foto: Instagram @wulanguritno

  • Antara Aceh dan Istri Sah Selingkuhan Rini Puspitawati

    Antara Aceh dan Istri Sah Selingkuhan Rini Puspitawati

    Aceh, sebuah daerah yang berada di ujung Pulau Sumatera, kerap menjadi model bagi Indonesia-sang negara induk pasca proklamasi kemerdekaan 1945. Namun, sebagai daerah model yang juga modal meraih kemerdekaan, Aceh acapkali dicurangi oleh para politisi di pusat negara. Kenapa?

    Setelah tsunami mengamuk medio akhir 2004 lalu, daerah Aceh yang kerap disulut konflik bersenjata berdamai dengan Indonesia. Adalah Martti Ahtisaari yang memediasi perdamaian tersebut di Helsinki, Finlandia. Kelak, perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Republik Indonesia itu dikenal dengan MoU Helsinki.

    Dua kata terakhir, MoU dan Helsinki, seakan jadi momok setiap musim politik tiba. Para politisi dari partai lokal dan nasional seakan-akan berlomba menjual dua kata ini sebagai kalimat sakti untuk meraih simpati dari masyarakat kebanyakan. Padahal, butir-butir MoU Helsinki, yang menjadi ikatan damai antara kombatan GAM dengan Republik Indonesia itu, banyak yang belum ter-implementasi-kan.

    Baca juga: Rini Puspitawati Meninggal, Warga Sudah Siapkan Nisan

    Hal ini kemudian diakui oleh Ketua DPR Aceh, Muharuddin, yang berhasil duduk di kursi parlemen melalui jalur partai lokal di Aceh. Kebetulan, partai lokal tersebut dihuni oleh kalangan mantan kombatan dan intelektual loyalis Aceh. Seperti halnya tadi, Kamis, 18 Oktober 2018, kala penasehat Crisis Management Iniative (CMI) Jaakko Oksanen bersama Minna Kukkonen Karlende bertandang ke Banda Aceh. Dalam kunjungannya ke kantor dewan, penasehat CMI yang bermarkas di Finlandia ini menyinggung tentang nasib damai di Aceh yang telah berlangsung selama 13 tahun.

    Dalam pertemuan tersebutlah, Muharuddin mengeluhkan masih banyak butir MoU Helsinki yang belum diimplementasikan pemerintah Pusat. Di antaranya, kata Muhar, terkait Qanun Lambang dan Bendera Aceh yang belum mendapat restu dari Jakarta. Padahal, qanun yang menjadi identitas Aceh tersebut telah diparipurnakan di gedung dewan.

    Selain itu, Muharuddin juga menyebutkan butir pengadaan tanah seluas 2 Hektare untuk mantan kombatan GAM yang harus disediakan Pemerintah Pusat, dalam rangka re-integrasi para pemanggul senjata. Poin yang menjadi salah satu kesepakatan damai antara GAM-RI tersebut juga tak kunjung berwujud hingga satu dekade lebih.

    Belum lagi mengenai tapal batas wilayah Aceh yang sama sekali belum tersentuh dalam legalitas produk hukum di Indonesia.

    Anehnya, banyak negara-negara ketiga yang sedang dilanda konflik justru menjadikan perdamaian di Aceh sebagai model. Sebut saja misalnya seperti Thailand dan Filiphina. Beberapa kali delegasi dari negara ini bahkan sempat mengunjungi Aceh untuk mencontoh penyelesaian konflik.

    Aceh seringkali tersuruk di lubang yang sama. Meski berkali-kali dicurangi, Aceh tetap setia dalam bayang-bayang bendera Merah Putih dan janji Sumpah Pemuda Indonesia. Begitulah Aceh, jika diibaratkan seperti seorang perempuan yang senang memprotes kelakuan suami, tetapi selalu setia menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga.

    Nasib Aceh hari ini seperti kondisi yang dialami Tina Hayati. Tina merupakan istri sah Ragil Supriyanto (34), seorang kontraktor, yang tewas dalam kecelakaan mobil Sarangan, Magetan pada Sabtu (13/10/2018) lalu. Saat kejadian, Ragil justru ditemukan tewas dalam kecelakaan mengenaskan itu bersama seorang perempuan cantik, Rini Puspitawati yang diketahui sebagai seorang model.

    Tina sendiri sudah mencurigai adanya perempuan lain dalam kehidupan asmara antara dirinya dengan mendiang Ragil. Namun, sebagai seorang istri yang baik, Tina justru membiarkan suaminya selingkuh, “asal tidak ditinggal mati.” Lalu, apakah nasib Aceh bakal sama seperti Tina?[]

  • Tangan Bercincin Giok yang Terpotong

    Tangan Bercincin Giok yang Terpotong

    Setelah Kyai Abdullah menjadi presiden, Indonesia tidak lagi bermasalah dengan terorisme. Sudah bertahun tidak terdengar kejadian terorisme. Maka setelah pemindahan dan mutasi kemana-mana anggotanya. Densus 88 dibubarkan. Masalah satu-satunya bangsa ini adalah korupsi. Maka Kyai Abdullah Panggabean (KAP) membentuk Densus baru dengan nama Dengan (Densus potong tangan), khusus untuk memotong tangan pencuri negara setelah cukup bukti.

    Maka para densus ini diambil dari pesantren dan paham ilmu agama, setelah perdebatan panjang dan akhirya sidang mahkamah konstitusi membolehkan potong tangan bagi para koruptor walaupun mereka tidak mengetahuinya. Anggota Dengan ahli potong tangan memakai laser dan mengendap-endap ke rumah dengan system keamanan tinggi, disinyalir mereka sudah ahli dalam menyembelih binatang sejak kecil dan pulang malam ke rumah tanpa diketahui orangtua mereka. Saat beraksi, Dengan ini punya tim dokter yang segera mengobati, dan mebalut tangan yang tersisa dan tangan yang terpotong dibalut dan diantar ke kantor PKK (pemberantasan Korupsi-korupsi).

    Setelah dua bulan diberlakukan, dua Bupati kehilangan tangannya di malam hari, keluarga menangis dan Bupati ini dilengserkan dan diganti wakilnya. Empat bulan setelahnya ada beberapa orang pejabat negara juga yang mengetahui telah kehilangan tangannya saat mereka bangun pagi.

    Para pejabat mulai panik dan tak berani korupsi, yang sudah korupsi menyewa mantan tentara elit untuk menjaga rumah mereka, industri robot Jepang semakin giat menyempurnakan pembuatan tangan palsu yang bisa berfungsi sebagaimana tangan manusia, untuk di ekspor ke Indonesia.

    (source)

    Angka Korupsi di Indonesia mulai turun di tahun kedua KAP memimpin, Calon Anggota DPR tak berani mengambil dana dari siapapun pengusaha untuk kampanye karena takut nanti tak bisa memenuhi permintaan jatah dari para pengusaha atas jasanya mendanai kampanye caleg.

    Betapa Indahnya tiba-tiba pembangunan di Indonesia, bangunan yang dibangun oleh proyek-proyek pemerintah. Tanpa ada lagi berita bangunan proyek dibuat asal jadi dan sarat korupsi, mark up dan pengurangan material. Bangunan pemerintah dari rumah sakit, sekolah, kantor dan fasilitas umum dibangun dengan etestika dan arsitektur yang indah sesuai seni yang paling indah di tahun ini.

    Maka masyakarat mulai senang dengan pemerintah dan warung kopi mulai mengangkat isu lain dalam setiap pembicaraan selain isu utama yang terjadi ratusan tahun belakangan yaitu menyalahkan pemerintah. Masyarakat mulai membicarakan ide-ide untuk pengembangan mereka, misalnya menciptakan inovasi baru untuk memudahkan kinerja pemerintah, membuat program-program yang bersinergi dengan pemerintah untuk sama-sama memajukan negara.

    Sampai suatu saat tangan KAP juga terpotong, tangannya yang bergiok biru tiba-tiba menghilang saat dia ingin meraih alarmnya di pagi hari, dia lupa pada ceramahnya di waktu pertama dilantik kalau semua yang korupsi harus dipotong tangannya. Saat sebelum memberlakukan peraturan itu dia disuap oleh jepang untuk menandatangani MoU penjualan tangan palsu ke Indonesia.

  • 11 Orang Mengidap HIV/AIDS di Aceh Timur

    11 Orang Mengidap HIV/AIDS di Aceh Timur

    IDI | ACEHPUNGO.COM – Data Dinas Kesehatan Aceh Timur menyebutkan 11 orang mengidap penyakit HIV/AIDS di daerah tersebut. Hal ini terungkap dalam Workshop Pemetaan Kunci yang digelar Dinas kesehatan Aceh Timur di Aula Rumah Sakit Graha Bunda, Idi.

    Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Timur, H Zulkifli menjelaskan dampak dan bahaya dari penyakit HIV/AIDS ini sangat memprihatinkan terutama dari segi penularannya. “Saat ini jumlah penderita HIV/AIDS di Aceh Timur yang terdata sebanyak 11 orang. Apabila kita tidak melakukan pengawasan serta pemetaan populasi kunci kembali kita tidak mengetahui jumlah penderita penyakit ini,“ ujarnya seperti dikutip dari laman teropongaceh.com, Kamis (18/10/2018).

    Lebih lanjut, Zulkifli, mengatakan hasil estimasi dan proyeksi HIV/AIDS dari Kemenkes pada Tahun 2014 menperkirakan sebanyak satu juta orang di Indonesia akan terinfeksi HIV/Aids pada Tahun 2025 nanti. Bila upaya penanggulangan HIV/AIDS tidak segera dilakukan, ini jelas akan permasalahan nasional yang sangat serius. Menurutnya, kasus ini seperti fenomena gunung es, terlihat kecil dari yang tidak terlihat.

    “Pada umumnya mereka yang positif terkena virus HIV/Aids memiliki rentan waktu untuk mengetahuinya. Paling cepat 3 tahun dan paling lama 10-15 tahun baru virus ini menguasai seluruh jaringan tubuh manusia yang berujung pada kematian,” ungkapnya.

    Sementara itu, Asisten II Bidang Keistimewaan Aceh, Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur, H. Usman A. Rachman dalam sambutannya mengatakan pemerintah Aceh Timur sangat mendukung kegiatan ini dalam upaya memberikan pemahaman yang benar terhadap HIV/Aids agar masyarakat turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyakit ini.

    Ia mengharapkan upaya pencegahan HIV/Aids bukan hanya dari perspektif kesehatan semata, tapi juga dibarengi dengan penyadaran bagi mereka yang berprilaku menyimpang agar kembali ke jalan yang benar.

    Workshop Pemetaan Populasi Kunci yang dilaksanakan di Aula Rumah Sakit Graha Bunda, Idi, turut dihadiri oleh Asisten II Setdakab Aceh Timur, Kadis Kesehatan Aceh Timur, Camat Simpang Ulim, Camat Idi Rayeuk, Camat Peurlak Kota, Danramil Idi Rayeuk, unsur Dinas Sosial, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta praktisi kesehatan.[ta]

  • Google Play Tidak Lagi Gratis untuk Pembuat Ponsel Android di Eropa

    Google Play Tidak Lagi Gratis untuk Pembuat Ponsel Android di Eropa

    ACEHPUNGO.COM – Berbulan-bulan setelah dikenakan denda $5 miliar oleh Uni Eropa, Google membuat perubahan besar pada kebijakannya di Eropa: Google Play tidak lagi gratis untuk pembuat ponsel android di Eropa.

    Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Google akan mengenakan bayaran untuk pembuat ponsel Android yang ingin menjual perangkat dengan Google Play Store dan aplikasi lain yang sudah terpasang sebelumnya.

    Di bawah peraturan Eropa baru, yang diperinci oleh wakil presiden senior platform Google Hiroshi Lockheimer, pembuat ponsel Android yang ingin menjual perangkat dengan layanan Google yang sudah terpasang di Eropa harus membayar biaya lisensi kepada Google.

    Biaya lisensi itu untuk Play Store dan aplikasi lain (seperti Gmail dan YouTube) tetapi tidak termasuk Google Search atau Chrome, yang keduanya akan tetap tersedia untuk original equipment manufacturer (OEM) 

    Google Play tidak lagi gratis

    Seperti dikutip dari laman Mashable.com, Rabu (17/10/2018), Google akan, untuk pertama kalinya, memungkinkan pembuat ponsel Android untuk mengirim perangkat dengan Play Store yang sudah dipasang sebelumnya meskipun mereka menjalankan versi Android “forked” (versi khusus Android yang dikembangkan secara independen dari Google). Variasi Android ini telah lama populer di luar AS, tetapi Google tidak secara khusus mengizinkan layanannya untuk dikirimkan pada varian “tidak resmi” ini, dengan Amazon’s FireOS menjadi pengecualian.

    Perubahan kebijakan Google tersebut terjadi setelah regulator Eropa mendenda Google lebih dari $5 miliar untuk pelanggaran antitrust terkait Android. Namun, kebijakan Google ini dianggap tidak fair, karena mengharuskan pembuat ponsel Android untuk melakukan pra-instal Google Search, Chrome, dan layanan lainnya di handset sebagai imbalan untuk dapat menggunakan sistem operasi Android secara gratis. Regulator mengatakan ini memberi Google keuntungan yang tidak adil atas pesaing, karena Google Play tidak lagi gratis.

    Dalam pernyataannya, Lockheimer menekankan bahwa Google tetap berkomitmen untuk menjaga Android “gratis dan open source,” meskipun ada perubahan baru, dan mencatat bahwa perusahaan masih menarik keputusan E.U. []

    Image source: pixabay.com; mashable.com

  • Usai Nikah Siri, Steffy Burase dan Irwandi Yusuf “Honeymoon” ke Turki

    Usai Nikah Siri, Steffy Burase dan Irwandi Yusuf “Honeymoon” ke Turki

    JAKARTA | ACEHPUNGO.COM – Staf khusus Gubernur Aceh non-aktif Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal mengatakan atasannya pernah pergi alias honeymoon ke Turki bersama dengan Steffy Burase seusai menikah siri.

    “Pergi ke Turki itu acara terpisah, Steffy punya acara sendiri, untuk menghadiri ‘business forum’,” kata Hendri dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (18/10/2018).

    Hendri dihadirkan bersaksi untuk Bupati Bener Meriah Ahmadi yang didakwa menyuap Gubernur Aceh 2017-2022 Irwandi Yusuf sebesar Rp 1,05 miliar. Suap itu bertujuan agar mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) provinsi Aceh menyetujui rekanan yang diusulkan Ahmadi agar mendapat program yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 di kabupaten Bener Meriah.

    Hendri Yuzal sudah ditetapkan sebagai salah satu tersangka penerima suap dalam perkara ini. Namun, ia mengaku tidak tahu bahwa Steffy Burase adalah istri siri Irwandi Yusuf.

    “Tidak tahu Steffy istri siri gubernur, hanya pernah dengar dari media,” ungkap Hendri seperti dilansir Antara. Namun, ia juga mengaku tidak tahu cerita pernikahan Irwandi dengan Steffy Burase.

    “Tidak dapat cerita pernikahan di apartemen Kebon Kacang pada Desember 2017, setahu saya Steffy hanya terlibat untuk Aceh Marathon saja,” tambah Hendri.

    Padahal dalam jawaban praperadilan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) KPK pada Rabu (17/10/2018) disebutkan bahwa Hendri Yuzal mengetahui Steffy Burase dan Irwandi Yusuf telah menikah secara siri tanggal 8 Desember 2017 di Jakarta.

    Jaksa menjelaskan bahwa Hendri menghadiri acara akad nikah dan syukuran nikah mereka di salah satu apartemen di daerah Kebon Kacang di Jakarta, tapi Hendri tidak mengetahui siapa pihak penghulu yang menikahkan mereka.

    Namun, akad nikah tersebut disaksikan dan dihadiri oleh kerabat dari kedua belah pihak, yaitu pihak Irwandi Yusuf dihadiri oleh saksi T. Saiful Bahri dan pihak Steffy Burase dihadiri oleh kedua orang tua, saudara kandung dan beberapa teman dekat Steffy Burase.

    Dalam persidangan sebelumnya, tim hukum KPK membeberkan soal pernikahan Fanny Steffy Burase dengan Irwandi Yusuf. KPK memperlihatkan bukti percakapan antara Steffy dengan istri Irwandi Yusuf, Darwati A. Gani.

    Steffy Burase

    Isi percakapan itu kemudian beredar luas di kalangan wartawan. Begini bunyi pesan WhatsApp Steffy kepada Darwati A. Gani yang diungkapkan oleh KPK dalam persidangan, kemarin.

    “Assalamualaikum, selamat pagi bu, sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya cuma ingin konfirmasi apakah bener Ibu mengizinkan pernikahan saya dengan suami ibu yang saat ini juga adalah suami saya? Saya menikah sejak 8 Des dengan pengakuan suami ibu, ibu mengizinkan pernikahan kami,”

    “Sekiranya itu tidak benar dan ibu tidak merestui, saya akan meninggalkan suami ibu secara baik-baik karena menurut saya pernikahan yang tidak mendapat izin istri pertama bukanlah pernikahan walau menurut suami kita, istri tidak punya hak melarang suaminya menikah lagi. Beberapa bulan pernikahan kami terlalu banyak konflik kecil-kecil yang dampaknya besar ke kerjaan kami berdua,”

    “Mohon maaf sebelumnya saya Lancang, tapi ini untuk kebaikan bersama. Saya bukan pengganggu RT (rumah tangga) orang dan saya menikah dengan suami ibu di depan ke 2 orang tua dan teman-teman deket. Tapi sekiranya emang bener dugaan saya Ibu tidak tau dan tidak merestui, saya Insya Allah sangat menghargai dan mengerti alasan Ibu. Terima kasih Steffy,”

    Berdasarkan beberapa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan percakapan Whatsapp dari telepon genggam Steffy tersebut hubungan suami-isteri Irwandi-Steffy telah diketahui oleh pejabat di lingkungan Provinsi Aceh. []

    Suara.com; Antara

  • Pemerintah Aceh Akan Bantu Renovasi Asrama Mahasiswa di Yogyakarta

    Pemerintah Aceh Akan Bantu Renovasi Asrama Mahasiswa di Yogyakarta

    YOGYAKARTA | ACEHPUNGO.COM -Pemerintah Aceh akan membantu pembiayaan untuk merenovasi asrama mahasiswa Aceh yang ada di Yogyakarta. Pernyataan tersebut disampaikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat meninjau kondisi asrama Meuligoe Iskandar Muda, di Jalan Poncowinantan Yogyakarta, Rabu (17/10/2018).

    “Karena ini menyangkut martabat Aceh dan sesuai dengan program prioritas pemerintah yaitu Aceh Carong, Aceh Meuadab dan lain-lain,” kata Nova. “Saya
    juga pernah menjadi mahasiswa, jadi sangat wajar jika Pemerintah Aceh peduli dan konsen terhadap permasalahan mahasiswa.”

    Nova Iriansyah menambahkan, untuk melaksanakan renovasi asrama diperlukan status legal asrama tersebut. “Saya meminta kepada pengacara asrama ini
    juga untuk mempersiapkan apa-apa saja yang perlu saya lakukan. Intinya saya siap melakukan apapun untuk asrama ini,” tegas Nova Iriansyah yang juga turut serta membawa tim hukum pemerintah Aceh.

    Seusai meninjau kondisi asrama, kondisi kamar hingga kamar mandi di asrama, Nova Iriansyah menyimpulkan asrama itu memang harus segera di renovasi, “Kondisinya sudah tidak memungkinkan,” ujarnya.

    Dalam pertemuan tersebut, Kuasa Hukum Asrama Aceh, Zulfitri Adli mengatakan
    asrama itu adalah milik masyarakat Aceh dan harus tetap dipertahankan.

    “Tidak hanya arama ini, asrama-asrama Aceh lain di Jogja letaknya sangat
    strategis, karena itu asrama-asrama ini harus terus dijaga,” ujarnya. []

  • Steffy Burase Minta Izin Darwati Menikah dengan Irwandi

    Steffy Burase Minta Izin Darwati Menikah dengan Irwandi

    ACEHPUNGO.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bukti adanya pernikahan antara Gubernur Aceh non-aktif Irwandi Yusuf dan Fenny Steffy Burase. Steffy yang mantan model dan bekas pramugari itu bahkan meminta izin dari Darwati A. Gani, istri sah Irwandi.

    Pernikahan itu, menurut KPK, dilangsungkan di Jakarta pada 8 Desember 2017 dan dihadiri oleh kedua orang tua dari Steffy. Sosok yang kini berada di pusaran korupsi yang melibatkan orang nomor satu di Aceh itu merupakan staf khusus Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang ditangkap KPK pada 3 Juli 2018.

    Bukti adanya hubungan pernikahan itu disampaikan KPK dalam sidang lanjutan permohonan praperadilan yang diajukan Irwandi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018).

    Tim biro hukum KPK yang dipimpin Laila Kholis membeberkan hubungan Steffy dan Irwandi sebagai argumen pendukung dalam menjawab gugatan praperadilan dari gubernur non-aktif tersebut.

    Steffy Burase

    Salah satu dalil yang disampaikan pengacara Irwandi adalah kliennya tidak mengetahui soal aliran uang di rekeningnya untuk kegiatan Aceh Marathon 2018. Irwandi menyebut uang itu diupayakan Steffy tanpa seizinnya.

    Namun, KPK membantah argumen tersebut, dengan mengatakan ada peran Irwandi di balik upaya-upaya Steffy meminta uang karena hubungan keduanya sebagai suami-istri.

    “Bahwa berdasarkan beberapa berita acara pemeriksaan (BAP) yang termohon sampaikan dan percakapan WhatsApp dari telepon genggam Steffy Burase membuktikan bahwa sejak 8 Desember 2017 Irwandi Yusuf dan Fenny Steffy Burase telah terikat hubungan suami istri dan telah diketahui oleh pejabat di lingkungan Provinsi Aceh,” demikian jawaban tim KPK yang disampaikan dalam sidang lanjutan praperadilan di PN Jaksel.

    “Sebagai seorang istri, Steffy Burase mempunyai kesempatan mengenal dan berkomunikasi dengan pihak-pihak yang dekat dan mempunyai hubungan kerja dengan Irwandi Yusuf bahkan dengan leluasa Steffy Burase meminta sejumlah uang dari Saiful Bahri seorang pengusaha.”

    Steffy Burase

    Dokumen jawaban tim hukum KPK setebal 49 halaman itu beredar di kalangan wartawan. Dalam jawaban itu juga dibeberkan tentang adanya percakapan Steffy melalui WhatsApp dengan Darwati A. Gani, istri sah Irwandi.

    Dalam percakapan itu antara lain disebutkan bahwa Steffy menanyakan kepada Darwati apakah benar dia telah mengizinkan suaminya (Irwandi) menikah dengannya (Steffy).

    “Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar2nya. Saya Cuma ingin konfirmasi apakah Bener Ibu mengijinkan pernikahan saya dengan suami ibu yang saat ini juga adalah suami saya?,” demikian antara lain isi percakapan yang menurut KPK diambil dari telepon genggam Steffy. Steffy Burase bahkan bersedia meninggalkan Irwandi baik-baik jika Darwati tidak merestui pernikahan itu.

    Irwandi ketika ditanya wartawan seusai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Rabu (17/10/2018), mengatakan bahwa dia hampir menikahi Steffi secara siri.

    “Hampir, tapi enggak jadi,” ujarnya.

    Irwandi juga membantah memberikan sejumlah proyek untuk dikerjakan Steffy. “Bukan bukan, lama persiapannya itu, tidak dia enggak punya proyek,” katanya.

    Darwati A Gani
    Darwati A. Gani

    Bantahan serupa juga disampaikan Steffy sebelum bersaksi dalam sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan, Rabu siang. “Saya dekat dengan Pak Irwandi, benar, tapi tidak ada pernikahan atau mungkin belum ada pernikahan, tapi tidak ada pernikahan,” katanya. Steffy Burase keukeuh membantah sudah menikah dengan Irwandi.

    Mengenai sangkaan korupsi yang kini melilit Irwandi Yusuf, Steffy mengaku tidak tahu menahu.

    “Kalau saya pribadi ditanya kongkalikong masalah korupsi saya sih demi Allah tidak pernah tahu, tidak pernah terlibat, apalagi saya bener-bener pure kerja Aceh Marathon,” ujarnya.

    https://youtu.be/MlxI5GPZ0Gw

    Dia berjanji akan memberikan keterangan lagi kepada penyidik KPK pada Kamis (18/10/2018) besok. Sebelumnya, Steffy pernah diperiksa penyidik KPK sebagai saksi.

    Dalam sidang praperadilan Selasa (16/10/2018), Irwandi melalui kuasa hukumnya membeberkan kejanggalan penyidikan KPK terhadapnya dan mempersoalkan penetapan status tersangka hingga penahanan yang dilakukan KPK terhadap dirinya.

    Seperti diberitakan, KPK menetapkan Irwandi Yusuf sebagai tersangka suap. Dia diduga menerima Rp500 juta dari Bupati Bener Meriah non-aktif Ahmadi, yang juga menjadi tersangka. Ahmadi saat ini sedang menjalani proses persidangan di pengadilan Tipikor Jakarta.

    Jumlah tersebut merupakan bagian dari komitmen fee 10 persen (Rp1,5 miliar) dari nilai pagu setiap proyek pembangunan yang menggunakan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

    Darwati A Gani
    Irwandi Yusuf dan Darwati

    KPK menduga bagian 8 persen diperuntukkan bagi sejumlah pejabat di provinsi, sedangkan 2 persen di tingkat kabupaten. Sebagian dari dana suap Rp500 juta itu diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018 yang dihire Steffy Burase. Selain Irwandi dan Ahmadi, ada nama Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.[detik; acehkita)

  • Unsyiah Bahas Isu Global di Konferensi AGC

    Unsyiah Bahas Isu Global di Konferensi AGC

    BANDA ACEH | ACEHPUNGO.COM – Sebagai perguruan tinggi berbasis riset, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melakukan kajian terhadap isu-isu global melalui konferensi Aceh Global Conference (AGC) 2018. Konferensi yang menghadirkan keynote speaker dari berbagai negara ini dimulai sejak tanggal 16 – 17 Oktober 2018 dan dibuka oleh Wakil Rektor I Unsyiah Prof.Dr. Marwan pada selasa malam (16/10) di Kyriad Muraya Hotel.

    Marwan dalam sambutannya mengatakan, isu-isu global harus menjadi perhatian
    kita bersama. Maka konferensi AGC ini sangat penting untuk memperluas
    wawasan kita terhadap perkembangan global. Karena hal ini sangat erat
    kaitannya dengan pembangunan yang berkelanjutan dan bagaimana kita
    menghadapi revolusi indusri 4.0.

    “Maka dengan pertemuan ini kita dapat belajar dan menemukan petunjuk yang
    benar untuk membuat masyarakat kita lebih baik dalam menuju pembangunan
    yang berkelanjutan,” ucap Marwan.

    Panitia Pelaksana Dr. M. Shabri, SE., M.Ec mengatakan, forum AGC ini melibatkan dua fakultas di Unsyiah yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang didukungan
    juga oleh Universitas Sultan Zainal Abidin, Malaysia dan PT. MIFA Bersaudara.

    Konferensi ini mengangkat tema “The Emerging Economics amid the Distruptive
    Technology: Challenges and Ways Forward,” yang menghadirkan lima keynote speaker yang ahli di bidangnya.
    Mereka adalah Prof.Dr. Muhammad Fauzan Noordin dari IIUM, Malaysia. Prof.
    Dr. Sukree Langputeh dari Fatoni Thailand University, Thailand. Assc. Prof. Dr. Wan Norhayate binti Wan Daud dari Universitas Sultan Zainal Abidin, Malaysia. Assc. Prof. Sebastian Penmellen Boret dari International Research Institute of Disaster Sciences, Tohoku University, Jepang dan Ir Slamet Haryadi dari PT. Mifa Bersaudara.

    Sabri juga menjelaskan, konferensi ini telah menerima sekitar 170 makalah. Untuk memastikan kualitas makalah tersebut, panitia telah mengundang sekitar 30 reviewers serta melibatkan lima editor untuk menyeleksi dan mengedit makalah tersebut.Hasilnya adalah, 140 makalah telah diterima oleh panitia dan akan dipresentasikan dalam 18 sesi parallel.

    “Kabar baiknya, semua makalah itu berpotensi untuk diterbitkan secara online oleh Atlantis Press dan diindeks di CPCI dan CNKI,” kata Sabri.

    Staf Ahli Gubernur Aceh Dr. Iskandar AP dalam sambutannya mengatakan, pemerintah Aceh sangat mengapresisi forum-forum ilmiah yang dilaksanakan oleh Unsyiah selama ini, termasuk forum AGC ini. Menurutnya, isu globalisasi sangat berpengaruh dengan kehidupan masyarakat. Seperti isu harga minyak dunia yang turut berdampak dengan kondisi ekonomi masyarakat.

    Dia menambahkan, fakta ini adalah bukti bahwa isu globalisasi saling bersentuhan
    satu dengan yang lainnya sehingga apa yang terjadi di suatu negara, bisa
    berdampak ke negara lainnya.

    “Maka sangatlah tepat Unsyiah melakukan konferensi yang membahas isu-isu
    global untuk menyadarkan kita semua, bahwa kita tidak dapat berdiri sendiri
    di muka bumi ini,” pungkas Iskandar. []