HOT
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
Advertisement Banner
Home Opini

Paradoks Batu

Diyus by Diyus
17/09/2018
in Opini
14 0
0
Paradoks Batu

Sepertinya kita tak sepenuhnya meninggalkan kepurbaan zaman batu, bahkan saat logam ditemukan menjadi penanda zaman baru. Masih kita berpijak di lantai dari bebatuan yang digerus hingga mendebu, lantas membatu kembali oleh takaran air dan pasir. Dinding juga demikian, dari paduan tanah yang dilunakkan, dibakar hingga membatu. Juga pelengkap keindahan halaman oleh tebar kerikil sebagai landasan pijak tiap langkah pergi atau ke pintu terarah.

Batu berperan nyaris di setiap lingkup hidup manusia. Ia adalah udara bagi arsitektur. Ketika kita membutuhkan pejal untuk melandasi pijak. Saat diri menginginkan kokoh untuk mendinding hunian dari hempas badai. Bahkan mengatapi naungan dari serbu hujan yang menghunjam ketika menurunkan diri ke bumi. Dimensi landas, dimensi atap dan dimensi sisi mengguna batu sebagai materi.

Lantas, kelas dalam hidup manusia juga terbangun di atas landas amsal perbatuan. Seorang rasul akan dipadankan dengan berlian, sebagai kemuncak tahta perbatuan. Berbanding kerikil untuk melukis peran para jelata yang tak seberapa mana. Sebab, engkau tentu tahu saat batu berada dalam kasta berlian, ia akan bertempat dalam sebuah kotak yang tersimpan di laci bagian dari sebuah almari dalam sebuah kamar paling terlindung di sebuah rumah yang terpacak kokoh sebagai penaung.

Bandingkan saja dengan pasir, kerikil dan batu-bata. Kasta batu yang menjadi umpan peluru cuaca, hempas membadai sang bayu juga hunjam tajam sang hujan. Begitulah kenyataan para batu jelata di jagad peradaban.

Beberapa batu dari kasta terendah cukup beruntung menjadi perlambang sembahan. Oleh sebab pejalnya yang berada di titik antara ia terpilih. Lebih mudah beralih bentuk oleh sentuhan pengukir, lebih tahan terhadap hunjam cuaca hingga melintas zaman, juga kelebihan ukuran yang cukup mampu mengisi ruang pandang sepasang netra.

Jemari, leher, pergelangan kaki, pergelangan tangan, telinga, hidung dan mata tak luput dari tahta batu. Tentu saja batu dari kasta tertinggi. Sebagai penghias, batu berkasta mulia mengisi ruang di tubuh manusia. Bahkan pusar dan labia mayora tak luput dari jangkaunya. Memberi tanda betapa setiap pengguna sudah mencapai jenjang hidup di atas anak tangga pijakan orang lain.

Aliran sungai dan lereng tempatnya berasal telah lama menjadi sasaran penggalian untuk memenuhi hasrat dan guna perbatuan. Seperti bahan-baku lain, ia membutuhkan rencana, daya dan kerja agar mampu hadir di ruang ingin setiap orang, sesuai kasta dan peran yang diperuntukkan.

Hingga ketika keisengan orang-orang Jepang menyalurkan hasrat membawa alam ke dalam rumah yang melahirkan suiseki, lahirlah kasta baru perbatuan. Hasrat yang tetap berlandas kecanduan insan atas segala yang bersemat kata indah, semua yang mengandung indah dan semua yang padan dengan makna indah.

Beberapa kali dalam rentang hidup, aku menyaksikan bebatu penghias tubuh sontak menjadi trend yang menggemparkan. Gegar suasana oleh geliat harga yang sungguh menggila. Pukau warna dan pola menjadi magnet yang menyedot mata pemirsa. Beriring hasrat yang menggila untuk menyematkannya di tubuh dengan tebusan sejumlah harga dari dompet berisi keringat.

Ibrahim mencatatkan nama di lintas sejarah atas sikapnya terhadap batu yang dijadikan simbol sembahan. Ketika keyakinan berlandas langit menetak beku keyakinan berlandas bumi. Sekejap peristiwa yang membuat ia membantah sang ayah sebagai perwakilan nilai-nilai tua perbatuan. Namun, ia tak bisa mengelak ketika sebuah perintah dari langit menyuruhnya menempatkan batu lain di sebuah bangunan yang menjadi arah sujud dan sembah.

Image Source:

  1. Image1
  2. Image2
  3. Image3
  4. Image4
Share8Tweet5
Advertisement Banner
Diyus

Diyus

Terduga petani kopi yang suka kho ping hoo dan cerita silat lainnya. Sedang magang sebagai filsuf di sepetak semesta.

Trending

Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan
Lifestyle

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

8 months ago
Penampakan Wonosobo dari video drone
Lifestyle

Ketika Wonosobo Memilih Sunyi untuk Merayakan Diri

8 months ago
Ilustrasi Identitas Digital Terdesentralisasi
Teknologi

Era Identitas Digital Terdesentralisasi (DID): Bagaimana Blockchain Akan Mengubah Cara Kita Login di Tahun 2026

8 months ago
Ilustrasi FOMO dan FUD
Teknologi

Menaklukkan FOMO dan FUD: Strategi Psikologis untuk Bertahan di Puncak Bull Market 2025

8 months ago
Generative AI Masuki Dunia Otomotif
Teknologi

Kendaraan Otonom & Generative AI Masuki Dunia Otomotif

8 months ago
aceh pungo

Aceh Pungo (acehpungo.com) merupakan blog yang membahas seputar gaya hidup, cerita perjalanan, wisata kuliner dan destinasi wisata menarik

Follow Us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Tags

Alkali Bansos Cerpen Gosip Halodoc Headline Hiburan Neo Bank Pilihan Puisi Quora Resensi SEO Sepakbola Steemit Traveling turki umrah mandiri Unicef YouTube
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.