• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 7, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Pawang Hujan dan PKA

Diyus by Diyus
07/03/2026
in Opini
0
Pawang Hujan dan PKA
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Apakah pawang hujan terlibat dalam pelaksanaan PKA? Bisa ya… bisa tidak…

Sebagai hal kontroversial, ia tentu bakal menjadi aib jika bertempat di Nanggroe yang tengah mempromosikan Syari’at Islam Versi Aceh. Kusebut demikian karena ada yang komplain dengan Syari’at Islam di Aceh dan membanding-bandingkannya dengan Syari’at Islam yang menurutnya lebih hakiki.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

“Di Aceh itu bedaknya saja Syari’at, tingkahnya di belakang kebanyakan mengundang laknat!” demikianlah ungkap seorang lelaki yang tak ‘kan kusebut namanya itu. Bukan karena ia melarang, ia malah menyuruhku menuliskan namanya dan pakai silsilah 7 turunan segala.

Aku menolaknya. Ia marah. Biar saja. Aku tak peduli dengan marahnya, seperti banyak hal tak penting lain  yang tak kupeduli. Apa susahnya menambah ketakpedulian pada sebiji hal tak penting lagi?! Sebetulnya aku punya alasan rasional menolaknya, sengaja tak kujelaskan secara rasional karena ia juga sudah bersikap represif dan asertif soal peneraan namanya dalam tulisanku. Alasan paling rasional adalah, ini bukan karya jurnalistik. Aku tak mentahbiskan tulisan ini sebagai karya jurnalistik. Mengapa pula ada kemestian bagiku untuk menuliskan namanya sebagai rujukan?!

Alasan kedua adalah untuk menjamin keselamatan nyawanya. Masih banyak orang yang terlalu sensitif jika ada yang bicara gamblang dan benar soal Syari’at Islam. Sisi asyik Syari’at Islam Versi Aceh bakal tergerus ketika sisi benar dan ke-kaffah-an Syari’at Islam terungkap. Itu sebab, saat mengungkap sisi lucu dari Syari’at Islam di Aceh, aku menyebutnya Syari’at Islam Versi Aceh. Biar jelas. Kalaupun ada yang marah, itu cuma orang Islam yang ada di Aceh saja. Sekurang-kurangnya begitu.

Kawan satu itu juga pernah bilang, “Di Aceh, orang lebih suka Syari’at Islam secara ka pah ketimbang Syari’at Islam secara kaffah,” sungutnya di sebuah sore temaram.

Alasan penolakanku yang ketiga adalah situasinya yang sedang hendak menjadi calon anggota legislatif dalam ajang pemilu mendatang. Ini orang maunya gratisan saja. Padahal kalau dia pikir, berapa oranglah yang baca tulisanku di steemit?! Kenapa tak ia pesan sebuah tulisan dari para ghostwriter yang punya kemampuan menulis lebih mumpuni dari aku. Maka atas sebab itu, kuurungkan menulis namanya. Bahaya juga kalau para steemian Aceh menyebarkan namanya di dunia-maya-lain hingga dunia nyata. Nyawanya pasti bakal terancam. Juga reputasi yang telah ia susun sejak dahulu kala.

Maka, kuabaikan ucapannya soal Bedak Syari’at di Aceh. Meski dalam hati aku masih berpikir, pernyataannya bisa benar dan bisa salah. Pernyataan kawan yang satu itu memang cukup kupakai sebagai pembuka tulisanku ini saja. Imajinya cukup nakal dan kusuka. Namun sayang seribu kali sayang, ia terlalu dini masuk ke ranah politik praktis. Padahal, jika ia bersabar periode ini, potensi kemenangannya di periode selanjutnya akan meningkat. Ia punya sederet program membangun pemikiran dan penghidupan sekaligus.

Jadi, suatu kali ia pernah bilang, “Orang yang paling bahaya adalah orang kaya yang bodoh dan orang pintar yang terbeli, keduanya berpotensi menjadi budak!” Jenis keterbudakan yang paling berbahaya mengingat mereka tak sadar dan mencanduinya. Perbudakan tanpa rasa sakit, bahkan yang lebih berbahaya lagi, jenis perbudakan yang menyediakan segala perangkat penyedia kenikmatan sesuai dengan minat dan bakat tiap orang. Demikianlah cang-panah-nya suatu kali.

pawang hujanNah… hal itulah yang membuatku menghormatinya. Ia adalah orang yang telah tersadarkan sepenuhnya. Mengapa ia berani mengorbankan reputasi itu demi jabatan anggota dewan. Ini soal ritme semata, soal timing saja. Aku khawatir, ia akan lebur dan larut pada sistem baru yang akan ia masuki. Ia akan terpilih, aku percaya hal itu. Di Dapilnya, kandidat lain mesti menyebar fitnah untuk bisa menang menyaingi suaranya. Itu semua akibat saham sosial yang ia tanam sejak kanak-kanak. Bukan dari trah atau harta, melainkan dari reputasi, sesuatu yang mesti dibangun dalam rentang waktu bertahun-tahun, tapi bisa runtuh dalam hitungan detik.

Memang benar itu adalah haknya, aku cuma menggunakan hak sebagai kawan untuk memberi saran. Sebuah saran yang tak melarangnya untuk menggunakan hak politiknya. Kemuliaan politik sedang ditunggangi oleh keliaran hasrat. Jika ia menunda hingga periode 2024, ia akan menjadi episentrum, bukan saja di Aceh, tapi nasional.

Ah…tinggalkanlah saja kawan itu. Kita bahas kembali soal PKA dan keterlibatan pawang hujan.

Bersambung…

Image Source:

  1. Image1
  2. Image2
  3. Image3

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
Senyum Asing di Jalan Baru

Senyum Asing di Jalan Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

Ayo Liburan ke Aceh #2: Makam Sultan Iskandar Muda

Ayo Liburan ke Aceh #2: Makam Sultan Iskandar Muda

23/07/2018

Anak Muda

07/03/2026
menjadi blogger

Serunya Menjadi Blogger di Era Digital

20/11/2018
harga sbd

Mengapa Gelisah Saat Harga SBD dan Steem Anjlok?

07/10/2024

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.