Pemerintah Aceh Khianati Rakyat

166

Peureulak– Pemangku Wali Nanggroe, Teungku Malik Mahmud Al-Haytar mengatakan,  Pemerintah Aceh saat ini sudah mengkhianati amanah rakyat karena tidak menjalankan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) sebagai landasan hukum yang sudah dijamin dari perjanjian MoU Helsinki.

Penegasan itu disampaikan Tengku Malik Mahmud Al-Haytar dalam amanat yang dibacakan oleh oleh Tgk Zulkifli Thaib, anggota DPRK Aceh Timur,  dalam peringatan milad GAM ke-35 di Masjid Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (4/12). Pemangku Wali Nanggroe juga menyinggung soal masih banyaknya sejumlah regulasi yang sepenuhnya diimplementasikan oleh Pemerintah Aceh dan Pemerintah RI di Jakarta.

Mantan petinggi  GAM ini juga menambahkan, hingga saat ini baru hadirnya poin pelaksanaan UUPA, meski belum sepenuhnya sempurna dan poin nama Aceh yakni, Pemerintah Aceh. Sedangkan poin yang belum sama sekali dilaksanakan adalah gelar pejabat senior yang dipilih, perbatasan Aceh, penggunaan simbol daerah termasuk bendera, lambing, dan himne. Begitu juga dengan penyusunan qanun dan pembentukan Lembaga Wali Nanggroe.

Ke depan, Pemangku Wali Nanggroe juga mengharapkan kepada Pemerintah Aceh bisa menghargai dan melaksanakan sistem Pemerintahanan Aceh menurut UUPA.

“Jika ini dijalankan, tentu tidak akan ada konflik regulasi,” pungkas Malik Mahmud seperti yang dibacakan oleh politisi PA di DPRK Aceh Timur, Tgk Zulkifli Thaib.

Patuhi Komando Pusat

Mantan Panglima GAM Wilayah Peureulak, Tgk Sanusi Muhammad atau yang akrap disapa Abu Sanusi mengimbau kepada seluruh mantan pejuang GAM agar tetap merapatkan barisan dan mematuhi segala instruksi dari komando pusat.

“Kepada seluruh mantan kombatan untuk bersatu padu dan mengikuti instruksi dan arahan yang diberikan oleh komando,” kata Abu saat wawancara dengan wartawan, Minggu (4/12).

Hal itu disampaikan di hadapan sejumlah mantan kombatan di lokasi makam mantan petinggi GAM dr Zubir Mahmud usai peringatan milad GAM ke- 35 di komplek Masjid Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak. Kepada wartawan, Abu juga mengatakan, ia mengharapkan agar para mantan kombatan GAM bisa bersatu padu. Tokoh KPA wilayah Peureulak ini juga menyempatkan diri makan bersama dengan anggota KPA lainnya. []

Tinggalkan komentar Anda