HOT
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
Home News

Penanganan Kasus Penganiayaan Khatib Tak Profesional

Harlan Oleh Harlan
27/09/2011
in News
14 0
0
Aceh Pungo

Banda Aceh – Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Aceh, Safaruddin, SH menilai kinerja Kapolda Aceh tidak profesional dan cenderung diskrimatif terkait penanganan kasus penganiayaan khatib, Tgk Saiful. Hingga kini Kapolda belum mengirimkan surat izin penyidikan terhadap anggota DPRK Pidie, Ilyas Abubakar kepada Gubernur Aceh.

“Sampai saat ini Gubernur Aceh belum menerima surat dari Kapolda, padahal surat permintaan tersebut sudah dikirimkan oleh Kapolres pada 10 September lalu,” kata Safaruddin dari rilisnya kepada redaksi Acehcorner.com, Senin (26/9).

Polisi, lanjut Safaruddin, malah memeriksa Tgk Saiful terkait laporan Ilyas. “Ini sangat tidak profesional dan diskriminatif, seharusnya polisi menuntaskan dulu penganiayaan terhadap Tgk Saiful bukan malah melepaskan pelaku dengan jaminan,” tandas pengacara muda ini.

Menurut Safaruddin, keberadaan pelaku di luar berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan Tgk Saiful selaku korban. Namun, hal ini tidak menjadi pertimbangan pihak polisi.

“Kami heran mengapa kasus yang menjadi sorotan besar di Aceh ini ditangani secara tidak profesional, padahal meminta jaminan itu sangat sulit jika terjadi pada orang lain,” jelas dia.

Polisi nilai Safaruddin sengaja melepaskan pelaku karena yang bersangkutan anggota DPRK. Polisi sama seklai tidak memperhatikan kondisi dan keamanan korban.

“Sangat ganjil kami melihat kasus ini, apalagi pelaku dilepaskan dengan alasan penangguhan penahanan,” paparnya.

Padahal, lanjut Safar, pengangguhan penahanan baru dapat diberikan dengan beberapa alasan, pertama tersangka tidak akan melarikan diri. Kedua, tersangka tidak akan mengulangi tindak pidana, dan Ketiga tersangka tidak akan mengulangi lagi tindak pidana.

“Apa semua syarat ini sudah terpenuhi, apa polisi sudah menanyakan kepada korban jika pelaku dilepas akan mengancam keselamatan korban atau tidak?” tanya Safar.

Safaruddin malah menilai polisi sengaja mengabaikan keberadaan korban.

“Dalam waktu dekat ini akan meminta perlindungan dari LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) untuk melindungi Tgk Saiful. Beberapa kali Tgk Saiful menyampaikan kepada kami bahwa dirinya merasa tidak nyaman dan terancam setelah pelaku dilepaskan oleh Kapolres Pidie,” pungkasnya.[acehcorner]

Share8Tweet5
Harlan

Harlan

Lelaki yang suka berpindah dari satu warung kopi ke warung kopi lain. Dulunya, pernah terlintas cita-cita menjadi preman terminal. Takdir menuntunnya menekuni profesi lain.

TRENDING.

cara berhenti donasi unicef
Inforial

Cara Berhenti Donasi UNICEF Indonesia dengan Cepat dan Mudah

3 years ago
rekomendasi jual rumah shelter murah banda aceh
Inforial

Rekomendasi Jual Rumah Shelter Banda Aceh, Murah dan Terpercaya

2 years ago
cerita humor
Opini

Sakit Lele dan Cerita Humor Orang Aceh

8 years ago
Referendum Aceh
Opini

Referendum Aceh 1999: Sebuah Kliping

8 years ago
aceh pungo

Aceh Pungo (acehpungo.com) merupakan blog yang membahas seputar gaya hidup, cerita perjalanan, wisata kuliner dan destinasi wisata menarik

Follow Us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Tags

Alkali Bansos Cerpen Gosip Halodoc Headline Hiburan Neo Bank Pilihan Puisi Quora Resensi SEO Sepakbola Steemit Traveling turki umrah mandiri Unicef YouTube
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 Acehpungo - Blog seputar gaya hidup & dan hiburan by Acehpungo.