• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Tuesday, October 6, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Perempuan yang Menggenapiku

Diyus by Diyus
07/03/2026
in Opini
0
Perempuan yang Menggenapiku
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ia mencintai pagi seperti mencintai Zenja. Entah apa yang tersembunyi di balik klaim itu. Bagiku, hal yang pasti tentangnya teralami sebagai sebuah penggenapan atas gasal di diri. Belasan tahun sudah gasal itu melekat, sebab manusia yang menjadi perancang tengah membangun jeda atas karyanya.

Pelbagai konstelasi bintang telah berlalu. Juga anomali cuaca berteman perpindahan lokasi. Termasuk perubahan rezim penguasa yang makin melodramatis tiap periodenya. Belasan tahun bertahta sebagai penantian yang mendebarkan. Belasan tahun sejak Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Mengokohkan tahbis tentang ‘menunggu’ yang selalu ‘membosankan’. Aku cuma akan merangkai tautologi saja kalau kuteruskan soal yang satu ini. Nyatanya, memang itu yang kupunya.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Hingga ia hadir. Kukenal sebagai Ihan Sunrise. Perempuan yang mencintai pagi seperti mencintai Zenja. Bukankah sudah kubilang itu tadi? Ia mewakili kaumnya yang menurutku lebih lama berkencan dengan sepeda melebihi kekasih manapun. Konspirasi antara ‘sebab’ dengan ‘akibat’ menghantarkan kami pada sebuah temu di selembar Jum’at berbumbu 12 kerat tempe bacem. Kudapan yang tanpa sadar nyaris ia habiskan sendiri di teras sebuah rumah merangkap kantor dan café.

Tanaman hias di pelataran bangunan itu menjadi saksi, sekaligus ensemble percakapan kami. Aku merasa berada di sebuah panggung orkestra dengan kelengkapan suasana macam sore itu. Anturium, sansiviera, palmae bahkan naung tajuk angsana menguarkan suara dalam harmoni. Desir angina pesisir sama saja, menambah sentuhan gemerisik yang meningkahi percakapan kami berdua.

Gagasan dari ucapnya menciptakan kejut-kejut indah dalam benakku. Ia memiliki kekhawatiran yang sama soal fasisme di ranah apapun. Tentang kekhawatirannya pada orang-orang yang menjadi hamba kekerasan atas nama keyakinan. Tentang pentingnya mencatat hal sesederhana apapun untuk meninggalkan jejak gagasan.

Ia mengingatkanku dengan ungkapan Mahaguru Musmarwan Abdullah yang menganggap tiap status facebook adalah bentuk kontemporer dari coretan di dinding gua purba. Terjemahan dari kenyataan yang membuktikan betapa hal yang sepele menjadi begitu bermakna di masa depan. Betapa keisengan nenek moyang di masa lalu mampu membangun upaya penerjemahan bagi generasi masa kini. Lengkap dengan pendekatan sosiologi, antropologi bahkan paleoantropologi. Padahal, mungkin mereka sekedar mencoretkan gambar dari peristiwa sehari-hari yang teralami semata.

Begitulah. Sebuah Jum’at yang terhayati telah menjadi jembatan pemahaman yang kini membentang di antara kami. Hingga suatu ketika aku menyadari, ada masih tersisa sesuatu yang gasal di diriku. Gasal yang sungguh janggal ketika aku tak menggenapinya. Tentang 6 buku yang baru kubaca 5, semesta ledak bertajuk Supernova. Maka, pada sebuah malam yang tak tercatat oleh ingat, aku menghubunginya dengan sebuah prasangka, ia memiliki buku yang akan menggenapi gasalku itu. “Han, punya buku terakhir Supernova?” tanyaku.

“Abang bertanya pada orang yang tepat. Ada, Bang. Tapi bukunya sama si Alfa,” balasnya. Beberapa hari menjadi jeda karena kesibukannya dan kepasifanku sendiri. Aku tak mau terkesan memaksa. Padahal yang kulakukan cuma menghubungi Alva. Saat helat Festival Krueng Aceh, Alva menghubungiku. Sepertinya ia sudah mendapat titah dari sang empunya buku. Merapatlah aku ke pelataran warung kopi di Bantaran Krueng Aceh. Di sisi panggung pertunjukan, kuterima buku penggenap itu.

Kusegerakan berlalu sebab tengah berjanji dengan kawan lain. Tak kubiarkan kekosongan mengantarai aku dengan Intelegensi Embun Pagi, buku keenam Supernova. Bahkan saat menambal ban kreta yang bocorpun aku menyempatkan membaca. Rakus kulahap halaman demi halaman sambil menyantap nasi di waktu sarapan, makan siang dan makan malam. Menuntaskan dahaga yang tertunda sejak tuntas membaca seri Gelombang (2014).

Malam ini, kukembalikan Inteligensi Embun Pagi ke haribaan pemiliknya dengan jiwa yang telah tergenapi oleh kesediaan seorang perempuan yang rela meminjamkannya. Kuharap ada kata yang melebihi makna terimakasih untuk menyampaikan betapa berarti penggenapan yang telah dilakukannya terhadap ganjilku.

Sumber Foto:

  1. Foto1
  2. Foto2
  3. Foto3
  4. Foto4

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
game of thrones

Game of Thrones 8 Spoiler: Daenerys Targaryen 'Nikahi' Jorah Mormont, Bukan Jon Snow

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

KIP: LPJ Keuangan Dua Bulan Usai Pelantikan

06/02/2012
Khairullah DPR RI

Khairullah: Saya Tidak Berpolitik Tulak Moto Brok

04/04/2019
Angina Pectoris

Angina Pectoris

07/03/2026
program mitra quora

Program Mitra Quora: Ketika Bertanya Bisa Menghasilkan Dollar

02/01/2019

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.