Pertamina: 2.704 SPBU Siap Jalankan Pembatasan Premium

0
293

Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, sebanyak 2.704 unit stasiun pengisian bahan bakar umum sudah siap menjalankan program pembatasan premium subsidi yang akan dimulai 1 April 2012.

Juru Bicara Pertamina M Harun di Jakarta, Jumat (23/12) mengatakan, 2.704 SPBU itu 108 persen dari target 2.500 unit sebagai persiapan program pembatasan.

“Sebanyak 2.704 sudah siap menjual pertamax,” katanya.

Menurut dia, pada akhir tahun 2010, jumlah SPBU yang menyediakan pertamax baru 1.686 unit.

Di Jawa dan Bali dengan 3.061 SPBU, 2.065 di antaranya sudah menjual Pertamax, 700 SPBU berpotensi dialihkan tangki pendam ke pertamax dan 296 SPBU diperlukan investasi baru.

Sumatera yang terdapat 1.037 SPBU, 351 di antaranya sudah menjual pertamax, 470 SPBU berpotensi diubah tangki pendamnya dan 216 SPBU perlu investasi baru.

Sedang, dari 567 SPBU di Kalimatan dan Sulawesi, terdapat 264 SPBU yang sudah menjual pertamax, 167 SPBU diubah tangki pendamnya, dan 136 SPBU diperlukan investasi baru.

“Secara total ditambah dengan SPBU yang ada di wilayah Nusa Tenggara, SPBU yang sudah menyediakan pertamax mencapai 2.704 unit,” ujarnya.

Sementara, investasi 296 unit SPBU mencapai Rp255 miliar atau Rp393 juta per SPBU.

Harun juga mengatakan, kapasitas tangki pertamax yang dibutuhkan saat implementasi program pembatasan di Jawa Bali, diperkirakan mencapai 343 ribu kiloliter.

Jumlah itu terdiri dari 157 ribu kiloliter di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, 105 ribu kiloliter di Jawa Tengah dan DIY, dan 81 ribu kiloliter di Jawa Timur, Madura, dan Bali.

“Saat ini, kapasitas tangki pertamax yang sudah tersedia di Jawa Bali mencapai 299 ribu kiloliter atau 87 persen dari kebutuhan,” ujar Harun.

Sementara itu, dari kebutuhan kapasitas mobil tangki pertamax diperkirakan mencapai 11 ribu kiloliter, sudah 1.600 kiloliter.

“Kesiapan mobil tangki disesuaikan dengan tatanan waktu implementasi pengaturan BBM subsidi mengingat untuk saat ini masih dipergunakan untuk penyaluran premium,” ujarnya.[Antara]