• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 7, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Senyum Asing di Jalan Baru

Diyus by Diyus
07/03/2026
in Opini
0
Senyum Asing di Jalan Baru
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Aku kerap memanfaatkan waktu luang untuk menelusuri jalan-jalan yang belum pernah kulintasi. Di manapun aku tinggal, kebiasaan itu tak bisa lekang. Memasuki jalan-jalan itu mengingatkanku pada lorong waktu. Atau mungkin lorong ruang. Kadang, di perkotaan yang sumpek dan ramai, kutemukan sebuah jalan sempit yang ketika kumasuki menyajikan pemandangan perkampungan.

Semacam senarai pandang yang membawaku ke masa kecil. Ke tumpukan jerami tempat aku berjumpalitan bersama kawan-kawan usai panen. Mencubit memorabilia ketika kami asyik memburu belalang untuk umpan burung peliharaan. Atau berebut layangan yang putus saat kami udarakan, melayang lepas menuju kebun tetangga, tersangkut di batang mangga di pekarangan rumah Wak Pangin.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Jalan-Jalan tersembunyi, bahkan mungkin terabai dalam rentang jelajah. Jalan-jalan yang tak masuk dalam lintas rutinitas harianku. Jalan-Jalan yang belum berisi kenangan, bahkan dengan bayanganku sendiri. Kutemukan beragam nuansa di jalan-jalan baru itu. Sesekali bersua nuansa Eropa, suatu ketika mendapati nuansa perkampungan dan terkadang bertemu nuansa perumahan minimalis. Saat beruntung, engkau akan menemukan sebentang jalan yang terlindung oleh kanopi Casuarina Equisetifolia, sebelum seorang bedebah bermodal stempel menebangnya dengan sebab keberlendiran otaknya.

Rasakan, di antara berjuta bising dan hingar kota, aku bersua kerindangan di tepi sebuah kanal. Meski tak berair sejernih sungai di kaki pegunungan, alirannya tetap tenang. Berhias dedaunan kering yang menghanyut ke hilir. Larik mentari sore menjadi bumbu tambahan yang kudapati bersama semilir hembus sang bayu. Meski sejenak, beban utang-piutang dari departemen perkreditan dalam otakku mendapat jeda-rehat.

Kuhentikan kendaraan di sebuah titik yang mewakili ruang atau waktu lain, yang pernah kureguk dalam hidup. Duduk sejenak, kusulutlah rokok sebatang untuk menyesap nikmat tersembunyi di antara banalnya suasana kota. Sebuah sudutnya menyajikan 2 lelaki yang tengah bermain catur. Sudut lain menampilkan kanak-kanak yang tengah beriring dengan sepeda. Juga tanpa penting untuk kupahami, seorang perempuan penjual jamu melintas di hadapan, sosok dengan senyum ramah yang tak semata karena ia sedang berdagang, saat mengendali kendaraan bernenekmoyang velocipede.

Saat menatap matanya, atau menatap mata para kanak-kanak bersepeda itu, aku tersenyum sendiri. Tanpa alasan pasti. Mungkin sebab ia memancarkan gelombang ramah-tamah yang melampaui pemahaman bahasa manapun. Bahasa kalbu yang begitu saja hadir antara aku dan dia yang tak bernama. Dia yang mewujud di alam definisi sebagai seorang perempuan bercelana kulod mengenakan jilbab merah yang terlindung oleh topi pet. Sosok yang tengah membonceng sebentuk botol dalam kotak. Botol-Botol sisa minuman berkarbonasi yang kini berisi cairan sambiloto, kencur, beras, temulawak, kunyit, jahe dan gula merah.

Sebentang jalan yang tak pernah kutelusuri sebelumnya, yang mempertemukanku dengan orang yang bukan siapa-siapa bagiku, tapi mampu membuat aku dan dia bertegur-sapa lewat tatap dan senyuman. Lewat bahasa yang cuma mampu terpahami dengan maqam dialog di level telepatik. Rentang perjalanan baru yang menjadi katalis antara aku dengan alam dan peng-alam-an baru. Juga katarsis termurah tanpa mesti meremukkan sesuatu untuk menyalurkan daya hancur. Sebentuk daya ledak yang akan meremukkanmu dari dalam saat tak terunjuk ke luar dari diri.

Maka, kutuailah senyum asing dari jalan baru, senyum dari orang yang tak kukenal yang kadang teruntukku, tapi kadang senyum yang terungkap untuk orang lain. Tiap senyum yang lepas dari luar pantau lensa tampak begitu tulus, secanggung apapun ia terentang di bibir pada wajah seseorang. Teruntuk siapapun ia dipersembahkan, senyum-senyum yang bagiku tak bernama. Jenis senyum yang selalu melibatkan binar mata saat mewarnai semesta. Senyum yang tak memaksa picingan netra untuk memalsukan ungkap sang rasa.

Jalan baru yang kerap menarikku dari kubangan hidup, mendorongku untuk bergerak dari jumudnya kebosanan yang telah berulangkali membuatku mati dalam kehidupan.

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
Kematian Gajah dan Alarm Bencana

Kematian Gajah dan Alarm Bencana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

Jawaban SteemPress atas Pertanyaan Umum dan Pembaruan Desain

Wahai Blogger Indonesia! Sambutlah WordPress Steemit Community

14/06/2018
Twitterfeed Hentikan Layanan Berbagi Blog

Twitterfeed Hentikan Layanan Berbagi Blog

20/10/2016
FLP Sigli Ada Ketua Baru Loh!

FLP Sigli Ada Ketua Baru Loh!

11/12/2018

DPRK belum Bahas Plt Bupati Aceh Timur

01/02/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.