TARSA: Beasiswa Pemerintah Aceh Tak Tepat Sasaran

0
412

Kuala Lumpur-Pengurus Tanoh Rencong (Acehnese) Student Association (TARSA) IIUM Malaysia menuding bantuan pemerintah Aceh tidak tepat sasaran. Fakta itu terungkap saat pengumuman Lembaga Peningkatan Sumberdaya Manusia (LPSDM) Aceh tentang nama-nama penerima dana bantuan pendidikan untuk mahasiswa/i Aceh yang sedang menuntut ilmu di dalam dan luar negeri pada akhir Desember 2011 lalu melalui http://beasiswanad.wordpress.com/.

Mulyadi

President Tanoh Rencong (Acehnese) Student Association (TARSA), Tgk Mulyadi bin Zainal Abidin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/1) malam, mengatakan, dari sejumlah nama yang diumumkan tersebut pihaknya menemukan sejumlah kekeliruan.

“Misalnya, ada double nama, tidak dicantumkannya Nomor Induk Mahasiswa (NIM). Fakta yang paling mengagetkan adalah nama-nama penerima bantuan untuk mahasiswa di Malaysia,” ungkap Mulyadi.

Dia melaporkan, di Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia (UIAM) tercantum 15 orang mahasiswa mendapatkan bantuan dari pemerintah Aceh, masing-masing untuk S1 sebesar Rp. 1.725 ribu, S2 Rp.2.400 ribu, dan S3 Rp.3.200ribu dengan kategori sebagai mahasiswa yang kuliah di luar negeri. Untuk mahasiswa Aceh di UIAM, diberikan kepada 3 orang mahasiswa yang sedang menempuh S1, 11 orang sedang menempuh S2 , serta 1 orang yang sedang menempuh jenjang S3.

Hasil penelusuran TARSA, dengan cara melakukan konfirmasi pada pihak universitas terdapat fakta dan data,  dari 11 orang mahasiswa S2 yang di umumkan LPSDM sebagai penerima bantuan dana pendidikan, hanya 3 orang mahasiswa yang benar-benar mahasiswa UIAM. Mahasiswa yang terdaftar tersebut,  yaitu Mulyadi Bin Zainal Abidin dengan NIM: G1028325, Dara Amanatillah NIM: G1024208 dan Maisyarah Rahmi Hasan NIM G:0911918.

“Sedangkan 8 orang lagi, yaitu: Fitrah M, Aykal H, Ella Ulfita, Heliadi, Mahyuni, T Mamad, Nurlaili, dan Zuryati tidak tercatat sebagai mahasiswa UIAM,” tambahnya lagi.

Berdasarkan fakta tersebut TARSA menduga ada upaya pembohongan dari delapan (8) mahasiswa yang mengaku dirinya asal Aceh sedang menempuh pendidikan di UIAM atau kuat dugaan pihak LPSDM Aceh telah melakukan kekeliruan.

“Kami dari pengurus Tanoh Rencong Acehnese Student Association (TARSA) yang merupakan organisasi mahasiswa Asal Aceh di Kuala Lumpur meminta pihak LPSDM untuk meninjau kembali nama-nama penerima bantuan tersebut,” pinta Mulyadi yang juga diamini Muhammad Dayyan.

Agar bantuan pendidikan yang bersumber dari APBA yang merupakan uang rakyat Aceh benar-benar tepat sasaran, TARSA menyarankan, agar lebih teliti lagi dalam menyeleksi penerima beasiswa, agar datanya lebih akurat ditambah perlunya cross check lagi dengan organisasi mahasiswa Aceh di dalam maupun luar negeri maupun universitas.

Hal ini sangat penting dilakukan agar penyaluran bantuan pendidikan tersebut benar-benar sampai kepada yang berhak menerima bukan hantu ataupun siluman yang menyamar diri mereka sebagai mahasiswa.

“Untuk informasi tambahan, jumlah keseluruhan mahasiswa yang sedang menuntut di UIAM adalah sebanyak 6 orang yang sedang mengambil gelar S3, 36 orang sedang mengambil S2 dan 42 orang sedang mengenyam pendidikan S1. Jadi jumlah keseluruhan mahasiswa Aceh yang sedang belajar di UIAM adalah sebanyak 84 orang,” bebernya.[]