Jadilah Orang Seberguna Mungkin

0
56

Saat disuruh sebutkan apa cita-cita kita, pernahkan kita menjawab atau kawan kita menjawab “saya ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa” pernah kan? Untuk saat itu mungkin bagi kita dan bagi guru yang bertanya itu absurd, tidak kogkrit dan guru lebih menyukai siswanya yang bercita-cita di salah satu profesi tertentu.

Saat rapat umum guru tadi, aku baru menyadari jadi berguna itu penting. Disaat ada sesuatu yang kita bisa, selain profesi kita sekarang. Anak yang menyebut ingin berguna tadi mungkin seperti kondisi orang tua kita yang hidup di Gampong. Terkadang orang Gampong itu berguna dalam segala bidang kehidupan, mereka bisa membajak sawah, memanen dan berkebun menanam palawija. Di darat mereka bisa bersosialisasi dengan baik dengan masyakarat lain, bisa memperbaiki pagar kayu dan bambu. Jika di Gampong sedang pesta, bisa cuci piring, menanak nasi dalam jumlah besar, memasak ikan dan daging juga dalam jumlah besar, itu mungkin merujuk pada orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Di zaman teknologi revolusi industri 4.0 sekarang ini, satu skill saja dianggap tidak cukup untuk bertahan hidup. Akankroes temanku, kupikir hebat kalilah dia, anak Bahasa Inggris saat itu bisa mengajar di LP3i hanya dengan modal bahasa Inggrisnya saja. Tapi rupanya dia mengajar pelajaran IT, bahasa Inggrisnya hanya sebagai cadangan bagi lembaga itu, sebagai modal dia. Karena mungkin Akankroes bisa punya dua skill dalam satu paket, sedangkan orang lain yang tak terpilih di lembagai terkenal ini karena hanya punya satu skill.

“jika kamu sudah bagus dengan kaki kananmu, latihlah kaki kirimu” kata CR7. Walaupun Ronaldo tak meraih Ballon D’or kali ini, Ronaldo adalah pemain paling berguna dalam tim, the game changer. Kalau ada Ronaldo, rasio kemenangan satu tim akan meningkat pesat. Dia punya tendangan gledek, bisa menendang tendangan bebas, paling tinggi melompat, punya dribel yang bagus dan punya daya dobrak yang tinggi.

Dari Ronaldo kita belajar bahwa satu bidang saja tidak cukup. Malah pelatih sekarang membutuhkan pemain yang multi talenta. Striker murni sudah mulai jarang dipakai. Mereka ingin pemain yang bagus, dan bisa bermain di berbagai posisi. Kita juga harus mengambil pelajaran dari sini, supaya jangan hanya bisa di suatu bidang saja. Misalnya saya kalau di Gampong, sangat berguna kalau di suruh pergi berdoa ke Gampong lain, karena tidak hanya mau berdoa, tapi juga mau mengangkat piring.

Teman-temanku yang akrab juga memanfaatkanku dengan baik, ketika tak ada MC, aku dipanggil, dan aku bisa. Tak ada yang bawa acara, aku iyakan juga. Tak ada yang mau manjat kelapa aku juga mau. Tatkala bang Musmarwan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk membuat acara menulis di Pidie. Aku disuruh jadi pemateri, ya aku iyakan juga.

Saat dulu temanku tak berani bicara sama cewek, aku disuruh temani dia ke rumah ceweknya. Aku disuruh bicara, aku iyakan juga. Dari situ aku belajar. Rupanya jadi berguna itu membawa keindahan yang luar biasa, mustinya aku belajar lebih banyak skill.

dari Paya Leupon, Rio melaporkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here