• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Tuesday, October 6, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Melindungi Pagar

Diyus by Diyus
07/03/2026
in Opini
0
Melindungi Pagar
21
SHARES
94
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Aku sering bingung memikirkan rumah-rumah berpagar tinggi. Terutama yang berada di bagian tikungan atau persimpangan jalan. Ia melindungi pemiliknya, tetapi menghalang pandang para pengendara. Sebanyak apa ‘milik’ yang mesti dilindunginya sehingga sebegitu tinggi pagar membentengi rumah dari mara? Sebab aku tak memilih memindahkan pagar di tikungan atau persimpangan, kucoba selalu menurunkan laju kendaraan saat berhadapan dengan ulah pagar yang menghalang pandang di selengkung tikungan.

Begitulah. Tak peduli seberapa bingungnya aku, pagar-pagar milik yang melindungi harta, rumah dan anak; entah dari maling, laju kendaraan maupun ancaman hewan liar, pagar tetap berdiri melindung isi. Sementara aku sudah merasa sia-sia mengalamatkan kesal saat lebih memilih menurunkan laju kendara ketimbang menggesernya.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Tentu saja aku tak berkepentingan untuk mengintip isi halaman. Komplainku ini cuma bakal sampai di bilik Steemit saja. Semacam keluh yang lacur oleh sesuatu yang nyaris mustahil kuubah. Lantas meluncurlah jemari meniti kata, bersama benak yang rasanya tetap tak bisa terima. Apa mau dikata, suara awak cuma sebatas batuk bagi regulasi yang lebih berpihak pada kaum berada. Kaum beruang (bukan nama binatang).

Rasa melindungi yang terlalu tinggi ternyata telah menjadikan mereka abai pada hak orang lain yang menjadi batas haknya. Abai yang bersebab daya-kuasa berada di tangan, mungkin juga segala komplain khalayak akan tuntas tak berdaya dengan satu deheman atau satu panggilan telepon. Begini model cara mereka melindungi harta, juga upaya mereka melindungi bangunan yang melindungi bangunan yang melindungi harta dan perabotannya.

Bagaimana membagi paham soal hak orang lain yang menjadi batas hak setiap kita. Hak. Sesuatu yang membatasi diri untuk saling tak melanggar, agar tak saling melanggar. Hak. Sesuatu yang menjadi landasan penyusunan aturan hukum. Hak. Sebentuk titipan wewenang yang kita terima dari Kuasa Ilahi untuk tak membenturkannya pada titipan Kuasa Ilahi di diri orang lain. Hak. Sesuatu yang kerap menyandang salah-guna ketika pemiliknya mendapati diri lebih dari orang lain.

‘Milik’-pun menjadi konsepsi yang melandasi pembentukan naluri perlindungan dan hasrat melindungi. Keberadaannya bagi tiap diri kerap menambah sekat batas dengan diri lain. Pertumbuhan jumlah dan mutu milik dalam diri seseorang akan mempertebal dan mempertinggi prasangka. Sebab segala yang mewujud dan bernama benda sesungguhnya dapat hilang meninggalkan empunya. Takut kehilangan telah menjadi padanan kepemilikan yang menjauhkan diri dari sesama dan sekitar. Hingga ia mengganggap perlindungan atas miliknya jauh lebih penting dari keselamatan orang lain.

Pertumbuhan prasangka juga menempatkan kegelisahan sebagai karib. Mata akan semakin nyalang seiring bertambahnya milik. Beragam model pagar, dinding dan kunci hadir untuk menimbulkan rasa aman atas kepastian ketetapberadaan milik dalam daftar harta. Sungguh ironis membiarkan milik menjadi penjara dengan membangun pagar pembatas pandang melampau batas. Seolah takut rumah yang ia tempati akan lari entah kemana meninggalkannya.

Lalu, bersahabatlah ia dengan gelisah. Karib. Sungguh tiada yang paling karib berkawan dengan gelisah selain insan yang punya daftar milik paling banyak. Ketenangan tidur tak lagi menjadi jalan mengurai lelah. Lenanya tidur menjadi barang mahal ketika ‘takut kehilangan’ menghantui. Degub jantung, hela napas, jernih pandang dan tenang pikir tampak menjauh, berlari menghindar ketika ‘milik’ telah terpagar dari kesadaran di antara sesama.

Mungkin semakin banyak yang kita miliki, semakin besar juga rasa takut kehilangan yang mewujud pada semakin tingginya pagar rumah, di tikungan pula. Mungkin saja, aku bisa bilang begini karena belum pernah mengalami kaya. Tapi, apakah mereka berani miskin sejenak saja untuk mencoba merasakan apa yang kualami?

Image Source:

  1. Image1
  2. Image2
  3. Image3
  4. Image4

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
Asian Games 2018, Tari Saman dan Salah yang Terpelihara

Asian Games 2018, Tari Saman dan Salah yang Terpelihara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

Pengurus MPU Setahun tak Terima Gaji

16/12/2011
bonus demografi

Kependudukan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Aceh

07/03/2026

AS Serang Iran, Dampaknya Lebih Besar dari Serangan Israel

09/03/2012

Roberto Mancini Terlibat Sengketa 'Kartu Merah'

07/03/2026

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.