• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 7, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Nanti akan Kutulis Lebih Lanjut

Diyus by Diyus
07/03/2026
in Opini
0
Nanti akan Kutulis Lebih Lanjut
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sesungguhnya ini perjalanan bersebab duka, tetapi dengan misi menghibur kawan yang tengah pilu. Ibunda Zulfan Amru berpulang. Ia seorang steemian produktif. Kabar mengenai perjalanan ini kuperoleh dari seorang non-steemian yang sesungguhnya berpeluang menjadi peramu konten kelas dunia menghubungiku. Ia bernama Bukoum Kuala Mentaro. Aku mendapat kabar dukanya sehari sesudah, namun masih tak tau bagaimana berkunjung ke sana tanpa terlalu menguras isi kantong.

“Bang… aku, Reza, Keubeu dan Bang Pojant mau ke tempat Bang Pan,” ujarnya. “Apa ke ikot? Tanyanya.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Aku mengiyakan. Sebab, aku dan Piasant punya kelekatan melebihi beberapa orang yang dekat denganku. Menolak tawaran seindah ini, apalagi berkait dengan peghiburan duka kawan kentalku adalah tindakan paling keji. Setelah menyepakati titik temu, aku menunggu kedatangan mereka. Berbekal sehelai kaos oblong sebagai pengganti, berangkatlah aku menuju rumah duka.

Ini semestinya perjalanan duka. Namun, kami adalah para pejalan yang bertujuan menghibur kawan yang sedang berduka. Sepanjang perjalanan berhias kelakar yang cuma terhenti ketika rahang terasa kaku akibat dosis tawa yang melampau batas. Juga perut yang telah terasa kejang. Nyaris di setengah sisa akhir perjalanan aku mengisahkan pengalaman menyantap Sup Grong-Grong.

Aku masih percaya dengan sensor lidahku soal lezat dan tak nikmat. Hingga untuk menggambarkannya kuurai persekutuan rempah yang mengadirkan rasa dalam kenang, menggema di rongga mulut dan sekujur lidah. Sayangnya, kisah itu kuutarakan saat Grong-Grong telah lewat.

Walhasil, kami makan subuh di Bireuen, di sebuah warung sebelah kiri jalan yang menyediakan kopi, minuman sachet dan nasi. Beragam lauk membuat @bookrak berdiri 5 menit untuk menentukan lauk pilihannya. Saat dan usai makan, celotehku tak berhenti soal sup Grong-Grong yang sungguh mempesona itu. Sup yang kusantap 3 kali. Ketiganya berlangsung di sepertiga malam yang akhir. “Suluh ketiga,” ujar Pojant melengkapkan istilah yang tepat atas bentuk waktu itu. Saat yang dianggap para penekun agama Islam sebagai golden time dalam belajar dan beribadah.

Usai membayar, mobil melaju lagi menuju rumah duka, Lhokseumawe. Mantan Kota Petrodollar yang konon telah menjelma menjadi Kota PetroSteemit. Sebab pagi masih terlalu muda, kami memutuskan berhenti di sebuah masjid saat Shalat Subuh. Beristirahat di situ. Aku yang tak lagi mampu memejamkan mata membiarkan saja kawan-kawan seperjalanan yang tidur di rangkang di bagian belakang masjid, menuju pelataran. Ternyata ada Pojant dan @Zeds di sana.

Setelah membicarakan situasi pagi yang sejuk, mengomentari tanaman pinang yang berdamping-tumbuh dengan kelapa, kami merasa butuh menyeruput kopi. Zulham yang berkampung di sekitar masjid tersebut merekomendasikan kami ngopi di Simpang Matang. Entah berapa tahun aku tak menikmati pagi ala warung di pusat kota kecil yang menyajikan pemandangan kesibukan manusia. Pegawai Negeri Sipil yang mengantar anak ke sekolah, seorang lelaki yang membeli 5 bungkus nasi gurih, orang-orang yang melawan arus lalulintas demi melaju lebih cepat juga segala bentuk kecurangan harian yang tampak sudah termaklumi begitu saja.

Usai sarapan sekedarnya, kami kembali lagi ke arah Banda Aceh untuk melihat kawan-kawan yang masih terkapar sejak usai subuh tadi. Musik di mobil mendentam, lagu Dream Theatre yang tak kutau judulnya menggema. Cukup untuk menjaga ketersediaan adrenalin pembunuh kantuk pagi yang sungguh menggoda untuk kuladeni.

Tiba di masjid tersebut, kami temukan kawan-kawan masih terkapar. Aku tak pernah berani membangunkan orang yang sedang tidur. Pojant berinisiatif menggugah mereka untuk melanjutkan perjalanan. Satu demi satu mereka bangun, membasuh muka dan membasahi kepala untuk menghadirkan sadar secepat mungkin. Setelah menghitung jumlah ‘pasukan’ kami melaju lagi.

Tiba di Lhokseumawe, kami tak langsung menuju rumah duka. Zulfan, sang ahli bait mengarahkan kami menuju warkop yang terletak 100 meter dari bibir gang rumahnya. Sebagai orang yang tiba terakhir di situ, aku menemukan rombongan telah mengambil kursi dan tertawa-tawa bersama Zulfan. Aku tak menemukan jejak duka di wajahnya. Pandai betul dia menyimpan rasa kehilangan sedalam itu.

Kami ngobrol di teras rumahnya yang berbentuk ‘L’. Pembicaraan memanas. Tuan rumah memberi kode agar kami bergerak menuju Warkop Taufik Uteun Bayi. Di sana, pembicaraan mengenai konstelasi politik lokal berlanjut. Terlalu banyak sanggahan yang kutemukan, terlalu banyak tangkisan yang kuterima tanpa kuserang. Akhirnya, sebuah kesepakatan tercapai.

Berpindah lagi rombongan ke rumah duka. Makan siang. Ini sesi terakhir kami bertemu dengan ahli musibah. Selanjutnya, kami bergerak menuju perjalanan perdurianan. Sebab, Hafid Polem telah mengikat janji berduri dengan @my451r di Buloh Blang Ara. Ke sanalah kami menuju. Durian tak seremeh yang kukira. Sebab, 30 buah berduri itu tak mampu kami habiskan.

Kusadari, tulisan satu ini seperti bajing yang melompat dari satu pohon tema ke pohon tema lain. Jangankan kalian, Wahai Sidang Pembaca… aku sendiri merasa anti-klimaks dengan catatan yang satu ini. Hari ini terlalu banyak untuk kukisahkan, itu sebab kujuduli “Nanti akan Kutulis Lebih Lanjut” karena memang aku baru akan merasa puas saat menuliskannya lebih lanjut. Kuharap demikianpula kalian akan mendapati rasa yang serupa.

 

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
Kisah Orang Mati dan Motivasi Seorang Steemian

Kisah Orang Mati dan Motivasi Seorang Steemian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

Soal Rawagede, Belanda akan Minta Maaf

06/12/2011

Pemerintah Aceh Khianati Rakyat

04/12/2011

Baitul Mal Banda Aceh Salurkan Beasiswa

12/12/2011
Irish Bella

Di Luar Negeri, Irish Bella Berpose dengan Kuda

17/10/2018

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.