• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 7, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Pasar

Diyus by Diyus
07/03/2026
in Opini
0
Pasar
20
SHARES
92
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jalan becek di gang-gang sempit. Orang-Orang yang berlalu-lalang beradu bahu untuk mencapai los-los atau gelaran lapak tempat mereka akan menemukan barang yang akan dibeli. Kadang untuk mencapainya tiap orang mesti terjebak kemacetan di pelataran parkir. Sebab, kerap kali ketika seseorang akan masuk, orang lain sedang akan keluar.

Meski suasananya kerap menyebalkan kala hati sedang tergesa dan hana mangat asoe, kepentingan untuk memenuhi kebutuhan memaksa kita untuk tetap berkunjung ke situ. Mencari sepotong lengkuas, seperempat kilo bawang putih, 100 gram bawang merah, 3 ikat bayam, cabe, minyak goreng bahkan sekedar secupak lada.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Lalulintas dan lalu-lalang para pedagang berpadu menjadi orkestrasi harian yang luput oleh pantau akal. Kerap kali aku abai tentang cerita yang melatari tiap orang. Seolah mereka cuma pemeran figuran dalam pagelaran lakon hidupku. Kuli panggul yang gajinya entah berapa, pedagang di lapak beralas terpal biru yang wajahnya penuh harap. Juga optimisme dalam percakapan mereka tentang berapa banyak barang yang akan laku dari lapaknya hari ini.

Tumpukan wortel menghadirkan nuansa orange, tomat dengan merah dan hijaunya. Juga sawi yang menghijaukan pandangan. Semuanya menjadi potret kerja keras tiap orang. Tak terkecuali warna kentang yang menghadirkan nuansa lusuh dan murung. Setiap benda di sana punya cerita, tak seperti aku yang kerap kehabisan cerita ketika berhadapan dengan keyboard laptop.

SONY DSC

Becak barang yang sampai besok masih memikul khittah untuk beroda tiga tengah mengangkut karung. Beberapa bagiannya yang robek menyembulkan cabe hijau dari karung putih berkapasitas 100 kilogram. Rodanya telah mengangkang kehilangan presisi catwalk saat mengangkut pesanan. Aroma amis dari los pedagang ikan membelai sel epitel silindris di rongga hidungku. Ah… ini bagian dari kerja panjang nelayan yang mempertaruhkan nyawa di meja judi samudra.

Belum lagi suaranya. Hingar. Berebut masuk ke dalam liang rungu menyentuh kohlea. Saking bisingnya, telingaku kadang berdenging oleh lengking sempritan tukang parkir. Perempuan-Perempuan perkasa yang bersimpuh. Juga lelaki digdaya yang tengah memanggul. Puitisme macam apa yang kurang di sini. Di mana lagi bisa kau temukan tempat suara, rasa, aroma, suhu dan vista berpadu di satu titik? Kapan engkau sungguh menyadari harmoni tengah berpadu-cumbu dengan distorsi?

Garis wajah yang kutemukan juga kerap serupa. Berhias gesa yang menggegas langkah, menimbulkan tatap tak sabar. Terbaca dari gerak tubuh yang condong ke depan saat melangkah. Terkadang mewujud menjadi ketukan tak sabar tapak kaki seperti drummer yang tengah menjaga ritme sebuah band.

Peluh mereka yang bening kerap tertindih debu dan karbon dari asap knalpot kendaraan. Seperti bening lain yang mudah ternoda. Buliran yang semestinya menjadi stempel paling sah dan tak terpungkiri bagi tiap rupiah yang mereka kais di tempat setiap hasil kerja keras dari penjuru negri ini berawal.

Ayunan cangkul dan keringat para petani memang tak hadir melengkapi. Tidak dalam wujud pertunjukan yang langsung. Namun, tanpa kenyataan peluh para petani, beserta ayunan cangkul dan tiap gumpal lumpur yang melekati di tangan dan kaki mereka, pelabuhan komoditas ini akan alpa dari kehadiran sayur-mayur dan bumbu rempah. Seperti ketidakhadiran air laut dan keringat nelayan sebagai sutradara ikan dan garam.

Belum lagi keragaman pakaian. Lusuh dan gemilang berpadu. Terutama para ibu yang kerap mengenakan sandang salah tempat. Mereka berkunjung kemari seperti akan pergi ke pesta kawinan. Lengkap dengan pupur riasan di wajah. Juga gincu yang membuat bibir tampah ranum merekah. Pemandangan yang berpadu kontras dengan sandal jepit pedagang yang telah terlalu pipih untuk bisa melindungi tuannya dari sebongkah batu sekalipun.

Mungkin ini satu di antara tak terhitung jumlah keajaiban harian yang kerap terabai olehku dalam memahami diri. Seperti ketidakhadiranmu yang selalu melingkup pikiran. Juga sajak-sajak yang makin menggelegak saat kita berjauhan seperti sekarang. Bahwa tanpa hadirmu, aku dapat mencecap nikmat rindu yang telah kukecualikan dari monopoli Dilan. Kasih, lumatlah aku sepenuh gemas saat sua bertaut. Berjanjilah!

PS: Tulisan ini kubuat untuk belajar mengembangkan 1 kata sebagai tema dan judul tanpa menyebutkannya dalam isi.

Sumber Gambar:

  1. Gambar1
  2. Gambar2
  3. Gambar3
  4. Gambar4
  5. Gambar5

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
Rhaegar Targaryen Bakal Hadir dalam Game of Thrones Musim 8?

Rhaegar Targaryen Bakal Hadir dalam Game of Thrones Musim 8?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

Didesak Pakar Hukum, Darni Bakal Mundur dari Rektor

04/01/2012

Irwandi Janji Bangun Situs Kerajaan Islam Peureulak

30/11/2011

Kalahkan Al Sadd 4-0, Barca Jumpa Santos

07/03/2026

KPU Harapkan Tahapan Pilkada Aceh Berjalan Lancar

17/01/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.