• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Saturday, October 3, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result

Sejarah Perang Dunia Perlu Dikaji

Harlan by Harlan
11/11/2011
in Uncategorized
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pekanbaru – GM Policy, Government, and Public Affair PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) Usman Slamet mengatakan fakta sejarah terkait Perang Dunia II yang belum terkuak di area ladang minyak perusahaan di daerah Duri, Provinsi Riau sangat penting untuk dikaji guna kepentingan bersama.

“Karena sampai sekarang belum ada dokumentasi terperinci mengenai sejarah Perang Dunia II di Duri,” kata Usman seperti dilansir Kantor Berita ANTARA, Jumat (11/11).

READ ALSO

Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud

Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?

Ia membenarkan, bahwa ada monumen untuk Korban Perang Dunia II di dalam komplek CPI di Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau. Namun, ia hanya mengerti monumen itu didedikasikan untuk para korban kekejaman perang yang tak diketahui identitasnya.

“Nama-nama pahlawan itu tidak diketahui,” ujarnya.

Bahkan, Usman juga mengatakan Chevron tidak memiliki data mengenai kapan monumen untuk korban Perang Dunia II itu didirikan.

“Kapan monumen itu didirikan dan siapa yang mendirikannya saya dan teman-teman di Chevron tidak tahu,” katanya.

Bukti adanya sejarah Perang Dunia II di Duri sejauh ini baru bisa diketahui dari keberadaan monumen di tengah pemakaman, yang ada di Komplek Sago CPI tak jauh dari landasan helikopter. Pada bagian atas monumen itu ada tulisan berwarna emas dengan dua bahasa: “Monumen Korban Perang Dunia-II/`Monument of World War-II Victim”.

“Sayangnya Pemerintah Daerah (Pemda) Riau dan Chevron kurang merawatnya, apalagi mengungkap sejarah yang sebenarnya. Sedangkan, warga Duri yang mayoritas pendatang juga tak banyak tahu sejarah itu, apalagi bisa melihat monumennya, karena tak bisa sembarangan masuk ke area komplek CPI,” kata Koordinator Duri Institute, Agung Marsudi.

Menurut dia, sejarah monumen itu berawal ketika Chevron menemukan banyak tulang belulang terkubur saat proses pembuatan infrastruktur migas di Duri pada tahun 1950-an. Kuat dugaan tulang belulang itu merupakan korban kerja paksa di zaman penjajah Jepang atau Romusha.

Tulang belulang itu dipindahkan ke lokasi yang sekarang berdiri monumen di komplek Chevron, dan perusahaan saat itu mengakui bahwa mereka adalah korban Perang Dunia II.

Menurut Agung, Jepang saat Perang Dunia II pada awal tahun 1940-1n mengambil alih fasilitas Migas di Duri hingga Minas dari Amerika Serikat.

Bahkan, Jepang saat itu juga membangun rel kereta api karena menduga ada kandungan emas di Duri. Bukti rel kereta api masih ada di daerah Balai Raja yang dahulu dibangun oleh rakyat Indonesia yang dijadikan Romusha. [Antara]

Related Posts

Teknologi

Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud

01/10/2026
News

Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?

01/10/2026
Teknologi

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026
Teknologi

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026
Teknologi

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM
Ekonomi

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Next Post

Korban Perang Bertutur di Atas Panggung

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Presiden Lantik Kabinet Hasil Perombakan

19/10/2011

Wabup Atim: Stop Jaga Malam di Aceh Timur

22/02/2012

Pemerintah Kita Seperti Tahi Buah (Bagian Satu)

07/03/2026

KIP: 16 Februari 2012 Tanggal Pencoblosan

10/11/2011

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar
  • iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.