Beranda blog

Irwandi Yusuf, Pria Berkacamata Itu…

10

Suatu hari di tahun 2001, yang tak aku ingat persis hari apa dan tanggal berapa, seorang pria dengan tinggi badan pas-pasan dan berkaca-mata, memarkir vespa berwarna perak di halaman sebuah rumah yang berada di sisi kanan kantor Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA). Sepeda motor ‘legendaris’ itu diparkir tepat di bawah pohon kelapa setinggi lima meter, dan secara tidak langsung melindungi sepeda motor itu dari cahaya matahari langsung. Hari itu, cuaca di Banda Aceh, memang sedang terik betul.

Dengan langkah gontai, pria itu masuk ke dalam kantor di bilangan Teuku Panglima Polem Nomor 62 yang saat itu belum terpasang jendela. Di dalam kantor, dia bersalaman dengan beberapa aktivis di kantor itu, dan berbicara dengan mereka untuk beberapa menit. Dia duduk di ruang tengah kantor di mana sebuah meja seukuran dua kali tiga meter berada. Para aktivis kerap berdiskusi di ruangan ini, kadang untuk rebahan, atau menonton layar televisi. Aku tidak ingat, apakah dia sempat menghabiskan rokok 234 yang disulutnya sesaat setelah berada di dalam kantor. Soalnya, dia tampak seperti terburu-buru.

Saat pria berkaca mata itu keluar dari kantor, seorang aktivis di kantor itu menyusulnya. Pria yang juga seorang dosen membuka bagasi sepeda motornya, dan mengambil sesuatu di dalamnya. Rupanya hanya satu bundel kertas hasil fotocopy. Berkas itu segera berpindah tangan. Setelah itu, dia menghidupkan vespa bututnya, dan segera menghilang dari sana. Suara dari mesin sepeda motor itu baru menghilang setelah tiba di simpang masuk jalan T Panglima Polem.

Sepulang pria berkacamata itu, kami sempat membaca isi dari kertas yang tadi diantar tersebut. Aku sendiri hanya membaca sekilas tulisan berukuran besar di atasnya: AMARAN. Tulisan ini berada di bawah sebuah lambang buraq-singa dan tulisan Acheh Sumatera National Liberation Front. Amaran itu ditulis dalam bentuk poin bernomor 1, 2, 3 dan seterusnya. Diketik dalam bahasa Aceh ejaan lama seperti yang biasa kita baca dalam tulisan-tulisan Wali Neugara Aceh Merdeka, Hasan di Tiro. Pada bagian paling bawah, terdapat nama dan tanda tangan dari orang yang mengeluarkan amaran. Tertulis, Juru Bicara Militer ASNLF, Teungku Sofjan Dawood.

Kertas yang berisi pesan ajakan mogok itu, oleh aktivis di kantor itu, sebagiannya disimpan di bawah kasur palembang yang sudah kusam. Sementara sebagian lagi dibagi ke berapa orang agar ditempel di tempat-tempat yang dipandang perlu. Seorang abang becak yang sudah menjadi bagian dari keluarga besar SIRA, mengambil sebagian besar kertas itu dan membawa bersamanya. Esoknya, beberapa orang mengaku melihat kertas tersebut ada di halte bus, di pintu pertokoan dan di tiang listrik. Kala itu, penyampaian pesan melalui selebaran sangat efektif.

Sejak bertemu pertama kali di kantor SIRA itu, aku tak pernah lagi melihat sang dosen berkacamata itu. Bahkan, ketika aku dan beberapa teman berkunjung ke Alue Dua, Nisam saat CoHA, juga tidak bertemu dengannya. Hanya beberapa kali aku mendengar kabar tentangnya, dan hal apa saja yang dilakukannya dalam membantu propaganda GAM. Ya, sang dosen alumni sebuah kampus di Amerika itu kerap menerjemahkan pesan-pesan propaganda GAM ke dalam bahasa Inggris dan disebarkan ke kalangan wartawan dalam dan luar negeri.

***
Awal tahun 2005, sekali lagi, aku berjumpa dengan pria berkaca-mata itu. Perjumpaan ini terjadi jauh dari Aceh, di kantor Aceh Support Group (ASG) di bilangan Manggarai, Jakarta Selatan. Waktu itu, aku dari lantai dua dan hendak membeli rokok. Pria itu sedang duduk menyandar di lantai dasar dan asik bermain dengan handphone-nya.

“Oh, Teungku, pajan troh?” aku mengulurkan tangan menyalaminya.
“Ban, mantong,” jawabnya. Tatapannya masih tajam seperti pertama kali aku melihatnya di Aceh.

“Neu-ek u ateuh. Awak nyoe di ateuh mandum,” kataku. Dia segera mengambil tas dan bergegas naik ke lantai dua.

Aku tidak tahu apa yang dibicarakannya di atas, tapi dia memang ada janji bertemu dengan Faisal Ridha. Namun, ketika aku kembali ke kantor hampir setengah jam kemudian, sang pria berkaca-mata itu sudah tidak ada lagi. Aku hanya tahu dia membutuhkan laptop saat itu. Boleh jadi banyak hal yang ingin ditulis dan dikirimkannya kepada pimpinan GAM di luar negeri.

Hanya saja, dia menolak ketika ditawarkan laptop second. Dia mau laptop yang masih baru dan memiliki fitur canggih. Soalnya, meski berprofesi sebagai dosen di Aceh, dia cukup melek teknologi. “Kujok laptop bekas pakek, han geutueng,” kata Faisal Ridha, kala itu.

Setelah itu, aku mendengar kabar, dia sudah berada di Malaysia. Dan tidak lama kemudian ke Eropa, menemui petinggi GAM di sana. Dan, ketika proses pembicaraan damai antara GAM dan RI berlangsung, sang pria itu mulai dilibatkan. Kehadiran juru propaganda GAM ini dipandang penting karena dianggap lebih mengetahui kondisi terakhir di lapangan seusai tsunami. Belakangan, pihak Pemerintah RI menolak jika pihak GAM melibatkan dosen dari kampus di Darussalam itu. Soalnya, yang bersangkutan masih berstatus sebagai tahanan politik.

Namun, dalam banyak kesempatan, sosok yang memiliki banyak nama samaran itu, seperti Tgk Agam, Isnandar Al Pasee atau Jean Micheal Hara (J.M Hara) ini mengaku tidak lari dari penjara, melainkan penjara yang lari darinya. Pria berkacamata itu, Irwandi Yusuf.

***
Setelah MoU Helsinki ditandatangani pada 15 Agustus 2005, pria yang pernah menolak laptop second itu menjadi sosok penting di Aceh. Alumnus S2 pada Universitas Negeri Oregon, Amerika Serikat ini menjadi Representatif GAM untuk Aceh Monitoring Mission (AMM) yang diketuai oleh Pieter Feith. Nama dan wajahnya semakin sering masuk halaman depan koran lokal, nasional dan juga media luar negeri.

Lalu, Aceh menyambut pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2006. Dalam Duek Pakat Bansa Aceh Ban Sigom Donja di Gedung Dayan Dawood, pada 20-21 Mei 2006, nama pria berkacamata itu sama sekali tidak masuk dalam bursa. Kala itu, mayoritas peserta rapat memilih Nashiruddin bin Ahmed-Muhammad Nazar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dari GAM. Namun, hasil rapat itu belakangan justru memercik api perpecahan di kalangan orang GAM, khususnya antara kelompok muda dan tua. Pasangan yang terpilih tersebut kemudian bubar di tengah jalan. Kalian baca saja laporan Kembalinya Propagandis GAM ke Singgasana.

Singkatnya, kelompok muda GAM sibuk ke sana ke mari mencari pengganti Teungku Nashiruddin bin Ahmed, seorang juru runding GAM yang ditangkap menjelang bubarnya CoHA. Saat itu, ada dua nama yang gencar disebut-sebut yaitu Irwandi Yusuf dan Nur Djuli. Nama yang terakhir memudar dengan sendirinya setelah ditolak oleh pasukan GAM di lapangan.

Nama Irwandi Yusuf kian menguat sebagai calon gubernur Aceh, meski yang bersangkutan sempat beberapa kali menolak ikut Pilkada. Aku ingat sebuah pertemuan kecil di sebuah kamar di Sultan Hotel, Peunayong. Di dalam kamar yang aku lupa nomor berapa, sudah ada Nurdin Abdurrahman, Irwandi Yusuf, Sofjan Dawood dan beberapa orang yang mengaku dari Aceh Wall Trade Center (AWTC), kelompok pengusaha Aceh yang pulang dari Malaysia. Soal calon gubernur sempat disinggung dalam obrolan ringan dan santai itu.

Saat namanya disebut sebagai calon gubernur menggantikan Nashiruddin bin Ahmed, Irwandi yang sedang tidur tengkurap di atas kasur seketika bergerak, terduduk. “Bek kei, syi mita laen dile,” katanya, menolak. Orang-orang yang duduk di lantai kemudian menimpali bahwa saat itu hanya dirinya yang lebih dikenal di Aceh dan paling refresentatif menjadi calon dari GAM.

Dalam Rakor SIRA di Wisma Cendana pada 20-21 Agustus 2006, para aktivis referendum secara bulat menduetkan Irwandi Yusuf dengan Nazar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada 2006. Sejak itu, keduanya disosialisasikan dengan gencar ke lapangan. Mereka maju melalui jalur perseorangan. Wadah segera dibentuk. Seuramoe Irwandi Nazar (SINAR).

“Ngon modal ie babah puteh dan sembahyang, geutanyoe mampu ta peusapat 3 persen KTP dukungan dari seluruh Aceh,” kata Irwandi dalam sebuah rapat koordinasi SINAR sehari seusai pencoblosan.

Irwandi Yusuf dan Nazar maju dari jalur independen berdasarkan hasil quick-count meraup 38,20 persen. “Atas kerja keras tim, usaha yang sungguh-sungguh dan komitmen pada perjuangan, terlihat bahwa kita keluar sebagai pemenang. Secara resmi diumumkan oleh KIP pada 2 Januari 2006,” tambah Irwandi.

Aku mencatat banyak hal yang disampaikan oleh Irwandi dalam rapat koordinasi itu. Di antaranya, dia tak mau dilantik di Jakarta serta tak mau dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Memang, Irwandi tidak dilantik di Jakarta melainkan dalam rapat paripurna DPRA, dan dilantik oleh Mendagri Muhammad Nuh (kini almarhum). Padahal, Irwandi ingin sekali dilantik di Masjid Raya Baiturrahman. “Agar lebih merakyat,” katanya.

Meski terpilih sebagai Gubernur Aceh, Irwandi ingin membatasi hubungan dengan Jakarta. Memang, selama dipimpin Irwandi, hubungan Aceh dengan Jakarta sedikit naik-turun. Hal itu sangat wajar, karena Aceh baru saja terbebas dari konflik berkepanjangan. Ada saja kerikil-kerikil kecil yang mengganggu hubungan kedua pihak yang lebih 30 tahun berseteru.

Ada lagi janji Irwandi kala itu, yaitu tidak mau tinggal di pendopo. Ia akan mengusahakan agar Pendopo menjadi kediaman Wali Neugara, Hasan Tiro, sekira pulang ke Aceh. Benar, sebagai gubernur, Irwandi memang tidak tinggal di Pendopo, dia lebih memilih tinggal di sebuah rumah di Jalan Salam, Lampriet.

Aku memang tidak dekat dengan Irwandi Yusuf, tapi pernah beberapa kali bercengkrama dan bercanda dengannya, dan itu terjadi selama masa kampanye Pilkada 2006. Pernah juga beberapa kali satu mobil dengannya ketika turun ke lapangan. Selama aku mengenalnya, dia kerap bicara ceplas-ceplos dan apa adanya. Dia kadang bicara kasar kepada temannya, tapi belakangan aku tahu, begitulah dia kerap bersikap dengan sahabatnya.

“Munyoe geu tenak teuh, nyan berarti gobnyan toe ngon tanyoe,” kata beberapa teman dekatnya.

Ada satu kejadian yang hingga kini masih aku ingat baik-baik, yang menunjukkan kalau dia seorang pribadi yang jujur. Saat masa kampanye, pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar sama sekali tidak diperhitungkan sebagai kandidat pemenang Pilkada. Karenanya, tak banyak orang kaya yang mendukung pasangan ini. Pengusaha lebih yakin pada pasangan Humam Hamid-Hasbi Abdullah yang didukung para petinggi GAM.

Sekali waktu, ada seorang pengusaha Aceh di Medan (?) memberikan selembar cek untuk biaya operasional. Nilainya ketika itu termasuk besar untuk kandidat yang bekerja dengan ie babah puteh, Rp150 juta. Irwandi tidak mencairkan cek itu untuk dirinya, melainkan dia serahkan kepada bendahara SINAR. Padahal tidak ada seorang pun yang tahu hal ihwal cek tersebut, dan dia bisa saja mengambil untuk dirinya sendiri. Apa yang dilakukan itu, bagiku, sebuah sikap yang patut dipuji. Saat itu, aku tahu, dia seorang yang jujur!

***
Aku memang tidak menjadi pendukungnya (dalam pengertian menjadi tim sukses) dalam Pilkada 2017 lalu, dan bukan pula tim sukses kandidat lain. Aku hanya disebut-sebut sebagai pendukung Apa Karya, karena memang aku beberapa kali menulis sosok yang membuat Pilkada 2017 itu berlangsung semarak dan kocak. Namun, penangkapan Irwandi pada 3 Juli 2018 lalu oleh KPK, sempat membuat aku kaget dan heran. Aku percaya KPK tidak sembarangan menangkap orang tanpa bukti kuat, tapi aku juga percaya bahwa Irwandi tidak melakukan seperti dituduhkan itu. Pasti ada yang salah atau ada pihak yang sengaja menjebaknya.

Namun, seperti pepatah latin, temporal muntatur etnos muntatur ilis, waktu itu berubah dan kita ikut berubah di dalamnya. Sudah lama aku tidak lagi dekat dengan Irwandi atau mengetahui sepak-terjangnya, dan terakhir aku bertemu dengannya seusai konferensi pers di kantor Demokrat Aceh atau dua hari setelah Pilkada, saat itu aku sedang mempersiapkan laporan Kembalinya Propagandis GAM ke Singgasana yang diminta oleh Tirto.ID.

Aku seperti masyarakat kebanyakan lainnya sedang menanti program Aceh Hebat yang akan membuat Aceh benar-benar hebat. Aku percaya, Aceh Hebat itu hanya mampu diwujudkan oleh orang hebat, dan sosok hebat itu Irwandi Yusuf. Sebelum program Aceh Hebat ini benar-benar hebat, Irwandi harus menghadapi dakwaan KPK. Kita semua menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK, tapi aku berharap bahwa Irwandi terbebas dari semua dakwaan itu. Aceh masih membutuhkan Irwandi Yusuf, hanya itu yang aku tahu. Kalian boleh menyebutku lebay untuk hal ini.

Aku tidak tahu bagaimana mengakhiri tulisan ini, tapi aku sempat membaca sebuah status di Facebook Faisal Ridha. Aku setuju dengan Faisal Ridha, dan berharap The Captain itu segera dibebaskan jika tidak terbukti bersalah. Program Aceh Hebat tentu saja butuh seorang hebat untuk melakukannya. Dan, secara tanpa sadar aku tiba-tiba mengaminkan status facebook Faisal Ridha!

Aceh Travel, Pilihan Bagi Anda yang Berkunjung ke Aceh

0
aceh travel

Bagi Anda yang merencanakan berlibur ke Aceh saat musim liburan sekolah, Aceh Travel bisa menjadi alternatif dan pilihan yang memudahkan kegiatan traveling Anda selama di Aceh. Seperti kita tahu, Aceh kini menjadi destinasi menarik bagi para pelancong atau wisatawan. Saban tahun, banyak wisatawan lokal (Indonesia) maupun luar negeri yang berkunjung (traveling) ke sini.

Aceh Travel yang menasbihkan diri sebagai Aceh Travel Hub akan menjadi sahabat bagi perjalanan Anda di Serambi Mekah. Mengusung tagline One Stop Travel Shop, situs aceh.travel menyediakan layanan terintegrasi dalam satu platform. Misalnya, Anda dapat mencari penginapan atau hotel impian dengan tarif murah, jasa rental mobil serta informasi destinasi menarik hanya dengan berselancar di situs Aceh Travel.

Untuk layanan hotel, misalnya. Anda memiliki akses untuk terhubung dengan lebih 50 hotel yang sudah terkoneksi dengan situs ini. Mulai dari lokasi hotel, tarif dan layanan apa saja yang tersedia, semuanya bisa Anda dapatkan secara gratis di situs ini. Jadi, ke mana pun Anda ingin pergi, situs ini akan membantu Anda mencari hotel dan resort yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tidak cuma itu, Aceh Travel juga menyediakan layanan sewa mobil selama Anda di Aceh dengan tarif bersahabat. Beragam jenis kebutuhan untuk transportasi selama Anda di Aceh tersedia di situs ini. Sebagai penyedia jasa rental mobil di Aceh, aceh.travel memiliki berbagai jenis armada yang cocok untuk kebutuhan Anda.
aceh travel
Bagi Anda yang pertama kali berkunjung ke Aceh, Aceh Travel menyediakan informasi mengenai destinasi favorit dan terbaik. Cukup banyak destinasi menarik dan tersembunyi di Aceh yang belum banyak diketahui pelancong. Anda dapat berpergian ke destinasi mana pun yang Anda inginkan dengan memanfaatkan jasa guide dari situs ini. Bahkan Anda bisa merencanakan liburan berapa hari pun yang Anda inginkan, dan http://aceh.travel akan menjadi pemandu Anda.

Bagaimana Anda dapat menggunakan semua layanan yang ditawarkan oleh Aceh Travel ini? Anda cukup menjadi member di situs ini dan dapatkan penawaran terbaik. Segera lakukan registrasi dan dapatkan penawaran terbaik, seperti diskon harga hotel, jasa rental mobil murah dan destinasi favorit. List harga hotel, tarif rental mobil dan destinasi terbaik bisa Anda temukan di situs ini.

Untuk mendapatkan semua layanan tersebut, Anda cukup menjadi member di Aceh Travel. Pembayaran bisa Anda lakukan menggunakan mata uang Rupiah (IDR), Ringgit (MYR) dan Dollar Amerika (USD), yang bisa Anda bayarkan melalui Paypal, Visa atau Master Card. Tunggu apalagi, segera dapatkan informasinya melalui +62-812-2222-296. []

Pidie dan Stempel

0

Masih ingat ungkapan berikut ini? “Awak Pasee peu-leubeh droe, awak Pidie peu-muri droe, dan awak Aceh Rayeuk peu-tumpok droe!”

Saya coba rawi kembali ungkapan ini untuk merespon kasus “stempel yang tidak berada pada tempatnya” yang belakangan ini jadi heboh dan ‘viral’. Saya heran bagaimana rancunya sistem birokrasi kita ketika stempel Gubernur Aceh berada di Pidie dan diterakan pada tanda-tangan Wakil Bupati Pidie.

Dan, bukan netizen yang baik namanya kalau masalah ini tidak diributkan. Itulah yang kita lihat belakangan ini, soal stempel digoreng terus menerus mengalahkan “peoples power” ala Abusyik yang juga heboh sebelumnya. Lalu, muncullah sebuah nyinyiran yang semakin menguatkan kesimpulan ‘maha-benar netizen dengan segala kicauannya’.

Misalnya, kalimat “Gubernur boleh dari Bireuen, Plt Gubernur dari Gayo, dan kantor Gubernur di Banda Aceh. Tapi, stempel tetap di Pidie!” Saya setengah geli membaca ini, dan saya anggap sebagai sebuah hiburan di negeri syariat yang mengharamkan PUBG Mobile dan bioskop ini.


Dan, bukan Pidie namanya kalau tidak mampu membawa kita “teukhem putoh urat pruet”, dan untuk keahlian ini banyak orang harus berguru kepada Pidie, bukan hanya soal berdagang saja. Saya pikir itulah arti penting keberadaan Pidie.

Kembali ke pokok masalah, ke ungkapan yang saya kutip di awal tulisan ini. Saya menangkap kebenaran dari ungkapan tersebut terutama soal Pidie “peu-muri droe”. Saya ingat ketika Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sedang kuat-kuatnya, dan pasukan GAM terkuat ada di wilayah Samudera Pasee. Di sana ada Muzakir Manaf, Sofjan Dawood, dan sebenarnya ada Rahman Paloh dan Ahmad Kandang.

Kemudian, dari Batee Iliek ada Darwis Djeunieb dan Abdullah Syafie dari Matang Rawa, Peusangan. Panglima GAM Abdullah Syafie boleh tinggal di mana saja, tapi Komando Pusat-nya tetap di Tiro. Di sinilah arti Pidie “peu-muri droe” memperlihatkan wujudnya dengan nyata.

Panglima GAM boleh berasal dari mana saja, pertempuran sengit boleh terjadi di wilayah lain, dan tokoh-tokoh hebat GAM boleh bukan dari Pidie. Tapi, soal komando harus di Pidie, seperti tercermin dari Komando Pusat Tiro.

Nah, Gubernur boleh siapa saja, dan stempelnya harus ada di Pidie dan mereka yang bisa menggunakannya. []

Fatwa Ulama Aceh: Game PUBG dan Permainan Sejenis Haram!

0
fatwa ulama aceh
Sidang Paripurna Ulama III tahun 2019 dengan tema Hukum dan Dampak Game PUBG dan Sejenisnya Menurut Fikih Islam, Informasi Teknologi dan Psikologi di Aula Sekretariat MPU Aceh, Banda Aceh. Foto: Dok. MPU Aceh

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa bahwa game PlayerUnknows’s Battlegraounds (PUBG) dan permainan sejenis hukumnya haram. Kesimpulan tersebut diambil ulama Aceh setelah bersidang selama tiga hari, 17-19 Juni 2019 di Aula Sekretariat MPU di Lampeuneurut, Aceh Besar.

Dilansir dari acehkini, Rabu (19/6), ulama Aceh yang tergabung dalam MPU melakukan pengkajian secara mendalam selama tiga hari mengenai bahaya permainan perang tersebut. Lalu, dalam Sidang Paripurna Ulama III tahun 2019, mereka menyimpulkan bahwa bermain PUBG dan sejenisnya haram.

“Hasil kajian kami selama tiga hari menyimpulkan bahwa bermain PUBG dan sejenisnya adalah haram,” kata Wakil Ketua MPU Aceh, Teungku H Faisal Ali, seperti dikutip dari acehkini, Rabu (19/6).

Pengharaman permainan PUBG dan sejenisnya karena game tersebut menciptakan kebrutalan, mengubah perilaku penggunanya menjadi negatif dan efek buruk lainnya. “Atas alasan itulah, MPU berkesimpulan permainan itu haram,” kata Faisal Ali yang kerap disapa Lem Faisal, itu.

Lem Faisal menuturkan, untuk mengkaji dan mendalami bahaya game PUBG dan permainan online sejenis, mereka juga melibatkan para ahli di luar MPU, seperti ahli teknologi informasi dan psikolog. “Yang kami haramkan PUBG dan game perang lain sejenisnya yang bentuknya mengajarkan unsur-unsur kekerasan, unsur pornografi dan islamofobia. Game bentuk-bentuk seperti itu semuanya kita larang, baik online maupun offline, termasuk PlayStation,” katanya. Menurutnya, permainan yang mengandung unsur kekerasan hukumnnya tetap haram.

game pubg
ilustrasi game pubg (foto: kumparan.com/acehkini)

MPU Aceh berharap pemerintah segera memblokir konten-konten game PUBG dan sejenisnya, setelah adanya fatwa haram MPU terhadap game PUBG dan sejenisnya tersebut. “Kita minta pemerintah segera memblokir konten-konten game yang mengajarkan kekerasan baik fisik maupun psikis kepada generasi muda masa depan kita,” pinta ulama yang memimpin sebuah dayah di Aceh Besar ini.

Fatwa Ulama Aceh yang mengharamkan Game PUBG dan permainan sejenis langsung viral di media sosial. Banyak netizen menuliskan komentarnya terkait PUBG Haram melalui akun media sosial seperti Twitter.

“Fatwa haram PUBG telah keluar, di banyak tempat pemain game terus tumbuh, apakah ini menjadi sinyal bahwa fatwa ulama semakin tidak digubris?” tulis Sulthan Muhammad Yus melalui akun Twitter miliknya @sulthan_myus.

“Jangan main PUBG. Pubg haram. Main yg lain aja. Domino, Poker dan game lain yg ada di playstore,” tulis pengguna akun @Ricky_Cunkring.

“Yokgan ke medan, main pubg, disana ga haram,” tulis pemilik akun @hatikuamburadul.

Source: ACEHKINI.ID

Game of Thrones: 15 Momen Terbaik dari Musim Terakhir

0

Kita tidak harus disadap ke jaringan Bran Stark, yang memiliki kemampuan mengetahui sesuatu (yang terjadi maupun yang belum terjadi) bahwa musim terakhir Game of Thrones membawa kekecewaan bagi banyak pemirsa. Ya, para pemirsa yang sudah menunggu hampir dua tahun untuk menikmati pertunjukan spektakuler itu. Dan, ternyata “jauh panggang daripada api.”

Banyak penggemar menulis tentang kekurangan pertunjukan fantasi dari benua westeros itu. Tapi, bukan berarti Game of Thrones 8 tidak menyisakan sesuatu untuk dipuji. Selain episode Battle of Winterfell yang melelahkan itu, kita banyak sekali disuguhkan momen spesial dan kita begitu menikmatinya. Reuni yang sangat indah itu, misalnya. Atau bagaimana dengan percakapan tenang itu, yang dipicu oleh anggur, di antara teman lama dan baru? kita juga menyukai reaksi dari beberapa makhluk yang setia terhadap penampilan tuan mereka yang tercinta, dan bahwa adegan ksatria pada malam Pertempuran Winterfell sendiri begitu menyedihkan, ia layak mendapatkan halamannya sendiri (bahkan bab!) dalam Buku Putih Kingsguard .

Meski Anda benci karena endingnya tidak seperti yang Anda inginkan, tetapi musim terakhir HBO saga memberikan selingan yang menggugah seperti ini dalam kelimpahan – dan melakukan serangkaian pertempuran yang cukup mengesankan, untuk boot. Berikut ini beberapa koleksi terindah yang dapat kita nikmati.

15. Reuni Jon dengan Saudaranya

Arya dan Jon Snow

Mereka belum pernah bertemu satu sama lain dalam beberapa waktu, seperti pelukan Jon bagi dengan Arya dan Bran (serta Sansa, ketika bersatu kembali di Musim 7) yang jauh lebih pedih. Itu terlihat seperti pelukan Utara yang hangat.

14. Brienne Seorang Ksatria

Akhirnya, karakter paling murni dari seri ini dihargai karena keberanian, kejujuran moral, dan kesetiaannya yang teguh. Dan fakta bahwa kesatrianya dianugerahkan oleh seseorang yang menjadi salah satu rekan terdekatnya membuat momen itu jauh lebih manis. Tyrion mengatakan yang terbaik: Ser Brienne dari Tarth! Seorang kesatria Tujuh Kerajaan!

13. Wajah Gelisah Gadis Ini

Berbicara tentang keberanian, bagaimana dengan Tesla, muffin kecil yang ingin bertarung di Pertempuran Winterfell?

12. 4. Bayangan Kematian Sebelum Battle of Winterfell

Ketika api para penunggang Dothraki perlahan-lahan padam, semua orang mengintip ke dalam kegelapan di sekitarnya, menunggu dan takut akan kejadian terburuk. Tidak ada yang mengikuti Pertempuran Winterfell yang mendekati pencocokan teror saat itu.

11. Saat Terakhir Lyanna Mormont

Lady of Bear Island yang mungil menjadi seorang bos, berhasil jatuh dalam makhluk raksasa sebelum menyerah pada cengkeramannya yang mematikan, kemudian terjatuh dalam keadaan tidak bernyawa.

10. Arya Sang Penyelamat

Tepat ketika sepertinya Raja Malam dan pasukannya yang mati akan memenangkan Pertempuran Winterfell, Arya menyerbu masuk dan menghancurkan manusia beku, secara bersamaan memusnahkan pasukannya dalam proses itu. Seorang gadis mendapatkan liburan yang agak panjang, bukan?

9. Cangkir dan Botol Air Mineral

Ya, itu adalah hal bodoh bagi tim kreatif acara di belakang layar ketika melewatkan cangkir minuman panas yang tertinggal di atas meja selama adegan setelah kemenangan Winterfell. Tetapi itu mengingatkan kita bahwa bahkan produksi yang paling hebat, terbaik, dan paling mahal pun rentan terhadap kesalahan, dan tanggapan resmi HBO cukup pintar. (Yang mengatakan, fakta bahwa tidak seorang pun dalam produksi kemudian memeriksa ulang episode yang tersisa untuk menangkap, katakanlah, botol air yang tersesat, tidak dapat dimaafkan.)

8. Wadah Minuman Tormund

Melihat wadah minuman Tormund jelas bikin kita muntah. Pecinta hewan perlu menegur keras penggunaan gading gajah ini.

7. Selingan Usai Perang

Dengan semua pertempuran dan pembunuhan yang terjadi di Musim 8, mudah untuk melewati adegan-adegan kecil melibatkan banyak karakter dan saling berinteraksi. Tapi selingan-selingan itu – permainan minum pasca-perang, percakapan Tyrion dan Jaime, perpisahan The Hound dengan Arya – adalah beberapa bagian terkaya dalam enam episode terakhir.

6. Cleganebowl

Reuni dua bersaudara itu begitu dinantikan. Begitu lama datang, begitu mengerikan, begitu memuaskan!

5. Bidikan yang Hebat

Tidak peduli ke arah mana Anda membalik koin Targaryen, visual Episode 6 ini adalah sesuatu yang indah.

4. Tanggapan Arya atas lamaran Gendry

“Aku bukan seorang wanita. Saya belum pernah. Itu bukan saya,” katanya dengan lembut, menghancurkan hati pandai besi. Ia mengingatkan pada sentimen yang pertama kali diucapkan oleh ayahnya, Ned Stark, dan momen seperti ini pernah muncul ketika dia bertemu dengan Direwolf Nymeria di Musim 7.

3. Reaksi Drogon

Efek berkualitas tinggi! Nilai! Sinematografi! Kemampuan binatang buas raksasa untuk dipancarkan! Satu-satunya respons naga yang tersisa terhadap pembunuhan ibunya begitu spektakuler dan memilukan pada saat yang sama.

2. Reuni Jon dan Ghost

Siapa anak yang baik? Siapa anak lelaki yang sangat baik, setia, sabar, dan pemaaf? Reuni yang bikin haru.

1. Tahta untuk Sansa

Queen in the North! Ratu di Utara! Penampilan Sansa saat penobatan dirinya begitu memikat. Utara yang kini berstatus independen memiliki seorang ratu.

Martha, Sosok yang Bakal Meracuni Ratu Naga?

0

Setelah Daenerys Targaryen menghancurkan King’s Landing di Game of Thrones 8 Episode 5, muncul pertanyaan “siapa yang akan menghentikan mother of dragons itu di episode terakhir?”

Ratu naga meraih kemenangan di King’s Landing, seperti yang diinginkannya. Tapi tindakan bumi-hangus itu bertentangan dengan pernyataan dia sebelumnya, bahwa dia tidak ingin menjadi “ratu abu” (queen of the ashes). Langkahnya itu mulai mengasingkan banyak sekutu Dany, seperti terlihat dari wajah Jon Snow, Arya Stark, Tyrion Lannister dan Ser Davos.

Fakta kecil itu segera menghadirkan pertanyaan, akankah final seri ini juga menjadi akhir bagi Bunda Naga? Kita mungkin sudah tahu bagaimana itu akan terjadi

Tidak ada lagi ratu baik hati seperti terlihat ketika membebaskan Mereen dari perbudakan. Dalam Game of Thrones 8 episode 5, The Bells, Daenerys Targaryen sudah sepenuhnya menjadi Mad Queen (Ratu Gila). Dia pun segera masuk dalam daftar karakter yang akan mati dalam episode terakhir pada Minggu (19/5) ini. Tapi, siapakah yang akan mendapatkan kehormatan membunuh ratu naga ini?

Arya Stark berada dalam daftar atas sebagai pembunuh Dany, untuk memenuhi bagian akhir dari prediksi “mata coklat, hijau dan biru” seperti ramalan Melisandre. (Berdasarkan pada buku, Dany memiliki mata ungu, tapi mata aktris Emilia Clarke memang hijau).

Jon Snow ada dalam daftar kedua yang akan membunuh Dany atas kejahatannya ketika menghancurkan King’s Landing, dan selanjutnya menjadi raja seperti prediksi sebelumnya. Tapi, prediksi tersebut mudah ditebak dan sangat tidak cocok dengan daya Game of Thrones.

Justru, kematian Daenerys Targaryen akan menjadi menarik jika melibatkan Varys dan burung-burung kecilnya. Ini mengingatkan kita pada beberapa adegan penting pada episode 5 yang luput dari perhatian banyak orang, yaitu adegan sebelum “si laba-laba” itu dieksekusi mati.

Adegan itu dilewatkan begitu saja oleh orang-orang, dan mereka justru tenggelam oleh momen saat Varys dieksekusi, penghancuran King’s Landing, dan Cleganebowl. Padahal, dalam adegan pembuka episode 5, Varys dan mata-mata mudanya, Martha, aktif mencoba meracuni Dany sebelum dia mengetahui rencana licik tersebut.

Dalam adegan pembuka episode itu, Varys dengan sangat jelas menulis surat-surat yang menjelaskan identitas asli Jon Snow, mungkin untuk dikirim ke semua raja di Westeros untuk membenarkan klaim Jon merebut tahta. Meskipun dia masih melakukan ini ketika Gray Worm datang membawanya, tidak jelas apakah dia benar-benar mengirim burung gagak–jika dia melakukannya, itu terjadi di luar layar.

Ketika salah satu dari “burung kecil” Varys, Martha memasuki ruangan, mereka berbicara singkat di mana Martha mengatakan kepada Varys bahwa “dia tidak akan makan” (“dia” mungkin Dany), dan Varys menjawab untuk “coba lagi saat makan malam.” Martha bilang tentara Dany mengawasinya, dan Varys berusaha meyakinkan gadis kecil itu dengan mengingatkannya bahwa risiko besar mendapatkan hadiah besar. Di akhir adegan, Varys meminta Martha kembali ke dapur, tempat dia bekerja.

“Semakin besar risikonya, semakin besar pula hadiahnya.” Apa risiko yang lebih besar daripada mencoba meracuni ratu Targaryen?

Ini adalah langkah yang sangat bervariasi; Master of Whispers itu selalu merencanakan, dan terus terang, busurnya musim ini terasa sangat bodoh. Rencananya adalah mendekati Jon dan Tyrion secara langsung, dan jika mereka tidak melakukannya, dia akan mati? Itu bukan Spider yang dulu kita kenal. Tapi secara terbuka menentang ratu–klasik, jika berisiko, salah arah–sementara dia diam-diam merencanakan untuk meracuni dia dari bayang-bayang? Itu lebih pas.

Tapi itu belum semua–ada satu adegan lain yang mengisyaratkan plot racun, dan bahkan mungkin memberi kita petunjuk tentang bagaimana Dany akan mati di episode final.

Ketika Varys mendengar Gray Worm dan Unsullied berderap di aula menuju kamarnya, dia membakar surat yang sedang dia tulis–dan melepaskan cincinnya. Kamera bertahan dalam close-up yang ekstrem saat ia memutar satu, menariknya, dan menjatuhkannya ke cangkir kosong di atas mejanya. Sisanya segera menyusul.

Ini bisa jadi bukan apa-apa, atau bisa juga segalanya: Ketika Olenna Tyrell meracuni Joffrey di pernikahannya, dia memetik racun – dengan tepat dijuluki “pencekik/the strangler” – dari kalung Sansa, yang diberikan oleh Dontos yang bodoh, hadiah dari Littlefinger’s, dan menjatuhkan kristal palsu ke dalam cangkir Joffrey, di mana itu mungkin larut dan menjadi tidak terdeteksi.

Ratu Naga
Sansa Stark. Foto: Gamespot

Memperbesar cincin Varys dengan cahaya gambar yang mencolok tidak menunjukkan adanya kristal biru. Faktanya, cincin yang kita perhatikan tampaknya mewakili kesetiaan Varys kepada ratu Targaryen–cincin ini tampaknya merupakan cincin ini dari pengecer resmi perhiasan Mey. Pengecer menyebutnya sebagai “cincin kesetiaan,” dan situs mereka mengklaim bahwa Varys, Tyrion, Jorah, dan Gray Worm semuanya telah memakainya sejak Musim 7. Ini dirancang agar terlihat seperti tulang naga. Ketika melepasnya, Varys secara simbolis melepaskan simbol kesetiaannya kepada Daenerys.

Tapi Varys masih setia kepada Jon, yang sekarang dia kenal juga seorang Targaryen. Meskipun kita tidak melihat kristal racun biru yang jelas ketika Varys melepas semua cincinnya, pertunjukan itu tampaknya berfokus pada pengangkatan mereka cukup lama sehingga mungkin penting di akhir musim. Pembantu di dapur, Martha, mungkin masih memiliki kaitan, dan kematian majikannya di tangan Dany dapat menginspirasinya untuk terus berusaha melaksanakan keinginan terakhirnya: melihat Ratu Naga mati, tidak peduli metode apa pun.

Jadi, untuk berjaga-jaga, ada baiknya kita mewaspadai tanda-tanda Martha di final Musim 8 Game of Thrones. Jangan-jangan, dialah sosok yang membunuh ratu naga. Tapi, pembuat Game of Thrones selalu menghadirkan banyak kejutan, termasuk dalam episode final nanti yang tayang pada Senin (20/5) waktu Indonesia. []

Nonton Game of Thrones Season 8 Episode 6

Gamespot.com

Asus ZenFone 6 Miliki Kamera Putar Canggih

0

AcehPungo.com – Ponsel flagship Asus ZenFone 6 yang baru saja diperkenalkan di Valencia, Spanyol memiliki kamera putar canggih. Dibanding pendahulunya, lini ZenFone 5, produk teranyar ini membawa perubahan radikal, baik dari segi desain maupun kamera.

Lihat saja sisi muka, Asus memangkas notch layar, sehingga hanya tersisa layar bezel-lezz yang minim bingkai berpanel LCD. Diagonal layarnya 6,4 ini serasi dengan rasio aspek 19,5:9 dengan rasio bodi ke layar diklaim mencapai 92 persen.

Meski tanpa “notch”, Asus tetap membawa inovasi kamera depan. Sejatinya, brand asal Taiwan ini hanya menyematkan kamera ganda di belakang yang dapat berfungsi sebagai kamera depan, dengan mekanisme putar, yang disebut flip camera.

Kamera belakang akan berputar ke depan saat aplikasi kamera depan diaktifkan, seperti halnya kinerja kamera pop-up atau kamera slide yang belakangan bermunculan. Samsung melalui Galaxy A80 sudah lebih dulu memperkenalkan fitur ini.

Asus mengklaim, flip camera ini bisa bertahan setelah 100.000 kali dibuka-tutup, atau sekitar 28 kali digunakan tiap hari selama lima tahun. Kamera ganda tersebut masing-masing beresolusi 48 megapiksel dan 13 megapiksel lensa ultra wide.

Sebagaimana kamera beresolusi 48 megaiksel kebanyakan, Asus menggabungkan empat piksel untuk menciptakan gambar beresolusi 12 megapiksel dengan lebih detail dan warna lebih baik.

Alhasil, saat menggunakan resolusi 48 megapiksel, fitur HDR tidak bisa digunakan. Kamera ZenFone 6 mendukung perekaman video beresolusi 4K pada 60 fps, yang ditemani stabilizer EIS.

Ada pula video slow-motion full HD pada 240 fps dan 120 fps dan video slow-motion HD pada 480 fps. Asus juga tidak mau ketinggalan tren fotografi malam. Di ZenFone 6, pabrikan asal Taiwan itu menyematkan fitur Super Night Mode.

Beranjak ke sektor dapur pacu. Asus ZenFone 6 ditenagai chipset Snapdragon 855 yang dipadu dengan tiga pilihan memori RAM dan penyimpanan, yakni RAM 6 GB/64 GB, 6 GB/128 GB, dan 8 GB/256 GB. Ruang penyimpanan masih bisa diperluas dengan microSD hingga 2 TB.

Ponsel ini dijalankan dengan OS Android 9 Pie murni dan terdaftar sebagai salah satu ponsel yang akan mendapatkan program Android Q Beta. Meski menempelkan beberapa spesifikasi yang kekinian, Asus masih menggunakan pemindai sidik jari konvensional.

Panel pemindai sidik jari membulat di tengah punggung, tepat di bawah kamera ganda yang berjajar horizontal, bukan model yang tertanam di layar. Fitur lain yang tersemat adalah colokan audio 3,5 mm dan tombol khusus Google Assistant.

Di balik cangkang terbenam baterai berkapasitas 5.000 mAh yang mendukung pengisian daya cepat 18 W. Asus ZenFone 6 tersedia dalam dua warna, yakni Midnight Black dan Twilight Silver.

Saat diluncurkan, Asus Zenfone Max 6 dibanderol dengan harga 499 euro (Rp 8,1 jutaan) untuk model RAM 6 GB/64 GB, dan harga 559 euro (Rp9,1 jutaan) untuk model RAM 6 GB/128 GB, serta harga 599 euro (Rp 9,7 jutaan) untuk model RAM 8 GB/128 GB.

Asus ZenFone 6 akan mulai tersedia di pasar AS dan Eropa mulai 25 Mei mendatang.

Kompas.com

Kekayaan Bersih Para Bintang Serial Game of Thrones

0
Daenerys Targaryen. Foto: AP/HBO

Serial Game of Thrones mendekati akhir, cuma menyisakan satu episode dari 6 episode untuk musim kedelapan atau terakhir. Dan, kita sudah melihat bagaimana Daenerys Targaryen dengan naga dan pasukannya membumihanguskan King’s Landing dalam upaya merebut Iron Throne.

Tidak hanya dalam hal merebut Iron Throne, para karakter utama wanita juga berlomba-lomba dalam hal mengumpulkan kekayaan. Sophie Turner, yang berperan sebagai Sansa Stark, mengatakan bahwa dalam kontraknya ia bersikeras untuk memastikan tenaga kerja pria-wanita mendapatkan tempat setara. Namun, dalam hal upah, pemain berusia 23 tahun itu mengakui bahwa segala sesuatunya bisa “sedikit rumit”.

“Kit [Harington] mendapat lebih banyak uang daripada saya, tetapi dia memiliki alur cerita yang lebih besar. Dan untuk seri terakhir, dia memiliki sesuatu yang gila seperti 70 kali syuting malam, dan saya tidak memiliki banyak. Saya seperti, ‘Anda tahu apa … Anda menyimpan uang itu,” kata Turner secara bercanda dengan awak media.

Turner mungkin tidak menghasilkan uang banyak seperti kakaknya dalam serial (Jon Snow), tapi dia masih membawa pulang uang dalam jumlah yang cukup: diperkirakan $175.000 per episode.

Namun, itu masih tidak ada artinya dibandingkan dengan lawan mainnya. Menurut Variety, Kit Harington, Emilia Clarke, Peter Dinklage, Nikolaj Coster-Waldau dan Lena Headey masing-masing membawa pulang setidaknya $500.000 per episode.

Jumlah itu masih kecil dibandingkan bayaran yang diterima bintang acara sitkom CBS populer “The Big Bang Theory.” Lima bintang acara itu dilaporkan mendapat bayaran $900.000 setiap episode.

Biaya syuting “Game of Thrones” yang mengambil beberapa lokasi tergolong mahal. Misalnya, musim 8, yang terdiri dari enam episode dengan panjang yang berbeda-beda, memiliki anggaran $90 juta – sekitar $15 juta per episode.

Saat para pemeran serial populer bersiap untuk mengucapkan selamat tinggal pada episode terakhir, Minggu, 19 Mei, menarik untuk mengetahui perkiraan bersih kekayaan mereka. Situs GoBankRates merilis daftar kekayaan mereka.

8. Nikolaj Coster-Waldau – $16 juta

Nikolaj Coster-Waldau. Foto: AP

Nikolaj Coster-Waldau mungkin terkenal karena perannya sebagai Jaime Lannister dalam “Game of Thrones,” tetapi ia juga muncul dalam film 2016 Gods of Egypt, “Black Hawk Down” tahun 2001,  “Oblivion” dengan Tom Cruise, “The Other Woman” dengan Cameron Diaz, Leslie Mann dan Kate Upton.

7. Peter Dinklage – $15 juta

Peter Dinklage. Foto: AP

Peter Dinklage memiliki karir film yang mapan sebelum ia bergabung dengan “Game of Thrones” sebagai Tyrion Lannister pada 2011. Dia muncul di “The Station Agent,” “Elf,” “The Chronicles of Narnia: Prince Caspian” dan “X-Men: Days of Future Past.” Pada 2012, peran Dinklage di “Game of Thrones” memenangkannya Golden Globe untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik dalam Serial, Miniseri, atau Film Televisi.

6. Emilia Clarke – $13 juta

Daenerys Targaryen. Foto: AP/HBO

Emilia Clarke, yang memerankan Daenerys Targaryen (juga dikenal sebagai Khaleesi dan Bunda Naga), memiliki kekayaan bersih sebesar $13 juta. Aktris asal Inggris ini mendapat terobosan besar dari perannya yang tahan api di acara itu tetapi sejak itu memperluas repertoar aktingnya dengan membintangi peran-peran dalam adaptasi film novel terlaris Jojo Moyes, “Me Before You,” dan film 2015 “Terminator: Genisys” bersama Arnold Schwarzenegger. Dia juga membintangi “Solo: A Star Wars Story.”

5. Sophie Turner – $6 juta

Sophie Turner. Foto: AP

Sophie Turner memulai karier aktingnya pada usia 3 tahun, menjadi anggota Playbox Theatre Company. Tapi perannya sebagai Sansa Stark di “Game of Thrones” membuatnya dikenal luas oleh khalayak. Sejak itu, Turner telah mengumpulkan enam nominasi penghargaan dari Screen Actors Guild untuk Kinerja Luar Biasa oleh Ensemble dalam penghargaan Drama Series, serta nominasi 2013 untuk Aktris Muda Pendukung Terbaik dalam Serial TV dari Young Artist Awards.

4. Maisie Williams – $6 juta

Maisie Williams. Foto: Getty Images

Maisie Williams memerankan Arya Stark di “Game of Thrones,” satu dari banyak pemeran wanita kuat yang diproduksi seri ini. Sejak debut 2011 sebagai anak Stark yang suka berkelahi, Williams telah mengumpulkan sejumlah kredit film dan TV, termasuk membintangi peran dalam “Cyberbully,” “iBoy” dan “The Book of Love.” Williams juga akan bergabung dengan “X-Men” dalam “X-Men: The New Mutants,” yang diharapkan rilis akhir tahun ini.

3. Kit Harington – $12 juta

Kit Harington. Foto: AP

Kit Harington adalah aktor yang tidak begitu dikenal sebelum ia bergabung dengan “Game of Thrones” sebagai Jon Snow, tetapi ia sekarang ia terlibat dalam beberapa film, termasuk “Pompeii” karya Paul WS Anderson dan “How to Train Your Dragon 2.” Kekayaan bersih Kit Harington adalah $12 juta.

2. Lena Headey – $ 9 juta

Lena Headey. Foto: Getty Images

Lena Headey hampir dua dekade dalam karir akting profesionalnya ketika dia mendapatkan peran Cersei Lannister di “Game of Thrones.” Headey telah membintangi “The Purge,” “The Brothers Grimm” dan “300.”

Menurut Los Angeles Times, aktris itu mengatakan ia memiliki kurang dari $5 di rekening banknya setelah mengajukan perceraian pada 2012, tetapi ia tampaknya berada di jalan menuju pemulihan.

1. Isaac Hempstead Wright – $ 4 juta

Isaac Hempstead Wright. Foto: HBO

Memainkan peran Brandon “Bran” Stark, Isaac Hempstead-Wright telah menjadi karakter pokok “Game of Thrones” sejak seri dimulai pada tahun 2011. Kebetulan, itu juga merupakan tahun pertama karir akting Hempstead-Wright, saat ia membuat debut filmnya di “The Awakening.” Sebagai aktor muda yang baru di industri ini, kekayaan bersihnya sebesar $ 4 juta, dan pasti akan terus meningkat.

Dracarys, Daenerys, dan Naga yang Sebenarnya

0
Drogon Daenerys Targaryen
Daenerys Targaryen. Foto: Medium/HBO

Dracarys! Itulah kata terakhir yang terucap dari mulut Missandei, sebelum pedang milik The Mountain memisahkan kepala dari tubuhnya.

hati-hati, tulisan berikut ini mengandung spoiler. Saya tidak bertanggungjawab atas akibat yang ditimbulkan karena membaca tulisan ini

Bagi yang mengikuti serial Game of Thrones dari awal, pasti tahu arti kata dracarys ini. Kita tidak perlu harus memiliki mata setajam elang atau telinga sejernih tukang gosip untuk menangkap pesan bahwa HBO sedang mengajak kita untuk memeriksa detail di masa lalu.

Di saat-saat terakhir Game of Thrones 8 episode 4, Missandei yang ditawan Cersei ketika armada Euron meluncurkan serangan, berdiri tidak stabil. Dany menyaksikan Tyrion berusaha bernegosiasi untuk pelepasan Missandei dan penyerahan diri Cersei. Sayangnya, diplomasi gagal dan Cersei menoleh ke Missandei dan mengatakan padanya untuk mengucapkan kata-kata terakhir. Missandei memandangi ratunya di bawah dan menyatakan “dracarys.”

Dalam Bahasa High Valyrian, kata ini diterjemahkan sebagai “Dragonfire”; itu adalah kata yang sama yang digunakan Dany ketika memberi tanda pada naga-naga untuk membakar musuh-musuhnya. Setidaknya, ada tiga momen mengapa kata dracarys penting menjadi perhatian kita. Pertama, ketika Dany berada di Qaarth, seorang pelayan mengajarinya bahasa High Valyrian untuk “bakar”. Dany pun mengatakan kata itu kepada Drogon, dan naga yang masih kecil itu menyemburkan api pada daging, setelah itu memakannya.

Kedua, masih di Qaarth, saat naganya ditawan oleh tukang sihir di sebuah biara. Drogon yang diikat dengan rantai menyemburkan api yang memutuskan rantai dan membakar sang tukang sihir. Ketiga, ketika Dany membebaskan para Unsullied dan Missandei.

Ketika Missandei mengucapkan dracarys, maka itu adalah ucapan terakhir kesetiaan dan dukungan kepada ratu, dan ia tahu betul akan menjadi yang terakhir. Tidak terlalu jauh untuk menganggap kata terakhir Missandei mungkin juga merupakan panggilan bagi Dany untuk menghancurkan Cersei dengan cara yang sama seperti dia memiliki musuh-musuhnya yang lain.

Kata itu juga memiliki arti penting bagi hubungan antara Missandei dan Dany. Keduanya pertama kali bertemu ketika Missandei masih menjadi budak yang melayani sebagai penerjemah bagi pedagang budak Kraznys mo Nakloz dari Astapor. Dany akhirnya membebaskan Missandei dan para Unsullied dari para pedagang budak Astapor.

Ketika terjadi pemberontakan, Dany berbalik ke Krazny dan dengan tenang mengatakan “dracarys.” Setelah mendengar instruksi itu, naganya Drogon menghembuskan bola api ke pedagang budak dan membuatnya menjadi abu. Pilihan kata terakhir Missandei hampir pasti merupakan panggilan balik ke momen ini dan dampak Dany pada hidupnya.

Setelah episode itu ditayangkan, Nathalie Emmanuel yang memerankan Missandei, menulis kicauan, “Dracarys.” Dia melanjutkan ini dengan terjemahan pribadinya, “Bakar uskup.”

Nathalie Emmanuel

Jadi, menarik disimak, bagaimana kelanjutan dari ucapan terakhir Missandei itu. Apakah sang ratu naga akan membakar Cersei berikut King’s Landing atau justru Cersei yang membuat naga terakhir milik Dany punah selamanya.

Daenerys, Naga yang sebenarnya
Only death can pay for life. Hanya kematian yang bisa membayar kehidupan. Itu adalah kata-kata Mirri Maz Duur, tukang sihir darah, yang diucapkan ketika “menyelamatkan” Khal Drogo. Ser Jorah memberitahu Dany, bahwa anaknya tidak hidup. “Bocah itu tidak hidup…anak itu…”

“Mengerikan.” Mirri menyela. “Bentuknya bengkok. Saya menariknya sendiri. Ia seperti kadal, buta, dengan sayap kulit, seperti kelelawar. Ketika saya menyentuhnya, kulitnya terkelupas dari tulang. Dia penuh dengan cacing grav,” katanya kemudian.

Penyihir itu menafsirkan ini sebagai bagian dari pertukaran yang dia lakukan dengan sihirnya, ketika menyembelih seekor kuda untuk ritual. Saat itu, ia tidak tahu tentang sifat sejati Khaleesi. Dari situ kita yakin, bahwa Khaleesi tidak akan mengandung manusia setengah manusia. Dany selalu mewarisi darah naga.

Fire and Blood adalah motto house Targaryen. Mereka terobsesi dengan garis keturunan dan kawin silang. Keluarga Targaryen dipenuhi dengan visi naga, beberapa di antaranya dihancurkan dalam upaya untuk memenuhi impian transformasi profetik mereka.
Saat Lady Margaery berkeliling sekitar Sept Baelor, Joffrey Baratheon menghibur dan memberitahunya:

“Di sana, di dalam guci itu, abu Aerion Targaryen disimpan. Aerion Brightflame, mereka memanggilnya. Dia pikir meminum api liar akan mengubahnya menjadi naga. Dia salah.”

Dalam sebuah kesempatan, Ser Barristan Selmy, pernah mengatakan, “Keluarga Targaryen selalu menari terlalu dekat dengan kegilaan. Raja Jaehaerys pernah mengatakan kepada saya bahwa kegilaan dan kebesaran adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Setiap kali Targaryen dilahirkan, para dewa melemparkan koin ke udara dan dunia menahan napas untuk melihat bagaimana ia akan mendarat. ”

Masih ingat adegan ketika Viserys mengancam Daenerys? Ia mengatakan, “Kamu tidak ingin membangunkan naga,” kata Viserys yang sering menyebut dirinya naga. Namun, ia dibakar sampai mati ketika Khal Drogo menuangkan lelehan emas ke atas kepalanya.

“Dia bukan naga. Api tidak bisa membunuh naga,” kata Dany mengomentari kematian kakaknya. Api memang bisa membunuh Targaryens, tapi tidak bisa membunuh Dany. Ia sudah dua kali membuktikannya. Pertama, ketika ia duduk di atas tumpukan kayu pemakaman Drogo dan muncul tanpa terbakar dari abu, memegangi tiga bayi naga di lengannya. Jelas, dia tidak seperti Targaryens lainnya. Dia benar-benar tidak bisa dibakar.

Mungkinkah dia sangat berbeda karena dia memang naga, sesuatu seperti yang leluhurnya cita-citakan? Bahkan Lady Olenna pernah memberitahunya: “Kamu adalah seekor naga. Jadilah naga. ”

Daenerys merupakan Targaryen yang lahir dalam badai api hijau, dikenal memiliki nama The Daughter of Death. “Dilahirkan kembali sebagai naga untuk mengubah musuh menjadi abu.” Tidak ada senjata, tidak ada pasukan, akan memiliki peluang melawannya. Dia akan menghancurkan segalanya di jalannya, demi membangun House of Undying.

Game of Thrones 8
Game of Thrones 8. Foto: Medium/HBO

Wildfire tidak akan membunuh ratu naga
Selain panah kalajengking pembunuh naga, Cersei memiliki wildfire. Itu adalah senjata mematikan yang pernah meluluhlantakkan armada Stannis Baratheon. Proyek wildfire ini dikembangkan pada masa Aerys Targaryen atau Mad King, si raja gila.

Mad King sangat terobsesi dengan itu. Dia suka melihat orang-orang terbakar. Ia melihat pengkhianat di mana-mana, jadi dia punya tempat pyromancer tempat penyimpanan api di seluruh kota. Di bawah Sept Baelor dan daerah kumuh Flea Bottom. Di bawah rumah, kandang, kedai minuman. Bahkan di bawah Red Keep sendiri. Akhirnya, hari perhitungan tiba. ‘Bakar semuanya,’ dia terus berkata. “Bakar semuanya.”

Sekali pun Cersei menggunakan wildfire dalam The Last War di King’s Landing, Dany tidak akan mati. Boleh jadi, dia akan menunaikan kata-kata terakhir dari ayahnya: bakar semuanya.
Dia bermaksud membakar kita semua dan bangkit kembali, seperti obsesi leluhurnya, “terlahir kembali sebagai naga untuk mengubah musuhnya menjadi abu.”

Dengan Euron Greyjoy dan anak buahnya dipersenjatai dengan beberapa panah kalajengking di kapal mereka, peluang untuk kelangsungan hidup Drogon juga tampak tipis. Kita pun sudah melihat, Reed Keep dilengkapi dengan panah kalajengking. Jadi, pada saat yang sangat dibutuhkan ini, Dany membutuhkan sesuatu yang lebih dari apa pun yang dia miliki. Dia membutuhkan naga lain, yang jauh lebih besar dan lebih kuat dan yang tidak terluka oleh tombak besi. Sepertinya bantuan yang dia butuhkan mungkin hanya ada di dalam dirinya sendiri. Dia mungkin naga yang dia cari.

Dan, dia akan menghancurkan King’s Landing dan orang-orang yang berlindung di dalamnya:
menakuti dan membunuh orang tak bersalah, memanggang Red Keep.

Ketika itu terjadi, kita akan teringat pada kata-kata Samwell Tarly. “Kamu menyerahkan mahkotamu untuk menyelamatkan orang-orangmu. Apakah dia akan melakukan hal yang sama?”

Dan, di antara kekacauan dan kehancuran yang terus-menerus, kebakaran di King’s Landing dan orang-orang berlarian untuk hidup mereka, Jon Jon akan tahu apa yang harus dia lakukan. Tidak lagi takut untuk berdiri dan menantang naga, dia akan berteriak padanya. Ia akan melakukan apa yang dilakukan pahlawan: bunuh naga itu!

Dengan baja Valyrian dan (mungkin juga) bantuan dari Three Eyed Raven, sang Aegon Targaryen akan menghancurkan ratunya, keluarga Targaryen terakhir, dan cintanya. Ia menusukkan pedang ke hati sang naga, membunuh wanita yang dicintainya itu. Dan, ketika
dia mengeluarkan pedangnya, itu akan menyala, membuatnya menjadi Azor Ahai yang dinubuatkan. Pangeran Yang Dijanjikan, akhirnya akan memerintah tujuh kerajaan dengan hati yang hancur.

Tapi, ending seperti ini cukup mudah ditebak. HBO mungkin saja masih menyimpan cerita akhir dari serial yang dimulai pada 2011 itu. Hanya saja, ada banyak pertanyaan tersisa yang harus dijawab:

1. Akankah Cersei bertahan? Kita meragukannya, dan King’s Landing akan diambil (terbakar parah dalam prosesnya) dan Cersei serta para letnannya dibunuh. Seperti pertempuran melawan Night King, masalah ini akan diselesaikan minggu ini.

2. Itu membuat kita tanpa penjahat yang jelas, memberi petunjuk pada kita bahwa episode terakhir akan menjadi konflik antara Daenerys dan siapa pun yang tetap setia padanya, dan…semua orang. Pertunjukannya tidak benar-benar menghasilkan konflik ini, jujur, jadi kita sangat berharap itu terbayar.

3. Akankah Drogon bertahan? Yang ini lebih sulit. Jika dia mati, dia akan melakukan banyak kerusakan terlebih dahulu. Tetapi bertahan hidup akan lebih menarik, karena itu akan memastikan bahwa Dany tetap sangat kuat jika ada konflik terakhir.

4. Apa yang akan terjadi dengan para komplotan? Agaknya Varys akan bergerak, meskipun itu mungkin tidak akan terjadi sampai episode terakhir. Kita tidak berpikir dia akan berhasil. Dia terburu-buru dalam hal ini. Dia melayani Raja Gila, dia melayani Robert si Gendut, dia melayani Joffrey, dan dia berhasil melayani mereka dengan lebih setia daripada dia melayani Daenerys yang merupakan yang paling buruk di antara mereka semua.

5. Apa yang akan dilakukan Arya dan Hound? Saya curiga mereka berhasil memasuki Red Keep dan bertarung dengan Mountain. Mungkin saja kedua bersaudara itu akan mati, tetapi Arya selamat. Dia tidak akan membunuh Cersei, meski itu ada dalam daftarnya, karena alurnya mudah ditebak. Mungkin dia akan menyelinap pergi untuk tidak pernah terlihat lagi.

6. Jaime hampir pasti akan tiba dan menemukan jalannya ke Cersei, mungkin untuk membunuhnya atau mungkin melihatnya terbunuh. Mungkin dia akan membunuh Euron? Yang jelas dia tidak akan kembali bersama Cersei, tetapi dia mungkin akan kembali untuk mencoba menyelamatkan bayi mereka.

Nonton Game of Thrones 8 Episode 5.[]

HBO Hapus “Cangkir Kopi” di Game of Thrones 8 Episode 4

0
Coffee Cup GoT8 Eps 4
Gelas Kopi di Game of Thrones 8 Episode 4. Foto: Gizmodo.com

Serial Game of Thrones 8 Episode 4 yang tayang di HBO pada Minggu (5/5/2019) malam menuai banyak kecaman dari netizen, terutama terkait kematian Rhaegal dan Missandei yang terkesan dipaksakan. Namun, bagi yang mengikuti serial ini sejak musim pertama, ‘kejutan’ demikian sudah sering terjadi.

Dan, puncaknya para penggemar “Game of Thrones” membanjiri internet dengan lelucon tentang sebuah adegan pada episode 4, yaitu keberadaan cangkir kopi yang tidak pada tempatnya, dan tidak patut hadir di dunia fantasi. Kesalahan itu ditutupi oleh HBO dengan menghapusnya, dan menulis ulang sejarah Westerosi.

Seperti kita saksikan bersama, pada sebuah adegan di aula pertemuan Winterfell, saat orang-orang yang selamat dari perang melawan orang mati, muncul sebuah scene yang memperlihatkan gelas kopi di atas meja di sebelah Daenerys Targaryen. Gelas kopi yang menyerupai cup sebuah merek terkenal itu segera menjadi viral di media sosial dan jadi liputan utama banyak media online.

Menyadari kekeliruan yang cukup fatal iji, kurang dari 48 jam setelah episode 4 tayang, pihak HBO menghapus cangkir tersebut dari serial untuk platform streaming HBO. Juru bicara HBO mengonfirmasi bahwa di masa depan, cangkir itu tidak akan terlihat lagi pada pertunjukan TV Kabel.

Benar, Night King yang menakutkan itu telah gagal untuk “menghapus memori Westeros” seperti diungkapkan oleh Bran Stark, tapi HBO mampu melakukannya dengan menggunakan keajaiban pengeditan digital.

The Verge adalah salah satu media yang pertama melaporkan perubahan, dan bahkan membuat GIF keren. Setidaknya kita sudah memiliki cara unik mengonsumsi media hiburan dengan kehadiran pengeditan digital.

Dalam episode 4 berjudul “The Last of the Starks,” adegan awal menunjukkan sekelompok karakter yang merayakan dengan cahaya lilin setelah mengalahkan pasukan mayat hidup di Episode 3. Untuk sesaat, secangkir kopi dapat dilihat di atas meja di depan Daenerys Targaryen, yang dikenal sebagai “Ratu Naga,” yang sedang dalam misi untuk membersihkan dunia para tiran dengan biaya berapa pun.

Basis penggemar yang obsesif pada acara itu, tentu saja, dengan cepat membuatnya jadi bahan olok-olok di media sosial.

Banyak penggemar bercanda bahwa itu adalah pesanan Starbucks, dan perusahaan kopi itu sendiri menumpuk dengan lelucon tentang “Minuman Naga,” ramuan merah muda yang manis. Tapi itu rupanya gelas yang dibuat untuk melayani pemeran yang ingin menikmati kopi dalam perjalanan.
Game of Thrones 8 Episode 4
HBO akhirnya mengakui membuat kesalahan, juga, mengatakan bahwa Daenerys sebenarnya “memesan teh herbal.” Kejadian ‘aneh’ itu setidaknya mengonfirmasi bahwa serapi apapun kerja tim kreatif sebuah film, tetap saja menyisakan kesalahan. Kesalahan ini tentu saja harus ditimpakan kepada penanggung jawab properti yang tidak jeli melihat hal-hal kecil ini.

Nah, jika sebelumnya Anda melihat scene gelas kopi pada episode 4, terutama pada menit 17 dan 38 detik, maka ke depan Anda tidak akan pernah melihatnya lagi. Pihak HBO sudah menghapus ‘gelas kopi’ dalam episode di HBO Go atau HBO Now.

Game of Thrones Musim 8 Episode 4: Perang Terakhir di King’s Landing?

0
The Starks. Foto: Forbes/HBO

Minggu lalu, para penggemar Game of Thrones menyaksikan perang paling kontroversial dan melelahkan. Sepanjang 73 menit, penonton hanya melihat adegan perang yang tak berkesudahan dalam episode “The Long Night” atau malam yang panjang.

Banyak yang mungkin tidak suka dengan apa yang terjadi dalam Battle of Winterfell itu, terutama dengan matinya Night King dan pasukan White Walkers. Soalnya, daya tarik dari serial ini menjadi sedikit berkurang. Ini setidaknya meninggalkan pertanyaan bagi kita: bagaimana sekarang?

The Night King sudah mati berkat Arya dan Bran serta belati Catspaw. Daenerys turun dari naga dalam kondisi terluka. Dothraki hampir semuanya mati, begitu juga dengan sebagian besar Unsullied. Kita tidak tahu, berapa banyak pasukan Utara dan Vale yang tersisa, tapi rasanya membuat kita yakin pasukan Jon dan Dany jauh lebih lemah dan, meskipun masih memiliki naga, kalah jumlah dengan Cersei dan pasukan bayaran Golden Company-nya.

Dan untuk Game of Thrones Season 8 episode 4, adegan akan lebih banyak berkutat pada membenahi kerusakan serta perencanaan perang yang akan datang: The Last Waar atau perang terakhir. Ini, misalnya, bisa kita saksikan sendiri dalam trailer episode 4. Yuk kita simak sama-sama:

Jon Snow tampak agak muram dan Daenerys tampak sedikit lebih gembira. Mereka pasti sedang bersiap-siap melawan Cersei Lannister dan akhirnya merebut Iron Throne yang sial itu. Jon mungkin berpikir tentang menjadi Aegon dan tentang berapa banyak orang yang meninggal dan hal-hal semacam itu, sementara fokus tunggal Dany pada hak kesulungannya membuatnya tetap terganggu.

Di King’s Landing, kita melihat Cersei dan Euron, mungkin baru selesai bersetubuh, keduanya tampak agak senang dengan diri mereka sendiri. Banyak dari pemotretan yang sama ini dapat ditemukan dalam gambar di bawah ini, bahwa kedua gambar dan cuplikan itu meninggalkan bagian penting, atau apa yang kita lihat di sini meringkas episode berikutnya. Kemudian lagi, itu durasi 78 menit-hanya 4 menit lebih pendek dari pertempuran besar minggu lalu, dan hanya 2 menit lebih pendek dari dua episode berikutnya. Pasti, banyak hal yang bakal terjadi pada episode-episode mendatang.

Yuk kita simak gambar yang dirilis HBO untuk Episode 4.

King’s Landing

Cersei Lannister dan Euron Greyjoy. Foto: Forbes/HBO

Di sini kita melihat Cersei (Lena Headey) dan Euron (Pilou Asbæk) berdiri di sekitar Red Keep dengan penuh percaya diri. Hanya sangat disayangkan, pengikat naga (dragonbinder) tidak pernah ikut bermain dalam adaptasi TV. Jika Euron memiliki “tanduk naga” (a Dragon Horn) yang bisa ia gunakan untuk mengendalikan naga Dany, yah. . . itu akan menjadi game changer.

Cersei dan Euron di Red Keep. Foto: Forbes/HBO

Dalam beberapa hal, Euron lebih seperti Jaime Lannister Musim 1 daripada Jaime Lannister sendiri saat ini. Saya tahu Cersei hampir pasti hanya memanfaatkan dia untuk kapal dan orang-orangnya, tapi saya pikir dia benar-benar tertarik pada kepercayaan dirinya dan iblis mungkin peduli dengan sikapnya. Ada sedikit Jaime tua dan tak berperasaan dalam diri Euron. Dia sebenarnya bukan penjahat, dan dia jelas sedikit lebih gila dari Jaime. Tapi dia benar-benar buruk dan sombong. Tipe pria yang sangat disukai oleh Cersei.

The North

Daenerys Targaryen dan pengikutnya. Foto: Forbes/HBO

Apa yang terlihat di Winterfell sungguh menarik. Kita melihat Daenerys dan orang-orang yang berdiri di sisinya: mereka berdiri dari yang tertinggi hingga yang terpendek. Ada Gray Worm (Jacob Anderson), Varys (Conleth Hill), Missandei (Nathalie Emmanuel), Daenerys (Emilia Clarke) dan Tyrion (Peter Dinklage). Semuanya berdiri berjajar, tanpa cacat. Orang-orang Utara berdiri di belakang mereka, sementara mayat disusun di latar depan.

The Starks. Foto: Forbes/HBO

Di bagian lain, kita melihat team Stark: Sebenarnya bukan hanya Stark, melainkan Starks dan teman-temannya. The Hound (Rory McCann), Davos (Liam Cunningham), Sansa (Sophie Turner), Arya (Maisie Williams), dan Bran (Isaac Hemsptead Wright). Merekaa menonton prosesi pemakaman yang sama. Sementara itu, mungkin di tengah-tengah semua ini kita melihat Jon Snow (Kit Harrington).

Jon Snow. Foto: Forbes/HBO

Sepertinya dia memiliki pekerjaan yang tidak menyenangkan yaitu menyalakan tumpukan kayu. Tidak ada gunanya menguburkan orang mati jika Night King kembali dan mengangkat mereka semua. Pada titik ini, membakar mayat adalah sifat kedua dan, dalam hal apa pun, jauh lebih sederhana daripada menggali semua kuburan itu.

Daenerys dan kawan-kawan. Foto: Forbes/HBO

Tapi tunggu dulu, Jon tidak sendirian dalam tugas suram ini. Di sini kita melihat beberapa orang lain, termasuk Dany, Gray Worm, Sam (John Bradley) dan Tormund (Kristofer Hivju) semuanya membawa obor untuk pembakaran juga:

Seperti yang kita lihat, Dany terlihat jauh lebih murung daripada kekasihnya, meskipun ini bukan adegan yang sama dan dia selalu sedikit lebih bahagia ketika dia berada di sekitar Drogon:

Daenerys tampak gembira di sisi Drogon. Foto: Forbes/HBO

Dan, dalam gambar lain, dia berada di meja perang untuk membantu merancang apa yang hampir pasti akan menjadi strategi perang yang buruk untuk menghadapi Cersei:

Daenerys sedang merencanakan perang. Foto: Forbes/HBO

Bagaimanapun, tidak ada penasihat yang bijak-dari Varys hingga Tyrion hingga semua prajurit yang terkumpul di Winterfell-yang dapat menyelamatkan kita dari para penulis dan produsen yang lebih tertarik pada tontonan daripada realisme aktual dalam taktik pertempuran. Semoga saja tontonan itu sepadan.

Oh, dan inilah kapal-kapal Dany penuh dengan simbol Targaryen, berlayar menuju King’s Landing (atau mungkin yang pertama ke Dragonstone):

Kapal pengangkut pasukan Daenerys. Foto: Forbes/HBO

Kita memiliki tiga episode tersisa, dengan total gabungan waktu mencapai 238 menit, atau kurang dari empat jam. Itu waktu yang lama untuk banyak pertempuran gila, beberapa wahyu besar, dan bahkan mungkin beberapa penjelasan yang sangat dibutuhkan tentang siapa Night King itu, mengapa dia begitu terkait dengan Bran, dan bagaimana seluruh ramalan Azor Ahai ini bekerja.

Semoga resolusi terakhir untuk semua ini tidak mengecewakan. Keberadaan The Hound yang kini menjadi orang ‘baik’ semoga bisa membunuh The Mountain, betapa pun hal ini dapat diprediksi. Dan sangat mungkin bahwa kita semua akan terkejut dengan apa yang akan terjadi, bahwa bahkan hal-hal yang sekarang tampak terselesaikan dapat menjadi batu sandungan dari yang kita pikirkan.

Di atas segalanya, kita akan segera menyongsong perang terakhir perebutan Iron Throne. Siapa saja yang selamat dari Battle of Winterfell di Game of Thrones episode 3, belum tentu mereka akan selamat di episode 4 ini. Apalagi, Cersei sudah mengutus Bronn yang salah satu tugasnya membunuh saudaranya, apakah itu Jaime atau Tryrion. Jadi, mari kita tonton saja episode 4 yang tayang pada Senin (6/5) Waktu Indonsia Barat.

Nonton Game of Thrones Season 8 Episode 4 di sini.

Forbes.com

Terbaru

Populer

6,489FansSuka
1,070PengikutMengikuti
5,849PengikutMengikuti
163PelangganBerlangganan