Senin, April 22, 2019
Beranda blog

Tips Charging Baterai HP Asus dengan Cepat dan Benar

hp asus zenfone
Hp Asus Zenfone 3 (Foto: PCmag.com)

Mengisi daya baterai menjadi hal yang wajib dilakukan agar smartphone bisa terus digunakan. Apalagi saat ini sudah banyak ponsel dengan merk dan tipe yang berkualitas, misalnya ponsel Asus Zenfone. Harga Asus Zenfone tidak akan membuat kantong Anda kempes seketika. Spesifikasi yang diusung ponsel tersebut tentu akan membuat Anda tidak menyesal telah membelinya.

Hal yang menarik adalah kapasitas baterai pada setiap ponsel juga berbeda. Anda bisa mendapatkan baterai yang awet dan berkapasitas besar dari ponsel Asus Zenfone ini. Setiap ponsel juga perlu untuk terus charging baterai. Dengan rutin mengisi daya baterai, maka baterai bisa terjaga keawetannya dan ponsel Anda pun tidak akan cepat rusak. Jika Anda belum mengetahui cara charge baterai ponsel dengan cepat dan benar, ada baiknya Anda menyimak informasi di bawah ini.

1. Menggunakan charger asli handphone
Anda perlu mengetahui resiko mengisi daya baterai dengan menggunakan charger ponsel lain. Walaupun kepala charger yang dipakai sama, namun tetap saja beda charger juga beda ampere. Misalnya charger bawaan HP Anda hanya membutuhkan daya 15 watt, namun Anda justru mengisi ulang daya baterai dengan charger lain yang hanya memiliki daya 10 watt saja. Hal inilah yang akan membuat baterai smartphone cepat menggembung.Jika Anda melakukan hal tersebut, maka sama saja tidak mengisi baterai dengan cepat karena kekuatan charger lainnya kurang dari charger asli yang biasa digunakan.

2. Mengaktifkan mode airplane
Jika Anda ingin baterai ponsel terisi dengan cepat, maka hal yang bisa dilakukan adalah tidak memakai smartphone tersebut ketika di-charge. Salah satu cara lain Anda juga bisa mengaktifkan mode airplane untuk menyingkat waktu pengisian daya.

Cara mengaktifkan mode airplane ini juga tidak sulit. Apabila HP masih menggunakan android Kitkat, untuk mengaktifkannya bisa dengan cara memilih tombol power dan di bagian bawah power off terdapat airplane mode. Sementara itu, untuk android Lollipop, dapat diaktifkan dengan cara membuka notification bar dan menemukan airplane mode tersebut.

3. Memakai power saving mode
Ada beberapa ponsel yang sudah dibekali dengan fitur power saving mode. Cara menemukannya yaitu cek mode di menu settings, lalu power management. Selain memanfaatkan fitur bawaan dari ponsel, bisa pula mencoba aplikasi yang bisa diinstal dari pihak ketiga untuk mengaktifkan power saving mode misalnya clean master.

4. Mematikan fitur yang sudah tidak digunakan
Tanpa disadari pengguna smartphone, terkadang terdapat fitur yang tidak digunakan namun tetap aktif pada ponsel. Hal inilah yang turut menjadi penyebab borosnya daya baterai. Jika Anda akan mengisi ulang daya baterai, sebelumnya cek terlebih dahulu semua fitur pada ponsel lalu matikan yang tidak digunakan. Misalnya wifi, paket data, bluetooth, dan masih banyak yang lainnya. Hal tersebut akan menyingkat waktu ketika Anda mengisi ulang baterai.

Demikian 4 tips mudah untuk mengisi ulang daya baterai dengan cepat dan benar. Dengan melakukan beberapa hal di atas, maka daya baterai bisa cepat penuh tanpa merusak kualitas baterai. Namun jika Anda ingin membeli ponsel baru karena ponsel yang lama sudah rusak, Anda sebaiknya membeli ponsel Asus Zenfone. Ponsel ini memiliki spesifikasi yang bagus dan harga Asus Zenfone juga tidak begitu mahal.

Anda bisa mendapatkan ponsel ini dan mengecek harga Asus Zenfone melalui marketplace Bukalapak. Di sana terdapat beragam tipe dari Asus Zenfone, lengkap dengan harganya, seperti harga Asus Zenfone 4 selfie pro. Bukalapak memang menyediakan beragam jenis produk, bukan hanya ponsel saja. Selain lengkap, Bukalapak juga memiliki proses transaksi yang cepat dan mudah.

Travel With Me #8: Uniknya Pantai Grenen di Skagen

Pantai Grenen

Minggu, 25 Juli 2010 atau delapan tahun yang lalu. Seusai mengikuti konferensi Aceh di Nørresundby, sebuah kota yang terletak di utara Aalborg, kami dan peserta konferensi diajak mengunjungi Pantai Grenen dan sebuah kebun stroberi di Hjørring, sebuah wilayah paling utara Denmark. Kebun stroberi ini bukanlah yang terbesar di Denmark, karena di setiap wilayah di Denmark memiliki kebun stroberi tersendiri.

Namun, yang menarik dari kebun stroberi ini adalah pengunjung boleh memetik sendiri buah stroberinya. Setiap pengunjung diberi wadah untuk menaruh buah stroberi. Satu wadah mampu memuat 1 kg buah stroberi. Kita boleh memilih membawa beberapa wadah itu ke dalam kebun. Wadah itu nantinya harus dikembalikan lagi ke meja kasir ketika kita keluar atau selesai memetik buah stroberi.

Uniknya, buah stroberi yang kita petik itu boleh kita makan langsung di kebun. Sebanyak apapun buah stroberi yang kita makan di dalam kebun itu gratis alias kita tidak perlu membayar. Kok bisa? Ya, begitulah aturan yang berlaku di kebun itu. Kita hanya perlu membayar untuk sejumlah stroberi di dalam wadah yang kita bawa keluar dari kebun. Di pintu keluar sudah ada petugas yang akan menghitung buah stroberi yang berhasil kita petik, dan harganya tergantung berapa berat timbangan buah stroberi itu. Yang jelas, harganya cukup bersahabat.

Sistem demikian jelas membuat pengunjung sangat diuntungkan. Pemilik kebun sama sekali tidak menghitung buah stroberi yang sudah kita makan. Jadi, kita boleh memakan sepuasnya tanpa takut dikenai harga. Namun, terang saja, kita tidak bakal sanggup memakan buah stroberi yang kadang rasanya asam itu dalam jumlah banyak. Perut kita jelas memiliki takaran berapa jumlah makanan yang mampu ditampungnya.

Seusai berpuas diri dengan buah stroberi, kami kemudian diajak mengunjungi Pantai Grenen, sebuah pantai di Skagen, masuk dalam wilayah Nordjylland. Pantai Grenen ini berbeda dengan pantai lainnya di seluruh dunia. Biasanya sebuah pantai berada di tepi sebuah laut, tapi pantai Grenen tidaklah demikian. Pantai ini justru berada di antara dua laut. Ya, pantai Grenen ini tempat bersatunya dua laut dari negara berbeda.

Pantai yang letaknya di atas Kota Skagen, sebuah wilayah paling utara di Denmark, itu menjadi titik bertemunya dua laut: Kattegat dan Skagerrak Straight. Sebagai informasi, Kattegat merupakan perairan yang membentang di antara Denmark dan Swedia, sementara Skagerrak Straight adalah bagian dari Laut Utara yang berada di antara Norwegia dan Denmark. Boleh dibilang itulah pantai yang menjadi titik bertemunya arus dari tiga negara berbeda.

Keunikan inilah yang membuat Grenen sangat terkenal bagi turis asing. Pantai ini menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi turis saat mengunjungi Denmark. Pemerintah setempat pun mengelola pantai ini dengan cukup baik. Untuk para pengunjung disedikan lokasi parkir kendaraan, tempat makan dan pusat penjualan souvenir. Di tempat inilah menjadi titik pemberhentian mobil bagi turis yang hendak mengunjungi Grenen. Soalnya untuk menuju areal pantai, pengunjung disediakan kendaraan khusus yang cocok untuk wilayah pantai berpasir. Yaitu, mobil box yang ditarik dengan traktor.

Sebagai pantai yang menjadi titik bertemunya dua laut berbeda, arusnya sangat kuat dan kencang. Jadwal pasang surut airnya tidak dapat diprediksi. Karenanya, penjaga pantai melarang para turis untuk mandi dan berenang di laut ini. Saat kami ke sana, tidak ada turis yang berenang. Paling-paling mereka hanya berjalan di pinggir pantai, berdiri di dalam air yang tingginya selutut. Seusai berpose dengan latar laut yang luas itu mereka kembali ke darat. Sebab, sedikit lengah mereka bisa saja terseret arus.

Oh ya, kalau nanti kalian berkesempatan pergi ke pantai ini jangan lupa memakai jaket yang tebal dan membawa syal. Soalnya, udara di pantai itu sangat dingin. Kalian tidak akan sanggup berlama-lama berada di pinggir pantai kalau tidak memakai pakaian tebal. Aku sendiri waktu itu hanya memakai kemeja dan hanya tahan beberapa menit saja di sana. Karena menggigil kedinginan, aku langsung masuk kembali ke dalam mobil box. Padahal saat itu, di Eropa sedang musim panas (summer). []

Irwandi Yusuf, Pria Berkacamata Itu…

Suatu hari di tahun 2001, yang tak aku ingat persis hari apa dan tanggal berapa, seorang pria dengan tinggi badan pas-pasan dan berkaca-mata, memarkir vespa berwarna perak di halaman sebuah rumah yang berada di sisi kanan kantor Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA). Sepeda motor ‘legendaris’ itu diparkir tepat di bawah pohon kelapa setinggi lima meter, dan secara tidak langsung melindungi sepeda motor itu dari cahaya matahari langsung. Hari itu, cuaca di Banda Aceh, memang sedang terik betul.

Dengan langkah gontai, pria itu masuk ke dalam kantor di bilangan Teuku Panglima Polem Nomor 62 yang saat itu belum terpasang jendela. Di dalam kantor, dia bersalaman dengan beberapa aktivis di kantor itu, dan berbicara dengan mereka untuk beberapa menit. Dia duduk di ruang tengah kantor di mana sebuah meja seukuran dua kali tiga meter berada. Para aktivis kerap berdiskusi di ruangan ini, kadang untuk rebahan, atau menonton layar televisi. Aku tidak ingat, apakah dia sempat menghabiskan rokok 234 yang disulutnya sesaat setelah berada di dalam kantor. Soalnya, dia tampak seperti terburu-buru.

Saat pria berkaca mata itu keluar dari kantor, seorang aktivis di kantor itu menyusulnya. Pria yang juga seorang dosen membuka bagasi sepeda motornya, dan mengambil sesuatu di dalamnya. Rupanya hanya satu bundel kertas hasil fotocopy. Berkas itu segera berpindah tangan. Setelah itu, dia menghidupkan vespa bututnya, dan segera menghilang dari sana. Suara dari mesin sepeda motor itu baru menghilang setelah tiba di simpang masuk jalan T Panglima Polem.

Sepulang pria berkacamata itu, kami sempat membaca isi dari kertas yang tadi diantar tersebut. Aku sendiri hanya membaca sekilas tulisan berukuran besar di atasnya: AMARAN. Tulisan ini berada di bawah sebuah lambang buraq-singa dan tulisan Acheh Sumatera National Liberation Front. Amaran itu ditulis dalam bentuk poin bernomor 1, 2, 3 dan seterusnya. Diketik dalam bahasa Aceh ejaan lama seperti yang biasa kita baca dalam tulisan-tulisan Wali Neugara Aceh Merdeka, Hasan di Tiro. Pada bagian paling bawah, terdapat nama dan tanda tangan dari orang yang mengeluarkan amaran. Tertulis, Juru Bicara Militer ASNLF, Teungku Sofjan Dawood.

Kertas yang berisi pesan ajakan mogok itu, oleh aktivis di kantor itu, sebagiannya disimpan di bawah kasur palembang yang sudah kusam. Sementara sebagian lagi dibagi ke berapa orang agar ditempel di tempat-tempat yang dipandang perlu. Seorang abang becak yang sudah menjadi bagian dari keluarga besar SIRA, mengambil sebagian besar kertas itu dan membawa bersamanya. Esoknya, beberapa orang mengaku melihat kertas tersebut ada di halte bus, di pintu pertokoan dan di tiang listrik. Kala itu, penyampaian pesan melalui selebaran sangat efektif.

Sejak bertemu pertama kali di kantor SIRA itu, aku tak pernah lagi melihat sang dosen berkacamata itu. Bahkan, ketika aku dan beberapa teman berkunjung ke Alue Dua, Nisam saat CoHA, juga tidak bertemu dengannya. Hanya beberapa kali aku mendengar kabar tentangnya, dan hal apa saja yang dilakukannya dalam membantu propaganda GAM. Ya, sang dosen alumni sebuah kampus di Amerika itu kerap menerjemahkan pesan-pesan propaganda GAM ke dalam bahasa Inggris dan disebarkan ke kalangan wartawan dalam dan luar negeri.

***
Awal tahun 2005, sekali lagi, aku berjumpa dengan pria berkaca-mata itu. Perjumpaan ini terjadi jauh dari Aceh, di kantor Aceh Support Group (ASG) di bilangan Manggarai, Jakarta Selatan. Waktu itu, aku dari lantai dua dan hendak membeli rokok. Pria itu sedang duduk menyandar di lantai dasar dan asik bermain dengan handphone-nya.

“Oh, Teungku, pajan troh?” aku mengulurkan tangan menyalaminya.
“Ban, mantong,” jawabnya. Tatapannya masih tajam seperti pertama kali aku melihatnya di Aceh.

“Neu-ek u ateuh. Awak nyoe di ateuh mandum,” kataku. Dia segera mengambil tas dan bergegas naik ke lantai dua.

Aku tidak tahu apa yang dibicarakannya di atas, tapi dia memang ada janji bertemu dengan Faisal Ridha. Namun, ketika aku kembali ke kantor hampir setengah jam kemudian, sang pria berkaca-mata itu sudah tidak ada lagi. Aku hanya tahu dia membutuhkan laptop saat itu. Boleh jadi banyak hal yang ingin ditulis dan dikirimkannya kepada pimpinan GAM di luar negeri.

Hanya saja, dia menolak ketika ditawarkan laptop second. Dia mau laptop yang masih baru dan memiliki fitur canggih. Soalnya, meski berprofesi sebagai dosen di Aceh, dia cukup melek teknologi. “Kujok laptop bekas pakek, han geutueng,” kata Faisal Ridha, kala itu.

Setelah itu, aku mendengar kabar, dia sudah berada di Malaysia. Dan tidak lama kemudian ke Eropa, menemui petinggi GAM di sana. Dan, ketika proses pembicaraan damai antara GAM dan RI berlangsung, sang pria itu mulai dilibatkan. Kehadiran juru propaganda GAM ini dipandang penting karena dianggap lebih mengetahui kondisi terakhir di lapangan seusai tsunami. Belakangan, pihak Pemerintah RI menolak jika pihak GAM melibatkan dosen dari kampus di Darussalam itu. Soalnya, yang bersangkutan masih berstatus sebagai tahanan politik.

Namun, dalam banyak kesempatan, sosok yang memiliki banyak nama samaran itu, seperti Tgk Agam, Isnandar Al Pasee atau Jean Micheal Hara (J.M Hara) ini mengaku tidak lari dari penjara, melainkan penjara yang lari darinya. Pria berkacamata itu, Irwandi Yusuf.

***
Setelah MoU Helsinki ditandatangani pada 15 Agustus 2005, pria yang pernah menolak laptop second itu menjadi sosok penting di Aceh. Alumnus S2 pada Universitas Negeri Oregon, Amerika Serikat ini menjadi Representatif GAM untuk Aceh Monitoring Mission (AMM) yang diketuai oleh Pieter Feith. Nama dan wajahnya semakin sering masuk halaman depan koran lokal, nasional dan juga media luar negeri.

Lalu, Aceh menyambut pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2006. Dalam Duek Pakat Bansa Aceh Ban Sigom Donja di Gedung Dayan Dawood, pada 20-21 Mei 2006, nama pria berkacamata itu sama sekali tidak masuk dalam bursa. Kala itu, mayoritas peserta rapat memilih Nashiruddin bin Ahmed-Muhammad Nazar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dari GAM. Namun, hasil rapat itu belakangan justru memercik api perpecahan di kalangan orang GAM, khususnya antara kelompok muda dan tua. Pasangan yang terpilih tersebut kemudian bubar di tengah jalan. Kalian baca saja laporan Kembalinya Propagandis GAM ke Singgasana.

Singkatnya, kelompok muda GAM sibuk ke sana ke mari mencari pengganti Teungku Nashiruddin bin Ahmed, seorang juru runding GAM yang ditangkap menjelang bubarnya CoHA. Saat itu, ada dua nama yang gencar disebut-sebut yaitu Irwandi Yusuf dan Nur Djuli. Nama yang terakhir memudar dengan sendirinya setelah ditolak oleh pasukan GAM di lapangan.

Nama Irwandi Yusuf kian menguat sebagai calon gubernur Aceh, meski yang bersangkutan sempat beberapa kali menolak ikut Pilkada. Aku ingat sebuah pertemuan kecil di sebuah kamar di Sultan Hotel, Peunayong. Di dalam kamar yang aku lupa nomor berapa, sudah ada Nurdin Abdurrahman, Irwandi Yusuf, Sofjan Dawood dan beberapa orang yang mengaku dari Aceh Wall Trade Center (AWTC), kelompok pengusaha Aceh yang pulang dari Malaysia. Soal calon gubernur sempat disinggung dalam obrolan ringan dan santai itu.

Saat namanya disebut sebagai calon gubernur menggantikan Nashiruddin bin Ahmed, Irwandi yang sedang tidur tengkurap di atas kasur seketika bergerak, terduduk. “Bek kei, syi mita laen dile,” katanya, menolak. Orang-orang yang duduk di lantai kemudian menimpali bahwa saat itu hanya dirinya yang lebih dikenal di Aceh dan paling refresentatif menjadi calon dari GAM.

Dalam Rakor SIRA di Wisma Cendana pada 20-21 Agustus 2006, para aktivis referendum secara bulat menduetkan Irwandi Yusuf dengan Nazar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada 2006. Sejak itu, keduanya disosialisasikan dengan gencar ke lapangan. Mereka maju melalui jalur perseorangan. Wadah segera dibentuk. Seuramoe Irwandi Nazar (SINAR).

“Ngon modal ie babah puteh dan sembahyang, geutanyoe mampu ta peusapat 3 persen KTP dukungan dari seluruh Aceh,” kata Irwandi dalam sebuah rapat koordinasi SINAR sehari seusai pencoblosan.

Irwandi Yusuf dan Nazar maju dari jalur independen berdasarkan hasil quick-count meraup 38,20 persen. “Atas kerja keras tim, usaha yang sungguh-sungguh dan komitmen pada perjuangan, terlihat bahwa kita keluar sebagai pemenang. Secara resmi diumumkan oleh KIP pada 2 Januari 2006,” tambah Irwandi.

Aku mencatat banyak hal yang disampaikan oleh Irwandi dalam rapat koordinasi itu. Di antaranya, dia tak mau dilantik di Jakarta serta tak mau dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Memang, Irwandi tidak dilantik di Jakarta melainkan dalam rapat paripurna DPRA, dan dilantik oleh Mendagri Muhammad Nuh (kini almarhum). Padahal, Irwandi ingin sekali dilantik di Masjid Raya Baiturrahman. “Agar lebih merakyat,” katanya.

Meski terpilih sebagai Gubernur Aceh, Irwandi ingin membatasi hubungan dengan Jakarta. Memang, selama dipimpin Irwandi, hubungan Aceh dengan Jakarta sedikit naik-turun. Hal itu sangat wajar, karena Aceh baru saja terbebas dari konflik berkepanjangan. Ada saja kerikil-kerikil kecil yang mengganggu hubungan kedua pihak yang lebih 30 tahun berseteru.

Ada lagi janji Irwandi kala itu, yaitu tidak mau tinggal di pendopo. Ia akan mengusahakan agar Pendopo menjadi kediaman Wali Neugara, Hasan Tiro, sekira pulang ke Aceh. Benar, sebagai gubernur, Irwandi memang tidak tinggal di Pendopo, dia lebih memilih tinggal di sebuah rumah di Jalan Salam, Lampriet.

Aku memang tidak dekat dengan Irwandi Yusuf, tapi pernah beberapa kali bercengkrama dan bercanda dengannya, dan itu terjadi selama masa kampanye Pilkada 2006. Pernah juga beberapa kali satu mobil dengannya ketika turun ke lapangan. Selama aku mengenalnya, dia kerap bicara ceplas-ceplos dan apa adanya. Dia kadang bicara kasar kepada temannya, tapi belakangan aku tahu, begitulah dia kerap bersikap dengan sahabatnya.

“Munyoe geu tenak teuh, nyan berarti gobnyan toe ngon tanyoe,” kata beberapa teman dekatnya.

Ada satu kejadian yang hingga kini masih aku ingat baik-baik, yang menunjukkan kalau dia seorang pribadi yang jujur. Saat masa kampanye, pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar sama sekali tidak diperhitungkan sebagai kandidat pemenang Pilkada. Karenanya, tak banyak orang kaya yang mendukung pasangan ini. Pengusaha lebih yakin pada pasangan Humam Hamid-Hasbi Abdullah yang didukung para petinggi GAM.

Sekali waktu, ada seorang pengusaha Aceh di Medan (?) memberikan selembar cek untuk biaya operasional. Nilainya ketika itu termasuk besar untuk kandidat yang bekerja dengan ie babah puteh, Rp150 juta. Irwandi tidak mencairkan cek itu untuk dirinya, melainkan dia serahkan kepada bendahara SINAR. Padahal tidak ada seorang pun yang tahu hal ihwal cek tersebut, dan dia bisa saja mengambil untuk dirinya sendiri. Apa yang dilakukan itu, bagiku, sebuah sikap yang patut dipuji. Saat itu, aku tahu, dia seorang yang jujur!

***
Aku memang tidak menjadi pendukungnya (dalam pengertian menjadi tim sukses) dalam Pilkada 2017 lalu, dan bukan pula tim sukses kandidat lain. Aku hanya disebut-sebut sebagai pendukung Apa Karya, karena memang aku beberapa kali menulis sosok yang membuat Pilkada 2017 itu berlangsung semarak dan kocak. Namun, penangkapan Irwandi pada 3 Juli 2018 lalu oleh KPK, sempat membuat aku kaget dan heran. Aku percaya KPK tidak sembarangan menangkap orang tanpa bukti kuat, tapi aku juga percaya bahwa Irwandi tidak melakukan seperti dituduhkan itu. Pasti ada yang salah atau ada pihak yang sengaja menjebaknya.

Namun, seperti pepatah latin, temporal muntatur etnos muntatur ilis, waktu itu berubah dan kita ikut berubah di dalamnya. Sudah lama aku tidak lagi dekat dengan Irwandi atau mengetahui sepak-terjangnya, dan terakhir aku bertemu dengannya seusai konferensi pers di kantor Demokrat Aceh atau dua hari setelah Pilkada, saat itu aku sedang mempersiapkan laporan Kembalinya Propagandis GAM ke Singgasana yang diminta oleh Tirto.ID.

Aku seperti masyarakat kebanyakan lainnya sedang menanti program Aceh Hebat yang akan membuat Aceh benar-benar hebat. Aku percaya, Aceh Hebat itu hanya mampu diwujudkan oleh orang hebat, dan sosok hebat itu Irwandi Yusuf. Sebelum program Aceh Hebat ini benar-benar hebat, Irwandi harus menghadapi dakwaan KPK. Kita semua menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK, tapi aku berharap bahwa Irwandi terbebas dari semua dakwaan itu. Aceh masih membutuhkan Irwandi Yusuf, hanya itu yang aku tahu. Kalian boleh menyebutku lebay untuk hal ini.

Aku tidak tahu bagaimana mengakhiri tulisan ini, tapi aku sempat membaca sebuah status di Facebook Faisal Ridha. Aku setuju dengan Faisal Ridha, dan berharap The Captain itu segera dibebaskan jika tidak terbukti bersalah. Program Aceh Hebat tentu saja butuh seorang hebat untuk melakukannya. Dan, secara tanpa sadar aku tiba-tiba mengaminkan status facebook Faisal Ridha!

Game of Thrones 8 Episode 2: Winterfell Diambang Perang

Game of Thrones Season 8 episode 2
Jaime Lannister disidang di Winterfell. Foto: cnet.com

Winterfell sudah bersiap-siap menyambut perang dan Night King sedang mengarahkan pasukan orang mati merebut benteng di Utara itu.

Seperti prediksi awal, perang belum akan terjadi di episode kedua Game of Thrones Season 8. Namun, tanda-tanda terjadinya perang dengan gamblang diketahui: senjata berbahan dragonglass terus diproduksi; strategi perang mulai dibicarakan; dan orang-orang yang bersiap menyambut perang mulai memikirkan akhir nasib mereka.

Arya Stark, misalnya. Diam-diam ia memendam hasrat untuk bercinta, dan orang yang dipilih untuk memuaskan hasrat itu adalah Gendry, anak haram Robert Baratheon. Mereka adalah teman masa kecil, dan kekacauan di King’Landing mempertemukan mereka, dengan segudang masalah. Namun, mereka bersahabat hingga serial terakhir.

Sebelum perang terjadi dan mungkin menjadi hari terakhir mereka berdua, Arya dan Gendry, menyambutnya dengan cara nakal: bercinta. Gendry sudah meniduri 3 gadis selama di King’ Landing, sementara Arya baru tumbuh menjadi gadis dewasa. Kepada Gendry-lah ia menyerahkan ‘keperawanannya’.

“Kita mungkin sebentar lagi akan mati. Aku ingin tahu rasanya sebelum itu terjadi,” demikian ia beralasan.

Bagaimana nasib Jaime Lannister setelah tiba di Winterfell? Seperti kita tahu, kakak dan pasangan incest Cersei Lannister itu diam-diam masuk ke Winterfell, dan Bran-lah sosok yang menyambutnya. Jaime harus menghadapi ‘kebencian’ Utara, dan di aula kastil Winterfell, kingslayer itu disidang. Beruntung, ia selamat setelah mendapat pembelaan dari adiknya, Tyrion Lannister dan Brienne dari Tarth.

Lalu, bagaimana hubungan Jon Snow dan Daenerys Targaryen? Setelah Sam memberitahu Jon apa yang sebenarnya, hubungan antara ponakan dan bibi itu sudah tak sama lagi seperti sebelumnya. Ini, misalnya, terlihat dari beberapa adegan awal dalam episode kedua. Hubungan Jon dan Dany tampak dingin. Namun, menjelang akhir episode kedua, Jon memberitahu Dany tentang masa lalunya. Awalnya, seperti Jon sendiri, Dany tidak percaya apa yang didengarnya.

“Bran yang memberitahukan…,” kata Jon. “Dan, Sam yang membenarkannya,” lanjut dia kemudian. Jon memberitahu Dany soal buku harian Septon yang menulis soal pernikahan antara Rhaegar Targaryen dan Lyanna Stark. Jon juga mengoreksi informasi keliru yang sebelumnya dipercaya Dany bahwa Rhaegar Targaryen memperkosa Lyanna. “Rhaegar sangat mencintai Lyanna, dan mereka menikah diam-diam,” ungkap Jon.

Rupanya, kebenaran itu sama sekali tidak mengusik Daenerys, meski pada awalnya ia terkejut. Apalagi, Jon juga memberitahunya bahwa nama aslinya adalah Aegon Targaryen. Dany mengungkapkan, bahwa jika informasi itu benar berarti Jon adalah pewaris sah The Irone Throne. Setidaknya, itulah yang kita saksikan dalam episode kedua Game of Thrones Season 8.

Di luar kisah-kisah tersebut, segenap Winterfell sudah bersiap-siap menyambut perang. Night King dan pasukannya sudah berada di dekat Winterfell, dan perang bisa pecah kapan saja. Di pihak lain, Bran, yang sudah tahu takdirnya, akan menghadapi makhluk yang diciptakan oleh Children of Forest itu di Godswood. Bagaimana kelanjutannya?

Nonton Game of Thrones 8: Episode 1 dan Episode 2.[]

Game of Thrones 8 Episode 1: Jon Snow dalam Masalah Besar

Jon Snow dan Arya Stark
Jon Snow memperlihatkan pedang kepada Arya.

Musim Dingin yang ditunggu-tunggu sejak Game of Thrones musim pertama akhirnya benar-benar tiba. Dan, sebelum perang antara Utara melawan Night King dan pasukan mayat hidupnya terjadi, Jon Snow harus berhadapan dengan masalah besar.

Episode 1 Game of Thrones Season 8 dibuka dengan adegan seorang anak berlarian di Winterfell yang sedang membeku. Dia menyelinap di antara kerumunan orang dan berhasil mencapai di atas sebatang pohon. Dari situ dia melihat pasukan Unsullied dan Dothraki berbaris memasuki Winterfell yang sedang bersiap-siap menyambut perang.

Arya Stark ada di antara kerumunan orang, dan wajahnya tampak tegang. Dari jauh dia melihat Daenerys Targaryen dan Jon Snow mengendarai kuda beriringan. Saat Jon Snow lewat di depannya, mulut Arya hendak mengucapkan sesuatu, tapi kemudian urung dilakukan. Soalnya, si ‘anak haram’ itu sama sekali tidak menoleh ke arahnya. Sejurus kemudian, Arya melihat The Hound, manusia raksasa yang dulu dibiarkannya hampir mati, itu ada di antara para rombongan.

Sama seperti Jon Snow, The Hound pun sama sekali tidak menoleh ke arahnya. Arya jelas masih menyimpan benci pada pria yang sebagian wajahnya rusak itu. Setelah kakak kandung The Mountain ini berlalu, sorot mata Arya menangkap wajah kawan lamanya, Gendry. Barulah, seulas senyum terlukis di wajahnya. Adik Sansa Stark pun tampak bahagia.

Begitulah, cara HBO memulai cerita serial yang paling ditunggu-tunggu. Sejumlah tokoh utama dipertemukan pada episode pertama ini, seperti diprediksi sebelumnya. Adegan selanjutnya benar-benar menegangkan. Setelah tiba di dalam kastil Winterfell, Jon Snow turun dari kuda. Dari jauh ia melihat Bran Stark duduk di kursi rodanya, didampingi Sansa Stark dan para petinggi Winterfell. Lalu, Jon Snow menghampiri dan memeluknya ‘adiknya’ setelah berpisah sejak musim pertama.

“Lihatlah dirimu. Kamu sudah dewasa,” katanya.
“Hampir,” jawab Bran singkat. Jawaban itu sama sekali tidak terduga. Jon sempat terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Ia menoleh ke arah Sansa yang memandangnya sinis. Dan, Jon menghampiri serta memeluknya seperti pernah dilakukan sebelumnya ketika mereka bertemu di Castle Black.

Jon mencari Arya, tapi ia tidak ada di situ. Selanjutnya, ia memperkenalkan Daenerys Targaryen kepada Sansa dan Bran. Mereka baru di musim terakhir ini bertemu dan bertatap muka. Rasa canggung segera terlihat saat pertemuan yang tidak menyenangkan ini. Orang-orang Utara tampak tidak menyukainya.

Lalu, Bran mengucapkan sesuatu bahwa mereka tidak punya waktu untuk basa-basi. “Night King memiliki nagamu. Dia adalah salah satu dari mereka sekarang,” katanya. Daenerys tampak terkejut. “The Wall sudah runtuh. Mayat hidup sedang berbaris menuju selatan,” lanjut Bran, kemudian. Saat itu, baik Daenerys dan Jon belum yakin dengan apa yang baru saja didengarnya. Sejauh ini, mereka belum menyadari akan kemampuan Bran melihat perihal masa depan.

Reuni di Game of Thrones 8 Episode 1
Episode 1 benar-benar mempertemukan sejumlah karakter, baik yang sudah bertemu sebelumnya maupun yang belum. Seperti sudah disinggung di atas, Daenerys Targaryen baru kali ini bertemu dengan Sansa dan Bran Stark. Dalam episode pertama ini, Arya juga bertemu kembali dengan Gendry dan The Hound. Demikian pula dengan Tyrion Lannister, berjumpa kembali dengan mantan istrinya, Sansa Stark. Pertemuan kembali mereka ini jauh dari kesan menyenangkan.

Jon Snow sedang memandang pohon weirwood ketika Arya mengejutkannya. Setelah berpisah pada musim pertama, baru sekarang ini mereka bertemu kembali. Seperti dulu, Arya masih mengagumi Jon, begitu juga sebaliknya. Mereka saling menanyakan kabar masing-masing, dan memamerkan senjata yang mereka miliki. Arya memperlihatkan Needle, pedang kecil pemberian Jon. Sebaliknya, Jon membanggakan pedang berbahan baja Valyrian miliknya, Longclaw. Mungkin hanya pertemuan mereka-lah yang paling tidak menegangkan.

Pertemuan paling tidak menyenangkan terjadi pula pada Sam dan Ser Jorah. Seperti kita tahu, Sam yang sedang belajar di Citadel berhasil mengobati Ser Jorah yang mengidap penyakit grayscale. Hanya saja, Ser Jorah Mormont menjumpai Sam bersama Daenerys. Sang ratu naga itu berterima kasih atas apa yang sudah dilakukan Sam. Namun, pertemuan yang seharusnya menyenangkan itu berakhir miris. Soalnya, Daenerys memberitahu bahwa Randyll Tarly (ayah Sam) dan adiknya juga dieksekusi karena menolak bertekuk luntut. Sam kehilangan kata-katanya dan tidak tahu harus berkata apa. Di hadapan ratu dan Ser Jorah, Sam beberapa kali tergagap menahan perih di hatinya.

Sam Membuka Tabir Jon Snow
Sam Tarly menangis terisak-isak menyadari bahwa ayah dan adiknya dieksekusi mati oleh ratu naga. Ia pun keluar dari kamarnya dengan hati terluka. Di luar kamar itu, Bran sedang menantinya. Sejauh ini, hanya mereka berdua yang mengetahui rahasia masa lalu Jon dan keluarganya.

“Apa yang kamu lakukan di sini,” tanya Sam.
“Menunggu seorang teman lama,” jawab Bran. “Sudah waktunya untuk mengatakan yang sebenarnya pada Jon,” sambungnya. Sam menolak, bahwa seharusnya Bran yang harus memberitahunya. “Kau adalah adiknya. Bukankah seharusnya kau yang memberitahunya?” tanya Sam.

“Aku bukan adiknya,” jawab Bran. Bran meminta Sam yang memberitahu Jon, karena dia orang yang paling dipercaya Jon.

Kemudian, Sam mendatangi Jon yang ketika itu sedang berada di lokasi bawah tanah, tempat di mana leluhurnya disemanyamkan. Dia memberitahu Jon apa yang dibacanya dari buku harian Heigh Septon di Citadel. Bahkan Sam mengatakan, bahwa Jon-lah pewaris sah Seven Kingdom, bukan ratu naga.

“Ibumu adalah Lyanna Stark. Dan ayahmu, ayah kandungmu Rhaegar Targaryen. Kau tidak pernah menjadi anak haram,” kata Sam. “Kau adalah Aegon Targaryen, pewaris sejati Iron Throne.” Jon tercekat mendengar ucapan Sam, dan jelas tidak percaya pada apa yang baru saja didengarnya.

“Ayahku adalah pria paling terhormat yang pernah kutemui,” balas Jon. “Kau mengatakan dia berbohong kepadaku selama hidupku?” tanya dia kemudian.

“Tidak…” jawab Sam. “Ayahmu…Ned Stark…dia berjanji pada ibumu bahwa dia akan selalu melindungimu,” sambung Sam kemudian. “Dan, dia melakukannya. Robert pasti akan membunuhmu jika dia tahu. Kau adalah raja sejati.” Saat itu, Jon seperti takut pada bayangnya sendiri.

Reuni yang seharusnya membuat mereka senang, justru begitu menyakitkan, tidak hanya setelah Sam bercerita bahwa ayah dan adiknya dibunuh oleh naga Daenerys Targaryen. Melainkan, informasi yang disampaikan Sam berpotensi menghancurkan hubungan dirinya dengan sang bibi, Daenerys Targaryen, juga aliansi mereka. Seperti kita tahu, ratu naga itu mengklaim bahwa dialah yang berhak duduk di tahta besi (Iron Throne).

Jaime Lannister
Reaksi Jaime Lannister ketika melihat Bran di kastil Winterfell

Euron Meniduri Cersey
Euron Greyjoy sudah lama memendam keinginan meniduri sang ratu pirang, Cersei Lannister. Apapun akan dilakukan asal bisa menikmati tubuh ‘kekasih’ Jaime Lannister itu. Keinginan tersebut bahkan sudah pernah diutarakan di hadapan Jaime sendiri. Di atas kapal, Euron kembali mengutarakan keinginan meniduri Cersei kepada keponakannya, Yara.

Seperti kita tahu, pada musim sebelumnya, Euron mendapatkan tugas khusus dari ratu Cersei untuk membeli pasukan bayaran, Golden Company. Dan, ketika mengantarkan Kapten Strickland dari Golden Company, Euron kembali menunjukkan keinginan meniduri ratu Cersei. Meski sempat diancam, Cersei kemudian luluh, dan membiarkan paman dari Theon Greyjoy itu masuk ke kamar pribadinya. Pembaca pasti tahu apa yang mereka lakukan kemudian.

Jon Snow menunggangi naga
Salah satu hal paling ditunggu adalah adegan Jon Snow menunggangi naga. Sebagai orang Targaryen, Jon Snow sebenarnya dilahirkan dengan kemampuan istimewa. Itu sudah dibuktikannya sepanjang musim serial Game of Thrones. Dan, di musim pemungkas ini, kita jadi tahu akhirnya Jon Snow benar-benar menunggangi naga, seperti Targaryen.

Ia beradu kemampuan terbang bersama Daenerys yang mengendarai Drogon. Jon Snow awalnya sempat kikuk sebelum menunggangi Rhaegal. Namun, ia dihibur oleh ratu naga bahwa tidak ada orang bisa mengendarai naga sampai mereka mencobanya. Drogon dan Rhaegal adalah dua naga Daenerys yang masih tersisa. Naga satu lagi, Viserion, sudah menjadi kendaraan Nigth King.

Bran Bertemu Jaime Lannister
Di musim pertama, kita sudah melihat bahwa Jaime Lannister mendorong Bran Stark dari menara di Winterfell. Saat itu, Bran yang ahli memanjat tembok kastil memergoki Jaime dan Cersei Lannister sedang bercinta di atas menara. Menyadari bahwa aksi incest tersebut terbongkar, Cersei meminta Jaime agar membunuh Bran. Ia pun mendorong sang anak yang masih kecil itu jatuh ke tanah.

Kira-kira apa yang akan terjadi ketika Jaime dan Bran kembali bertemu? Di akhir episode pertama Game of Thrones musim 8, Bran kembali memergoki Jaime yang masuk diam-diam ke Winterfell. Saat itu, Jaime menyamar sebagai orang dewasa agar tidak dikenali. Ia datang ke Winterfell setelah menyadari bahwa saudarinya Cersei tidak akan bergabung dengan Utara melawan pasukan orang mati. Karenanya, Jaime memutuskan pergi ke Winterfell dan menyusul Brienne yang kini bergabung dengan Sansa Stark.

Sayangnya, episode pertama serial Game of Thrones musim 8 pun berakhir ketika Jaime memandang Bran yang sedang menatapnya. Penonton harus menunggu episode kedua yang akan tayang seminggu kemudian, untuk mengetahui bagaimana cerita mereka.

Download Game of Thrones 8 Eps1 dan subtitle Indonesia.
[]

Safelink Blogger: Cara Mudah Mendapatkan Uang dari Internet

Safelink Blogger
Ilustrasi created by Canva

Anda blogger dan ingin mendapatkan uang dari internet? Pasti donk. Safelink Blogger menawarkan cara mendapatkan uang dari internet dengan mudah. Kalau Anda serius menekuninya, layanan URL Shortener ini bisa menjadi salah satu sumber pemasukan bagi Anda yang bergelut di dunia online.

Ada banyak cara mendapatkan uang dari internet, tapi banyak dari kita kadangkala melakukannya dengan cara yang salah, dan juga tidak sabaran. Memang, menghasilkan uang dari internet tidak semudah memasukkan uang ke mesin ATM. Namun, kalau Anda sedikit kreatif dan tahu cara melakukannya dengan benar, menghasilkan uang dari internet itu amatlah gampang.

Pun begitu, jika ada yang bilang mendapatkan uang dari internet itu mudah, jangan langsung percaya. Dewasa ini, banyak sekali muncul artikel yang menyebutkan bahwa menghasilkan $1000 per bulan dari internet itu gampang. Tidak ada skema ‘serba gampang’ di internet. Kita harus berjuang dan melakukan berbagai uji-coba, dan harus siap gagal.

Dalam tulisan sebelumnya, saya sudah mengulas 5 cara mudah mendapatkan uang dari internet. Cara-cara yang saya paparkan itu sudah terbukti ampuh. Soalnya, banyak teman-teman saya sudah membuktikannya. Mereka bahkan mengandalkan cara tersebut sebagai salah satu sumber pemasukan online. Mereka percaya, untuk menghasilkan uang dari internet mutlak perlu mengandalkan banyak sumber.

Kali ini, saya akan mengulas soal Safelink Blogger yang belakangan ini menjadi mainan baru para blogger di Indonesia dalam mendulang rupiah. Bahkan, platform layanan URL Shortener tersebut langsung menjadi idola para blogger. Soalnya, layanan tersebut meskipun baru tapi memiliki rate cpm (per seribu tayang) yang lebih tinggi.

Selain itu, cara kerja layanan perpendek ini pun sangat mudah dan sederhana. Siapa pun bisa melakukannya tanpa harus memiliki keahlian khusus. Kita hanya perlu memperpendek sebuah link yang menarik, kemudian membagikannya kepada kolega atau melalui media sosial. Bagaimana kita dibayar? Kita akan mendapatkan bayaran untuk setiap orang yang mengunjungi link yang sudah kita perpendek tersebut. Sekilas terkesan gampang, bukan?

Download Safelink Blogger di Google Play

Sebenarnya memang gampang, seperti tagline dari Safelink Blogger, “make short links and earn the biggest money”. Yaitu, kita hanya perlu membuat link pendek, dan kemudian menghasilkan uang dalam jumlah besar. Benar-benar sebuah cara cerdas menghasilkan uang. Boleh dibilang, ini sangat cocok dilakukan oleh blogger milenial.

Nah, bagi kaum milenial yang memanfaatkan internet untuk mencari uang perlu mencoba platform perpendek link ini. Apalagi, aplikasi SafelinkBlogger.com ini sudah tersedia di Android. Kalian bisa langsung mendownload-nya di Google Play, dan mulailah menghasilkan uang.

Kalian bisa memulainya dengan mencari link-link menarik: bisa link film, link kata-kata bijak, link buku, atau link artikel motivasi. Link-link tersebut bisa kalian dapatkan di mana saja, dan kemudian perpendek link tersebut menggunakan Safelink Blogger. Lalu, link yang sudah kalian perpendek itu, kalian sebarkan melalui blog, media sosial, email atau group chatting WhatsApp. Tapi, lakukan dengan hati-hati dan natural, jangan main nyepam!

Layanan URL Shortener ini sungguh menarik. Karena mencari uang sekarang tidak berbatas ruang dan waktu lagi. Bagaimana proses penarikan uang? Bagi blogger yang ingin menarik dana (withdraw) dari layanan ini tersedia beberapa opsi: melalui transfer bank, paypal, pulsa, gojek, PLN, OVO. Menariknya, penarikan dana hanya membutuhkan 1-24 jam per hari selama jam kerja![]

Iqbal DJ, dari Relawan PMI ke Kursi DPRK Pidie

Muhammad Iqbal Dj
Muhammad Iqbal mewawancarai Muhammad MTA. (Foto: Facebook.com/?

Pada medio Januari lalu, saya ngopi bareng Muhammad Iqbal Djafar di sebuah warung kopi di bilangan Lampaseh Kota, Banda Aceh. Saat itu dia bersama seorang teman. “Dia pemancing mania,” kata Iqbal memperkenalkan temannya. Iqbal Dj, demikian mantan Ketua KSR PMI IAIN Ar Raniry ini disapa, tahu bahwa saya suka mancing.

Selama satu jam lebih kami bicara soal mancing, jenis-jenis ikan dan pengalaman masing-masing ketika memancing. Sama sekali tidak bicara soal politik, apalagi soal copras-capres. Seakan kami sudah sepakat, pertemuan itu tidak boleh dirusak dengan obrolan yang terlampau berat. Saya pun menahan diri untuk menanyakan soal niatnya maju kembali sebagai caleg dalam Pemilu 2019, seperti lima tahun lalu.

Saya kenal Muhammad Iqbal Djafar sudah lama, sejak tahun 1997. Kami sama-sama sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sigli. Bahkan, saat kelas 1 kami sudah satu ruang meski beda meja. Lulus dari MAN tahun 2000, kami sama-sama melanjutkan kuliah ke IAIN Ar Rani di Banda Aceh. Dan, lagi-lagi kami bertemu dalam satu ruangan kuliah: sama-sama di jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Ketika itu, kami terobsesi menjadi wartawan, profesi yang menurut kami keren itu.

Akhir tahun 2000, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEMA) IAIN Ar Raniry membuat pelatihan jurnalistik untuk calon wartawan Ar Raniry Post, tabloid mahasiswa yang sudah lama vakum. Para calon wartawan itu disiapkan sebagai punggawa dan pengelola tabloid. Rupanya, Muhammad Iqbal juga menjadi salah satu peserta pelatihan, bergabung dengan 10-an peserta lain. Saat itu, kami begitu bersemangat menjadi wartawan kampus, profesi yang kami idam-idamkan.

Pria kelahiran Simpang Tiga, 17 Mei 1982, itu begitu menikmati aktivitasnya sebagai wartawan kampus. Di sela-sela menjalani rutinitasnya di ruang kuliah sebagai mahasiswa kebanyakan, Iqbal memburu berita untuk tabloid mahasiswa Ar Raniry Post. Dia meliput dan menulis sejumlah isu mengenai tentang permasalahan di kampus. Laporan-laporannya sempat membuat kuping petinggi kampus memerah. Soalnya, pemuda Simpang Tiga itu berhasil membongkar sejumlah masalah di kampus yang jarang terekspose.

Sayangnya, setelah hadir beberapa edisi, tabloid kebanggaan mahasiswa IAIN itu pun berhenti terbit. Pihak kampus tidak lagi menanggung biaya operasional, konon karena media kampus itu terlampau kritis. Namun, Iqbal tidak lantas patah arang. Ia memilih aktif di lembaga mahasiswa yang konsen pada isu kemanusiaan, yaitu UKK Palang Merah Indonesia (PMI) IAIN. “Saya tak bisa berdiam diri melihat masyarakat menjadi korban dan berdarah-darah,” kata seorang santri di sebuah dayah di Simpang Tiga, itu.

Seusai pencabutan Daerah Operasi Militer (DOM), Aceh tidak lantas menjauh dari aroma darah. Setiap hari ada saja masyarakat yang menjadi korban, ekses dari konflik bersenjata antara TNI/Polri dan GAM. Bersama-sama dengan para aktivis PMI lain, Iqbal sering terlibat mengevakuasi korban penembakan, korban peluru nyasar atau mendampingi masyarakat pengungsi yang tersebar di beberapa titik di seluruh Aceh. Ia sering kali meninggalkan bangku kuliah karena sedang melayani para pengungsi.

Sejak di kampus, Iqbal sudah senang berorganisasi. Selain bergabung dengan organisasi yang ada di kampus, dia pun melebarkan sayapnya dengan aktif di sejumlah organisasi di luar kampus. Tercatat, ia kini menjadi sekretaris DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Aceh, Sekretatis Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Aceh, selain sebagai relawan PMI. Ia pun masih aktif di berbagai kegiatan sosial.

Jiwanya di dunia politik pun sudah terasah sejak masih kuliah. Ia merintis karir politik dari bawah, sebagai kader Golkar potensial di Provinsi Aceh. Kini, dia dipercaya sebagai Ketua Biro Organisasi dan Kepartaian DPD-I Partai Golkar Provinsi Aceh. “Setelah tidak lagi di dunia media, sepertinya saya ditakdirkan menjadi politisi,” kata caleg nomor urut 5 untuk DPRK Pidie dari Partai Golkar. Iqbal maju dari daerah pemilihan (dapil) 2 yang meliputi Kecamatan Simpang Tiga, Peukan Baro, Indra Jaya dan Mutiara.

Muhammad Iqbal Golkar
Muhammad Iqbal Golkar

Ia mengaku maju sebagai salah seorang caleg DPRK dari Kec Simpang Tiga dari Partai berlambang pohon beringin ini karena permintaan sejumlah tokoh politik dan tokoh masyarakat setempat. Awalnya ia ingin mendukung orang lain sebagai calon, dan menjadi konsultan caleg dari Partai Golkar.

“Tapi, masyarakat menganggap harapan dan aspirasi mereka bisa dititipkan pada saya. Saya pun dipaksa untuk maju. Inilah alasannya kenapa saya maju kembali sebagai caleg dari dapil 2,” jelasnya.

Menurut Iqbal Dj, masyarakat yang mendukungnya percaya bahwa latar-belakang dirinya sebagai pekerja sosial dan kemanusiaan layak dan memiliki kapasitas menjadi seorang legislator. Lagi pula, sejak dulu dia memang sudah bersinggungan dengan kerja-kerja kemanusiaan.

Tak hanya itu, di kalangan kaum milenial pun namanya tidaklah asing. Sepak terjangnya di dunia organisasi sudah teruji. Berbagai lapangan kerja yang menyerap tenaga kerja lokal terus diciptakannya sejak tahun 2000-an hingga sekarang. Iqbal berharap jika nanti terpilih, ia punya tanggung jawab memajukan dan memberdayakan masyarakat dan kaum millenial. “Saya ingin mengabdikan diri untuk rakyat dengan menciptakan program-program yang langsung bersentuhan dengan kehidupan mereka,” tegasnya.

Sebagai caleg potensial dari Partai Golkar di dapil 2 (Simpang Tiga, Peukan Baro, Indra Jaya dan Mutiara), Muhammad Iqbal Dj mengusung visi “dari rakyat untuk rakyat, dan keurija keu rakyat”. Ia yakin dengan semangat “duek dong sapue pakat”, berbagai program pemerintah bisa dijalankan. “Visi saya ini memiliki makna membantu pemerintah melaksanakan program yang menyentuh kebutuhan rakyat banyak,” ujar pria kelahiran Gampong Pulo Gaja Mate, Simpang Tiga ini.

Muhammad Iqbal DJ merupakan orang yang sangat peduli terhadap permasalahan masyarakat dan kaum millenial. “Insya Allah saya melangkah bersama rakyat di dapil 2 (Simpang Tiga, Peukan Baro, Indra Jaya dan Mutiara) pada Pemilu Legislatif 2019,” pungkas Muhammad Iqbal DJ, mantap. []

Jon Snow dan Game of Thrones Season 8

Jon Snow
Jon Snow dan Rhaegar Targaryen (Foto: esquire.com)

Sam Tarly dan Bran Stark memberi tahu kita bahwa Jon Snow adalah seorang Targaryen. Dalam Game of Thrones Season 7, keduanya berhasil ‘melacak’ bahwa ‘anak haram’ Snow sebenarnya adalah putra dari Lyanna Stark dan Rhaegar Targaryen. Dengan demikian, teori penggemar Game of Thrones telah terbukti benar.

Itu hanya berarti bahwa penggemar Game of Thrones telah memindahkan perhatian mereka ke teori lain tentang apa yang akan terjadi pada Jon Snow di musim terakhir yang akan tayang di HBO beberapa hari mendatang.

Pun begitu, tidak ada yang bisa menebak dengan pasti apa yang bisa terjadi pada Jon, yang telah muncul sebagai protagonis utama dari cerita ini. Dia bisa mati, dia bisa menang, dia bisa dipenggal dalam episode pertama musim kedelapan. Sebab, ini adalah Game of Thrones, segala kemungkinan sangat mungkin terjadi di atas meja. Tapi, sebelum itu, mari kita periksa satu persatu teori terbaik yang mengenai Jon Snow menjelang pertunjukan musim kedelapan.

Jon Snow adalah Pangeran yang Dijanjikan
Dalam novel George RR Martin, A Song of Ice and Fire banyak menyebutkan mengenai legenda Azor Ahai, “seorang pahlawan yang bertarung melawan [kegelapan] dengan pedang merah” dan “bangkit untuk memberi keberanian pada ras manusia dan memimpin orang-orang saleh ke dalam pertempuran dengan pedangnya yang menyala, Lightbringer.”

Menurut ramalan, “Ketika bintang merah berdarah dan kegelapan berkumpul, Azor Ahai akan dilahirkan kembali di tengah-tengah asap dan garam untuk membangunkan naga dari batu.” Melisandre telah percaya kembalinya Azor, yang dia yakini adalah Stannis Baratheon. Karena Stannis bernasib tidak terlalu baik, kemungkinan pahlawan barunya adalah Jon Snow, yang dia bantu hidupkan kembali di Game of Thrones musim 6.

Teori ini mengambil twist di musim ketujuh, ketika itu menunjukkan bahwa terjemahan ramalan itu juga bisa berarti Putri yang Dijanjikan, yang berarti bisa jadi Jon atau Daenerys.

Jon Snow akan menemukan bukti untuk membuktikan garis keturunan Targaryen-nya
Satu rintangan penting yang harus diatasi oleh Jon, Sam, dan Bran adalah berusaha membuktikan bahwa Jon sebenarnya adalah seorang Targaryen. Adakah orang—terutama Cersei Lannister—yang mau menerima ucapan adik lelaki Jon yang aneh, yang mengatakan ia bisa melihat ke masa lalu? Benar-benar tidak! Satu-satunya bukti lain yang mereka miliki adalah catatan lama dari High Septon Maynard yang hanya menyatakan bahwa Rhaegar telah membatalkan pernikahannya dengan Elia Martel dan menikahi Lyanna Stark di Dorne.

Jadi apa yang bisa mereka lakukan untuk membuktikan identitasnya dengan bukti fisik? Seperti yang kita ketahui dari buku-buku Martin, Rhaegar Targaryen adalah seorang romantis lembut yang dikenal mahir menggubah musik dan memainkan harpa. Sejak awal Game of Thrones, ada desas-desus bahwa harpa terkenal Rhaegar Targaryen ini turun di crypt Winterfell dengan tubuh Lyanna Stark.

Dalam episode pertama Game of Thrones, Robert Baratheon meninggalkan bulu di kuburan Lyanna Stark. Bulu ini telah dipanggil kembali berkali-kali sepanjang seri, paling baru dalam teaser Thrones terbaru yang menunjukkan kehancuran Winterfell. Apa yang ada di kuburan ini yang begitu penting?

Mungkinkah Song of Ice and Fire, judul dari buku epik George R.R. Martin sebenarnya adalah lagu yang ditulis oleh Rhaegar Targaryen untuk menyambut kelahiran putranya dan Lyanna Stark, Aegon Targaryen? Mungkinkah Rhaegar menulis lagu ini dan ditempatkan bersama Lyanna dengan harpa di kuburannya sebagai bukti garis keturunan Jon Snow yang sebenarnya?

Jon Snow akhirnya akan menunggangi naga

Jon Snow
Jon Snow, Daenerys dan Night King (Foto: esquire.com)
Sekarang kita akhirnya tahu bahwa Jon Snow adalah seorang Targaryen, maka itu berarti dia secara teoritis bisa menunggangi naga. Penggemar telah menunggu puluhan tahun untuk mengonfirmasi hal ini, dan sekarang kita telah melihatnya. Selanjutnya kita akan menanti pahlawan kita akan mengendarai salah satu naga.

Di salah satu trailer, kita melihat Jon dan Dany berjalan mendekati naganya. Seperti yang sudah ditunjukkan oleh para penggemar, ini pasti dua Targaryens yang tersisa yang mendekati naga mereka untuk naik ke pertempuran.

Sekarang, karena Daenerys selalu menyukai Drogon, nama yang diberikan untuk menghormati mendiang suaminya Khal Drogo, dia kemungkinan akan terus membawanya ke medan perang. Satu-satunya naga yang tersisa untuk dinaiki Jon adalah Rhaegal, seperti nama ayah kandung Jon, Rhaegar Targaryen.

Jon akan mengorbankan dirinya untuk Putri yang Dijanjikan
Seperti yang telah kita pelajari dalam Game of Thrones, ramalan sering disalahartikan. Dan di musim tujuh, Missandei menunjukkan bahwa pembacaan kuno ramalan Azor Ahai sebenarnya bisa salah. Ternyata kata pangeran tidak memiliki jenis kelamin—artinya bisa jadi seorang putri yang dijanjikan daripada seorang pangeran. Itu berarti bukannya Jon Snow menjadi Lord of Light, bisa jadi Daenerys-lah orangnya.

Jika itu masalahnya, kita harus membalikkan bacaan pada salah satu teori Daenerys paling populer bahwa dia akan mengorbankan dirinya untuk Pangeran yang Dijanjikan. Dalam skenario ini, Jon sebenarnya akan mengorbankan dirinya sendiri sehingga Dany dapat membuat Lightbringer untuk membunuh Night King. Dan, jujur saja, mengingat Jon sudah mati sekali, masuk akal kalau dia dibawa kembali untuk melayani tujuan ini hanya untuk mati lagi. Ini sesuai dengan ramalan Melisandre bahwa Jon dihidupkan kembali untuk sebuah tujuan.

Jon dan Dany akan saling mengkhianati

Daenerys Targaryen
Daenerys Targaryen (Foto: Esquire.com)
Sesuatu yang tidak baik akan menghampiri bibi dan keponakan bernama Daenerys dan Jon yang tidur bersama. Selain fakta bahwa itu hanya inses ringan, secara politis ini tidak akan berhasil dengan baik untuk semua orang. Seperti yang telah kita lihat dari trailer awal, penyatuan naga dan serigala ini sudah menyebabkan perpecahan di antara barisan. Dan jika keadaan terus memburuk, itu bisa mengarah pada pengkhianatan terakhir.

Dalam sebuah penglihatan dalam versi buku dari House of the Endying, Dany diberikan ramalan ini: “tiga api harus Anda nyalakan…satu untuk hidup dan satu untuk kematian dan satu untuk cinta…tiga tunggangan harus Anda kendarai…Satu ke tempat tidur dan satu untuk takut dan satu untuk mencintai…tiga pengkhianatan akan Anda tahu…sekali untuk darah dan sekali untuk emas dan sekali untuk cinta…”

Ketika kita menunggu pengkhianatan ketiga ini, tampaknya sangat mungkin Jon yang melakukan pengkhianatan karena cinta atau sebaliknya. Dalam pertunjukan, kembali di musim dua, adegan ini menunjukkan Dany di King’s Landing yang kosong mendekati Iron Throne. Tapi, sebelum dia bisa sampai di sana, dia terganggu oleh teriakan naganya. Ini juga telah memicu teori bahwa dia akan meninggalkan pertarungannya untuk Iron Throne untuk bersama naga-naganya lagi, mungkin menjadi Night Queen dalam prosesnya.

Eit…Anda boleh percaya dengan teori Jon Snow ini dan boleh tidak. Pastikan Anda tidak melewatkan Game of Thrones 8 yang akan tayang di HBO pada 14 April 2019 mendatang. []

Esquire.com

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [Selesai]

M Rizal Falevi Kirani
Falevi saat kunjungan ke luar negeri. (Foto: Instagram.com/kiranifalevi)

MINGGU (18/05/2003) malam, Falevi dan beberapa teman masih bergadang hingga larut malam di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Ar Raniry. Sementara Muhammad MTA yang biasanya juga menginap di UKM sudah beberapa hari tidak muncul ke kampus. Suasana Aceh ketika itu mulai memanas, dan nasib Cessation of Hostilities Agreement (CoHA) tak dapat diprediksi, sementara mesin perang Jakarta mulai bersiap-siap menggempur Aceh.

Tokyo Meeting pada 17-18 Mei 2003, yang di antaranya difasilitasi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Bank Dunia, gagal. Petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) secara terang-terangan sudah menyatakan memboikot pertemuan tersebut, sementara Pemerintah Indonesia tetap mengirimkan utusannya, sekali pun pihak GAM tidak bersedia hadir.

GAM jelas gusar dan kecewa. Sebelum pertemuan, Indonesia sudah secara tegas menyatakan tidak akan menoleransi permintaan GAM untuk merdeka. NKRI sudah final. GAM harus meletakkan senjata dan menerima otonomi khusus. Perwakilan GAM merasa, pertemuan Tokyo hanya untuk melegalkan keputusan Indonesia menerapkan Darurat Militer di Aceh.

Selain itu, tindakan aparat keamanan Indonesia menangkap lima juru runding GAM yang hendak berangkat ke Tokyo: Teuku Kamaruzzaman, Amni Ahmad Marzuki, Sofyan Ibrahim Tiba, Nashiruddin bin Ahmad, dan Teungku Usman Lampoh Awe, dianggap sebagai sikap yang tidak bersahabat dan tak serius berunding. GAM meminta agar tim runding mereka itu dibebaskan, baru mereka bersedia berdialog.

M Rizal Falevi
Falevi sedang mengaji. (Foto: Instagram.com/kiranifalevi)

Falevi tampak tidak tenang malam itu. Sebentar-sebentar ia masuk ke ruangan kantor UKM SALAM memantau informasi atau menelepon untuk mengetahui bagaimana hasil perundingan Tokyo. Nasib CoHA sangat tergantung pada pertemuan di ibukota Jepang itu. Falevi sudah mendengar kabar bahwa Indonesia akan mengumumkan keputusan penting terkait Aceh, tepat tengah malam. Dan benar saja, tepat pukul 00.00 WIB, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Susilo Bambang Yudhoyono resmi mengumumkan pemberlakuan Darurat Militer di seluruh Aceh.

Esoknya, penghuni PKM heboh bukan main. Di atas langit Cot Keu-eng, Krueng Raya dan Montasik, Aceh Besar, pasukan terjun payung TNI seperti kawanan burung yang sedang mencari mangsa. Pesawat tempur dan helikopter meraung-raung di langit Aceh pagi itu.

“Mubarak, ka jadeh prang!” kata Falevi, aktivis UKM Salam. Kami memantau pergerakan pasukan payung tersebut dari lantai dua PKM. Para aktivis UKM lain di lantai satu sudah banyak yang berada di halaman depan dan belakang PKM melihat pemandangan “langka” tersebut. Aceh sudah benar-benar menjadi arena perang.

Militer tak hanya memburu GAM. Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) dalam sebuah pernyataan di media mengatakan bahwa sasaran operasi militer tak hanya ditujukan melumpuhkan GAM, melainkan juga SIRA, SMUR dan Kontras. Falevi dan sejumlah aktivis lain memilih bertahan di kampus. Menurutnya, meski sering disatroni dan dipantau aparat, kampus lebih aman sebagai tempat bersembunyi.

Suasana kehidupan di kampus memang tidak lagi normal seperti sebelumnya. Namun, Falevi menjalani hari-harinya seperti biasa: kuliah, pustaka, dan nongkrong di kantin. Malam hari lebih banyak waktu dihabiskan dengan bercengkrama dengan teman-teman dari UKM lain seperti Pramuka, PMI dan Gainpala. Tak banyak hal bisa dilakukan, lebih-lebih setelah muncul ultimatum bahwa mahasiswa yang jadi antek-antek GAM akan disikat. Sejak itu, Falevi dan teman-temannya memilih berdiam diri dan jadi anak baik-baik.

Suasana tidak menentu tersebut berlangsung lima hari. Pada malam ke-6 pemberlakuan Darurat Militer, listrik di kawasan Darussalam padam menjelang Magrib tiba. Tak ada yang tahu, kapan listrik kawasan Darussalam menyala kembali. Komplek kampus begitu gelap, mirip kota mati. Sangat mencekam.

Falevi Kirani
Falevi bersama aktor Nicholas Saputra. (Foto:

Di sekretariat UKK Pramuka, Abdillah (Ketua UKK Pramuka) sedang bercengkrama dengan Fakhrul Riza, Syahrul Huda dan beberapa pengurus lain. Sekali pun listrik padam, Sekretariat Pramuka tampak lebih terang. Mereka punya stok lilin yang cukup. Selain Pramuka, UKM Gainpala juga tampak hidup meski listrik padam.

Tak lama kemudian, Falevi bergabung dengan mereka di UKK Pramuka. Dia baru selesai salat magrib di UKM Salam. Biasanya, ada Muhammad MTA yang juga menginap di kampus. Sejak beberapa malam dia memilih menghabiskan waktu di kos milik Mufti di kawasan Tgk di Blang. Mufti adalah mahasiswa satu Fakultas dengan Falevi dan MTA.

“Na warnet rakan lon di Simpang Galon, baro dibuka (ada warnet teman saya di Simpang Galon, baru dibuka),” kata Huda menghentikan lamunan kami. “Saya mau ke sana sebentar lagi.”

“Paih that. Lon neuk cek email siat teuk. Trep hana jak bak warnet (Bagus sekali. Saya rencana mau buka email. Sudah lama tidak ke warnet),” kata saya.

“Rencana neuk pakat awak droe man dua, tapi hana mangat karena baro dibuka (rencana mau ajak kalian berdua, tapi tidak enak, mereka buka buka),” kata Huda lagi. “Malam nyoe kupakat si Mubarak dile, malam singoh droekeuh Falevi (malam ini saya ajak si Mubarak dulu, malam besok kamu Falevi).” Falevi setuju.

Falevi Kirani
Falevi dalam demo HANTAM

Saya dan Huda berangkat ke Simpang Galon, sebutan para mahasiswa untuk Keude Darussalam. Falevi, Abdillah dan Fakhrul Riza masih melanjutkan obrolan mereka. Selang satu jam kemudian, 5 truk Reo penuh dengan personil Brimob berhenti di Simpang Galon, diikuti dua mobil kijang yang juga penuh aparat. Seperti adegan dalam film, mereka meloncat dengan lincah dan langsung merayab di badan jalan.

Penjual dan mahasiswa yang berada di kawasan Simpang Galon, terkejut bukan main. Satu persatu masuk ke dalam warung yang buka, yang lainnya memilih pulang ke kos masing-masing. Para penjual nasi goreng di pinggir jalan memilih tak melanjutkan berjualan. Kira-kira lima menit setelah 5 truk reo itu berhenti, suasana di Keude Darussalam sepi. Senyap. Malam itu, aparat Brimob mengepung AIN, kampus yang dikenal sebagai sarang aktivis pro referendum.

Syahrul Huda mencoba menghubungi Falevi melalui telepon genggam untuk mengabarkan kedatangan ratusan Brimob ke kampus. Beberapa kali panggilan ke nomor telepon genggamnya terdengar nada sibuk. Pesan singkat yang dikirim juga selalu tertunda (pending). Sementara teman-teman lain di PKM tak ada yang memegang handphone. Listrik padam, jaringan sibuk dan pesan singkat yang dikirim statusnya pending melengkapi suasana kampus yang begitu mencekam.

M Rizal Falevi Kirani
Falevi selalu mendampingi Irwandi Yusuf. (Foto:

Suasana di Simpang Galon makin sepi. Tak ada siapa pun yang nongkrong. Penjual sudah pada tutup. Orang-orang memilih mengintip dari jendela ruko suasana di luar. Hanya lembu yang masih berkeliaran di jalan. Tak lama kemudian, tiba lagi tiga unit reo yang langsung meluncur ke jalan lingkar kampus melalui komplek Pascasarjana IAIN Raniry. Sepertinya, mereka sudah begitu hafal komplek IAIN, dan mulai mengepung dari Jalan lingkar Rukoh.

Aparat mengumpulkan semua penghuni di halaman PKM. Identitas mereka diperiksa satu persatu dengan teliti. Abdillah bercerita tentang proses penangkapan warga PKM: ada yang dipukul dengan popor senjata, dipukul pakai balok kayu dan ditendang hingga ke halaman PKM. Semua dikumpulkan dan satu persatu diperiksa KTP-nya.

“Dan, ini yang kita cari.” Aparat girang bukan main saat memerikan KTP milik Falevi. “Siapa yang bernama Falevi?” tanya aparat yang memakai sebu. Mau tidak mau, Falevi harus menampakkan diri. Pukulan demi pukulan diterima aktivis HANTAM itu. Beruntungnya, sebelum digelandang ke halaman PKM, Falevi lebih dulu menyembunyikan handphone Nokia ber-casing gambar harimau di balik sarung bantal. Esoknya, alat komunikasi itu langsung diamankan oleh teman-temannya untuk diserahkan kepada adiknya.

Menurut cerita teman dari UKK Pramuka, banyak dokumen yang dibawa, termasuk bendera Referendum yang pernah dikibarkan saat Sidang Umum MPR Aceh di Masjid Raya Baiturrahman pada 8 November 1999 itu. Rambut wig, senjata AK-47 dari kayu dan beberapa properti milik UKM Teater Mahasiswa Rongsokan juga diambil. Semua alat bukti ini kian memberatkan tuduhan untuk Falevi.

Falevi dan Vonis 6 Tahun Penjara

Falevi
Falevi bersama konstituen. (Foto: Instagram.com/kiranifalevi)

RABU, 3 September 2003, Falevi menghadiri sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh untuk menyampaikan eksepsi. Dalam sidang sebelumnya, alumni MTsN Tangse itu didakwa melakukan makar dan melanggar ketertiban umum. Ini merujuk pada aksi tanggal 23 Desember 2002 tentang penolakan JSC dari Filipina. Saat itu, Falevi dan peserta aksi membawa dua spanduk dengan isi cukup mencolok: Pemerintah RI pembantai rakyat Aceh dan Aceh baru akan damai apabila merdeka.

Menurut Jaksa Penuntun Umum (JPU), bunyi pada spanduk dalam aksi yang dipimpin aktivis HANTAM, itu sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah RI yang sah. Ia pun didakwa menyebarkan rasa permusuhan, kebencian terhadap pemerintah RI dan menghasut masyarakat untuk melawan negara. Sebuah tuduhan yang tidak main-main. Jika divonis bersalah, Falevi bakal menjalani hukuman 6 sampai 8 tahun penjara.

Meski hukuman penjara sedang mengintainya, tak sedikit pun membuat dirinya kecewa. Ia bahkan menganggap nasibnya masih lebih beruntung dibanding ribuan rakyat Aceh yang lain. Memang, selama ditahan di dalam penjara, Falevi mendapatkan penyiksaan berat, dipukul bertubi-tubi, dan dihina dengan kata-kata merendahkan. Tapi semua itu tidak sampai membuatnya kehilangan nyawa.

Sementara banyak masyarakat Aceh ketika itu harus merelakan nyawanya di ujung bedil, sebagian dari mereka adalah masyarakat yang tidak ada sangkut-pautnya dengan GAM atau politik. Mereka menjadi korban dari keganasan perang yang tidak diharapkan. Itu pula yang disuarakan Falevi ketika hadir dalam sidang untuk menyampaikan pembelaan.

“Saya sangat sedih. Ketika saya diproses lewat jalur hukum ternyata ada anak bangsa Aceh yang dibunuh dan mati di ujung moncong senjata tanpa proses hukum,” katanya ketika membacakan eksepsi di depan majelis hakim.

Bahkan, lanjut Falevi, saat dirinya membacakan eksepsi, ada orang Aceh yang tewas ditembak serdadu. Tidak sedikit perempuan yang diperkosa aparat. “Bahkan tidak sedikit masyarakat Aceh yang harus meninggalkan kampung halamannya karena dipaksa mengungsi untuk alasan demi keamanan,” katanya menggebu-gebu di ruang pengadilan.

M Rizal Falevi Kirani
Falevi bersama Tiong dan Sjamsul Kahar. (Foto: FB.com/falevi.kirani)

Falevi mengisahkan, saat status Darurat Militer (DM) diberlakukan, banyak masyarakat Aceh hidup terkatung-katung: ada wanita harus melahirkan dalam perjalanan, ada bayi meninggal dan banyak yang syahid ketika mereka harus meninggalkan kampungnya. Kisah-kisah ini menjadi cerita sedih yang tidak berkesudahan.

“Ada ribuan rakyat Aceh yang terpaksa mengadu nasib ke Malaysia karena terancam jiwanya hidup di negeri sendiri. Mereka terkatung-katung dan tidak jelas nasibnya. Padahal ini tanah air mereka, tanah warisan indatu mereka bangsa Aceh!” gugat aktivis HANTAM ini.

Sayangnya, pembelaan itu tidak sedikit pun menolongnya. Setelah beberapa kali sidang, akhirnya Muhammad Rizal Falevi dijatuhi vonis 6 tahun penjara. Ia dikurung di penjara Keudah bersama sahabat karibnya, Irwandi Yusuf. Gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 membebaskan mereka dari jeruji penjara. [Selesai]

Gadis 18 Tahun Potong Alat Vital Sang Adik dan Memakannya

Karina Roque
Karina Roque (Foto: dailymail.com)

Seorang gadis remaja di Brasil, Karina Roque (18), menyiksa adik laki-lakinya Maycon Roque yang berusia lima tahun sampai mati sebelum memakan penisnya yang terputus. Menurut polisi setempat, aksi kejahatan tersebut terkait dengan ritual ilmu hitam. Soalnya, mayat korban itu ditemukan di lantai dikelilingi oleh beberapa lilin.

Maycon Roque yang dimutilasi berat ditemukan oleh ibunya pada Kamis (4/4) malam lalu setelah seorang kerabat masuk ke rumah keluarga di Sao Roque, Brasil tenggara. Mereka menemukan Karina yang berusia 18 tahun berdiri di samping jasad anak itu.

Penyelidik polisi (detektif) mengatakan mayat korban ditemukan dengan luka aneh. Sebagian kepalanya dipenggal, ada luka pisau di pergelangan tangannya, kedua bola matanya telah ditusuk, kakinya telah terbakar.

Kepada polisi, Karina mengakui bahwa dia “memotong organ genital kakaknya dan memakannya.”

Menurut polisi, kejadian itu berawal saat ibu Karina pergi berbelanja. Ia kemudian meninggalkan putranya yang masih berusia lima tahun sama kakaknya, Karina Roque.

Karina Roque
Karina Roque (Foto: dailymail.com)

Ketika kembali beberapa jam kemudian, dia menemukan pintu depan terkunci. Media lokal melaporkan bahwa Karina menolak untuk membiarkan ibunya masuk. Hal ini mendorong wanita yang putus asa itu pergi menjemput saudara iparnya, yang menendang pintu ke bawah.

Setelah pintu terbuka, sang ibu melihat pemandangan yang begitu mengerikan. Ia pingsan seketika seusai melihat anaknya mati bersimbah darah, dan harus dipapah oleh tetangga.

Tersangka diduga mencoba melarikan diri ketika pamannya dan kerabat lainnya berusaha menahannya.

Detektif Anderson Góes mengatakan: “Mereka berusaha mencegahnya berlari tetapi dia tampaknya menjadi sangat agresif dan mulai melemparkan benda-benda.

“Pamannya dipukul dan terluka oleh batu dan dia menggigit anjing keluarga yang menyerangnya saat dia ditahan oleh kerabat,” katanya Goes seperti dikutip dari Daily Mail.

Kepada polisi, Karina mengakui bahwa dia membujuk adik lelakinya ke kamarnya dengan berpura-pura mereka akan bermain, lalu mencekiknya dengan bantal.

Pemeriksaan sementara mengindikasikan bahwa anak itu sudah mati sebelum tubuhnya dilumpuhkan dengan brutal dan bagian-bagian tubuhnya dicopot.

Karina Roque
Karina Roque (Foto: dailymail.com)
Penyelidik forensik dilaporkan menemukan ponsel yang terbakar, kartu memori, pisau lipat, dan sejumlah kecil ganja di rumah.”Kami percaya ponsel itu milik tersangka dan sengaja dirusak olehnya untuk menghancurkan bukti kontak online,” kata Detektif Goes.

Pihaknya sedang menyelidiki apakah anak itu terbunuh dalam semacam ritual pemujaan setan atau karena sebab lain. “Kami ingin tahu apakah terdakwa memiliki jaringan sosial dengan sekelompok setan atau praktisi ilmu hitam dan apakah ia didorong atau dihasut oleh seseorang untuk melakukan kejahatan. Dia juga akan menjalani tes untuk melihat apakah dia di bawah pengaruh obat-obatan.”

Telepon dan kartu memori telah dikirim ke laboratarium untuk analisis.

Anggota keluarga dilaporkan mengatakan kepada polisi bahwa remaja itu tidak pernah terlibat masalah sebelumnya, diam dan pendiam dan ‘selalu menjaga adiknya’.

Kini, tersangka yang didakwa atas kasus pembunuhan dan percobaan pembunuhan pamannya ditahan di sel di Penjara Wanita Votorantim di Sao Paulo. Dia dalam pantauan polisi yang berjaga-jaga tersangka tidak bunuh diri.

Korban dimakamkan pada Jumat (5/4) pagi. Tidak ada anggota keluarga yang ingin diidentifikasi atau mengomentari kasus tragis itu. [Daily Mail]

Falevi Kirani: Perjalanan Hidup Seorang Aktivis [bagian-2]

Falevi Kirani
Falevi Kirani dalam sebuah acara. (Foto: fb.com/falevi.kirani)

M Rizal Falevi lahir di Kiran Dayah, pada 24 November 1981. Ia anak ke-2 dari enam bersaudara. Tumbuh dan menghabiskan masa kecilnya di Kiran, sebuah kampung di Kecamatan Jangka Buya, Pidie Jaya.

Falevi masuk pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kiran pada tahun 1988 atau setahun menjelang operasi jaring merah diberlakukan di Aceh. Kala itu, seperti anak lain seusianya, Falevi tidak tahu menahu urusan politik atau tentang Aceh Merdeka. Dia berangkat ke sekolah seperti biasa, seperti tak ada kejadian apa-apa.

Operasi yang lebih dikenal dengan Daerah Operasi Militer (DOM) itu dimulai tahun 1989, diberlakukan terutama di Pidie, Aceh Utara dan Aceh Timur, tiga daerah yang dianggap sebagai basis dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Saat itu, generasi pertama dari pemuda Aceh yang mendapat pelatihan militer di Libya baru kembali ke Aceh.

Mereka beraksi dengan cara menyerang pos aparat di ketiga daerah yang mendapat label merah itu. Pemerintah Daerah yang kewalahan menghadapi kelompok ini meminta bantuan pemerintah pusat. Lalu dikirimlah ribuan tentara terutama dari Kopassus untuk memburu gerilyawan AM (Aceh Merdeka).

Suatu hari, Falevi menyaksikan beberapa helikopter terbang di atas langit Kiran menuju Samalanga. Helikopter itu membawa benda berbentuk kotak seukuran 2×2 meter yang bergelantungan di udara. Di lain kesempatan, dia menyaksikan pesawat terbang menjatuhkan selebaran berisi ajakan melawan gerakan pengacau keamanan (GPK). Di kemudian hari, Falevi baru mengerti bahwa kotak yang dibawa itu berisi amunisi untuk Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang kini dikenal dengan TNI.

Di tengah situasi keamanan Aceh yang tidak menentu, Falevi berhasil menyelesaikan pendidikan dasarnya pada tahun 1994. Orang tuanya sempat galau memikirkan pendidikan untuk sang anak yang saat itu berusia 13 tahun. Ada beberapa sekolah menengah pertama yang bagus di Kecamatan Ulee Gle, yang dapat dipilih untuk sekolah lanjutan bagi bocah Falevi. Bahkan, orang tuanya sempat terpikir untuk memasukkannya ke Dayah Jeumala Amal, Lueng Putu yang cukup dikenal kala itu.

Akhirnya, setelah musyawarah keluarga, Falevi dimasukkan ke MTsN Tangse, di mana orang tuanya menjadi guru di sana. Setidaknya, hal itu akan menjamin Falevi mendapat pendidikan dan pengawalan dari orang tuanya. Lagi pula, kondisi keamanan Aceh yang tidak kondusif membuat sang bocah itu lebih aman jika bersama keluarganya.

Falevi menamatkan MTsN setahun sebelum gerakan reformasi bergelora di seluruh Indonesia. Seperti anak seusianya, ia turut menjadi saksi bagaimana seorang jenderal yang berkuasa selama 32 tahun akhirnya tumbang oleh gerakan mahasiswa. Ketika itu, ia baru bersiap-siap mengikuti ujian kenaikan kelas. Setelah tamat dari MTsN di kota dingin Tangse itu, orang tua Falevi kemudian memasukkannya ke MAN Beureunuen. Kota perdagangan itu relatif lebih aman untuk anak seusianya dibanding di Tangse.

Falevi Kirani
Falevi Kirani (Foto: fb.com/falevi.kirani)

Status DOM yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun baru dicabut setelah Soeharto tumbang oleh gerakan reformasi 1998. Panglima ABRI ketika itu, Jenderal Wiranto, mewakili pemerintah mengumumkan pencabutan DOM saat berada di Lhokseumawe, sekaligus memerintahkan penarikan tentara non organik dari Aceh. Sementara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mulai menggeliat kembali di bumi Aceh, tidak hanya di tiga daerah bekas DOM, melainkan sudah merata di seluruh Aceh.

Sambil menyelesaikan pendidikan di MAN Beureunuen, Falevi ikut memperdalam ilmu agama di Dayah Tgk Sjiek Di Peulumat Jojo, kecamatan Mutiara, Pidie sekaligus sebagai tempat tinggal. Dia memang tumbuh besar di dalam lingkungan yang kental dengan nuansa agama. Sejak kecil, ia sudah menuntut ilmu agama. Selama 6 tahun dia belajar ilmu agama di Dayah Babul Ilmi Kiran Dayah, Kec Jangka Buya, Pidie Jaya, antara tahun 1988- 1994.

Di Beureuneun pula, dia mulai berkenalan dengan semangat dan ideologi Aceh Merdeka. Saat itu, kota perdagangan di Kabupaten Pidie ini menjadi salah satu sentral perlawanan terhadap Jakarta. Bendera Aceh Merdeka merdeka beberapa kali sempat dikibarkan di atap pertokoan. Bahkan, ketika euphoria referendum sedang menggema di seluruh Aceh, warga di kota Beureunuen ini merelakan toko mereka dilukis grafiti referendum. Tidak hanya itu, di setiap blok pertokoan dipasang spanduk tuntutan referendum. Simbol perlawanan sipil tersebut menjadi pemandangan sehari-hari warga yang pergi ke Beureunuen.

Falevi yang masih duduk di bangku kelas 3 MAN menyaksikan fenomena tersebut dengan perasaan gundah. Ia memendam hasrat agar suatu hari kelak juga ikut menjadi bagian dari gerakan referendum. Ini pula yang menuntunnya aktif di Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) ketika kuliah IAIN Ar Raniry. Dia yang masih semester awal menjadi motor yang menggerakkan mahasiswa seleting dengannya untuk melawan pemerintah. [bersambung]

Khairullah: Saya Tidak Berpolitik Tulak Moto Brok

Khairullah DPR RI
Khairullah bersama massa pendukungnya di Padang Tiji

ADA cukup banyak partai politik. Tapi, Khairullah memilih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Keputusannya memilih PKB, sudah menunjukkan kalau Khairullah cukup paham politik elektoral. Pria kelahiran Tangse itu tahu mana partai yang bisa dijadikannya kendaraan politik, dan mana yang sekadar meramaikan kontestasi lima tahunan saja. Khairullah merasa dirinya sudah terlalu tua kalau hanya dipasang sebagai caleg untuk tulak moto brok.

Politik memang bukan dunia yang digelutinya. Namun, kecerdasannya memilih kendaraan politik sudah menunjukkan bahwa bacaan politiknya jauh di atas rata-rata. Kalau mau, Khairullah bisa saja memilih Partai Nasdem, Partai PPP atau Partai Hanura, bahkan PSI yang berkampanye jor-joran, menjadi kendaraan politiknya untuk melenggang ke Senayan. Tidak, Khairullah tidak mau asal pilih kendaraan. Sebagai orang yang serius terjun ke dunia politik, dia butuh kepastian. Soal ini jarang menjadi perhatian para caleg. Bahkan ada politisi yang kuliah di jurusan politik dan sudah duduk di kursi dewan pun, sering salah ketika mengambil keputusan politik.

Setahun yang lalu, Khairullah dianggap sebagai pendatang baru dalam politik. Kemunculannya sama sekali tidak diperhitungkan oleh para caleg dari partai lain. Tapi, beberapa bulan belakangan, mereka sudah melihat cara Khairullah memunculkan diri ke panggung politik. Itu sudah mampu membalikkan anggapan orang dan tidak lagi melihat dirinya awam dalam dunia politik.

Baca juga: Khairullah, Caleg DPR RI yang Bikin Kaget Jakarta

Bahwa ‘hijau dalam politik’ tak selalu identik buta dengan dunia politik. Khairullah tahu peta politik sebaik orang politik itu sendiri. Inilah yang membuatnya menjatuhkan pilihan memilih PKB sebagai kendaraan. Pun pada awalnya, orang-orang PKB di Jakarta tidak memperhitungkannya. Namun, keberaniannya memilih PKB sebagai kendaraan politik membuat mereka terkesan.

Khairullah
Anak muda milenial di Pidie mendukung Khairullah untuk DPR RI

Siapa pun tahu, sejak pemilu 1999 PKB tak pernah absen dari parlemen. Partai yang dimotori para ulama NU itu selalu mendapatkan kursi di DPR RI. Kini, dengan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4%, posisi PKB masih aman sebagai partai menengah, dan tetap berada di parlemen pada Pemilu 2019 ini. Sebagai orang yang paham politik, soal begini jelas masuk dalam perhitungan Khairullah. Ia sama sekali tidak mau berpolitik kalau cuma mencari mainan tiap lima tahun saja. Ia tentu tak mau waktu dan tenaganya terbuang percuma karena memilih partai yang salah. Pengurus TIM Klender itu sadar, bahwa begitu terjun ke dunia politik, berarti harus menceburkan diri lebih dalam.

Baca juga: Pengusaha Sukses dari Tangse

“Munyoe ka ta manoe, berarti harus manoe beu basah!” tegasnya, mantap. Baginya, terlalu berharga waktu untuk terbuang percuma jika sekadar menjadi caleg intat linto, apalagi untuk mencukupi kuota 100 persen caleg. “Makanya, saya maju melalui PKB, partai yang selalu memiliki kursi di parlemen DPR RI,” pungkasnya. [bagian ketiga/terakhir]

Reuni Jon Snow dan Arya Stark yang Mendebarkan

Reuni Jon Snow dan Arya
Sansa, Bran dan Arya (Foto: Inverse.com)

Bersiap-siaplah para penggemar Game of Thrones 8. Reuni Jon Snow dan Arya Stark yang mendebarkan itu bakal segera terhidang ke hadapan kita semua.

Dalam dua minggu mendatang, Game of Thrones akan kembali ke HBO untuk musim kedelapan dan terakhirnya. Senin (1/4) HBO resmi merilis dua video promosi (teaser) Game of Thrones Musim 8. Sebagian besar berisi klip yang sudah pernah kita lihat. Namun, bagi penggemar, mereka tetap saja akan berusaha keras menemukan sesuatu yang baru dari teaser tersebut.

Klip pertama, dijuluki “Bersama,” adalah tambal sulam yang bergerak cepat yang menunjukkan Jon Snow (Kit Harington) dan Daenerys Targaryen (Emilia Clarke) berkuda dengan pasukan sementara Tyrion (Peter Dinklage) dengan muram, “Kita harus bertarung bersama sekarang, atau mati.”

Begitulah judul teaser ini seperti diungkapkan oleh Tyrion Lannister, “Fight Together” atau berjuang bersama-sama. Itu sungguh menggoda dan semakin membuat fans penasaran, termasuk apakan Jon dan Arya akan berjuang bersama-sama?

Reuni antara Jon dan Arya pasti tidak sesulit mendamaikan hubungan antara Daenerys Targaryen dengan Viserion yang sudah menjadi tunggangan Night King. Namun, jangan pernah terlalu berharap akan reuni tersebut, sebab sulit sekali terlaksana.

Reuni dua Stark yang sudah lama berpisah ini jelas menjadi salah satu daya tarik Game of Thrones Season 8, selain perang maha-dahsyat antara pasukan hidup melawan orang mati. Pertemuan kembali antara Jon dan Arya sangat ditunggu-tunggu. Saudara setengah kandung (seusai musim ketujuh, mereka sebenarnya sepupu) belum pernah bersama sejak musim pertama.

Kita sudah tahu, perpisahan mereka begitu dramatis: terjadi kala Bran baru saja tertimpa musibah yang didorong dari menara. Jon yang malang kemudian harus menjadi pasukan Night Watch di Castle Black. Di persimpangan jalan, Ned Stark berjanji kepadanya akan menceritakan tentang ibu Jon, yang sayangnya itulah perjumpaan terakhir mereka. Ned dieksekusi mati oleh Jofrey.

Maisie Williams (pemeran Arya Stark) dan Kit Harington (Jon Snow) hanya berbagi beberapa adegan bersama (terutama, termasuk pelukan yang menggemaskan ini), dan penggemar sangat ingin melihat bagaimana dua favorit Winterfell bereaksi terhadap menghubungkan kembali.

Selain memastikan bahwa Arya dan Jon ini akan kembali bersama-sama, tapi teaser itu tidak menjelaskan lebih detail adegan pertemuan mereka. HBO bahkan menampilkan beberapa suara yang tak menyenangkan dari Tyrion. Kalian bisa menontonnya di video berikut ini.

Jon mengendarai Naga?
Adegan lain yang ditunggu-tungu adalah apakah Jon Snow akan menunggangi salah satu naga milik Mother of Dragons? Soal ini tentu saja menarik. Apalagi, dalam klip yang muncul di kedua video promosi menunjukkan sisa dua naga Daenerys melonjak ketika berbagai karakter terlihat kaget. Ini segera memulai desas-desus bahwa Jon Snow sendiri, yang diyakini dapat menunggang naga karena warisan Targaryennya, akan berada di salah satu raksasa itu.

Mungkin saja Jon akan naik ke atas salah satu naga. Dalam klip ini, karakter mungkin saja terlihat terkejut karena naga sialan terbang di atas kepala mereka, terlepas dari siapa yang ada di dalamnya.

Klip kedua, berjudul “Survival,” dimulai dengan nada yang lebih suram, dengan Jon Snow mungkin berdoa atau merefleksikan pohon weirwood, dan Arya Stark (Maisie Williams) berdiri di belakangnya. “Pikirkan kembali ke tempat kita mulai, sekarang ini hanya kita,” narasi merenung, dan jika Anda tidak ingat Ned miskin, Catelyn, Robb, Rickon dan semua jiwa sedih orang mati lainnya, hati Anda mungkin sedingin Night King.

Jauh dalam pertempuran Jaime, Cersei masih terlihat cukup sombong dan percaya diri, dan Arya yang berkeringat dan takut berlari untuk hidupnya. Tidak ada yang mengejutkan, benar-benar, tetapi setelah berbulan-bulan tanpa musim dingin, kita akan segera menyambutnya.

Game of Thrones season 8 akan mengudara di HBO pada 14 April 2019. []

Terbaru

Populer