Game of Thrones 8 dalam Angka, Arya Stark Favorit Fans

368
Arya Stark
Karakter Arya Stark dalam Battle of Winterfell. Foto: Forbes.com

Musim dingin sudah berlalu! Begitulah kesimpulan sebagian fans setelah episode terakhir dari serial Game of Thrones 8 selesai mengudara di HBO. Serial yang mulai diputar sejak April 2011 dan berakhir pada 19 Mei 2019 memang menghadirkan banyak sekali kejutan dan fakta. Jon Snow yang digadang-gadang bakal menduduki Iron Throne justru dikirim kembali ke Castle Black di Utara, tempat di mana dia berada sejak musim pertama.

Seperti kita tahu, serial Game of Thrones Season 8 banyak sekali dikritik, terutama adegan episode finalnya. Sebagian orang tidak suka cara pihak HBO mengakhiri serial yang paling ditungu-tunggu itu. Ini, misalnya, terlihat bagaimana sosok Daenerys Targaryen menjadi Mad Queen atau ratu gila yang membakar King’s Landing, dan membuat banyak warga sipil tidak bersalah menjadi korban.

Pun begitu, terlepas dari beberapa ‘kekurangan’ di atas sama sekali tidak mengurangi rasa kagum saya. Game of Thrones, misalnya, mengubah selera menonton film untuk saya. Bahwa film serial yang durasinya ber-episode itu belum tentu tidak layak tonton, seperti perlakuan saya terhadap sinetron. Pun begitu, untuk Game of Thrones tiga musim terakhir, pihak HBO berpaling dari kebiasaan: tidak lagi memaksa diri menggarap 10 episode.

Selain itu, ada beberapa fakta menarik mengapa sebagai fans kita patut berbangga. Menurut pihak HBO, lebih lima puluh persen jumlah penonton HBO disumbangkan oleh Game of Thrones (GoT). Jumlah penonton Game of Thrones dari musim ke musim terus mengalami peningkatan, sesuatu yang jarang terjadi pada serial lainnya. Inilah yang menjadikan fenomena Game of Thrones jadi kupasan Brandwatch, penyedia analisis dan pendengaran sosial terdepan di dunia, berfokus pada memadukan teknologi cerdas dengan visualisasi yang indah dan berwawasan luas.

Fenomena #GameOfThrones

Mengapa Brandwatch menganalisis GoT? Setelah setiap episode ditayangkan untuk musim terakhir Game of Thrones, orang-orang beralih ke Twitter untuk memulai percakapan. Dari data olahan mereka, kita bisa mempelajari siapa yang menjadi favorit penggemar, episode yang paling banyak dibahas, dan banyak lagi.

Pembelajaran pertama bisa kita lakukan dengan menganalisis percakapan di sekitar tagar Game of Thrones di Twitter. Berdasarkan data dari Brandwatch, sebutan (mentions) #GoT rata-rata 68% lebih tinggi sehari setelah episode ditayangkan. Setidaknya karena 3 alasan:
1. Film berakhir larut malam (pukul 10 malam EST) sehingga pemirsa di seluruh dunia menunggu hingga Senin untuk menonton.
2. Percakapan setelah acara berlangsung lewat tengah malam dan dihitung pada hari Senin.
3. Fans dengan susah payah menganalisis setiap episode sebelum berbagi temuan mereka pada hari berikutnya.

game of thrones dalam angka
Data dari Brandwatch.

Arya Stark favorit para fans GoT

#AryaStark adalah tagar yang paling banyak dibicarakan yang memiliki 18 persen dari total percakapan karakter. Hashtag pembunuh yang memiliki banyak wajah itu bahkan lebih banyak dari karakter Jon Snow yang cuma kebagian 10 persen. Ini cukup wajar, karena perkembangan karakter Arya dari musim pertama hingga musim ke-7 begitu menarik, terutama saat-saat dia berada di Braavos.

Sosoknya kian memikat setelah mendapat tugas membunuh musuh manusia di Utara, Night King. Padahal, sebelum episode 3, banyak teori yang berseliweran tentang siapa yang akan membunuh Night King. Ada sejumlah karakter yang mendapat kehormatan menjadi pembunuh Night King, seperti Bran Stark, Jon Snow atau Daenerys Targaryen. Namun, dugaan itu berbalik seratus derajat. Sebab, sosok yang mendapat kehormatan itu adalah Arya Stark.

Baca: Setelah Arya Stark Membunuh Night King

Episode paling banyak didiskusikan

Episode 3 GoT 8 banyak dibicarakanEpisode 6 dan 3 dari Game of Thrones 8 adalah episode yang paling banyak dibahas dalam hal volume percakapan di sekitar tagar GoT di Twitter. Ini cukup wajar terjadi, tidak hanya karena jumlah durasi kedua episode ini lebih lama dari episode lain, melainkan banyak kejadian penting terjadi pada episode tersebut.

Dari segi durasi, misalnya, episode 3 memiliki durasi 1 jam 22 menit, sementara episode 6 berjumlah 1 jam 20 atau sama dengan jumlah durasi episode 5. Lalu, mengapa kedua episode ini (3 dan 6) banyak dibicarakan? Episode 3 menampilkan perang paling brutal dalam sejarah televisi: pasukan orang hidup melawan orang mati (white walkers). Sebagian besar waktu dalam episode ini terkuras untuk adegan perang. Kematian Night King di tangan Arya Stark membuat banyak fans terus mendiskusikan episode ini sepanjang waktu.

Baca: 15 Momen Terbaik dari Musim Terakhir

Sementara episode 6 banyak dibicarakan mungkin saja karena fans kecewa. Mereka kecewa bagaimana Daenerys Targaryen menghancurkan King’s Landing sekalipun sudah ada bunyi bel tanda menyerah. Selain itu, ending yang tidak seperti harapan para fans juga menjadi alasan mengapa episode ini banyak dibicarakan. Fans tentu kecewa karena karakter kesayangan mereka, Jon Snow tidak menduduki Irone Thrones. Dia malah dibuang kembali ke Castle Black karena dianggap bersalah sudah membunuh mother of dragons. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here