• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 7, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home News

Jalan-jalan ke Kawasan Ekosistem Leuser Via Google Earth

Zamzami Ali by Zamzami Ali
03/03/2019
in News
0
Jalan-jalan ke Kawasan Ekosistem Leuser Via Google Earth
20
SHARES
92
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) baru saja berhasil menyusun sebuah cerita tentang Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang dituangkan kedalam sebuah alat pemetaan raksasa di dunia, Google Earth. Yayasan HAka selama ini memang dikenal sebagai salah satu lembaga swasta yang aktif menyuarakan perlindungan dan penyelamatan terhadap KEL.

Untuk sekedar diketahui, KEL yang terletak di Aceh dan sebagian kecilnya berada di Sumatera Utara ini memiliki area dengan luas hampir 2,6 juta hektar. KEL telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) oleh Pemerintah Indonesia dan sebagian diantaranya telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan hutan hujan tropis terbaik di dunia. KEL juga diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) untuk dikelola bersama-sama secara lestari dan berkelanjutan.

READ ALSO

Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?

AI dan Kripto: Fondasi Ekonomi Digital Berikutnya yang Siap Mendominasi 2025-2026

Dan yang paling fenomenal, KEL merupakan tempat terakhir atau satu-satunya tempat di dunia saat ini dimana Badak, Hajah, Harimau dan Orangutan Sumatera dapat ditemukan hidup secara bersama-sama di alam bebas. Sebagai penyedia air bagi jutaan orang yang tinggal di dalam dan di sekitarnya, keberadaan KEL tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih, KEL juga berguna sebagai mitigasi perubahan iklim dan bencana serta berfungsi sebagai penyerap karbon.

Tetapi, KEL saaat ini terus menerus mengalami kehancuran. Seolah tak mampu dibendung, ribuan hingga puluhan ribu area KEL hancur setiap tahunnya. Begitu juga dengan satwa endemik yang saat ini ada didalam KEL, sangat terancam. Hal ini semakin diperparah dengan kurangnya pemahaman dari masyarakat untuk terlibat aktif menjaga kawasan hutan. Kegiatan yang berujung pada pengrusakan hutan masih terjadi dan sangat mudah ditemui dengan dalih peningkatan ekonomi. Ujung-ujungnya masalah perut juga.

Nah, kembali lagi ke masalah awal, Voyager KEL yang baru saja dibuat ini terdiri dari 8 bagian dan di setiap halamannya kita akan menemukan narasi, foto, video dan lokasi pendukung di Google Earth. Di setiap bagiannya memiliki topik dan cerita masing-masing, sehingga akan memberikan sensasi terhadap pembaca seolah-olah sedang mengikuti sebuah tur edukasi. Luar biasa.

Pertama-tama, kita akan dibuat takjub dengan keanekaragaman hayati, surga bagi flora dan fauna yang ada di KEL. Selain itu, kita juga bisa menyaksikan video fauna yang keberadaannya semakin langka dan sangat jarang dijumpai di alam bebas seperti Gajah, Harimau dan Beruang hasil rekaman kamera trap milik Forum Konservasi Leuser (FKL) yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Di bagian selanjutnya, kita akan dibuat sadar tentang seberapa penting arti dan manfaat KEL bagi manusia terutama mengingat fungsi KEL sebagai pemasok air dan mitigasi perubahan iklim. Selain itu, kita juga akan bisa melihat flora dan fauna unik yang berada di KEL sekarang, dan ini menjadi alasan juga mengapa KEL patut dipertahankan keberadaannya.

Setelah itu, kita juga bisa melihat beberapa kegiatan yang mengancam kelestarian KEL seperti aktivitas perambahan hutan, illegal logging dan perburuan satwa liar. Semakin lengkap dan semakin miris rasanya karena kita juga diberikan paparan data berupa peta sebaran kerusakan hutan yang terjadi di KEL yang terjadi sejak tahun 2015 sampai dengan 2018.

Ada juga kisah sukses restorasi lahan dari perkebunan kelapa sawit illegal, yang sebelumnya dibuka diatas lahan hutan lindung. Restorasi memiliki arti, mengembalikan fungsi hutan kembali dan memulihkannya seperti sedia kala. Kerja keras pemerintah dan para ranger penjaga hutan, yang bertugas melindungi kawasan dan ancaman perburuan di KEL juga ada. Terselip juga kisah menarik tentang kepedulian komunitas lokal terhadap KEL serta kisah para pejuang lingkungan yang sangat gigih membela KEL ketimbang membela manusia yang ingin merusak dan menjarah KEL demi kepentingan pribadi mereka.

Bagaimana? Anda tertarik untuk jalan-jalan atau sekedar melihat-lihat KEL? Anda dapat menjelajahinya sekarang juga dengan meng klik tautan: https://g.co/earth/leuser. Ini dapat diakses dengan mudah di browser Chrome. Kita juga dapat membukanya di aplikasi Google Earth yang dapat diunduh di Play Store atau Apple Store.

Selamat Jalan-jalan.. Mana tau bisa jatuh cinta dan setelah ini anda akan berusaha untuk menjaga KEL setelah melihat dan dibuat sadar betapa penting arti serta manfaat yang bisa diberikan oleh alam untuk kita dan anak cucu kita di masa yang akan datang.


Save Forest for a Better Life

Related Posts

News

Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?

01/10/2026
ilustrasi AI dan Kripto
News

AI dan Kripto: Fondasi Ekonomi Digital Berikutnya yang Siap Mendominasi 2025-2026

08/07/2025
Ilustrasi Prediksi Siklus Kripto 2025
News

Prediksi Siklus Kripto 2025: Belajar dari Pola Pasca-Halving untuk Menavigasi Bull Run Berikutnya

06/07/2025
Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos November 2024
News

Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos November 2024

08/11/2024
calon gubernur aceh mengambil nomor urut
Nanggroe

5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan Calon Gubernur Aceh di Toilet

23/09/2024
Interpals, Situs Kencan dengan Wanita Rusia
News

Interpals, Situs Kencan dengan Wanita Rusia

23/08/2023
Next Post
lokasi syuting film game of thrones

Yuk, Intip Lokasi Syuting Film Game of Thrones Musim 8

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026

WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

01/10/2026

EDITOR'S PICK

Festival Film Arab Hadir di Ulee Kareng

03/12/2011

Real Madrid Akan Turunkan Pepe Dalam Laga Barcelona

07/03/2026

FIFA Akan Selidiki Hasil Bahrain 10-0 Atas Indonesia

07/03/2026

Mantan Kombatan GAM Berkumpul di Banda Aceh

16/02/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.