Kontes SEO Mosehat yang Tidak Sehat

21
1795

ACEHPUNGO.COM sengaja dikalahkan oleh dewan juri dan panitia lomba yang tidak profesional.

Blog Acehpungo.com tidak menang dalam kontes SEO Mosehat sama sekali bukan karena tidak muncul di halaman pertama hasil pencarian Google, melainkan ‘dikalahkan’ secara sengaja oleh dewan juri yang tidak profesional. Bagi saya, kontes SEO yang digelar Mosehat justru berakhir tidak sehat. Inilah yang akan saya kupas dalam tulisan singkat ini.

Sebagai orang yang baru belajar tentang SEO, mengikuti kontes dan lomba blog kategori SEO, tentu saja menyenangkan. Kita menemukan palagan untuk menguji semua teknik SEO yang pernah kita pelajari. Ini pula yang mendasari saya mengikuti lomba SEO yang digelar oleh Mosehat, sekali pun jumlah hadiahnya kecil. Sebagai informasi, saya mampu keluar sebagai pemenang (juara pertama) dalam dua kontes SEO terakhir yang saya ikuti, yang nilai hadiahnya dua kali lipat dari kontes Mosehat. Yaitu, lomba SEO yang digelar Sosiago bekerjasama dengan Unicef dan juga Halodoc. [Baca: Jumlah uang yang saya terima dari lomba blog tahun 2019)

Saya tentu saja bukan blogger munafik yang tidak menginginkan hadiah. Saya mengikuti lomba karena memang ada iming-iming hadiah yang ditawarkan, seperti yang juga diinginkan oleh blogger lain. Menariknya, dalam kontes lomba SEO, juri sebenarnya adalah mesin pencari seperti Google. Sementara manusia yang didapuk sebagai juri hanya untuk mengurusi masalah administrasi, memastikan para peserta mengikuti ketentuan lomba.

Saat manusia (panitia) tidak berlaku profesional, peserta tentu yang dirugikan. Inilah yang saya alami dalam kontes SEO ketiga yang saya ikuti. Saya memang bukan praktisi SEO yang dengan berani ‘mengklaim’ sebagai pakar SEO dan karenanya menyediakan layanan jasa SEO untuk perusahaan yang butuh jasa. Saya hanyalah orang yang tertarik mempelajari ilmu SEO semata-mata murni karena penasaran. Ketekunan saya belajar membuahkan hasil: saya memenangkan dua kontes blog SEO dengan hadiah puluhan juta rupiah. (Baca: Tulisan saya yang menang lomba blog)

Pun begitu saya gagal dalam kontes SEO ketiga yang saya ikuti, yaitu lomba yang digelar oleh sebuah merek obat asam urat, Mosehat. Kontes yang sebenarnya sejak awal tidak menyakinkan. Soalnya, durasi lomba beberapa kali diubah dengan alasan tidak cukup peserta. Awalnya saya sudah mau lempar handuk tapi bukan karena takut bersaing, melainkan karena faktor ketidakjelasan lomba ini. Tapi saya sudah kadung basah dan postingan saya sudah di-indeks oleh Google (bahkan muncul di urutan teratas pada page one).

Meskipun durasi lomba terus diperpanjang dengan alasan jumlah peserta belum mencukupi, postingan blog saya selalu muncul di posisi tiga besar (bahkan lebih sering berada di posisi pertama). Memang, dalam beberapa hari menjelang penjurian, blog saya sempat melorot ke posisi dua. Itu pun tidak pasti, karena sering kali mampu kembali ke posisi pertama. Peserta lain mungkin sudah berpikir bahwa blog saya akan keluar sebagai kandidat juara.

Enam hari sebelum penjurian, saya menerima email dari panitia yang isinya:
Selamat Pagi
Apakabar para SEO Expert Indonesia ?
Terima Kasih sudah mengikuti kontes SEO MOSEHAT
Sehubungan dengan akan diadakan PENJURIAN Kontes SEO Obat Asam Urat Mosehat 2019
Kami ingin memberitahukan kepada seluruh peserta bahwasannya masih banyak sekali peserta yang belum melakukan segala persyaratan yang kami berikan. Mulai dari share postingan lomba ke FB dan IG, lalu mencantumkan banner di web dll. Tentunya jika kami langsung melakukan penjurian dengan sepihak akan terkesan TIDAK ADIL dan sepihak.
Kami tahu bahwa teman-teman mengikuti lomba ini dengan penuh PERJUANGAN dan konsentrasi tinggi, tentu kami tidak akan menyia-nyiakan perjuangan temen-temen.
Oleh karena itu kami selaku Divisi Penjurian Mosehat memberikan kesempatan kembali kepada temen-temen untuk mengecek prihal syarat dan peraturan teknis dari MOSEHAT.
Silahkan cek status teman-teman disini https://mosehat.id/peserta-lomba/
Seharusnya pengumuman pemenang kontes seo ini adalah HARI INI tanggal 4 Januari 2020. Namun karena adanya kondisi tersebut dengan berat hati kami harus menunda sampai dengan tanggal 10 Januari 2020.
Dan jika sampai dengan tanggal 10 Januari masih ada peserta yang belum memenuhi syarat, maka secara otomatis mengundurkan diri dari kontes seo ini.

Salam Hangat

Lalu, saya memeriksa kembali persyaratan, siapa tahu ada yang saya lewati. Saya terpaksa melakukan share ulang kontes lomba dan memasang banner seperti yang disyaratkan. Saya segera membalas email dari Mosehat, dengan kalimat singkat:

Terima kasih sudah diberitahu. Saya baru saja melakukan share ulang info kontes di FB maupun di IG. Semoga saya menjadi salah satu pemenang. Salam

Beberapa jam kemudian, saya kembali membuka halaman kontes dan memeriksa status saya sebagai peserta apakah sudah valid. Rupanya, pihak panitia sama sekali tidak melakukan verifikasi kembali ke peserta, termasuk memperbaharui statusnya. Maka, saya mengirim kembali email kepada panitia.

Saya barusan memeriksa status peserta saya di lomba SEO, ditulis tidak valid dengan alasan tidak ada banner. Padahal saya sudah pasang banner di sidebar. Loading website yang lambat membuat banner tidak langsung terlihat. Harus tunggu beberapa saat agar pemuatan halaman sempurna sehingga banner bisa terlihat.

Awalnya, saya masih berbaik sangka, mungkin panitia/juri sedang sibuk dengan kegiatan awal tahun dan tidak sempat memperbaiki dan meng-update halaman peserta. Saya pun cukup yakin, bahwa status saya sebagai peserta yang valid sudah diketahui panitia/juri (berdasarkan email yang saya kirim). Rupanya, ketika proses penjurian dilakukan, juri/panitia masih menggunakan daftar awal peserta yang belum diubah. Akibatnya, beberapa blogger kandidat juara seperti blog saya (acehpungo.com) dan blogger lain Republikseo, tidak masuk dalam list pemenang lomba.

Lalu, saya kirim email dan memprotes ketidakadilan yang sudah diperbuat juri dan panitia lomba. Saya sampaikan, sia-sia saja pihak Mosehat mengirim email pemberitahuan soal syarat lomba jika perbaikan yang dilakukan blogger tidak lagi menjadi perhatian. Merasa tersudut, panitia pun membalas email saya setelah tiga email yang saya kirimkan.

Selamat malam,
Penjurian kontes dilakukan oleh pihak ketiga diluar mosehat yang biasa mengadakan kontes seo.
Penjurian dilakukan dengan profesional dan tanpa ada tekanan dari pihak manapun untuk menentukan siapa pemenangnya, murni berdasarkan Rank dan kesesuaian dengan syarat dan ketentuan kontes.
Kami dari pihak mosehat memohon maaf bila dalam penyelenggaraan kontes ini ada banyak kekurangan.

Salam Hangat,
Mosehat

Merujuk dalam kontes SEO sebelumnya yang saya ikuti, bahwa saya cukup yakin kalau blog saya akan kembali keluar sebagai pemenang. Setidaknya itulah yang saya dapatkan ketika melakukan pencarian dengan kata kunci “obat asam urat mosehat” pada pukul 12.00 WIB, tanggal 10 Januari 2020 sesuai jadwal penjurian. Seperti dalam dua lomba SEO yang saya ikuti sebelumnya, blog saya muncul di halaman pertama dengan menempati posisi pertama.

Apakah saya kecewa tidak menjadi pemenang? Sebagai peserta saya jelas kecewa dan marah. Soalnya, saya justru dikalahkan oleh panitia dan juri yang tidak profesional. Saya sempat membaca di halaman pengumuman pemenang, ada tulisan begini:

NB : Mohon maaf jika ada sahabat yang merasa berhak untuk memenangkan lomba ini, namun ternyata tidak masuk kriteria persyaratan lomba terutama prihal (sitewide banner) ini harus terlihat di home bukan hanya terlihat di url postingan.

Saya hanya bisa tertawa. Soalnya, beberapa blog pemenang lomba cuma memasang banner di sidebar, dan bahkan ada yang tidak memasang banner sama sekali tapi masuk dalam daftar pemenang. Sangat cocok jika saya berkesimpulan: kontes SEO Mosehat yang tidak sehat!

Advertisements

21 KOMENTAR

    • Saya kecewa saja, Liza. Karena panitia/juri tidak profesional. Secara hadiah pun kecil. Awalnya tidak mau ikut, tapi karena sudah terlanjur saya tulis konten, ya terpaksa saya ikut. Sekalian mau kejar hattrik pemenang kontes SEO –> https://qr.ae/TSkJyc

  1. Turut prihatin, masbro. Sering kali penyelenggara kontes berusaha mencari keuntungan sebesar-besarnya dari banner, backlink, dan publikasi peserta. Tapi tidak menghargai jerih payah peserta.

    Lain kali di-blacklist saja penyelenggara kontes macam ini.

  2. Wah..wah…wah. Saya belum pernah ikut lomba sih jadi belum banyak tahu mengenai kontes SEO. Ternyata bisa gitu juga ya panitianya apalagi kalau memang ada bukti. Bukannya mosehat malah mosakit…ckckckck. btw, ini kunjungan pertama saya. Salam perkenalan.

  3. Sabar, mas. Semoga mendapat ganti yang jauh lebih baik.

    Istriku pernah mengalami kejadian seperti ini tapi aku lupa gimana endingnya waktu itu. Teman-temannya blogger ikut menggeruduk pihak panitia melui akun sosial media.

    Sekarang doi sudah malas ikut lomba. Paling sekali-kali ikut untuk ngisi waktu luang saja. Gak begitu serius ngerjainnya.

  4. sebenarnya saya juga agak kecewa dengan durasi waktu yang ditentukan saya juga ikut, pikir saya masih ada kurang lebih 1 bulan, namun siapa sangka setelah saya cek lagi ternyata durasi sudah berubah, padahal blog saya baru mau terindek oleh google, namun karena sudah terlanjur dan saya tidak menjadi pemenang saya memutuskan untuk menghapus artikel saya, penilaian untuk sebuah lomba blog seharusnya lebih fokus pada konten dan bobot tulisan, dan saya pikir aneh juga untuk memasang banner pada header sedangkan blog kita tidak mengacu pada konten tersebut kalo saya dalam kategory ini masuk di bagian halaman kedua saja sudah bersyukur banget karena saya tidak mau meninggalkan isi konten blog saya hanya untuk lomba yang akan menurunkan performa blog kita di internet.

    sabar kawan, meskipun tulisan yang agan buat ga lolos namun setidaknya bisa bangga karena sudah bisa di bagian page one goolgle. tetap semangat menulis, hehe…

  5. Iklaskan mas, memang sangat di sesalkan karena perjuangan yang sudah dilakukan dari awal hingga selesai tidaklah mudah terlebih lagi dalam urusan optimasi seo. Saya juga pernah mengalami hal yang sama persis pada salah satu kontes seo di era 2015.

    Sedikit cerita, karena merasa benar pada waktu itu saya klaim ke panitia kontes seo dengan menyandingkan antara data yang ada di blog dan peraturan kontes dan semuanya valid. Meski status kontes sudah diumumkan pemenangnya dan sy tidak secara resmi diakui sebagai pememnang tapi alhamdulillah sy tetap dapat kompensasi reward dari panitia penyelenggara. Mungkin sekarang sudah beda jaman dan iklimnya.

    Terpenting dari itu semua adalah pembelajaran pada teknik optimasi seo yang digunakan. Setidaknya kita memiliki alur optimasi yang baik sehingga mampu mendongkrak posisi serp berapa di page one dan pastinya bisa digunakan lagi pada kontes seo yang lain. Ini yang belum dimiliki oleh semua peserta.

    Mudah-mudahan kedepan bisa lebih baik lagi dan tugas kita sebagai peserta kontes harus benar-benar teliti membaca peraturan dan melakukan kroscek secara berkala ke landing page kontes karena biasanya tanpa kita sadar ada beberapa peraturan yang diperbarui oleh panitia.

    Salam

  6. Dulu sering banget ikut kontes beginian… Dan sudah sering diperlalukan hal yang sama… Tetap semangat mas.. klo rejeki pasti akan mendapatkan yg lebih besar lagi…

  7. Udah sering juga gan saya dan rekan2 penggiat seo mengalami ketidakadilan panitia kontes. Bahkan pernah berapa kali ikuti kontes yang ujung-ujungnya cuma scam.

    Tp dri itu semua, setidaknya kita lebih paham utk memaavkan mereka. Semoga agan makin diberi limpahan rejeki yang lebih dari ini.. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here