• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Wednesday, October 28, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

“Kutes Tandra, Lewat Polwan”

Harlan Oleh Harlan
27/04/2016
in Opini
3
“Kutes Tandra, Lewat Polwan”
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ACEHPUNGO.COM – Sore itu, masih seperti sore sebelumnya. Bedanya, sore itu jadi berbeda ketika seorang pria ubanan memapah anak muda, yang kami taksir berusia 34 tahun. Si anak muda itu jelas bukan pria yang malang, meski kedua matanya tidak lagi berfungsi dengan benar. Tuhan sering-kali menampakkan kebesaranNya melalui hal-hal yang tak terduga.

Sekali pun matanya tak berfungsi dengan benar, itulah bentuk kelebihan yang sebenarnya Tuhan berikan untuk dia. Dengan modal mata yang tak sempurna itu, dia menggeluti dunia peminta-minta. Menyambangi lebih selusin warung kopi setiap harinya, seperti sudah menjadi garis nasibnya.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Tapi, seperti kami amati selama ini, dia sama sekali tak menyerupai sifat seorang pengemis berjenggot yang biasanya selalu memaksa pengunjung warung kopi untuk memberi sedekah padanya, yang sering kali dia merasa tak cukup jika nilai yang diberikan terlalu sedikit. Lebih-lebih jika si pemberi itu mengenakan baju dinas, yang dia pikir lebih banyak menghabiskan waktu di warung kopi ketimbang mempreteli surat-surat di kantor tempatnya bekerja.

Seperti umumnya warga kota Madani yang kerap menyisakan uang Rp1000 hanya untuk biaya parkir, memberi sedekah walau seribu perak sama beratnya dengan membayar parkir. Pasalnya, di kota Madani, kita akan selalu berhadapan dengan tukang parkir, sekali pun jarum jam sudah menunjuk pada angka 02.00 dini hari. Apakah uang parkir yang dikutip hingga larut malam itu masuk ke kas daerah atau kantong sendiri, kita tak pernah tahu. Sangat jarang kami memeriksa hasil pendapatan asli daerah, yang konon saban tahun diumumkan ke publik. Tapi sudahlah, di kota Bunda yang super-madani ini, penyelewangan demikian pasti tak mungkin terjadi. Jika pun ada, itu hanya ulah oknum saja.

Oh ya, kembali lagi ke soal pengemis tadi. Awalnya seperti biasa, tidak ada yang begitu menaruh perhatian pada sang pengemis itu, hingga seorang pengunjung mengajukan sebuah pertanyaan serius tapi bukan bermaksud serius pada pengemis saat mendatangi mejanya. “Pakon droeneuh juet keu pengemis?”. Kami yang berada tak begitu jauh dari meja itu, tak kalah kagetnya, seperti pengunjung lain. Rasa kaget itu berubah menjadi gelak tawa ketika si pengemis tanpa malu-malu menjawab, yang kami yakini, dia pun tak bermaksud serius seperti si penanya tadi.

“Kiban hanjuet keu pengemis, awai kutes tandra tapi lewat keu polwan. Pane kujak tem lon.” Suara si pengemis sedikit meninggi. Bermaksud iseng, si penanya pun berusaha memeriksa tas yang dibawa pengemis, tapi pemuda malang yang kedua matanya tak berfungsi itu lari terbirit-birit, kali ini bukan lagi pria ubanan yang menuntunnya. Lalu, seisi pengunjung warung pun tak mampu menyembunyikan tawanya. Ada-ada saja![]

Catatan:
– “Pakon droeneuh juet keu pengemis?” (kenapa kamu menjadi pengemis?)
– “Kiban hanjuet keu pengemis, awai kutes tandra tapi lewat keu polwan. Pane kujak tem lon.” (Bagaimana tak jadi pengemis, saya lamar tentara tapi yang lulus Polwan. Jelas tak mau saya)

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

22/11/2024
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

30/10/2024
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

05/10/2024
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

25/09/2023
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

21/04/2022
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

31/05/2021
Next Post
Sadiq Khan wali kota Muslim pertama London

Sadiq Khan, Walikota Muslim Pertama London

Comments 3

  1. Baihaqi says:
    11 years ago

    Saya suka bagian ini “Apakah uang parkir yang dikutip hingga larut malam itu masuk ke kas daerah atau kantong sendiri, kita tak pernah tahu. Sangat jarang kami memeriksa hasil pendapatan asli daerah, yang konon saban tahun diumumkan ke publik. Tapi sudahlah, di kota Bunda yang super-madani ini, penyelewangan demikian pasti tak mungkin terjadi. Jika pun ada, itu hanya ulah oknum saja.” Sederhana tapi menampar

    Reply
    • Harlan says:
      11 years ago

      Sentil Bunda dikit soal parkir. Soalnya, parkir sudah menjamur di mana-mana, tengah malam pula.

      Reply
  2. Pingback: Orang Pandir dan Hal-hal Tak Terduga – ACEHPUNGO.COM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

Irwandi Yusuf dan Pesawatnya

Dijegal Parnas Bukan Masalah Buat Irwandi Yusuf

25/07/2016

Dr Zulkarnaini Kembali Pimpin STAIN Langsa

23/11/2011

Komplotan Bersenpi Peras Keuchik, Satu Pelaku Ditangkap

05/12/2011

WN Australia Sembunyikan Narkoba Di Dalam Perut

02/03/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.