• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Friday, October 16, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Orang Pandir dan Hal-hal Tak Terduga

Taufik Al Mubarak Oleh Taufik Al Mubarak
13/11/2018
in Opini
0
Till Eulenspiegel
20
SHARES
93
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ACEHPUNGO.COM – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring mengartikan pandir dengan bebal; bodoh. Namun, menganggap seorang pandir bodoh dan bebal tentu saja salah. Di mata kita mungkin dia seorang bebal dan bodoh, tapi dalam kondisi-kondisi tertentu boleh jadi mereka tidaklah bodoh. Hanya persepsi kita saja yang mengatakan mereka itu bodoh dan bebal.

Memahami seorang pandir, kita mestilah ‘melihat ke sisi yang berlawanan’ sampai sejauh-jauhnya hingga membawa kita masuk ke wilayah dan cara berpikir seorang pandir. Dengan demikian, setidaknya, kita lebih bisa memahami bagaimana hidup seorang yang disebut pandir itu.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Dan, tanpa kita sadari, sebenarnya di lingkaran kita banyak terdapat orang pandir. Dia bisa hadir di mana saja: di Gedung Senayan yang megah; di group WhatsApp yang anggotanya banyak bergelar Doktor; atau bahkan di jaringan media sosial yang kita miliki semisal Facebook atau Twitter. Mereka kerap berbicara, membagikan dan memperdebatkan sesuatu yang tidak benar-benar penting.

Bagaimana caranya kita menandai bahwa mereka-mereka itu adalah orang pandir? Gampang saja. Pekerjaan seorang pandir biasanya adalah memuji-muji hal kecil; suka mempermainkan sesuatu yang sebenarnya sakral; dan senang mengolok-olok persepsi yang lazim tentang suatu situasi.

Seperti halnya sebuah penyakit membuat kita begitu menghargai hidup sehat, begitu pula halnya keberadaan orang pandir. Mereka membuat kita sadar tentang kebiasaan-kebiasaan berpikir dan menerima hal-hal yang sudah ada ‘dari sononya’ tanpa mempertanyakan lagi. Orang pandir yang menurut KBBI itu bebal dan bodoh, seringkali justru membantu kita memikirkan ulang apa yang sebelumnya kita terima secara given.

Tentang hal ini, ada sebuah contoh bagus dari Till Eulengspiegel, yang namanya membuat kita teringat pada sebuah media besar di Jerman itu. Eulengspiegel adalah seorang petani-pesulap yang hidup di Jerman pada abad keempat belas. Ia terkenal karena tipuan-tipuannya yang menyegarkan namun menjadi sumber banyak cerita rakyat dan kesusasteraan. Boleh jadi, karena itulah namanya diabadikan untuk merek sebuah media berpengaruh di Jerman (soal ini harap kalian periksa lagi, karena saya sendiri tidak yakin dengan apa yang sudah saya simpulkan ini).

Apa yang menarik dari seorang Till Eulengspiegel? Dalam sebuah cerita yang saya baca, dikisahkan: Suatu hari ketika Till sedang berjalan di pegunungan, ia selalu menangis ketika menuruni bukit, dan kemudian tertawa lagi ketika mulai berjalan mendaki.

Seorang yang bersamanya dalam perjalanan yang tidak sedramatis ketika Brienne mengantar Jamie Lannister ke King Landing, mempertanyakan perilaku aneh yang ditunjukkan oleh Till Eulengspiegel itu.

“Spiegel, kenapa Anda selalu menangis saat menuruni bukit, tapi selalu tertawa ketika mulai berjalan menanjak?” tanya teman seperjalanannya itu.

Eulengspiegel menyeringai tapi sama sekali tidak menganggap pertanyaan temannya itu sebuah bunyi terkutuk yang tidak perlu dihormati dengan memberikan jawaban. Till tidak seperti itu.

“Tahukah engkau wahai anak muda! Saat menuruni bukit saya membayangkan tentang usaha berat ketika mendaki nantinya, dan itu terang saja membuat saya sedih. Itulah kenapa saya menangis,” jawabnya seketika, sangat khas seorang pandir.

“Lalu, kenapa kau tertawa ketika justru mendaki, padahal bebannya lebih berat?” timpal si anak muda malang.

“Ketika berjalan mendaki, saya mengantisipasi kenikmatan perjalanan menurun yang ringan. Itulah yang membuat saya tertawa,” pungkasnya.

Dalam kehidupan nyata, kita tentu saja banyak sekali berjumpa dengan orang yang menyerupai Till Eulengspiegel. Bahkan, kalau kalian lebih peka, para peminta-minta di di kota gemilang banyak yang berpikir menyerupai Eulengspiegel.

Saya ingat dulu pernah ada seorang pengunjung warung kopi bertanya kepada seorang peminta sedekah, “kenapa kau menjadi peminta sedekah?” yang kemudian dijawab dengan lucunya oleh sang peminta itu: “kiban hanjuet keu ureueng mita seudekah, jamuen kutes tandra tapi wate lewat ka polwan!”

Nyan ban!

Image: ancient-origins.net

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

22/11/2024
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

30/10/2024
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

05/10/2024
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

25/09/2023
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

21/04/2022
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

31/05/2021
Next Post
Amnesty International cabut penghargaan untuk Aung San Suu Kyi

Amnesty International cabut penghargaan untuk Aung San Suu Kyi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

14/07/2025
Ilustrasi iPhone 18 Pro

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

29/09/2026

Blog dan Steemit, Mana yang Lebih Menguntungkan?

30/04/2018
Panglima GAM Abdullah Syafie

Jejak Eks Panglima GAM Abdullah Syafie di Seuneubok Rawa

28/08/2019

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

27/09/2026

EDITOR'S PICK

Malaysia Tangkap Wartawan Saudi

11/02/2012
Mencari Fase Desentralisasi Ekonomi di Masa Lalu

Mencari Fase Desentralisasi Ekonomi di Masa Lalu

11/08/2018
calon gubernur aceh mengambil nomor urut

5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan Calon Gubernur Aceh di Toilet

22/09/2024
Nanti akan Kutulis Lebih Lanjut

Nanti akan Kutulis Lebih Lanjut

28/07/2018

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.