• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Tuesday, October 6, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Numpang Keren dengan Kacamata Hitam Kakanda

Pan Amroe by Pan Amroe
07/03/2026
in Opini
0
Numpang Keren dengan Kacamata Hitam Kakanda
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ada dua orang temanku. Seorang bertubuh besar, sebut saja namanya Si Ulung. Dan seorang lagi agak lebih kecil, panggil saja namanya Si Ulang. Banyak cerita beredar, si Ulang adalah anak didik Si Ulung. Itu artinya, sebagian besar isi kepala Si Ulung, pastinya sudah melekat di kepala Si Ulang. Hingga, Si Ulang pun tidak sadar kalau sebagian tindakannya adalah cermin dari Si Ulung, termasuk dalam cara menggunakan kacamata hitam.

Sebelum jauh aku berkisah tentang satu kacamata hitam yang dipakai bergantian oleh mereka untuk kemudian kupotret, baiknya aku sambungkan narasinya bagaimana aku kenal dengan Si Ulung dan Si Ulang. Kedua insan pers ini aku kenal di waktu berbeda, dengan rentang waktu lumayan jauh. Tapi kini kami sering bersama semeja, pastinya saat menikmati kopi.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Aku bertemu Si Ulung di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Dulu sekira tahun 2006. Saat itu demonstrasi mahasiswa di jalanan masih bisa dibanggakan. Itu saat aksi mahasiswa belum bisa dibeli, saat mahasiswa masih berada di garis depan membela rakyatnya. Dan tersebutlah Si Ulung sebagai seorang mahasiswa di dalam peserta demo. Selain orator handal, lagi pun didukung oleh suaranya yang lantang bak halilintar, Si Ulung pun seringkali maju ke depan dengan tangan tergepal. “Lawan!, lawan!,” itu kata yang akrab dari bibirnya.

Lain halnya dengan Si Ulang, ia masih berusia belia. Bayangkan saja, saat aku di semester satu, lelaki berkulit putih itu masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar (SD). Pantasnya, dan sudah semestinya kusebut dia dengan cucu leting. Dan dia harus memanggilku dengan kakek leting. Begitu jauh selisih waktu yang kami jalani, walau ujung-ujungnya kami diberi kesempatan oleh Tuhan untuk duduk semeja. Saling bercengkrama, bicara apa saja, tak ketinggalan menggosip orang lain dengan gaya intelektualnya.

Kembali ke topik semula tentang kacamata hitam yang Si Ulung dan Si Ulang pakai. Kacamata itu sebenarnya milik teman lain yang hari itu duduk di meja kopi yang sama. Sering mereka sebut dengan nama Kakanda. Sayangnya, disini kita tidak akan bicara banyak tentangnya. Maklum saja, pria itu bukan level rendahan untuk diulas tuntas. Tapi sekedar mengulas kacamata miliknya kurasa tidak akan berdampak buruk untuk pribadinya yang dikenal khalayak sangat berwibawa.
Siang jelang sore itu, kacamata Kakanda dibuka, lalu diletakkan di meja kopi.

Belum semenit, itu kacamata langsung disambar oleh Si Ulung. Sepertinya ia tidak sabar untuk memasang cermin mata itu. Dengan senyum khas, Si Ulung pun nyengir ke arah kamera, momen itu langsung kuabadikan. Menurutku ini penting dan pasti ada manfaatnya di kemudian hari. Setidaknya untuk kuulas dalam tulisan yang tidak terlalu berpengaruh ini.

Segera, sekejap kacamata diangkat dari wajah Si Ulung, Si Ulang pun tidak mau tinggal diam. Ia juga ingin nampak keren seperti gurunya, siapa lagi kalau bukan Si Ulung. Tanpa instruksi, ia pun setengah merampas kacamata dari tangan gurunya. Alhasil, kacamata pun berpindah wajah. Sama, ia pun ingin dipotret. Lagi-lagi, ini persis seperti tingkah gurunya. Si Ulang pun bergaya ala India. Ia terlihat senang dan puas sekarang.

Sayang, sedang asik-asik Si Ulang mencoba kacamata yang telah membuatnya merasa keren. Sanggah Kakanda ia harus segera berangkat, karena mendadak ada urusan lain yang harus ia selesaikan. Dan terlebih lagi, itu kacamata bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk melindungi mata Kakanda dari sinar mentari dan debu-debu jalanan. Maklum, kanda sering warawiri di tengah kota.

Ujung cerita, tinggallah Si Ulung dan Si Ulang tanpa kacamata hitam. Dan kini mereka tak bisa lagi menyembunyikan tatapan mata yang sedari tadi terus saja mereka tutupi. Mereka tidak lagi seperti intelijen yang sedang mengintai mangsa. Dan mereka tidak lagi seperti pasukan pengamanan presiden yang terlihat seram. Kini mereka biasa-biasa saja tanpa kacamata hitam. Sungguh kasihan Si Ulung dan Si Ulang.[]

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post
Bendungan Raksasa di Jiem-jiem

Bendungan Raksasa di Jiem-jiem

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

10 Pasangan Cabup/Cawabup Atim Tarik Nomor Urut

02/01/2012

DISHUBKOMINTEL Gelar Workshop PRB

28/11/2011

“Kuli Tinta” Ajari Calon Cekgu Menulis

07/03/2026

Mantan Presiden Maladewa Demonstrasi

09/02/2012

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.