10 Langkah Mudah Menjadi Penulis Perjalanan

2
286
penulis perjalanan

Senang berpetualang dan mampu menulis cerita perjalanan, itu sebuah padanan sempurna dan tentu saja menyenangkan. Kita tampak gagah saat memperkenalkan diri sebagai penulis perjalanan (travel writer) atau blogger perjalanan (blogger travel). Jaman now sekali hobby ini, bukan? Saya ingat tagline sebuah blog milik teman yang juga seorang traveler: berjalanlah…dan ceritakan perjalananmu! Duh..! mati kita!

Namun, tidak semua orang dapat menjadi seorang penulis perjalanan. Apalagi sampai menjadikan traveling dan menulis sebagai hobi, dan kemudian dibayar karena hobi tersebut. Banyak orang dengan kegembiraan luar biasa memberitahukan bahwa sebuah hobi yang dibayar itu sangatlah mengagumkan. Sayangnya, tidak semua orang mampu melakukan.

Pun begitu, kita bisa melatih diri kita menjadi seorang penulis kisah perjalanan, dan latihan ini harus dilakukan terus-menerus, apapun yang terjadi. Terlalu klise kalau saya mengatakan bahwa kita harus mencintai dulu passion kita sebagai traveler dan penulis cerita perjalanan, agar dapat mewujudkannya. Ada langkah-langkah yang perlu kita lakukan, dan soal ini tidaklah terlalu rumit.

1. Mulailah berpetualang
Untuk menjadi seorang penulis perjalanan, terlebih dulu kita harus melakukan perjalanan. Dengan demikian kita memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan baru mengenai tempat-tempat yang baru kita datangi itu. Pengalaman biasa-biasa saja selama perjalanan tentu tidak akan menarik diceritakan, karena itu kita butuh sesuatu yang lebih menantang, atau menemukan hal-hal aneh selama perjalanan, yang tidak semua orang mampu mengendusnya. Jadi, tersesat atau mendapatkan pengalaman pahit selama perjalanan, itulah bahan mentah yang sangat menarik untuk diceritakan kembali kepada orang-orang. Jadi, berjalanlah dan mulailah melakukan pertualangan. Tanpa mengunjungi tempat-tempat baru, kita tidak dapat menjadi penulis perjalanan.

2. Membaca Terus-menerus
Banyak orang mengatakan, untuk menjadi seorang penulis yang baik maka kita haruslah sebagai pembaca yang baik. Seorang penulis pasti suka membaca. Kalau Anda tidak suka membaca, maka lebih baik jadi seorang fotografer perjalanan yang tidak memerlukan riset pustaka. Seorang penulis perjalanan biasanya senang membaca terutama mengenai tempat-tempat yang ingin didatangi. Saat dia tiba di tempat tersebut, dia tahu apa yang harus dilakukan dan cerita apa yang ingin dicarinya.

3. Menulis
Namanya saja penulis perjalanan, ya harus menulis dong! Sekali pun yang ditulis itu berupa sampah, dan pasti akan banyak sekali sampah nantinya, harus tetap ditulis. Kita tidak pernah tahu bahwa di dalam tumpukan sampah itu terdapat ‘mutiara’ dan kita tidak pernah tahu kapan sampah itu menjadi penting. Jangan pernah mengeluh soal bad mood atau writer block, dan kemudian mengatakan tidak dapat menulis. Jangan! Belajarlah dari Ernest Hemingway, penulis The Old Man and the Sea. Dia belajar mengalahkan writer block dengan menulis setiap hari, sekali pun itu sebuah kalimat. Ya, dia menulis satu kalimat yang benar setiap hari, dan kemudian melanjutkannya.

Nah, kalau Anda ingin menjadi penulis, terutama penulis perjalanan, hal pertama dan selanjutnya yang perlu dilakukan hanyalah menulis, menulis dan menulis. Biasakan menulis setiap hari sekali pun itu sebuah kalimat yang sangat pendek. Hal ini akan mengasah kemampuan Anda dan lambat-laun Anda akan merasakan perbedaannya: minimal menemukan gaya menulis Anda sendiri.

4. Simpan dan catat
Selalu catat dan simpan ide dalam bentuk tulisan. Selalu lakukan hal sederhana ini, karena Anda tidak akan pernah tahu kapan sebuah ide menghampiri Anda. Sebuah ide atau cerita yang melintas di pikiran Anda akan secepatnya melayang kalau tidak ditulis, dan Anda akan menjadi manusia paling menyesal nantinya. Tidak apa-apa jika itu hanya sebuah tulisan yang sangat buruk ketika Anda membacanya lagi nanti. Sebab, Anda tidak mungkin mempublikasikan sebuah karya yang buruk!

5. Peka dengan detail
Soal ini sering diabaikan oleh banyak penulis, dan mereka merasa tidak terlalu penting memperhatikan hal-hal detail semacam itu. Itu sebuah pemikiran yang salah. Kalau Anda ingin menjadi seorang penulis perjalanan, Anda haruslah menjadi seorang yang peka. Saat pergi ke suatu tempat, Anda perlu membuka mata, telinga, dan penciuman Anda terhadap tempat-tempat tersebut. Temukan apa yang berbeda dari tempat itu. Saat pergi ke Ho Chi Minh City tempo hari, saya misalnya memperhatikan durasi di beberapa trafic-light, atau karakter penjual di Ben Thanh Market. Penulis yang mampu mengendus hal-hal yang lebih detail biasanya akan mampu menghasilkan sebuah karya tulis yang kaya data tapi tidak membosankan.

6. Membuat kerangka opini
Pada langkah nomor dua, sudah dijelaskan bahwa untuk menjadi penulis perjalanan kita harus banyak membaca. Nah, orang yang senang membaca biasanya memiliki pendapat yang kuat tentang berbagai hal, dan mereka selalu memiliki banyak informasi menarik untuk disampaikan. Bagaimana Anda dapat menjadi seorang penulis jika tidak memiliki sesuatu untuk disampaikan? Benar, tidak?

7. Membuat blog
Sebagai penulis jaman now, Anda mutlak harus memiliki sebuah blog, apalagi jika Anda sudah menetapkan hati menjadikan menulis sebagai passion. Soalnya, memiliki sebuah blog tidak hanya memberi ruang kepada Anda untuk mempublikasikan karya tanpa melewati sensor editor. Awalnya, blog itu mungkin hanya dibaca oleh keluarga, kawan dekat atau orang-orang yang mengikuti blog Anda. Tapi seiring waktu, Anda bisa mengetahui karakter dan minat orang-orang yang membaca blog Anda, serta tulisan seperti apa yang mereka butuhkan. Dengan begitu Anda dapat mulai mengarahkan diri Anda untuk menulis hal-hal semacam itu dan membangun audiens atau penikmat tulisan Anda secara lebih spesifik, dan selalu dituntut untuk menulis tentang hal itu.

8. Kritis terhadap tulisan sendiri
Tidak semua kita mampu menjadi kritis terhadap hasil tulisan sendiri, dan hal itu tentu saja sangat sulit dilakukan. Pun begitu kita harus mulai mengenali kekurangan tulisan kita sendiri, gaya penulisan maupun pemilihan kata-kata yang tidak tepat. Percayalah tidak ada tulisan yang sempurn terutama jika itu masih sebagai draft pertama, pastilah kacau-balau. Mulailah membedakan kata dan kalimat aktif dan pasif, dan bagaimana kalimat-kalimat itu ditulis. Dalam beberapa pelatihan menulis yang saya ikuti, terutama di kelas narasi, saya selalu diingatkan untuk membedakan kedua hal itu. “Show it, don’t tell it!” Sering-seringlah mengindentifikasi mana tulisan perjalanan orang lain yang Anda sukai dan tidak Anda sukai, dan mulai perbaiki hal itu pelan-pelan pada tulisan Anda.

Untuk diketahui, salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan oleh penulis perjalanan adalah mengadopsi pola penulisan seperti brosur perjalanan. Seperti misalnya menulis sebuah tempat itu dengan “pemandangan yang indah”. Tulisan itu hanya cocok sebagai iklan atau bagian dari promosi tempat wisata yang biasa kita baca pada brosur, dan tidak semua orang menyukainya.

9. Jalin hubungan dengan penulis lain
Menjalin hubungan dengan penulis terutama yang menaruh minat pada bidang yang sama, itu sangatlah penting. Jika ada penulis seperti itu yang masih hidup, segera hubungi mereka dan katakan bahwa Anda menyukai pekerjaan mereka. Apalagi jika Anda seorang penulis perjalanan, jalin hubungan dengan penulis lain yang memiliki hobi yang sama. Bayangkan, jika sekali waktu Anda kebetulan mengunjungi tempat yang sama, dan Anda tentu saja bisa memberitahu mereka, “Hai, tidakkah menyenangkan kalau kita menikmati kopi hangat di Ho Chi Minh?”

10. Raih simpati editor
Hal ini penting ketika Anda ingin mempublikasikan tulisan perjalanan Anda di sebuah media. Jadi, langkah pertama adalah temukan media yang Anda sukai, dan baca untuk sementara waktu. Usahakan tulisan Anda cocok dengan gaya media tersebut. Soalnya, jika Anda mengirimkan sebuah karya dan tidak sesuai dengan gaya model mereka, tulisan Anda akan ditolak. Namun, jika Anda tidak membutuhkan sebuah media untuk mempublikasikan karya Anda, maka abaikan bagian ini.

Kalau Anda membutuhkan media untuk mempublikasikan karya Anda, maka cara ini perlu dipraktekkan. Apalagi, jika kiriman pertama Anda menyenangkan mereka, tentu saja mereka akan menghubungi Anda kembali ketika mereka butuh. Nah, ketika mereka mulai memesan tulisan dari Anda, tepati deadline atau tenggat waktu dan usahakan tidak adalah kesalahan fatal yang Anda lakukan. Dengan demikian, Anda sudah sudah berhasil mencuri simpati dan cinta dari mereka. Ketika itu sudah terjadi, cinta Anda pasti akan berbalas.

Ketika semua langkah itu dilakukan, mulailah bergembira, karena inilah saatnya Anda menjadi seorang penulis perjalanan! Dan, saat bertemu dengan orang-orang, Anda dapat dengan bangga menyebut diri sebagai penulis perjalanan. Duh, kerennya. []

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here