• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Saturday, October 24, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Budaya

‘Pukes’ Dipuji Seniman Muda, Dikritik Seniman Tua

Rio Pauleta Oleh Rio Pauleta
07/10/2018
in Budaya
0
‘Pukes’ Dipuji Seniman Muda, Dikritik Seniman Tua
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Sabtu, 6 Oktober 2018 Teater Siswa Sukma Bangsa Pidie berhasil  mementaskan Teater comedy tragedy berjudul Pukes. Terinspirasi dari legenda di tanah Gayo Putri Pukes. Cahya Maulizati dengan berani menggubah cerita rakyat ini menjadi drama menarik dan ditoton oleh ratusan orang yang hadir di gedung indoor Taman Budaya Banda Aceh.

READ ALSO

Halloween: Sejarah dan Asal-usul yang Kusut dari Hari Libur 31 Oktober

Pagelaran Tari Kreasi Baru 2019 di Indoor Taman Budaya

(Source)

Pemain teater malam ini merupakan gabungan anak SMP dan SMA Sukma Bangsa. Orangtua mereka turut hadir melihat perkembangan seni anaknya. Pukes bercerita tentang Reje yag jatuh cinta pada Pukes tapi awalnya tidak disetujui oleh ibundanya Pukes (diperankan Danish Ara Mukhtar). Niat Reje (Andry Maulana) melamar Pukes menguak kenyataan bahwa Ibunda Pukes (Tazqia Putri Humaira) juga sering menolak pria-pria lain yang melamar Pukes dengan dalih ibundanya tak siap akan kepergian anak gadis satu-satunya keluarga itu.

Photo from SSB Pidie Info Guru Whatsapp Group via Sugeng Handayani

Sang Ayah (Ilham Ramadan) yang bijaksana berhasil meruntuhkan keteguhan istrinya untuk melepas sang anandanya tercinta. Tapi setelah menikah dan ingin dibawa oleh reje ke rumah yang terpisah dengan inenya, ibu Pukes berpesan jangan menoleh ke belakang. Saat di jalan rupanya Pukes dengan kesedihan mendalam di jalan, tak kuat juga Pukes tak melihat kebelakang, dilanggarnya nasehat ibunya dia pun menoleh, jadi batu-lah dia.

Pementasan berlangsung satu jam diiringi tepuk tangan dan tawa penonton. Polah para tokoh terkadang menyajikan humor dan takjub para pemirsa yang rela ke taman budaya bahkan jauh-jauh dari Sigli, menerobos hujan demi menyaksikan teman-temannya di atas panggung.

(source) Whatsapp Group Via Sugeng Handayani

Pentas seni teater ini juga mendapat dukungan dari seniman muda Aceh yang mengirimkan video singkat via whatsapp yang diputarkan di awal acara, Terlihat ada Vokalis Apache, Cupo, dan komunitas teater dari berbagai daerah di Indonesia. Bus untuk keberangkatan rombongan dari Pidie disediakan langsung oleh SEKDA Pidie.

Setelah maggung, para seniman dan penonton diajak untuk berdiskusi. Beberapa seniman tua berdiri dan mengkritik tentang keaktoran yang tak memuaskan mereka, tata cahaya dan kepadatan cerita. Yang menarik adalah kata seorang seniman kalau ceritanya ini salah. Pukes ini adalah seorang putri raja, yang dibuang ke hutan, karena jatuh cinta sama sepupunya. Lalu dia mendengar seruling reje di dalam hutan dan dia mengikuti suara itu sampai ketemu. TapiPutri Pukes ini kan merupakan legenda, bisa jadi dongeng cerita rakyat setara dengan Amat Rahmanyang, Maling Kundang dan cerita rakyat lainnya yang sudah kemungkinan akan terdapat perbedaan redaksi cerita.

Saya yang awam ini juga baru terpanggil kembali kisah Putri Pukes yang ada peninggalan sejarahnya di sebuah gua di pinggir danau laut tawar ini. Kritik ini sangat perlu untuk perkembangan teater Aceh di masa yang akan datang, tanpa kritikan tidak akan hadir produk yang kreatif dan inovatif.

Photo from SSB Pidie Info Guru Whatsapp Group via Sugeng Handayani

Tapi sepertinya tidak cocok cara seniman tua semalam mengkritik, saya juga jadi berpikir, kalau begini kritikannya maka  mahasiswa banyak yang tersendat skripsinya, kita anggap saja teater ini walaupun banyak kekuarangan dimana-mana  tapi merupakan satu langkah besar dari Sukma Bangsa untuk menghidupkan kembali dunia keaktoran di Aceh. Ditengah banyaknya hiburan yang terbentur dengan rekomendasi ulama, sepertinya kita sudah perlu menyokong seni yang dipertunjukkan sendiri oleh anak Aceh, supaya kreatifitasnya semakin maju dan bisa menjadi solusi  hiburan rakyat yang menjunjung tinggi syariat.

Dari Menasah Siren, Riazul Iqbal Melaporkan.

 

Related Posts

Halloween: Sejarah dan Asal-usul yang Kusut dari Hari Libur 31 Oktober
Budaya

Halloween: Sejarah dan Asal-usul yang Kusut dari Hari Libur 31 Oktober

28/10/2020
Tari Kreasi Baru
Budaya

Pagelaran Tari Kreasi Baru 2019 di Indoor Taman Budaya

29/10/2019
Tari Likok Pulo
Budaya

Cakra 19 Latih 84 Remaja Tari Likok Pulo

25/03/2019
Arisan Buku Rak Baca T36 Menggebrak Meja Literasi Aceh
Budaya

Arisan Buku Rak Baca T36 Menggebrak Meja Literasi Aceh

05/11/2018
Tangan Bercincin Giok yang Terpotong
Budaya

Tangan Bercincin Giok yang Terpotong

18/10/2018
Budaya

Jawa Juga Gempa? (Cerpen Spontan)

05/10/2018
Next Post
YouTube SEO Tips 2020: Audience Retention

YouTube SEO Tips 2020: Audience Retention

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

Jelang El Clasico Guardiola Turunkan Kiper Cadangan

18/01/2012

Barca Tak Belanja Pemain Januari 2012

17/12/2011
Jalan

Jalan

29/08/2018

Forum Muallaf Aceh Terbentuk

14/12/2011

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Drone Swarm dan Perang Ukraina: Inggris Buka Akses Data Tempur untuk AI Kawanan Drone
  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Sosok

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.