Author: Iskandar Usman

  • Polisi Tangkap Truk Arang Illegal

    Langsa—Kepolisian Resort (Polres) Kota Langsa, Senin (26/12), menangkap truk bermuatan  sekitar 11 ton arang jadi di Desa Telaga Meurak, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, yang hendak diseludupkan ke wilayah Sumatera Utara. (more…)

  • Jadi Lokasi Mesum, WH Diminta Tertibkan Lapangan Merdeka Langsa

    Langsa – Selama ini, Lapangan Merdeka Langsa ditengarai berubah fungsi menjadi lokasi mesum pasangan muda mudi  setiap malam minggu. Bahkan diduga keras menjadi salah satu lokasi transaksi prostitusi. Kondisi tersebut dilaporkan telah berlangsung sejak berapa bulan terakhir, namun hingga kini belum ada tindakan penertiban apapun dari pihak Satpol PP dan WH setempat.

    Kondisi tersebut diungkapkan Aliansi Mahasiswa Langsa (AMAL) melalui kordinatornya Firdaus. Menurut dia, generasi penerus bangsa akan rusak, jika  peran Wihayatul Hisbah  saat ini tidak sesuai dengan tanggung jawabnya. “ Kami sangat kecewa terhadap petugas WH di kota Langsa karena tidak bisa menjaga norma syariat Islam di sana,’ kata Firdaus dalam pernyataannya kepada wartawan, Minggu 25/12).

    (more…)

  • Jembatan Peureulak Terancam Ambruk

    Jembatan Peureulak

    Idi—Satu unit jembatan yang terletak di lintasan jalan negara Medan- Banda Aceh di kawasan Kampung Beusa, Peureulak, Aceh Timur, kini terancam ambruk. Pasalnya, kontruksi besi dan aspal pada sambungan jembatan rangka  baja tersebut sudah hancur. Bahkan saat dilintasi kendaraan berbadan besar mengakibatkan jembatan bergetar. (more…)

  • Muara Kuala Dangkal, 2 Boat Nelayan Karam

    Peureulak—Dua boat nelayan di Kuala Bugak, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, dilaporkan karam akibat dihantam ombak saat meluncur di muara kuala setempat. Nelayan di sana menyebutkan,  penyebab utamanya musibah tersebut karena muara kuala yang dangkal. Karenanya dibutuhkan pengerukan. (more…)

  • Soal Infrastruktur Jalan, Pemerintah jangan Umbar Janji

    Idi—Pemerintah Aceh diminta agar tidak hanya pandai mengumbar janji semata terkait pembangunan infrastruktur jalan yang sampai sejauh ini masih amburadul dan menyengsarakan rakyat kecil. “Jangan hanya ada kata- kata akan segera diperbaiki, akan segera dibangun atau berbagai alasan lainnya. Rakyat saat ini butuh bukti bukan janji,” kata Mukhtar. M Zein, salah seorang aktivis OKP di Aceh Timur, kepada AcehCorner.Com, Senin (19/12) malam. (more…)

  • Aceh Timur Kembali Dikepung Banjir

    Idi—Sejumlah kecamatan di Aceh Timur kembali dikepung banjir, Senin (19/12). Akibatnya sejumlah rumah warga nyaris ambruk dihantam derasnya air hujan, dan sebagian masyarakat di sana ikut mengungsi mencari lokasi yang lebih aman. Banjir kali ini juga mengakibatkan arus transportasi di jalan Medan- Banda Aceh macet karena genangan air di atas badan jalan mencapai 50-60 centi meter, seperti halnya di kawasan Bagok-Julok. (more…)

  • GeMPAR : Kebijakan Polda Soal Punk Sudah Tepat!

    Langsa – Kebijakan pihak Polda Aceh dengan menangkap puluhan anak punk dan membinanya di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Seulawah, dinilai sudah tepat. Hal itu disampaikan Auzir Fahlevi dari LSM GeMPAR, Senin (19/12) kepada AcehCorner.Com. Menurutnya, apa yang dilakukan Kapolda itu guna mencegah generasi muda dari degradasi moral apalagi keberadaan anak punk tersebut dinilainya sangat berlawanan dengan kultur islami masyarakat Aceh. (more…)

  • Kawanan Gajah “Obrak- Abrik” Lokop

    Gajah liar di kebun warga

    Peureulak – Setelah sekian lama berdiam diri, kawanan gajah liar di kawasan pedalaman Lokop Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, kembali mengamuk dengan merusak ratusan hektare tanaman milik masyarakat dan gubuk para petani yang ada di sana. Akibatnya, masyarakat dilaporkan mengalami kerugian ratusan juta.

    Informasi yang diperoleh AcehCorner, Sabtu (17/12) kawanan gajah juga sempat mengepung kantor balai penyuluhan pertanian Kecamatan Serbajadi yang terletak di Gampong Persiapan SP 1 Kuala Pangguh. Di sana sebanyak 28 ekor gajah  pada tanggal 13 Desember 2011 wara wiri.

    Gajah tersebut telah memporak-porandakan semua tanaman yang ada di sekitar kantor tersebut, dan juga menghancurkan kebun kelapa sawit milik Abu Kute seluas 6 hektare. Selain itu, Po Meurah juga merusak puluhan hektare tanaman masyarakat lainnya.

    Menurut keterangan Penden, salah satu tokoh pemuda Kuala Pangguh,  kawanan gajah tersebut sebelum mendatangi kantor itu telah lama mengamuk di kawasan Beloten dengan cara merobohkan beberapa gubuk warga dan mengobrak-abrik padi milik masyarakat kurang lebih 20 KK.

    Tokoh masyarakat Lokop, Bukhari Muslim MH, menyebutkan, tadi malam kawanan gajah telah mengarah ke daerah Ketibung Musara serta telah merobohkan gubuk milik Yahya dan milik Banta Ali di Dusun Ketibung.

    “Saya sangat mengharapkan dinas terkait mengambil tindakan sehingga kerugian dari petani dapat diminimalisir,” ujarnya.

    Sebagaimana diketahui, kawasan gajah liar kerap mengamuk di kawasan pedalaman Aceh Timur setiap tahunnya dan merusak ribuan hektare tanaman masyarakat. Bahkan, tidak sedikit petani yang menjadi korban dan meninggal dunia akibat diinjak gajah liar. Daerah- daerah yang selalu diamuk gajah adalah Lokop, Peunarun, Peudawa, Ranto Peureulak, Banda Alam, Idi Timu, Darul Ihsan, dan Pante Bidari.[]

  • Tembakan Senpi Dari Kapal Sesmik Migas

    *Nelayan Peureulak Takut Melaut

    Peureulak–Akibat letusan senjata api dari sebuh kapal yang sedang melakukan survey sesmik migas di lepas pantai Aceh, Jumat (16/12) malam, para nelayan di Kuala Bugak, Peureulak, Aceh Timur, kini takut melaut. Mereka lebih memilih kembali ke darat karena mengaku trauma. Nelayan meminta perusahaan sesmik yang menggunakan kapal survey MV Pacific Explorer untuk tidak melalukan tindakan sewenang- wenang sehingga perekonomian masyarakat ikut terganggu. (more…)