Author: Iskandar Usman

  • Aceh Timur Dikepung Banjir, Satu Rumah Ambruk

     

    Banjir Peudawa | Iskandar Usman

    Idi—Sejumlah kawasan pedalaman di Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (17/12) dikepung banjir akibat hujan  deras yang mengguyur kawasan Aceh Timur sejak Jumat malam hingga Sabtu kemarin. Banjir mengenangi kawasan pemukiman warga, ratusan hektare padi, serta mengakibatkan satu unit rumah warga ambruk diterjang banjir. Ketinggian air mulai setinggi lutut sampai satu meter.

    Informasi yang dihimpun AcehCorner.Com, banjir kali ini melanda kawasan Kecamatan Darul Aman, Julok, Kecamatan Idi Ra (more…)

  • KP2T Janji “Sikat” Usaha Galian C tanpa Izin

    Azhar Akbar

    Langsa – Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Kota Langsa, berjanji  akan “menyikat” secara tegas terhadap sejumlah usaha galian C dalam wilayah pemerintahan Kota Langsa yang selama ini beroperasi tanpa mengantongi izin resmi dari pemerintah setempat. Selama ini hanya satu usaha galian C yang mengantongi izin resmi di sana. (more…)

  • Kejati Diminta Ungkap Kasus Rp 16 M Aceh Timur

    Langsa – Kejaksaan Tinggi Aceh diminta untuk mengungkap kasus penyimpangan dana hibah Menkokesra Pemkab Aceh Timur, sebesar  Rp 16 M tahun anggaran 2008 lalu dengan cara melakukan verifikasi data kembali. Pasalnya, Kejati Aceh semasa Kajati Yafizham dan Asintel M. Adam sudah pernah melakukan langkah penyelidikan terhadap kasus hibah tersebut, akan tetapi kasus ini dihentikan oleh pihak Kejati karena mengklaim  tidak adanya potensi penyimpangan dan kerugian negara.

    “Ini cukup aneh dan ironis. Sebab,  dalam laporan hasil pemeriksaan BPK RI tahun 2010 jelas-jelas ditemukan adanya indikasi penyimpangan dan kerugian negara sebesar  Rp1,1 M. LHP BPK RI tersebut hendaknya menjadi pintu masuk dan celah hukum bagi kejaksaan guna menindaklanjuti dan membuka kembali pengusutan kasus pengelolaan dana hibah berdasarkan alat bukti baru berupa LHP BPK RI tahun 2010,” kata Ketua LSM Gerakan masyarakat Partisipatif (GeMPAR), Auzir, kepada acehpungo.com, Jumat (16/12) malam.

    Menurut dia, kasus tersebut harus diungkap karena sampai saat ini masyarakat Aceh Timur khususnya, sangat berharap agar kasus dana hibah itu dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kata Auzir, tidak ada alasan bagi pihak Kejati untuk tidak melakukan langkah hukum secara profesional dan transparan terhadap kasus dana hibah Rp 16 M Aceh Timur.

    “Apalagi pada bulan April lalu kami sudah menyerahkan data dan LHP BPK RI terkait dana hibah Rp 16 M kepada Kajati Aceh, M Yusni termasuk laporan Pansus DPRK Aceh Timur tentang pusat pemerintahan Aceh Timur senilai Rp 160,3 M. Kami mendesak agar Kajati Aceh selaku putra Aceh Timur agar  berani mengungkap kasus tersebut hingga sampai ke pengadilan. Ini menjadi test case bagi Kajati untuk berkontribusi bagi tanah kelahirannya,” ujar Auzir.[]

  • Pengurus MPU Setahun tak Terima Gaji

    Anwar Abda

    Idi – Pengurus Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) kecamatan di seluruh Aceh Timur, dilaporkan tidak menerima gaji selama setahun terakhir, mulai bulan Januari-Desember 2011. Padahal dalam SK mereka disebutkan, segala biaya yang timbul akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) setempat. Pihak sekretariat MPU kabupaten mengaku sudah mengajukan dana untuk honorer pengurus MPU kecamatan, namun sampai sekarang belum ada realisasi dalam APBK-P. (more…)

  • Ampon Din Akhirnya Meninggal

    Peureulak – Ampon Din, warga Desa Paya Unoe, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang sempat kritis akibat dihantam mobil boks jenis L-300, Kamis (15/12) sekira pukul 17.45 WIB, akhirnya meninggal dunia. Korban dilaporkan meninggal dunia saat dirujuk dari RSU Langsa menuju Medan.

    “Beliau menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan ke Medan di kawasan Brandan. Korban kemudian dibawa pulang kembali dan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat,” kata Mukhtar, salah seorang warga kepada AcehCorner.Com, Jumat (16/12) siang.

    Sebelumnya diberitakan, Ampon Din kritis setelah ditabrak mobil bok  jenis L-300 di kawasan Buket Takteh, Ranto Peureulak. Mobil bok L-300 itu melaju dari arah Kampung Beusa, Kecamatan Peureulak Barat menuju ke Ranto Peureulak. Setibanya di turunan Buket Takteh persisnya di ruas jalan yang rusak parah, langsung bertabrakan dengan Ampon Din yang mengendarai sepeda motor dari arah yang berlawanan.[]

  • Napi Rutan Idi Kembali Kabur

    Idi—Narapidana di rumah tahanan (Rutan) Idi, Kabupaten Aceh Timur, kembali kabur. Kali ini napi bernama Syafrizal Bin A Samad, seorang napi tamping (pembantu pegawai) yang terjerat  kasus narkotika,  pada Rabu (14/12) pukul 03.00 WIB dini hari, sukses melarikan diri. Kasus larinya napi tersebut merupakan kasus yang kedua dalam dua bulan terakhir. (more…)

  • Dihantam Mobil Boks, Warga Paya Unoe Kritis

    Peureulak—Ampon Din, warga Desa Paya Unoe, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis (15/12) sekira pukul 17.45 WIB, kritis setelah ditabrak mobil bok  jenis L-300 di kawasan Buket Takteh, Ranto Peureulak. Korban kini telah dilarikan ke RSU Langsa untuk mendapatkan perawatan medis. (more…)

  • Makan Racun Semut, Syafrizal Terpaksa Dirawat di Rumah Sakit

    Makan Racun Semut, Syafrizal Terpaksa Dirawat di Rumah Sakit

    Idi – Syafrizal (20), seorang pemuda asal Desa Peulalu,  Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, Kamis (15/11) sekira pukul 11.00 WIB, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah keracunan akibat memakan racun semut. Korban awalnya sempat mengira jika racun semut tersebut adalah bibit roti (bahan pembuat roti).

    (more…)

  • Pemerintah Dituding Jual "Kecap" Soal Bantuan Dhuafa

    Adnan, S. Sos

    Idi – Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Timur khususnya, dinilai belum serius membangun rumah kaum dhuafa yang selama ini hidup menderita dan tidak layak huni. Padahal, kaum dhuafa merupakan salah satu kelompok masyarakat miskin yang harus dibantu oleh pemerintah sebagaimana juga diatur dalam UU. (more…)