loading...

Tiga Kali Menjanda, Ini Dia Suami-suami Megawati

Tiga Kali Menjanda, Ini Dia Suami-suami Megawati

Tentang suami Megawati. Putri Presiden Soekarno, Megawati Soekarno Putri, menjadi figur penting dalam perpolitikan tanah air. Sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kebijakan dan sikap politiknya selalu ditunggu. Bahkan, beberapa keputusannya sangat menentukan perjalanan politik di tanah air, misalnya ketika dulu menunjuk Joko Widodo untuk mencalonkan diri sebagai Presiden RI atau saat memutuskan mengusung Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada DKI Jakarta.

Tapi, tak banyak yang tahu kalau Presiden RI ke-5 itu pernah tiga kali hidup menjanda. Bahkan, situs ensiklopedia virtual, Wikipedia, cuma mencatat dua orang lelaki yang pernah menjadi suami dari orang tua Puan Maharani itu. Padahal, wanita kelahiran Yogyakarta pada 23 Januari 1947 ini pernah tiga kali menikah dan menjadi janda, tapi tak banyak terekspose di media. Yuk kenal lebih dekat siapa saja lelaki yang pernah menjadi pendamping hidup Megawati Soekarno Putri.

1. Surindro Supjarso
Suami MegawatiTidak ada informasi pasti kapan lahirnya Letnan Satu (Penerbang) Surindro Supjarso, suami pertama Megawati ini. Hanya saja, perwira menengah di Angkatan Udara Indonesia itu disebut-sebut berasal dari Sulawesi, sehingga disapa Pacul atau Mas Pacul itu.

Keduanya menikah pada Sabtu petang, 1 Juni 1968 di rumah Fatmawati, ibunda Megawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Setelah menikah, Megawati memilih tinggal bersama suaminya di kompleks Angkatan Udara, Madiun, Jawa Timur. Jauh dari hiruk-pikuk politik Jakarta.

Dari pernikahan pertamanya ini, Megawati dikarunia dua anak laki-laki, masing-masing Mohammad Rizki Pratami dan Mohammad Prananda Prabowo. Usia pernikahan mereka tergolong singkat. Saat mengandung Prananda, datang kabar duka. Pesawat Skyvan yang dipiloti suaminya berikut tujuh awak penumpang dinyatakan hilang di Perairan Biak, Papua pada 22 Januari 1971 atau sehari sebelum Megawati merayakan ulang tahunnya yang ke-24. Sejak itu, Megawati harus menjadi single parent dalam usia yang sangat muda.

2. Hassan Gamal Ahmed Hassan
Suami MegawatiHassan Gamal Ahmed Hassan adalah seorang mantan diplomat Mesir di Indonesia. Kisah asmara Megawati dengan Gamal ini dianggap paling heboh, namun sangat tertutup. Tak banyak teman dekat Bu Mega yang bersedia membagi cerita tentang hubungan asmara mereka ini. Informasi yang dilansir detikX, Megawati dan Hassan Gamal menikah pada tanggal 27 Juni 1972 di Sukabumi. Kabar pernikahan ini menyebar cepat karena sebuah iklan kecil di sebuah koran terbitan ibukota: “TELAH MENIKAH. Hassan Gamal A.H. dengan Ny. Megawati Soekarnoputri pada tanggal 27 Juni 1972 di Sukabumi”. Kabarnya, H Cholil Fathurrohman dari Kantor Urusan Agama Sukabumi yang menikahkan mereka.

Tak pelak, kabar itu rupanya bagai petir bagi keluarga besar Soekarno. Fatmawati sendiri terang-terang tak merestui hubungan tersebut. Pasalnya, nasib suami pertama Megawati, Surindro, belum diketahui pasti nasibnya, apakah sudah meninggal atau belum, meski sudah berbulan-bulan dicari.

Ihwal kedekatan Megawati dengan Gamal disebut-sebut ketika diplomat dari Kedutaan Besar Mesir itu datang ke kediaman Megawati untuk menyampaikan duka cita atas wafatnya Bung Karno. Dia pun jatuh hati pada Megawati yang baru saja menjadi janda pada pandangan pertama. Karena gugatan dari pihak keluarga ke Pengadilan Agama Jakarta, pernikahan itu kemudian batal.

3. Taufiq Kiemas
Setelah pernikahan ‘terlarang’ dengan diplomat asal Mesir itu kandas di tengah jalan, Megawati pun menikah lagi untuk ketiga kalinya pada 25 Maret 1973. Di Panti Perwira (sekarang Graha Marinir) di Jalan Prapatan, Mampang, Jakarta Selatan, Taufiq Kiemas mengucapkan janji sehidup-semati dengan Megawati. Dari pernikahan dengan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Palembang, Megawati dikarunia seorang putri, Puan Maharani. Taufiq Kiemas yang dikenal dekat dengan kakak Megawati, Guntur Soekarno Putra, merupakan politisi senior PDIP. Gaya berpolitiknya sangat lues dan ahli lobi. Dia pula yang dulu menyindir Susilo Bambang Yudhoyono sebagai jenderal kekanak-kanan.

Itulah tiga mantan suami Megawati Soekarno Putri, seorang tokoh politik perempuan yang sangat berpengaruh di Indonesia. []

Foto-foto: Perpustakaan Nasional, DetikX

1 4
Harlan
Harlan

Lelaki yang suka berpindah dari satu warung kopi ke warung kopi lain. Dulunya, pernah terlintas cita-cita menjadi preman terminal. Takdir menuntunnya menekuni profesi lain.

1 thought on “Tiga Kali Menjanda, Ini Dia Suami-suami Megawati

  1. Hakim berkata:

    Bukannya suami dari Ibu Megawati Soekarno Putri bernama Suhendro yang berkarier sebagai militer dimana kedua orang tua Suhendro berasal dari Lampung.

    Berikut kutipan dari Radar Lampung online :
    Menengok Rumah Peningggalan Besan Presiden RI Soekarno
    Tersisa Meja Praktik Dokter, Kerap Jadi Tempat Bersantai Wali Kota
    By Ayep – Rabu, 23/08/2017 | 23:00 WIB446

    KOKOH: Rumah mendiang dr. A. Dadi Tjokrodipo masih berdiri kokoh di pinggir Jl. Imam Bonjol, Langkapura, Bandarlampung. FOTO RIZKY PANCHANOV/ RADAR LAMPUNG

    radarlampung.co.id – Tidak hanya singgah, beberapa sosok ternama di era perjuangan pun turut mendirikan rumah di Kota Bandarlampung. Salah satunya dr. A. Dadi Tjokrodipo. Sejarah mencatat, dr. Dadi juga merupakan besan Presiden Pertama RI Ir. Soekarno.

    Laporan Rizky Panchanov, BANDARLAMPUNG

    HANYA Rejo Wijoyo (70) yang kini menempati rumah bernomor 33 itu. Pria paro baya ini turun-temurun dipercaya menjaga rumah mendiang dr. A. Dadi Tjokrodipo yang masih berdiri kokoh di pinggir Jl. Imam Bonjol, Langkapura, Bandarlampung, tersebut.

    Pohon-pohon tua nan rindang sedikit menutupi rumah di lahan seluas 4,8 hektare itu. Kesan sunyi juga tergambar di sana. Di mana, sejak tahun 1964, Rejo sudah akrab dengan nuansa tersebut. Ya, sejak tahun itulah pria asal Purworejo, Jawa Tengah, ini diminta langsung dr. Dadi menjadi penjaga sekaligus merawat rumahnya.

    ’’Rumah ini dibangun setahun setelah Indonesia merdeka,” tuturnya kepada wartawan koran ini. Artinya, sudah 71 tahun rumah seluas 40 x 20 meter itu berdiri. Bisa dibilang, rumah tersebut paling tua dibanding rumah lain di sekitar wilayah itu. Saat disambangi wartawan koran ini, rumah itu tengah dalam tahap renovasi atap bangunan yang lapuk termakan usia.

    Rejo mengatakan, dr. Dadi sedianya hanya sesekali singgah ke rumah itu dari rumah utamanya yang berada di kawasan Enggal, Bandarlampung. Hanya setiap akhir pekan saja untuk berlibur.

    ’’Ya kalau nggak ada kegiatan beliau pasti menginap di sini, setiap Minggu datang sama istri dan anak-anaknya,” cerita dia seraya menuturkan sang dokter memiliki hobi berkebun.

    Nama rumah itu sendiri dinamakan Giri Tjondro. ’’Nama Giri Tjondro diambil pak dokter dari kampung ini,” bilangnya.

    Rumah tua itu, kata Rejo, kerap didatangi beberapa anak muda dan masyarakat yang penasaran. ’’Ya hampir setiap hari ada aja anak-anak yang datang cuma untuk foto-foto di sini,” kata dia. Bahkan, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. juga kerap mampir dan melihat tanaman koleksi di kebun serta sekadar bersantai.

    Radar yang turut mencoba masuk ke dalam rumah milik besan Presiden RI Ir. Soekarno itu mendapati kamar yang ditempati dr. Dadi tak terlalu mewah, hanya berukuran 4 x 5 meter. Kayu kusen masih kokoh berdiri. Begitu pula tangga kayu menuju lantai atas. Total, ada 6 kamar di rumah tersebut.

    Berlanjut menuju lantai dua. Nampak terlihat kondisi lantai kayu yang ada lapuk dan baru akan direnovasi untuk kali pertama bersamaan dengan renovasi atap bangunan. Di lantai atas, ada satu kamar dan satu kamar mandi.

    Selain itu, Radar juga berkesempatan masuk ke dalam kamar yang ditempati mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri bersama suami pertamanya Suhendro, anak dari dr. Dadi. Kamar itu, berada paling depan.

    Hanya saja, kini di dalam rumah berukuran cukup besar itu tidak ada barang-barang seperti furniture menghiasi rumah. Menurut Rejo, isi rumah sudah lama dibawa oleh anak dr. Dadi ke Jakarta sejak dr. Dadi berpulang ke sang Pencipta.

    ’’Ya hanya ini, meja bekas praktik dr. Dadi yang masih ada,” ucapnya. Meja bekas praktik dokter berukuran 2 x 1 meter yang kini disimpan di ruang paviliun milik dr. Dadi itu masih kokoh berdiri.

    Satu buah komik kanak-kanak berbahasa Belanda yang diketahui milik sang dokter tak lolos dari lirikan bola mata. Ya, dari penuturan Rejo, dr. Dadi juga hobi mengkoleksi komik dan buku cerita berbahasa Belanda. Selain itu, juga ada kursi-kursi jati dan satu buah lemari pakaian tua yang masih ada. Radar juga sempat masuk ke dalam kamar mandi di rumah dokter itu. Closet klasik masih nampak terawat.

    Rejo menuturkan, dr. Dadi dan istrinya Siti Aminah memiliki 6 anak. Dan kini hanya dua anak yang tersisa. Keduanya diketahui ikut mengikuti profesi sang ayah, meraka adalah dr. Bunhendro dan dr. Gunhendro.

    ’’Mereka menjadi dokter dan tinggal di Jakarta,” kata dia.

    Adapun anak dari dr. Dadi yang menikah dengan Megawati adalah Suhendro, anak ketiga dr. Dadi. Suhendro sendiri, kata Rejo, memilih karier di dunia militer. Dari pernikahan Suhendro dan Mega terlahir dua anak. Satu anak bernama Tatang, satu lainnya rejo mengaku lupa. Sebab, hanya Tatang yang kerap datang ke rumah milik sang kakeknya itu.

    Rejo menjelaskan, Megawati pun hanya sekali datang ke rumah itu setelah dr. Dadi wafat. Yakni saat ulang tahun pertama PDI-P Lampung. Saat itu, Mega datang dan menginap bersama rombongan partai berlambang banteng bermocong putih tersebut. ’’Dia juga bawa Puan yang waktu itu masih kecil sekali ikut menginap di sini,” kenangnya. (c1/sur)

    © Radar Lampung Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas