• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Friday, October 2, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Harlan by Harlan
07/03/2026
in Opini
0
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
23
SHARES
98
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Saya jarang menulis tentang karakter dan tips sukses orang Pidie di perantauan. Seingat saya, tema ini nyaris tidak pernah saya singgung di blog atau di media tempat saya bekerja dulunya. Bahkan, tidak banyak yang tahu kalau saya orang Pidie. Hal ini karena saya jarang aktif di peguyuban orang Pidie atau bergaul dengan orang Pidie.

Kali ini, saya menulis tentang karakter orang Pidie, yang membuat mereka sering meraih sukses justru ketika mereka keluar dari Pidie [Ini semacam Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan]. Orang Pidie adalah perantau dan berdiaspora ke tempat lain di mana mereka belajar mengadu dan mengubah nasib.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

Oleh orang yang membenci atau mengaguminya, orang Pidie sering dilakabkan dengan Cina Hitam, entah sebagai bentuk pujian atau merendahkan. Saya tidak tahu persis. Namun, kesuksesan orang Pidie di dunia dagang sudah lama diketahui oleh kafir.

Saya mencatat, setiap pemuda Pidie yang ingin merantau ke luar daerah, mereka akan diberi petuah/nasehat, sebagai bekal bertahan hidup di perantauan. Nasihat pertama dari ayah mereka, “kajak beurangkaho juet dan ka kerja pat mantong hana masalah. Tapi beu jujur dan disiplin.”

Nasihat dari sang ibu lain lagi, “kajak beurangkaho juet, nyang bek tuwo sembahyang.”* Dua nasihat yang sekilas sangat berbeda, namun muaranya sama: bek seumalei ureung chik dan gampong. Sebuah pendidikan karakter yang sangat mengakar dan penting!

Apa yang saya tulis ini boleh jadi penafsiran atas pendidikan karakter tadi atau mungkin juga hanya pembacaan dari luar saja, yang berpotensi keliru. Karenanya, selain orang Pidie jangan coba-coba menulis seperti ini. Sebab kalian bisa membuat marah seluruh masyarakat Pidie, dan tulisan kalian berisiko kena flag.

Karena saya orang Pidie, teman-teman saya dari Pidie tidak akan tega mem-flag tulisan saya, karena sesama orang Pidie berlaku rumus, “sesama bis kota dilarang saling mendahului di tikungan” yang familiar di jalan raya. Atas dasar itu pula, saya berani menulis tentang Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan ini.

Baca juga: Pidie dan Stempel

Pertama: pemuda Pidie yang merantau keluar daerah mereka mau bekerja di mana saja. Mereka biasanya akan bersabar hingga tiga tahun. Jika tak ada tanda-tanda bakal sukses, mereka akan mencari tempat kerja lain.

Dulu, kita sering mendengar cerita bahwa orang Pidie yang bekerja di sebuah warung di perantauan, mereka tidak mau mengambil gaji secara penuh, hanya seperlunya saja. Mereka menyimpan gaji itu sama toke. Lama kelamaan, jumlah gaji itu menumpuk dan toke tidak sanggup lagi membayar. Akhirnya, warung itu pun terpaksa berpindah kepemilikan. (Saya berharap cerita begini hanya hoax belaka).

Kedua: ‎Orang Pidie termasuk tidak sabar, dan mereka maunya cepat sukses di perantauan. Mereka tidak pernah nyaman bekerja sebagai karyawan dan menjadi anak buah. Saya pernah mendengar cerita (lebih mirip humor), misalnya, di kota seorang pemuda Pidie bekerja di sebuah warung nasi.

Warung nasi dulu itu tidak secanggih sekarang, karena bumbu masih digiling menggunakan batu giling. Sambil menggiling bumbu, dia meracau: “toke di depan, saya di belakang; toke di depan saya di belakang.”+ Lalu, saking asiknya meracau, dia salah ucap: sesekali saya di depan, toke di belakang.++

Ada yang bilang, lama-lama jadi benar, dia yang jadi toke, sementara toke yang sebenarnya udah jadi karyawan dia dan bekerja di belakang (dapur).

Ketiga: orang Pidie itu jago dalam hal marketing dan menjual. Misal, ketika dia menjual suatu barang, katakanlah rol alias penggaris. Dia akan bilang penggaris yang dijualnya itu punya kualitas nomor satu dan tidak mudah patah. Dia akan coba patah-patahin penggaris itu di hadapan calon pembeli, dan ketika penggaris itu patah, langsung dia bilang, “penggaris yang saya jual tidak patah seperti ini,” katanya sambil menunjuk penggaris yang patah.

“Parahnya tidak seperti ini,” katanya lagi.

Keempat: Banyak orang selain Pidie menuduh orang Pidie pelit dan sangat irit (saya sendiri menolak anggapan ini). Padahal, mereka itu hanya salah menafsirkan ungkapan, “bu ngon ie dikira”. Coba saja bergaul akrab dengan orang Pidie, dan mereka lagi banyak duit, maka makan dan minum kita semua ditanggung mereka.

Ah, sudahlah, dijelaskan bagaimana pun mereka tetap tidak akan mengerti dan masih percaya bahwa ungkapan bu ngon ie dikira itu menunjukkan orang Pidie pelit. Mereka memahami kata “dikira” dengan dihitung atau dibuat perhitungan, padahal sebenarnya itu bentuk tanggung jawab orang Pidie memastikan nasi dan minum tamunya tersedia.

Kelima: Jika orang Pidie bertemu dan janjian dengan temannya dari daerah lain, kebetulan pas makan siang, maka dia akan bertanya: “sudah makan?” Kalau yang bersangkutan menjawab sudah makan, dia akan menyahut, “kok cepat kali makan?” Sementara jika yang bersangkutan belum makan, dia langsung tanya, “kenapa telat kali makan?” Cerita ini saya dengar dari sebuah obrolan di warung kopi.

Oh ya, satu lagi. Orang Pidie itu pekerja keras. Ketika pergi merantau, mereka hanya membawa uang secukupnya bahkan hanya untuk ongkos bus saja. Mereka sama sekali tidak mempersiapkan ongkos pulang, karena mereka memang ingin merantau.

Bagi mereka, malu jika pulang ke kampung belum jadi orang sukses di perantauan. Mereka mereka mau bekerja apa saja, termasuk jadi pencuci piring dan gelas di warung nasi atau warung kopi. Kalau tidak mau begitu, mereka tidak dapat makan enak, boro-boro mau jadi orang sukses.

Untuk orang Pidie lebih baik tidak membaca tulisan ini, cukuplah penulis saja yang membacanya selagi menulis. Percayalah, orang Pidie itu bersahabat tanpa syarat! Itulah asyiknya jadi orang Pidie. []

Note: Tulisan Tips Sukses Orang Pidie ini pertama kali terbit di Steemit, tujuh tahun lalu.

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
orang sedang makan
Opini

Kode di Balik Sebuah Piring

07/03/2026
Next Post
Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos November 2024

Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos November 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Kurir Ganja Terjun ke Jurang

Kurir Ganja Terjun ke Jurang

08/10/2016
Orang-orang di Belakang Mualem

Orang-orang di Belakang Mualem

07/10/2024

Warga Gano Doa Bersama untuk Korban Tsunami

25/12/2011
Agnes Monica

Meski Sudah Nge-Vlog Bareng, Agnes Monica Belum Tentu Pilih Jokowi pada Pilpres 2019

12/01/2019

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar
  • iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.