• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Saturday, October 3, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home News Nanggroe

Tujuh Tahun Hilang, Bocah Tsunami Kembali

Maimun Saleh by Maimun Saleh
23/12/2011
in Nanggroe
0
20
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Meri Yulanda alias Wati, 14 tahun, bocah yang hilang saat tsunami tujuh tahun silam kini kembali ke keluarganya di Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Ia kembali dalam kondisi pinggang terkilir dan rambut gundul.

Ibrahim Nur, 60 tahun, kakek Meri, menyatakan cucunya mengalami penyiksaan dari seorang janda yang mengasuhnya di Kajhu, Aceh Besar selama bertahun-tahun. “Cucu saya dipaksa untuk mengemis sampai malam, kalau tidak mendapat uang dipukul,” jelas Ibrahim, Jum’at (23/12).

Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan aparat kepolisian setempat telah mendatangi rumah keluarga untuk mengumpulkan informasi tindak kekerasan tersebut. Namun belum diketahui tindak lanjutnya.

READ ALSO

5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan Calon Gubernur Aceh di Toilet

Qanun Mukim yang Mengatur Cara Penangkapan Ikan

Saat tsunami terjadi, Meri masih berusia tujuh tahun. Ia bersama Yulisa, 13 tahun, kakaknya telah diselamatkan ayahnya dan ditempatkan di atas toko. Namun ayahnya, meninggalkan keduanya untuk menyelamatkan salah seorang tetangga yang hanyut dibawa gelombang. Naas saat sang ayah kembali dan berhasil selamatkan tetangga, Meri dan Yulisa telah hilang bersama gelombang susulan.

“Menurut Meri, ia bertemu janda yang mengasuhnya di terminal Meulaboh, dari situ ia dibawa ke Banda Aceh,” jelas Ibrahim.

Usaha pencarian Meri dan Yulisa dilakukan keluarga pada masa tanggap darurat, setelah  itu Meri diyakini hilang. Sementara, Yulisa hingga kini masih hilang.

Kisah kembalinya Meri bermula dari kekerasan yang dilakukan ibu asuhnya beberapa waktu. Ia tidak membawa uang hasil mengemis.

“Kalau begini terus kamu mau makan apa? Sebaiknya, kamu pulang saja ke orang tua kamu di Meulaboh,” kata ibu asuh Meri yang sampai sekarang misterius itu.

Sebelum keterminal Banda Aceh, Meri diberitahukan nama  kedua orang tuanya; Tarmiyus dan Yusnidar serta kampung asalnya. Sesampai di terminal Meulaboh, ia berjalan kaki tak tahu tujuan. Di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, seorang tukang becak menanyai tujuannya, Rabu (21/12).

“Meri diantar ke rumah kepala desa, setelah memberitahukan identitas orang tua, saya dipangil untuk menjemputnya,” jelas Ibrahim.

Yusnidar yakin Meri anaknya. Keyakinannya berdasarkan tanda hitam sejak lahir dipinggul, leher serta tahi lalat di pelipis kanan.

“Yusnidar kan ibunya, punya pandangan beda. Kalau saya masih perlu mencari tahu lagi,” kata Ibrahim.

Memperingati kembalinya Meri dan tujuh tahun tsunami, pihak keluarga akan mengelar syukuran dua hari berturut-turut sejak Minggu (25/12). Pihak keluarga akan berdoa semoga Yulisa turut kembali. []

Related Posts

calon gubernur aceh mengambil nomor urut
Nanggroe

5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan Calon Gubernur Aceh di Toilet

23/09/2024
Sungai Mane
Nanggroe

Qanun Mukim yang Mengatur Cara Penangkapan Ikan

15/12/2019
Sulaiman imum mukim Mane
Nanggroe

Kesadaran Menjaga Hutan Desa di Mukim Mane

10/12/2019
SMG Aceh Serahkan Bibit Padi Unggul
Nanggroe

SMG Aceh Serahkan Bibit Padi Unggul

11/10/2019
fatwa ulama aceh
Nanggroe

Fatwa Ulama Aceh: Game PUBG dan Permainan Sejenis Haram!

27/08/2019
Protes dari Aceh Terkait Remisi untuk Pembunuh Jurnalis
News

Protes dari Aceh Terkait Remisi untuk Pembunuh Jurnalis

25/01/2019
Next Post

Rindu Perih Maria Goretti

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM

Meta Luncurkan Program Pelatihan Keterampilan AI untuk UMKM di Indonesia

09/07/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

KontraS: Tarmizi Harus Hindari Kebijakan Instabilitas Pemerintahan

09/02/2012

Penembakan di Langkahan, 1 Tewas

01/01/2012

Polri Wajib Pastikan Aceh Aman

02/12/2011

Arsenal Bangkit Dengan Lima Gol

07/03/2026

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar
  • iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.