• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Thursday, October 8, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Pemimpin dan Komunikasi Transendental

Harlan by Harlan
07/03/2026
in Opini
0
20
SHARES
90
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Azman Sulaiman

Komisi Independen Pemilihan (KIP) kembali melakukan tes baca Al-Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (24/1)  untuk calon gubernur dan calon wakil gubernur  yang baru mendaftar dari Partai Aceh dan Calon Independen. Tes baca Al-Quran menjadi syarat wajib bagi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sehingga dalam keadaan apapun kandidat harus mengikuti tes baca Al-Qur’an tersebut.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Azman Sulaiman

Penulis  teringat kejadian “unik” saat tahapan pelaksanaan tes baca Al-Qur’an dilakukan bulan Desember 2011 lalu. Pertama, seorang bakal calon Bupati Aceh Singkil, menolak tes baca Al-Qur’an, yang dilaksanakan KIP setempat di mesjid Nurul Makmur Pulau Sorak, (Serambi Indonesia, 20/10/ 2011) yang kemudian dinyatakan gugur. Kedua, di Sigli salah seorang bakal calon Bupati melakukan tes baca Al-Qur’an melalui handphone karena yang bersangkutan sedang berada di Arab Saudi menunaikan ibadah haji (Serambi Indonesia, 21/10/2011).

Ketiga, seorang bakal calon Bupati di Takengon meninggalkan Mekkah saat sedang menunaikan ibadah hajinya demi mengutamakan ikut tes baca Al-Qur’an dengan menghabiskan dana lebih kurang 30 Juta untuk kembali ke Aceh Tengah (Serambi Indonesia, 28/10/2011). Dalam tulisan ini penulis tidak  membahas tiap kejadian unik tersebut, namun penulis tertarik menguraikan kegiatan tes baca Al-Qur’an dalam konteks komunikasi transendental.

Komunikasi Transendental

Komunikasi transendental adalah komunikasi yang dilakukan manusia dengan Tuhannya, komunikasi ini hampir tidak dibicarakan oleh sebagian besar pakar komunikasi karena dianggap sebagai kajian keagamaan, padahal komunikasi transendental merupakan komunikasi yang sangat penting bagi manusia, karena semua manusia berawal dari ciptaan Tuhan. Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dedy Mulyana, pakar ilmu komunikasi, bahwa bentuk komunikasi transendental paling sedikit dibicarakan dalam disiplin ilmu komunikasi, tetapi justru bentuk komunikasi inilah yang terpenting bagi manusia.

Komunikasi transendental terjadi dalam berbagai bentuk, diantaranya komunikasi para nabi dengan Tuhan yang bisa menerima pesan-pesan secara langsung dan pesan itu disampaikan kepada manusia. Pada zaman sekarang salah satu cara manusia melakukan komunikasi transendental  adalah dengan membaca lambang-lambang dan simbol-simbol atau sering disebut juga ayat-ayat Allah yang terdapat dalam Al-Quran. Ayat-ayat Allah tersebut umumnya berisikan tentang perintah dan larangan juga kisah-kisah umat terdahulu yang dapat menjadi pengalaman dan petunjuk bagi manusia. Seorang hamba yang baik (khususnya pemimpin) harus memiliki komunikasi yang efektif dan harmonis dengan Tuhannya, dimana dia mampu memahami dan memaknai setiap pesan yang disampaikan Tuhan kepadanya melalui ayat-ayat-Nya, tidak hanya sekedar bisa membaca namun juga harus mampu melaksanakan apa yang disuruh dan meninggalkan apa yang dilarang sebagai umpan balik (feed back) terhadap pesan Tuhan.

Komunikasi Transendental Yang Efektif dan Harmonis

Sebagai umat muslim, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dapat dijadikan salah satu indikator terjalinnya hubungan komunikasi yang efektif dan harmonis dengan Tuhan. Begitu juga yang tidak bisa baca Al-Qur’an menjadi salah satu indikator tidak terjalinnya hubungan komunikasi yang efektif dan harmonis dengan Tuhan, karena amal ibadah kita bersumber dari Al-Quran seperti ibadah shalat.  Pemimpin Aceh minimal harus mampu jadi Imam shalat, oleh karena itu mampu baca Al-Quran mutlak diperlukann terlebih Aceh telah menerapkan Syariat Islam. Bila seorang pemimpin Aceh tidak bisa baca Al-Qur’an, akan sulit membangun komunikasi dengan rakyat Aceh yang notabennya adalah muslim.

Pemimpin yang memiliki komunikasi transendental yang efektif dan harmonis adalah pemimpin yang menjalankan amanahnya dan dapat bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Hari ini betapa sedikitnya pemimpin yang mempunyai karakter seperti itu, yang banyak sekarang adalah pemimpin yang tidak gentle, tidak berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya, bahkan terbuktipun kesalahannya di meja pengadilan, tidak juga muncul keberanian untuk melakukan pengakuan atas kesalahan yang dilakukannya, yang ada adalah berlindung dibelakang kalimat “saya ini adalah korban politik”.

Jarang sekali kita dapati pemimpin yang berani mengungkapkan kesalahannya, meminta maaf kepada rakyat atas perbuatannya dan siap bertanggung jawab, itu karena pemimpin sekarang tidak mampu membangun komunikasi transendentalnya. Sosok pemimpin yang gentle dicontohkan oleh Sultan Iskandar Muda yang menghukum cambuk anaknya sendiri dengan tangannya sendiri karena anaknya melanggar hukum, hal itu dilakukan Sultan tak lain karena Sultan memiliki komunikasi transendental yang efektif dan harmonis dengan Allah SWT.

Tes Baca Al-Qur’an Pada Tahapan Pilkada

Tes baca Al-Qur’an yang melibatkan tim penguji independen dari  MPU, Depag dan LPTQ dianggap penting. Hanya saja terbatas pada standar penilain kelulusan yang meliputi tajwid 50 %, fasahah 30 % dan adab 20%. Namun aspek penting lainnya yang menyangkut kemampuan calon pemimpin melakukan komunikasi efektif dan harmonis dengan Tuhannya dan rakyatnya tidak teruji. Padahal rakyat Aceh perlu tahu apakah pemimpin yang dipilihnya itu mampu menjadi imam shalat, mampu memahami dan menjalankan perintah Al-Quran, mampu berlaku adil, namun rakyat akan “dipaksakan” untuk menentukan pilihannya.

Semoga semua elemen masyarakat di Aceh dapat berperan mewujudkan terpilihnya pemimpin yang berkualitas yang mampu membina hubungan dengan Tuhannya dan kepada rakyat yang mendambakannya. Masyarakat jangan didik untuk menjadi bagian daripada politik praktis, politik dagang sapi dan istilah lainnya yang dilakukan oleh segelintir politisi yang tidak bertanggung jawab, sehingga akan merusak tatanan demokrasi di Aceh.

Aceh memiliki keunikan tersendiri dalam membangun dan mengembangkan sistem pemerintahannya, banyak keunikan yang dilahirkan oleh pemikir-pemikir Aceh, menjadi acuan pelaksanaan secara nasional. Semoga dengan adanya uji tes baca Al-Qur’an dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berdampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahtraan rakyat Aceh nantinya sehingga keunikan ini pun dapat menambah sumbangsih masyarakat Aceh untuk Indonesia. Semoga[*]

Penulis adalah Alumni S2 Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung

 

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post

KIP Tolak Pendaftaran Sultan Alamsyah-T Rafli

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Jalan Kaki Saja, cuma 2 Km!

07/03/2026

Aceh dan Sumut Rintis Kerjasama Dakwah Perbatasan

03/11/2011
Ilustrasi Masa Depan Skalabilitas Blockchain

Masa Depan Skalabilitas Blockchain: Layer 3 (L3) Sebagai Solusi Utama di 2025

10/07/2025

Manchester United Kalahkan Everton 1-0

07/03/2026

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.