• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership
Friday, October 9, 2026
ACEHPUNGO.COM
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya
  • Opini
No Result
View All Result
Acehpungo.Com
No Result
View All Result
Home Opini

Perangi HIV/ AIDS, Bukan Penderitanya

Harlan by Harlan
07/03/2026
in Opini
0
20
SHARES
91
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Muhammad Nazar

Virus HIV yang menyebabkan kehilangan kekebalan tubuh dan memunculkan AIDS kepada penderitanya semakin parah di berbagai negara. Tidak terkecuali di Aceh, para pengidap HIV dengan masa lima sampai sepuluh tahun lalu kini semakin banyak yang telah menjadi penderita AIDS tanpa dapat disembuhkan serta satu persatu meninggal.
 Penyebab-penyebab dominan HIV/AIDS di Aceh adalah hitero-seksual atau hubungan seksual gonta ganti pasangan dan jarum suntik narkoba.

READ ALSO

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

Hubungan seksual dengan pasangan suami istri yang salah satunya telah terkena HIV juga menjadi penyebab memperbanyak penderita, terutama di kalangan perempuan atau istri karena ketularan, bahkan bisa menular hingga ke bayi yang dilahirkan. Karena itu pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan dengan berbagai cara, termasuk tidak memerangi penderitanya dengan vonis dan stigma kebencian. Apalagi sebahagiannya terkena HIV/ AIDS karena tertular, bukan karena penyimpangan prilaku dan agama.

Dari sisi jenis kelamin penderita HIV/ AIDS paling banyak memang masih didominasi kaum laki-laki, yaitu mencapai 66 % dan kaum perempuan 34 %.

Dari sisi profesi pekerjaan maka kalangan wiraswasta paling banyak, disusul ibu rumah tangga, petani, sopir jarak jauh, pelaut, pramuria, aparat keamanan, buruh, mahasiswa, siswa, peri-natal atau bayi yang terinveksi HIV sejak masih janin, pegawai negeri, wanita pekerja seks, tukang parkir dan pengangguran.

Sedangkan dari sisi teritorial administratif, hampir semua kabupaten/kota di Aceh sudah didapatkan pengidap dan penderita HIV/ AIDS, kecuali Singkil, Subulussalam dan Nagan Raya. Namun di daerah kabupaten/ kota ini bukan berarti tida ada pengidap HIV/ AIDS karena soalnya mereka juga tidak mau melapor atau memeriksa diri secara khusus untuk mendiagnosanya seperti daerah lain juga di Aceh.

Tahun 2010 kita berhasil mendapatkan data 25 pengidap dan penderita HIV/ AIDS. Sedangkan hingga November 2011 kita berhasil memperoleh data 28 orang lagi. Pendeknya dari 2004 sampai 2011 sudah 102 orang yang mengidap serta menderita HIV/AIDS. Dari jumlah itu 80 orang masih bertahan hidup dalam keadaan sakit-sakitan tanpa ada obat penyembuhnya, sedangkan 22 orang telah meninggal.

Jumlah itu akan bertambah dalam waktu dekat ini karena kita telah berhasil memperoleh 6 orang lagi yang sedang kita tunggu datanya dan sudah positiv HIVnya, bahkan sudah hampir pasti AIDS. Tetapi mereka ini belum kita masukkan dalam data akumulatif sampai ada data final supaya datanya tidak salah nanti.

Perlu diketahui dari seluruh jumlah pengidap HIV dan penderita AIDS mematikan itu data mereka kita dapatkan dari layanan kesehatan berbagai kabupaten/ kota, bukan karena mereka melaporkannya secara khusus atau karena kesadaran.

Ini artinya secara ilmiah kita harus hitung satu orang kali seratus, jadi kalau sekarang hipotesanya di Aceh berarti ada lebih dari seribuan pengidap HIV serta sebahagian besar telah menderita AIDS. Tentu saja ada berbagai penyebab mengapa mereka tidak berani melapor secara khusus ke tempat layanan kesehatan, termasuk karena takut distigmakan dan malu.

Islam Harus Operasional

Dilihat dari sisi penyebabnya seperti kami sebutkan tadi, maka secara dominan berarti penyebabnya adalah hal-hal yang melanggar agama atau dilarang agama seperti hubungan seksual gonta ganti pasangan atau seks bebas, penggunaaan narkoba dan hubungan seks yang sebelumnya telah tertular, lalu mengorbankan suami istri yang sah karena ikut tertular tanpa diketahui. Tentu ini semakin menyedihkan dan mengkhawatirkan.

Memang Aceh menerapkan syariat Islam tetapi penyebab HIV/ AIDS lebih banyak yang bertentangan dengan Islam, mulai prilaku hidup sampai pergaulan bebas. Ini artinya bahwa tidak sedikit muslim Aceh yang tidak mau menerapkan nilai-nilai kebaikan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan sosial. Islam itu agama yang paling sempurna dan agung.

Non muslim yang paham keislamanpun mengakui kehebatan nilai Islam. Tetapi manfaat dan rahmatnya tidak lahir begitu saja jika Islam tidak operasional dalam sisi-sisi kehidupan.

Semestinya nilai Islam menjadi solusi paling efektif untuk pencegahan HIV/AIDS jika orang-orang muslim memahami dan sadar melaksanakannya.

Maka dalam momentum peringatan Hari AIDS se Dunia yang diperingati setiap 1 Desember, saya mengajak seluruh penduduk Aceh dan umat Islam di Aceh, bahkan dimanapun di dunia ini untuk dapat mengoperasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh sisi kehidupan agar selamat, termasuk dari virus HIV/ AIDS. Sehingga orang-orang tidak melakukan penyimpangan prilaku yang menyebabkan lahir atau menularnya berbagai penyakit seperti AIDS.

–Muhammad Nazar adalah Wakil Gubernur Aceh, Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan HIV/ AIDS (KPA) Aceh.

Related Posts

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?
Opini

Kami Tidak Sekolah, Memangnya Kenapa?

07/03/2026
Ilustrasi tips sukses orang pidie di perantauan
Opini

Tips Sukses Orang Pidie di Perantauan

07/03/2026
Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?
Opini

Siapa Perempuan di Samping Muzakir Manaf?

07/03/2026
Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis
Opini

Surat Hasan Tiro kepada Jenderal De Gaulle yang Menggemparkan Perancis

07/03/2026
5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini
Opini

5 Pejuang Perempuan Aceh yang Tak Mirip Kartini

07/03/2026
Dialog Politikus dengan Pelacur
Opini

Politikus dan Seorang Pelacur

07/03/2026
Next Post

Scooter untuk Manula

POPULAR NEWS

ilustrasi ancaman keamanan kripto

Waspadai Serangan AI dan Eksploitasi Kontrak Cerdas di 2025

08/05/2026

iPhone 18 Pro Kantongi TKDN dan Postel, Kapan Resmi Dijual di Indonesia?

30/09/2026

Bill Gates: AI Cukup Kuat untuk Picu Kematian Satu Miliar Orang, Serukan Regulasi Pemerintah

28/09/2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?

05/10/2026
Ilustrasi Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh - Medan

Jadwal dan Harga Tiket Bus Banda Aceh – Medan Terbaru

03/05/2026

EDITOR'S PICK

Aceh Pungo

TA Khalid Lengkapi Berkas Permohonan ke MK

08/12/2018
Bagaimana Cara Membedakan Penyakit Tifus dan Demam Berdarah?

Bagaimana Cara Membedakan Penyakit Tifus dan Demam Berdarah?

19/12/2019

KPK Telaah Pemeriksaan Kesehatan Ulang Nunun

20/12/2011
Aceh Pungo

Peringatan Satu Tahun Kerusuhan Bahrain

08/12/2018

About

ACEHPUNGO.COM dengan motto Galak-galak Kutak Sigo adalah situs berita gaya hidup untuk milenial Indonesia

Follow us

Categories

  • Budaya
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Inforial
  • Internasional
  • Keluarga
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nanggroe
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Sosok
  • Teknologi

Recent Posts

  • Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Apakah Indonesia Kebagian?
  • Malware MacSync Mengincar Pengguna Mac: Aplikasi Palsu, Backdoor, dan Trik Kalender iCloud
  • Pengembang Data Center Tawarkan Rp180 Juta per Rumah di Pennsylvania, Mengapa Warga Tetap Menolak?
  • WhatsApp Uji Tampilan Baru di Android, Tombol Meta AI Masuk Navigation Bar

Newsletter

  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • ToU
  • Partnership

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Hukum
    • Nanggroe
    • Nasional
    • Internasional
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Budaya

© 2026 AP.com - All Rights Reserved.